koranindopos.com – Jakarta, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI melalui Asisten Deputi Pengembangan Kepemudaan Global, Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan, menggelar Pre-Departure Training (PDT) Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2025 selama sepekan, mulai 12 hingga 18 Oktober 2025.
Kegiatan yang dilaksanakan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kepemimpinan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Pejompongan ini resmi dibuka oleh Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan, Yohan, pada Senin (13/10/2025) pagi.
Sebanyak 37 delegasi muda mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 21 peserta Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) dan 16 peserta Ship for Southeast Asian-Japanese Youth Program (SSEAYP).
Dalam sambutannya, Deputi Yohan menyampaikan apresiasi tinggi kepada para peserta yang berhasil lolos seleksi berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
“Keberhasilan kalian ini adalah bukti nyata bahwa kalian adalah para pemuda yang mempunyai potensi luar biasa,” ujar Yohan.
Ia menegaskan bahwa program PPAN, yang telah berjalan sejak 1974, terbukti mampu melahirkan generasi muda berprestasi dan berdaya saing global. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan menjadi duta bangsa yang berkontribusi positif di tingkat internasional.
Deputi Yohan menekankan, pembangunan kepemudaan memiliki peran strategis dalam memperkuat daya saing bangsa. Pemuda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga harus tampil sebagai aktor utama perubahan sosial, ekonomi, dan budaya di berbagai level.
Ia mengingatkan para delegasi untuk memanfaatkan PDT sebaik-baiknya, karena pelatihan ini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan kesiapan mereka sebelum berangkat ke luar negeri.
“Pre-departure training ini bukan hanya membekali pengetahuan, tetapi juga membentuk mental dan integritas. Kalian harus siap menjadi delegasi yang profesional dan berkarakter,” tegasnya.
Sementara itu, Asdep Pengembangan Kepemudaan Global Kemenpora, Esa Sukmawijaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman nilai-nilai kebangsaan dan budaya Indonesia.
“PDT mempersiapkan peserta agar mampu beradaptasi, berkontribusi optimal di luar negeri, serta menjunjung tinggi nilai kebangsaan. Peserta PPAN 2025 harus siap secara mental, fisik, dan intelektual,” ujar Esa.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga mendorong sinergi antara peserta AIYEP dan SSEAYP sebagai representasi pemuda Indonesia yang berkarakter, adaptif, dan berwawasan global.
Selama sepekan, para peserta akan mengikuti serangkaian kegiatan pembekalan yang mencakup Sesi utama bersama narasumber nasional, termasuk Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan dan mantan Duta Besar RI untuk Ethiopia. Kegiatan pembentukan karakter dan kebersamaan, seperti senam pagi bergilir, kultum setelah salat subuh, dan eksplorasi kota ke kawasan Kota Tua dan Monas. dan Inaugurasi dan penutupan sebagai puncak acara, yang menjadi momentum refleksi, apresiasi, serta penguatan semangat kolaboratif antar peserta.
Menutup sambutannya, Deputi Yohan berharap seluruh delegasi mampu menjalankan peran sebagai duta muda Indonesia dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab.
“Kalian akan membawa nama baik Indonesia di luar negeri. Jadilah agen perubahan dan inspirasi bagi lingkungan sekitar ketika kembali ke Tanah Air,” pesan Yohan. (hai)










