Kamis, 3 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Akta Kelahiran Bayi Kini Bisa Terbit di Hari yang Sama, Terintegrasi Lewat SATUSEHAT

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
11 Agustus 2026
in Kesehatan
A A
0
Akta Kelahiran Bayi Kini Bisa Terbit di Hari yang Sama, Terintegrasi Lewat SATUSEHAT

Foto: dok. detik.com

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Pemerintah mulai menerapkan digitalisasi Akta Kelahiran bagi Bayi Baru Lahir (BBL) melalui aplikasi SATUSEHAT. Program tersebut diluncurkan pada Selasa (11/8/2026) dan memungkinkan orang tua menerima dokumen akta kelahiran secara digital setelah proses administrasi bayi terpenuhi.

Melalui sistem baru ini, data akta kelahiran akan dikirimkan kepada orang tua melalui email maupun WhatsApp. Dengan demikian, orang tua tidak perlu menunggu proses administrasi secara konvensional untuk mendapatkan dokumen kependudukan tersebut.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, bayi yang sudah memiliki nama dapat langsung menerima akta kelahiran pada hari yang sama.

Program digitalisasi tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui integrasi data SATUSEHAT dengan data kependudukan.

Artikel Terkait

BGN Ungkap Penyebab 566 Santri Sidoarjo Diduga Keracunan MBG

500 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Kalitengah Disuspend

Menkes Buka Suara soal Sekolah di Tengah Kabut Asap Karhutla, Tekankan Pentingnya Masker

“Nah, kali ini kita juga bekerja sama dengan Kemendagri, dengan Pak Tito, supaya mengintegrasikan data SATUSEHAT dengan data kependudukan,” ujar Budi dalam konferensi pers, Selasa (11/8/2026).

Digitalisasi akta kelahiran ini menjadi bagian dari rencana pemerintah untuk membangun ekosistem data penduduk yang lebih terintegrasi.

Budi mengatakan, integrasi data tidak hanya dilakukan dengan Kemendagri. Pemerintah juga berencana menghubungkan data SATUSEHAT dengan sejumlah kementerian dan lembaga lainnya.

Di antaranya adalah Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Agama (Kemenag), serta BPJS.

“Nah data itu mau integrasikan lagi. Sehingga data Satu Sehat ini nanti benar-benar terintegrasi dengan data Kemensos, terintegrasi dengan data Kemendagri, terintegrasi dengan data Kementerian Agama, terintegrasi dengan data Kementerian Sosial dan BPJS,” kata Budi.

Menurutnya, integrasi tersebut diharapkan dapat membuat data penduduk lebih terpusat dan mempermudah pemanfaatan data untuk berbagai kebutuhan pelayanan publik.

Penerapan digitalisasi melalui SATUSEHAT juga tidak berhenti pada penerbitan akta kelahiran.

Pemerintah merencanakan sistem tersebut dapat mendukung proses administrasi kependudukan lainnya bagi bayi baru lahir, termasuk perubahan Kartu Keluarga (KK) dan penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA).

Dengan integrasi berbagai data tersebut, proses administrasi bagi keluarga yang baru memiliki anggota keluarga baru diharapkan dapat menjadi lebih sederhana dan cepat.

Orang tua juga berpotensi tidak perlu melakukan berbagai proses administrasi secara terpisah karena informasi kelahiran dapat menjadi dasar untuk mengurus sejumlah dokumen kependudukan dan layanan lainnya.

Budi berharap digitalisasi Akta Kelahiran melalui SATUSEHAT dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya orang tua yang baru menyambut kelahiran anak.

Selain mempermudah proses administrasi, integrasi data juga diharapkan dapat membantu pemerintah memiliki data kelahiran yang lebih akurat dan terhubung dengan sistem pelayanan publik lainnya.

“Mudah-mudahan banyak manfaatnya dan bisa melihat bayi-bayi lahir,” pungkas Budi.

Dengan diluncurkannya layanan ini, pemerintah terus mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mempercepat pelayanan publik sekaligus mengintegrasikan data kependudukan dengan berbagai layanan dasar masyarakat.(dhil/dtk)

Topik: akta kelahiranSatusehat

TerkaitBerita

BGN Ungkap Penyebab 566 Santri Sidoarjo Diduga Keracunan MBG
Kesehatan

BGN Ungkap Penyebab 566 Santri Sidoarjo Diduga Keracunan MBG

oleh Editor : Affandy
3 September 2026
500 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Kalitengah Disuspend
Kesehatan

500 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Kalitengah Disuspend

oleh Editor : Affandy
2 September 2026
Menkes Buka Suara soal Sekolah di Tengah Kabut Asap Karhutla, Tekankan Pentingnya Masker
Kesehatan

Menkes Buka Suara soal Sekolah di Tengah Kabut Asap Karhutla, Tekankan Pentingnya Masker

oleh Editor : Affandy
1 September 2026
Kemenkes Respons Usulan IDI soal Standar Pendapatan Minimum Dokter hingga Rp 110 Juta
Kesehatan

Kemenkes Respons Usulan IDI soal Standar Pendapatan Minimum Dokter hingga Rp 110 Juta

oleh Editor : Affandy
31 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Jangan Cari Media Cuma Saat Butuh

Jangan Cari Media Cuma Saat Butuh

3 September 2026
Ada 36 Lokasi SKD Sekolah Kedinasan 2026, Cek Lagi Ambang Batas Nilainya

Ada 36 Lokasi SKD Sekolah Kedinasan 2026, Cek Lagi Ambang Batas Nilainya

3 September 2026
BGN Ungkap Penyebab 566 Santri Sidoarjo Diduga Keracunan MBG

BGN Ungkap Penyebab 566 Santri Sidoarjo Diduga Keracunan MBG

3 September 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp40.000, Jadi Rp2,624 Juta per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000, Jadi Rp2,639 Juta per Gram

3 September 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    812 shares
    Share 325 Tweet 203
  • Kebakaran Pabrik Mie Sedaap di Bekasi Diduga Berasal dari Area Limbah, Warga Sempat Panik

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Berhadapan Dengan Brighton, Jadi Pekan Horor Bagi Chelsea

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4420 shares
    Share 1768 Tweet 1105
  • Keluar Modal Besar, Manchester City Jadi Penantang Serius Arsenal

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya