Koranindopos.com – Depok. Dua sosok muda kreatif, Attala dan Zahran, tampil menjadi pembicara dalam acara “BerdiGital” yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Mengusung tema penguatan karakter digital bagi generasi muda, keduanya hadir berbagi pengalaman sebagai content creator. Acara ini diselenggarakan di Depok, salah satu kota penyangga Jakarta yang tengah giat mendorong literasi dan keterampilan digital di kalangan anak-anak dan remaja.
Attala yang dikenal sebagai aktor sekaligus content creator, serta Zahran yang berkiprah sebagai model dan content creator, membagikan kisah mereka dalam menghadapi dinamika dunia digital. Keduanya menyampaikan pentingnya memiliki keterampilan digital yang mumpuni bagi generasi muda di era globalisasi yang semakin pesat. Mereka juga mengajak anak-anak dan remaja untuk berani memulai berkarya dengan memanfaatkan teknologi yang ada, seperti telepon genggam, tanpa harus terhalang oleh keterbatasan modal.
“Konsep acaranya tentang berkarakter digital, jadi lebih membahas tentang skill digital untuk anak-anak. Karena ini juga dalam rangka Hari Anak Nasional, di mana setiap tahun kita merayakan anak-anak di Indonesia,” jelas Zahran dalam sesi diskusi. Ia menambahkan, “Dengan audiens anak-anak dan bertempat di Depok sebagai kota metropolitan yang dekat dengan Jakarta, tentu kita ingin anak-anak bisa tumbuh dan berkembang dengan skill digital yang baik.”
Sebagai content creator yang aktif di media sosial, baik Attala maupun Zahran kerap membagikan konten yang beragam. Attala yang sebelumnya fokus di dunia akting, kini mulai dikenal lewat konten-konten komedi yang menghibur dan dekat dengan generasi Z. “Aku suka melakukan ini karena seneng bisa bikin orang ketawa. Buat aku itu rewarding banget,” ujar Attala.
Sementara itu, Zahran menuturkan bahwa dirinya mulai aktif sebagai content creator sudah cukup lama, meskipun popularitasnya baru meningkat beberapa tahun belakangan. Selain berkonten, Zahran juga aktif di bidang pariwisata dan organisasi kampus, termasuk di BEM UI. Kontennya pun banyak berkaitan dengan dunia perkuliahan, kehidupan mahasiswa, serta edukasi ringan yang dikemas secara menarik di TikTok maupun platform lain.

“Ada kepuasan sendiri kalau konten kita disukai orang, bisa jadi motivasi untuk bikin lebih banyak lagi. Selain itu, menurut saya penting juga kita sharing ke anak-anak tentang dunia digital karena ini skill yang dibutuhkan untuk bertahan di masa depan,” kata Zahran.
Keduanya juga menegaskan bahwa untuk memulai menjadi content creator tidak selalu membutuhkan modal besar. Cukup bermodal telepon genggam dan ide kreatif, siapapun bisa mulai berkarya di dunia digital. “Yang penting itu ide dan konsistensi,” kata Attala, disambut setuju oleh Zahran yang menambahkan, “Dan karakter digital yang harus dimiliki anak-anak sekarang adalah karakter untuk terus mau belajar.”
Karakter digital menurut mereka adalah tentang kesiapan generasi muda untuk terus berkembang dan tidak berhenti belajar, apalagi di era di mana perkembangan teknologi begitu cepat. Mereka juga mendorong anak-anak untuk menemukan karakter dan minat masing-masing dalam berkonten, entah itu di bidang komedi, edukasi, olahraga, atau lainnya.
“Selama ada kreativitas, bikin aja dulu. Itu sih pesan aku buat anak-anak,” ujar Attala menutup perbincangan. Zahran pun menambahkan, “Intinya anak-anak harus lebih kreatif, tanpa perlu ada tekanan dari mana-mana. Mulai aja dulu.”
Melalui acara “BerdiGital”, Attala dan Zahran berharap bisa memotivasi anak-anak dan remaja untuk memanfaatkan dunia digital sebagai ruang berkembang sekaligus berkarya, dengan tetap mengedepankan karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman.
















