Koranindopos.com, JAKARTA – Nasib Alvaro Arbeloa di ujung tanduk. CEO Everton, Keith Wyness, kepada Football Insider mengatakan bahwa debut Arbeloa sebagai manajer Fulham sarat catatan buruk. Bahkan, dia memprediksi Arbeloa sebagai kandidat terkuat pelatih Premier League pertama yang kehilangan pekerjaan pada musim 2026/2027.
Keith mengatakan, nama Arbeloa bahkan berada di atas Roberto De Zerbi dan Oliver Glasner dalam daftar kandidat pemecatan. Arbeloa ditunjuk sebagai manajer baru Fulham pada Juli 2026 setelah Marco Silva meninggalkan klub untuk bergabung dengan Benfica. Namun, awal perjalanannya di Craven Cottage berlangsung buruk setelah The Cottagers menelan kekalahan dalam tiga pertandingan Premier League pertama.
Fulham kini berada di peringkat ke-19 klasemen sementara. Situasi tersebut semakin rumit karena muncul kekhawatiran dari para pemain terhadap pendekatan taktis Arbeloa, terutama setelah pertahanan tim terlihat rapuh pada awal musim. Kekalahan beruntun dalam tiga pertandingan pertama membuat posisi Arbeloa mulai menjadi sorotan. Tekanan tersebut berpotensi meningkat jika Fulham gagal memperbaiki performa dalam pertandingan berikutnya.
The Cottagers juga dihadapkan pada jadwal berat sebelum jeda internasional. Liverpool dan Manchester United menjadi dua lawan yang harus dihadapi Fulham dalam periode tersebut. Situasi di ruang ganti turut menjadi perhatian. Para pemain dikabarkan mulai mempertanyakan pengaturan taktis Arbeloa, khususnya terkait persoalan pertahanan yang menjadi salah satu titik lemah tim.
Wyness juga mengaku mendengar kabar mengenai gaya kepemimpinan Arbeloa yang “konfrontatif” dari koneksinya di sepak bola Spanyol. Jika kepercayaan pemain terhadap sang manajer terus menurun, posisi Arbeloa bisa semakin sulit dipertahankan. (bnt/mmr)








