Koranindopos.com, Jakarta – Keterlibatan Aliando Syarief dan Richelle Skornicki dalam serial terbaru Pernikahan Dini Gen Z tidak hanya mencuri perhatian karena jalan ceritanya, tetapi juga karena pengalaman pribadi keduanya saat harus menjalani adegan dewasa. Serial yang akan tayang serentak di MDTV dan Netflix mulai 16 Desember 2025 itu memperlihatkan dinamika hubungan Rangga dan Dini—dua karakter remaja yang harus menghadapi konsekuensi kehamilan di luar rencana.
Dalam proses syuting, Aliando, aktor kelahiran 26 Oktober 1996 ini mengaku bahwa ia merasa perlu meminta restu dari ibu kekasihnya, Richelle. Ia bahkan ikut meyakinkan sang calon mertua bahwa adegan tersebut telah dirancang dengan aman.
“Jadi gue gini ke mama (Richelle). Mama, ini oke kok, ini baik-baik aja. Kita nggak akan ngelakuin hal itu beneran,” kata Aliando Syarief di kawasan MD Place, Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025).
Ia menyebut sang mama Richelle sempat khawatir, namun akhirnya percaya. “Dia bilang ‘Bener ya? Nggak’. Nanti adegan itu Mami lihat deh,” ujarnya.
Bagi Richelle, menghadapi adegan tersebut bukanlah sesuatu yang mudah. Meski telah berpacaran dan dikenal publik sering tampil mesra, ia tetap merasakan tekanan ketika kamera mulai merekam.
“Canggung banget, walaupun ya seperti yang kalian lihat kita sangat amat nempel,” kata Richelle.

Ia menambahkan kegugupan itu makin terasa menjelang rehearsal. “Tapi pada saat udah mau on cam, kita udah mau siap-siap untuk rehearsal, aku jadi baper-baper sendiri. Jadi takut-takut juga,” tuturnya jujur.
Aktris muda ini mengatakan, langkah pertama yang ia ambil sebelum menerima adegan tersebut adalah berdiskusi dengan ibunya. “Pastinya, itu hal pertama yang dikasih tahu dari awal ditawarin. Harus itu dulu yang dikasih tahu,” ucapnya.
“Kalau dari Mami sih, Mami memastikan enggak ada yang melebihi batas. Semuanya. Karena ya dari tadi Ali bilang juga ya, by frame,” tambah Richelle.
Kisah di balik layar pasangan muda ini bersinggungan erat dengan peluncuran besar MD Entertainment yang diumumkan pada hari yang sama. MDTV resmi memperpanjang kolaborasi strategis bersama layanan streaming global Netflix melalui kehadiran Pernikahan Dini Gen Z. Serial drama remaja ini menandai lanjutan sinergi dua platform yang sebelumnya dinilai publik berhasil menjangkau penonton lintas kanal.
CEO sekaligus Founder MD Entertainment, Manoj Punjabi, menjelaskan alasan pihaknya terus melanjutkan kerja sama itu. “Kolaborasi MDTV dengan Netflix terbukti menjadi terobosan yang sangat positif. Ini bukan hanya tentang penayangan serentak di dua platform, tetapi tentang memastikan setiap pemirsa mendapatkan akses terbaik, baik pemirsa yang terbiasa menonton di layar kaca maupun yang memilih fleksibilitas streaming. Keputusan untuk melanjutkan sinergi ini sepenuhnya berlandaskan pada komitmen kami untuk menyajikan konten berkualitas dan relevan yang mudah diakses oleh audiens kami,” ungkap Manoj.
Serial yang dibintangi Aliando dan Richelle itu mengisahkan Dini, seorang siswi berprestasi yang harus menelan kenyataan pahit ketika hubungan rahasianya dengan Rangga, calon atlet basket nasional, membawanya pada kehamilan yang tidak direncanakan. Konflik demi konflik muncul, mulai dari tekanan orang tua hingga persoalan masa depan yang tiba-tiba retak.
Situasi semakin rumit ketika Tristan, diperankan Samudra Taylor, hadir kembali dalam kehidupan Dini. Kehadirannya membangun dinamika segitiga cinta yang menjadi pusat drama serial ini. Konflik batin, tekanan sekolah, dan pergulatan emosi remaja menjadi benang merah cerita yang diharapkan dekat dengan realitas Gen Z masa kini.
MD Entertainment juga menegaskan bahwa serial ini digarap dengan standar sinematik tinggi dan dukungan jajaran pemain berpengalaman. Selain trio utama, serial tersebut juga menampilkan Ardina Rasti, Fadli Akhmad, Adi Irwandy, Delia Yasmine, Ivan Ray, Jessica Shaina, Jasmine Meijers, dan sejumlah nama lainnya.
Kehadiran Aliando dan Richelle yang turut membagi pengalaman personal mereka justru memberi warna baru bagi publik dalam memahami bagaimana proyek ini digarap dengan profesionalisme dan sensitivitas.
Sebagai rangkaian dari proyek kolaboratif yang terus berkembang, serial ini bukan hanya menawarkan drama, tetapi juga refleksi sosial mengenai hubungan remaja, tekanan keluarga, dan pilihan hidup di usia yang masih belia. Para pemain menegaskan bahwa pekerjaan ini memerlukan kedewasaan, komunikasi terbuka, serta dukungan keluarga, hal yang selaras dengan pesan inti cerita yang mereka bawakan. (Brg/Hend)
















