<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Editor : Akula &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/author/bayu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Sep 2026 09:29:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>Editor : Akula &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ahli BPOM Ungkap Soal Izin Edar Produk Richard Lee di Persidangan</title>
		<link>https://koranindopos.com/ahli-bpom-ungkap-soal-izin-edar-produk-richard-lee-di-persidangan/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/ahli-bpom-ungkap-soal-izin-edar-produk-richard-lee-di-persidangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 09:29:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film dan Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Richard lee]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127488</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta &#8211; Persidangan perkara yang melibatkan dokter Richard Lee kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Senin (14/9/2026). Dalam sidang tersebut, keterangan ahli dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjadi perhatian karena membahas status produk kosmetik yang telah memiliki nomor notifikasi. Salah satu hal yang dipertanyakan tim kuasa hukum Richard Lee adalah apakah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta &#8211;</strong> Persidangan perkara yang melibatkan dokter Richard Lee kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Senin (14/9/2026). Dalam sidang tersebut, keterangan ahli dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjadi perhatian karena membahas status produk kosmetik yang telah memiliki nomor notifikasi.</p>
<p>Salah satu hal yang dipertanyakan tim kuasa hukum Richard Lee adalah apakah produk kosmetik yang sudah memiliki izin edar masih dapat dikenakan Pasal 435 Undang-Undang Kesehatan.</p>
<p>Penasihat hukum Richard Lee, Faizal Hafied, meminta jawaban tegas dari ahli BPOM mengenai hal tersebut.</p>
<p>&#8220;Jadi gini, saya tanyanya ini aja. Kalau ada izin edarnya, simpel aja. Saya mau tanyanya simpel aja. Kalau ada izin edarnya, apakah bisa dipidanakan dengan 435? Pertanyaannya jawabannya &#8216;iya&#8217; atau &#8216;tidak&#8217;?&#8221; tegas Faizal dalam persidangan.</p>
<p>Ahli BPOM kemudian memberikan jawaban yang menjadi bagian penting dalam persidangan.</p>
<p>&#8220;Jika ada izin edarnya dan merujuk ke produk yang sama, tidak,&#8221; jawab saksi ahli.</p>
<p>Pertanyaan selanjutnya diarahkan pada produk Goddesskin yang disebut dalam perkara. Faizal kemudian membacakan nomor notifikasi produk yang tercantum dalam Berkas Acara Pemeriksaan (BAP).</p>
<p>&#8220;Produk Goddeskin, baik Goddeskin DNA Salmon Di Rumah Aja, NA&#8230; Disebutin nih: 18210109716, termasuk dalam daftar kosmetik yang penggunaannya demikian. Jadi, ini kan berarti sudah ada notifikasinya ya?&#8221; tanya Faizal.</p>
<p>Ahli BPOM membenarkan bahwa produk yang telah memiliki nomor notifikasi berarti telah terdaftar dalam sistem perizinan. Namun, status tersebut tetap berkaitan dengan kesesuaian informasi produk dengan data yang didaftarkan.</p>
<p>&#8220;Jika sudah ada notifikasinya, berarti dia sudah memiliki izin berusaha, jadi tidak dikenakan,&#8221; jelas saksi ahli.</p>
<p>Persidangan kemudian membahas persoalan pelabelan ulang atau re-labeling. Menurut ahli BPOM, informasi yang tercantum pada kemasan harus sesuai dengan data yang disampaikan ketika produk dinotifikasi.</p>
<p>&#8220;Jadi objektif itu berarti juga informasinya itu adalah harus sesuai dengan yang dia daftarkan. Jika melakukan re-labeling, anggaplah oleh pemilik izin edar, dia melakukan re-labeling tapi informasinya adalah tidak sesuai dengan yang dia sampaikan pada saat notifikasi, maka dianggap tidak sesuai, tidak objektif,&#8221; papar ahli.</p>
<p>Ketika ditanya mengenai konsekuensi atas ketidaksesuaian label tersebut, ahli menyebut penanganannya berada dalam bentuk sanksi administratif apabila re-labeling dilakukan oleh pemilik izin edar.</p>
<p>&#8220;Jika pelabelan itu dilakukan pemilik izin edar, sanksinya administratif,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dalam sidang yang sama, tim kuasa hukum juga mempertanyakan dasar aturan yang digunakan dalam BAP ahli. Faizal menemukan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 yang masih dicantumkan, meski aturan tersebut telah dicabut.</p>
<p>&#8220;Nomor 14 di BAP ahli, ahli masih menyampaikan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 yang sudah dicabut,&#8221; ujar Faizal.</p>
<p>Ahli BPOM mengakui adanya kekeliruan tersebut. Ia menyebut aturan baru sebenarnya sudah tersedia, tetapi tidak tercantum dalam BAP yang disampaikannya.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya sudah ada yang baru, cuma saya, ya agak miss,&#8221; aku saksi ahli di hadapan majelis hakim. (BRG/Hend)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/ahli-bpom-ungkap-soal-izin-edar-produk-richard-lee-di-persidangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lebih dari 5.000 Anak Yatim Bakal Nonton Bareng Film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?</title>
		<link>https://koranindopos.com/lebih-dari-5-000-anak-yatim-bakal-nonton-bareng-film-ibu-bagaimana-aku-tanpamu/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/lebih-dari-5-000-anak-yatim-bakal-nonton-bareng-film-ibu-bagaimana-aku-tanpamu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 09:02:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film dan Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Bagaimana Aku Tanpamu?]]></category>
		<category><![CDATA[Falcon pictures]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Marsha Timothy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127481</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta – Menonton film di bioskop menjadi pengalaman yang mungkin terasa biasa bagi sebagian orang. Namun, bagi ribuan anak yatim dari berbagai daerah, kesempatan tersebut bisa menjadi pengalaman yang berbeda. Hal itu yang ingin diwujudkan Falcon Pictures lewat program Nobar Spesial film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 119 yayasan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta –</strong> Menonton film di bioskop menjadi pengalaman yang mungkin terasa biasa bagi sebagian orang. Namun, bagi ribuan anak yatim dari berbagai daerah, kesempatan tersebut bisa menjadi pengalaman yang berbeda.</p>
<p>Hal itu yang ingin diwujudkan Falcon Pictures lewat program Nobar Spesial film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 119 yayasan dan panti asuhan yang tersebar di lebih dari 17 kota di Indonesia.</p>
<p>Total peserta yang ikut dalam program tersebut mencapai lebih dari 5.000 anak. Mereka akan diajak menyaksikan film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? bersama-sama di layar lebar.</p>
<p>Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah jaringan bioskop, yakni Cinema XXI, CGV, Cinépolis, dan Kota Cinema Mall (KCM). Cinema XXI sendiri memfasilitasi lebih dari 1.200 peserta dari 25 yayasan dan komunitas di tujuh kota.</p>
<p>Corporate Secretary Cinema XXI, Indah Tri Wahyuni, mengatakan kolaborasi dengan Falcon Pictures dalam kegiatan sosial tersebut bukan kali pertama dilakukan.</p>
<p>“Senang sekali Cinema XXI untuk ketiga kalinya dapat kembali berkolaborasi dengan Falcon untuk kegiatan CSR nobar. Kali ini, kami memfasilitasi lebih dari 1.200 peserta yang berasal dari 25 yayasan dan komunitas untuk nonton bareng di 7 lokasi bioskop Cinema XXI yang tersebar di 7 kota. Selain mempromosikan film berkualitas dan memperkuat budaya menonton di bioskop, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pesan positif serta kenangan yang menyenangkan bagi para peserta,&#8221; ujar Indah Tri Wahyuni.</p>
<p>Film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? sendiri mengangkat kisah seorang ibu tunggal yang mendapat vonis bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Bekerja sebagai perancang gaun pengantin, sang ibu kemudian berusaha memanfaatkan sisa waktunya untuk membahagiakan putrinya.</p>
<p>Ia juga ingin memastikan anaknya memiliki bekal untuk menjalani kehidupan secara mandiri ketika dirinya sudah tidak ada.</p>
<p>Bagi Marsha Timothy, yang ikut membintangi film tersebut, kegiatan nonton bareng dengan anak-anak yatim menjadi kesempatan untuk berbagi melalui sebuah cerita.</p>
<p>“Menurut aku ini adalah sebuah kesempatan yang sangat baik untuk berbagi kebahagiaan. Karena menonton film bersama-sama, tertawa bersama, menangis bersama, itu kan sebuah pengalaman yang bisa membuat kita merasa dekat satu sama lain,” ujar Marsha Timothy.</p>
<p>Produser Falcon Pictures, Frederica, juga berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pengalaman menonton film. Ia ingin anak-anak yang ikut serta bisa menikmati waktu bersama sekaligus mendapat pesan tentang pentingnya terus melangkah.</p>
<p>“Melalui nobar ini, kami ingin memberikan kebahagiaan sekaligus harapan untuk adik-adik kecil kita. Kami ingin mereka tahu bahwa hidup terus berjalan, apa pun yang sudah mereka lalui. Jangan berhenti bermimpi, jangan takut melangkah, karena selalu ada masa depan yang lebih baik. Bagi kami, move on bukan berarti melupakan, tetapi bangkit dan terus menjalani hidup dengan penuh harapan,” ujar Frederica.</p>
<p>Program Nobar Spesial tersebut dijadwalkan berlangsung pada 16–19 September 2026. Sementara film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? akan resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.(BRG/Kul)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/lebih-dari-5-000-anak-yatim-bakal-nonton-bareng-film-ibu-bagaimana-aku-tanpamu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anak Bosan Field Trip yang Itu-itu Saja? Happy Holy Kids Land Tawarkan Belajar Sambil Bermain</title>
		<link>https://koranindopos.com/anak-bosan-field-trip-yang-itu-itu-saja-happy-holy-kids-land-tawarkan-belajar-sambil-bermain/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/anak-bosan-field-trip-yang-itu-itu-saja-happy-holy-kids-land-tawarkan-belajar-sambil-bermain/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 02:29:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[field trip]]></category>
		<category><![CDATA[Happy Holy Kids Land]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127447</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Bogor — Field trip sekolah selama ini kerap identik dengan jalan-jalan dan rekreasi bersama teman. Namun, kegiatan di luar kelas sebenarnya dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada anak. Melihat kebutuhan tersebut, Happy Holy Kids Land menawarkan konsep field trip edukatif yang memadukan belajar dan bermain untuk anak jenjang Pendidikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Bogor —</strong> Field trip sekolah selama ini kerap identik dengan jalan-jalan dan rekreasi bersama teman. Namun, kegiatan di luar kelas sebenarnya dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada anak.</p>
<p>Melihat kebutuhan tersebut, Happy Holy Kids Land menawarkan konsep field trip edukatif yang memadukan belajar dan bermain untuk anak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Dasar (SD).</p>
<p>Alih-alih hanya berkeliling menikmati suasana tempat wisata, anak diajak terlibat langsung dalam berbagai aktivitas kreatif, seni, permainan, dan aktivitas fisik.</p>
<p>Happy Holy Kids Land menyiapkan tujuh program yang dapat menjadi pilihan dalam kegiatan kunjungan sekolah, yakni Musical Theater, Puppet Show, Vocal Studio, Fantasy Frame, Art Class, Play Hub, serta Kuma Oasis.</p>
<p>Setiap program memberikan pengalaman berbeda. Anak dapat mengenal seni pertunjukan, mengembangkan kreativitas, berlatih berekspresi, bergerak aktif, hingga berinteraksi dan bekerja sama dengan teman.</p>
<p>Direktur Happy Holy Kids Land, Tomomimi Sutomo mengatakan, konsep tersebut dihadirkan untuk membuat kegiatan belajar di luar kelas menjadi lebih menarik dan tidak monoton.</p>
<p>“Kami ingin field trip menjadi pengalaman yang benar-benar berkesan bagi anak. Mereka bisa bermain, bereksplorasi, berkarya, sekaligus belajar tanpa merasa sedang berada dalam suasana belajar yang formal,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, pembelajaran melalui pengalaman langsung dapat membantu anak mengembangkan kreativitas, keberanian, kemampuan berkomunikasi, dan kerja sama.</p>
<p>“Kami percaya setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk mencoba, berekspresi, dan menemukan hal-hal baru melalui kegiatan yang menyenangkan,” katanya.</p>
<p>Konsep tersebut dikemas melalui pendekatan edutainment, yakni menggabungkan unsur pendidikan dan hiburan. Anak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga belajar melalui permainan, praktik, interaksi, dan aktivitas yang melibatkan gerak.</p>
<p>Pendekatan ini juga menjadi relevan di tengah semakin dekatnya anak dengan perangkat digital. Aktivitas yang mendorong anak bergerak, berinteraksi, dan berkreasi dapat memberikan pengalaman berbeda dari rutinitas mereka sehari-hari.</p>
<p>Bagi sekolah, konsep field trip edukatif tersebut dapat menjadi alternatif kegiatan pembelajaran di luar kelas. Sementara bagi anak, kunjungan sekolah tidak hanya menjadi kesempatan untuk bersenang-senang, tetapi juga mencoba pengalaman baru bersama teman-temannya.</p>
<p>Mengusung tagline “Crafting Future Noble Generations”, Happy Holy Kids Land menempatkan unsur edukasi dalam berbagai tema, wahana, cerita, dan permainan yang ditawarkan.</p>
<p>Dengan tujuh pilihan aktivitas, Happy Holy Kids Land ingin menjadikan field trip sebagai pengalaman yang lebih aktif dan bermakna, anak belajar, bermain, berkreasi, bergerak, sekaligus membangun keberanian untuk mencoba hal-hal baru.</p>
<p>Pada akhirnya, field trip diharapkan tidak berhenti sebagai agenda rekreasi sekolah, tetapi menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan dapat mendukung proses tumbuh kembang anak di luar lingkungan kelas. (BRG/Kul)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/anak-bosan-field-trip-yang-itu-itu-saja-happy-holy-kids-land-tawarkan-belajar-sambil-bermain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terhasut Persaingan Bisnis Kotor, Doktif Minta Maaf ke Heni Sagara usai Datangi BPOM</title>
		<link>https://koranindopos.com/terhasut-persaingan-bisnis-kotor-doktif-minta-maaf-ke-heni-sagara-usai-datangi-bpom/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/terhasut-persaingan-bisnis-kotor-doktif-minta-maaf-ke-heni-sagara-usai-datangi-bpom/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 23:54:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kecantikan & Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Viral]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM]]></category>
		<category><![CDATA[Doktif]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Skincare]]></category>
		<category><![CDATA[Heni Sagara]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Kecantikan]]></category>
		<category><![CDATA[Mafia Skincare]]></category>
		<category><![CDATA[Persaingan Bisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127416</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta &#8211; Dunia industri kecantikan Tanah Air kembali menyedot perhatian publik setelah praktisi kecantikan yang akrab disapa Dokter Detektif (Doktif) menyampaikan pernyataan mengejutkan. Tokoh yang dikenal vokal mengulas berbagai produk perawatan kulit tersebut secara terbuka melayangkan permohonan maaf kepada pengusaha kosmetik Heni Sagara (HS) serta sang suami. Langkah ini diambil usai Doktif mendatangi Kantor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta &#8211;</strong> Dunia industri kecantikan Tanah Air kembali menyedot perhatian publik setelah praktisi kecantikan yang akrab disapa Dokter Detektif (Doktif) menyampaikan pernyataan mengejutkan. Tokoh yang dikenal vokal mengulas berbagai produk perawatan kulit tersebut secara terbuka melayangkan permohonan maaf kepada pengusaha kosmetik Heni Sagara (HS) serta sang suami. Langkah ini diambil usai Doktif mendatangi Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mendapatkan klarifikasi langsung.</p>
<p>Langkah klarifikasi ke BPOM tersebut menjadi titik balik dari polemik yang sempat memanas di media sosial. Sebelumnya, tudingan keras mengarah pada pabrik milik Heni Sagara yang dituduh sebagai pemasok bahan berbahaya merkuri hingga dilabeli sebagai mafia skincare. Namun, setelah mendengarkan penjelasan resmi dari otoritas pengawas obat dan makanan, Doktif menyadari bahwa prasangka serta tuduhan yang selama ini ia lontarkan berakar dari informasi yang tidak benar.</p>
<p>Fenomena persaingan di industri kosmetik nasional memang terbilang sangat ketat seiring dengan melonjaknya nilai pasar kecantikan di Indonesia. Berdasarkan data persentase pertumbuhan industri manufaktur, sektor farmasi dan kosmetik terus mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya. Tingginya angka permintaan pasar ini tak jarang memicu iklim kompetisi yang tidak sehat antar pelaku usaha, hingga memunculkan upaya saling menjatuhkan melalui narasi yang belum teruji kebenarannya.</p>
<p>Dalam keterangannya, Doktif secara jujur mengakui bahwa narasi miring yang sempat ia serukan merupakan dampak dari bisikan dan hasutan pihak tertentu yang sempat ia percayai. Ia tidak menampik bahwa kekurangtelitiannya dalam menyaring informasi telah merugikan nama baik pihak lain.</p>
<p>&#8220;Di sini Doktif menyampaikan beberapa pertanyaan selama ini tentang pernyataan-pernyataan yang Doktif lontarkan yang menyudutkan nama Pabrik HS. Dokter mendengarkan juga bahwa sebenarnya yang disebut sebagai mafia skincare itu sebenarnya bukan arahnya ke Pabrik HS. Jadi di sini Dokter juga ingin mengucapkan kata maaf terhadap HS dan suaminya, mungkin yang pernah tersinggung. Karena mungkin Dokter terhasut atau terperdaya dengan ucapan beberapa orang yang Dokter sempat percaya,&#8221; ujar Doktif di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).</p>
<p>Sebagai bentuk iktikad baik dan rasa tanggung jawab moril, Doktif merencanakan agenda pertemuan tatap muka secara langsung dengan Heni Sagara. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk meluruskan persepsi publik yang sempat terpengaruh oleh isu keamanan fasilitas produksi milik Heni Sagara.</p>
<p>&#8220;Doktif juga ingin menyampaikan permintaan maaf, dan sepertinya Doktif juga harus membuat janji bertemu—jika beliau berkenan—dengan HS untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Dan menyampaikan bahwa pabrik beliau ya aman-aman saja sebenarnya,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Kasus tuduhan terhadap fasilitas manufaktur kosmetik sejatinya memiliki standar pembuktian yang ketat. BPOM menerapkan standar Good Manufacturing Practice (GMP) atau Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) untuk menjamin setiap fasilitas pabrik bebas dari bahan dilarang seperti merkuri dan hidrokuinon. Hasil konfirmasi langsung dari lembaga berwenang tersebut membuktikan bahwa operasional pabrik milik Heni Sagara berjalan sesuai regulasi dan aman.</p>
<p>Doktif membeberkan rasa penyesalannya yang mendalam atas kekhilafan yang telah terjadi. Ia merasa prihatin karena niat awalnya yang murni untuk mengedukasi konsumen justru dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang bermain dalam persaingan bisnis tidak sehat.</p>
<p>&#8220;Dokter menyesal dan merasa begitu mudahnya menerima cerita dari orang-orang yang Dokter pikir amanah. Ada beberapa orang yang memang menggunakan Doktif, memanfaatkan Doktif untuk ikut di persaingan bisnis yang kotor, sementara Doktif tidak mengerti sama sekali soal itu. Ini jadi pembelajaran luar biasa untuk tidak mudah percaya ke orang,&#8221; tegas Doktif.</p>
<p>Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi para kreator konten, edukator, maupun masyarakat luas dalam mencerna arus informasi di era digital. Verifikasi data langsung kepada otoritas resmi seperti BPOM merupakan langkah krusial sebelum melemparkan tuduhan publik, guna menjaga iklim industri kecantikan Indonesia tetap sehat, transparan, dan edukatif. (RIS/Hend)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/terhasut-persaingan-bisnis-kotor-doktif-minta-maaf-ke-heni-sagara-usai-datangi-bpom/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jembatani Peluang Transnasional, Yellow Stone Management Perluas Jaringan Bisnis ke Indonesia</title>
		<link>https://koranindopos.com/jembatani-peluang-transnasional-yellow-stone-management-perluas-jaringan-bisnis-ke-indonesia/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/jembatani-peluang-transnasional-yellow-stone-management-perluas-jaringan-bisnis-ke-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 00:29:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BisnisIndonesiaSingapura]]></category>
		<category><![CDATA[BusinessAdvisory #EkspansiBisnis]]></category>
		<category><![CDATA[InvestasiAsiaTenggara]]></category>
		<category><![CDATA[KemitraanStrategis]]></category>
		<category><![CDATA[YellowStoneManagement]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127362</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta &#8211; Konektivitas ekonomi di kawasan Asia Tenggara semakin menunjukkan pergerakan yang dinamis dan saling keterkaitan. Sebagai bagian dari strategi regionalnya, Yellow Stone Management Pte Ltd, perusahaan business advisory terkemuka asal Singapura, secara resmi memperluas operasinya ke Indonesia. Langkah ini diambil guna membuka peluang komersial baru sekaligus memperkuat integrasi bisnis antara Indonesia, Singapura, dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta &#8211;</strong> Konektivitas ekonomi di kawasan Asia Tenggara semakin menunjukkan pergerakan yang dinamis dan saling keterkaitan. Sebagai bagian dari strategi regionalnya, Yellow Stone Management Pte Ltd, perusahaan business advisory terkemuka asal Singapura, secara resmi memperluas operasinya ke Indonesia. Langkah ini diambil guna membuka peluang komersial baru sekaligus memperkuat integrasi bisnis antara Indonesia, Singapura, dan pasar Asia Tenggara secara luas.</p>
<p>Langkah perluasan jangkauan ini dipandang sebagai fase krusial bagi perusahaan untuk memperkokoh pijakan operasional di tanah air. Melalui ekspansi tersebut, Yellow Stone Management menargetkan pembangunan jejaring yang lebih solid dengan para pelaku usaha lokal, calon klien potensial, hingga pemangku kepentingan bisnis strategis. Langkah ini membuka ruang komunikasi yang lebih intensif di level regional.</p>
<p>Indonesia dinilai sebagai salah satu poros pertumbuhan ekonomi paling strategis di kawasan dengan daya tarik pasar yang masif. Besarnya potensi pasar domestik memberikan ruang yang sangat luas bagi entitas bisnis regional yang ingin memperkuat posisinya. Faktor ini menjadikan Indonesia target utama pengembangan usaha bagi korporasi yang hendak menancapkan pengaruh bisnisnya.</p>
<p>Pada saat yang sama, iklim industri regional mendorong korporasi untuk mulai mengeksplorasi potensi di luar wilayah domestik mereka. Banyak perusahaan aktif mencari peluang pertumbuhan baru, calon mitra potensial, hingga jangkauan basis konsumen yang lebih luas di tingkat internasional. Kebutuhan penetrasi ini membutuhkan arahan serta konektivitas bisnis yang matang.</p>
<p>Meski demikian, proses ekspansi ke wilayah pasar yang baru membutuhkan pendekatan yang terencana dan terukur. Peluang bisnis yang besar tidak akan memberikan hasil optimal tanpa disertai pemahaman mendalam terhadap lanskap industri lokal, jejaring yang tepat, serta kepercayaan antar-pelaku usaha. Fondasi tersebut menjadi kunci penting dalam menciptakan bentuk kerja sama transnasional yang sukses.</p>
<p>Yellow Stone Management menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan pendekatan business advisory yang berfokus pada analisis pasar, penguatan jejaring, dan pembinaan relasi. Melalui kehadirannya di tanah air, perusahaan aktif merangkul para pelaku industri untuk memetakan proyek prospektif serta menjajaki peluang kolaborasi yang saling menguntungkan.</p>
<p>Program ekspansi ini dirancang untuk memfasilitasi berbagai aktivitas ekonomi transnasional antara para pelaku bisnis dari Indonesia dan Singapura. Dukungan layanan yang disiapkan mencakup skema business matching, konsultasi strategi penetrasi pasar (market entry advisory), hingga perancangan kemitraan strategis secara menyeluruh.</p>
<p>Direktur Yellow Stone Management, Xu Zhentao, menyampaikan pandangannya terkait urgensi strategis pasar Indonesia bagi pertumbuhan bisnis regional.</p>
<p>“Indonesia merupakan salah satu pasar paling menjanjikan di Asia Tenggara, dengan peluang yang besar bagi perusahaan dari berbagai sektor. Kami melihat potensi yang cukup besar untuk membangun hubungan komersial yang lebih kuat antara perusahaan Indonesia dan Singapura,” ujar Xu Zhentao, Direktur Yellow Stone Management.</p>
<p>Ia menyoroti bahwa pembentukan basis operasional di Indonesia merupakan bagian utama dari visi jangka panjang yang tengah dijalankan oleh korporasi.</p>
<p>“Tujuan kami bukan sekadar membangun kehadiran di pasar lain. Kami ingin membangun hubungan yang berkelanjutan dengan pelaku usaha lokal dan mitra strategis, sekaligus mengembangkan jaringan yang dapat mendukung terciptanya peluang bisnis lintas negara yang bermakna,” katanya.</p>
<p>Dengan memanfaatkan basis utama di Singapura dan jejaring yang terus tumbuh di Asia Tenggara, posisi Indonesia menjadi pilar penting bagi strategi pengembangan perusahaan. Melalui ekspansi ini, Yellow Stone Management optimistis dapat menghadirkan nilai tambah bagi lanskap bisnis di kedua negara secara berkelanjutan. (RIS/Hend)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/jembatani-peluang-transnasional-yellow-stone-management-perluas-jaringan-bisnis-ke-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pesan Terakhir Ayah di Balik Air Mata Berlliana Lovell untuk Film &#8216;Ibadah &#038; Cinta&#8217;</title>
		<link>https://koranindopos.com/pesan-terakhir-ayah-di-balik-air-mata-berlliana-lovell-untuk-film-ibadah-cinta/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/pesan-terakhir-ayah-di-balik-air-mata-berlliana-lovell-untuk-film-ibadah-cinta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 00:17:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film dan Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Achmad Megantara]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Seleb]]></category>
		<category><![CDATA[Berlliana Lovell]]></category>
		<category><![CDATA[Cinema Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Ibadah dan Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Indah Permatasari]]></category>
		<category><![CDATA[Jastis Arimba]]></category>
		<category><![CDATA[Sinemata Buana Kreasindo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127357</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta &#8211; Rasa syukur dan haru bercampur aduk menyelimuti perasaan selebgram sekaligus aktris Berlliana Lovell. Karya layar lebar terbarunya yang bertajuk Ibadah &#38; Cinta dipastikan siap menyapa penonton di bioskop tanah air mulai 24 September 2026 mendatang. Dalam sinema yang diproduksi oleh rumah produksi Sinemata Buana Kreasindo tersebut, wanita berusia 34 tahun ini mendapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta &#8211;</strong> Rasa syukur dan haru bercampur aduk menyelimuti perasaan selebgram sekaligus aktris Berlliana Lovell. Karya layar lebar terbarunya yang bertajuk Ibadah &amp; Cinta dipastikan siap menyapa penonton di bioskop tanah air mulai 24 September 2026 mendatang.</p>
<p>Dalam sinema yang diproduksi oleh rumah produksi Sinemata Buana Kreasindo tersebut, wanita berusia 34 tahun ini mendapat kepercayaan untuk memerankan tokoh bernama Nisa. Momen keterlibatannya di proyek ini menjadi sebuah pencapaian personal yang memiliki tempat tersendiri di hatinya.</p>
<p>Proyek sinematik yang diarahkan oleh sutradara Jastis Arimba ini rupanya menyimpan nilai sentimental yang sangat mendalam bagi Berlliana. Sang ayah tercinta diketahui amat menantikan penayangan karya ini sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir beberapa hari lalu.</p>
<p>Kepergian sang ayah yang berdekatan dengan jadwal rilis film membuat momen premiere terasa begitu emosional bagi sang aktris. Kesedihan tersebut tampak jelas saat ia menyapa rekan media dalam acara pemutaran film di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (12/9/2026).</p>
<p>&#8220;Makanya ini spesial banget filmnya buat aku dan almarhum ayah aku. Jadi tolong disebarin ya biar nanti ayah aku ngelihat di atas,&#8221; kata Belliana Lovell.</p>
<p>Kehilangan sosok pelindung sejak kecil memberikan tamparan emosional yang nyata serta mengubah cara pandangnya terhadap alur cerita film tersebut. Proses merelakan kepergian sang ayah menjadi ujian terberat yang kini sedang dihadapi oleh Berlliana di tengah jadwal promosi.</p>
<p>&#8220;Aku pribadi karena mungkin baru merasakan kehilangan seorang orang tua, jadi ternyata kehilangan itu dan mengikhlaskan itu sangat-sangat sulit,&#8221; ucapnya.</p>
<p>&#8220;Ya apalagi ditinggal pergi untuk selama-lamanya sama orang tua yang dari kecil ngurusin aku,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Pengalaman berduka ini melahirkan perenungan mendalam mengenai esensi hubungan keluarga yang juga terefleksikan kuat dalam jalan cerita film Ibadah &amp; Cinta. Ia berharap penonton dapat memetik pelajaran berharga untuk senantiasa mengasihi orang tua selagi kesempatan tersebut masih ada.</p>
<p>&#8220;Jadi buat temen-temen, seperti yang ada di film juga, kalau masih ada orang tua hari ini, hargain mereka, genggam terus tangannya, tatap terus matanya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8220;Karena one day entah kita, entah orang tua yang akan tutup mata dan nggak melihat kita lagi,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Meski diselimuti rasa duka menjelang perilisannya, proses pengambilan gambar sinema ini tetap meninggalkan kenangan manis bagi Berlliana. Pengalaman pengambilan gambar di luar negeri memberi kesan tersendiri bagi seluruh jajaran pemeran dan kru yang terlibat selama produksi.</p>
<p>&#8220;Karena disana kita kayak main, jalan-jalan, bercanda, seru lah pokoknya,&#8221; ujar Berlliana Lovel.</p>
<p>Dari segi narasi, film Ibadah &amp; Cinta mengusung genre drama romantis dan religius yang menyoroti perjalanan hidup tokoh Rico (Achmad Megantara), seorang pemuda asal Australia yang sedang kehilangan arah hidup. Takdir kemudian mempertemukannya dengan Santun (Indah Permatasari), seorang ustazah muda berwawasan agama luas yang merupakan putri dari seorang kiai pemilik pesantren.</p>
<p>Dinamika kehidupan Rico yang awalnya hanya percaya pada keberadaan Tuhan berubah secara drastis setelah pertemuannya dengan Santun. Hubungan keduanya lantas diuji oleh benturan perbedaan keyakinan, dinamika keluarga, hingga pilihan-pilihan hidup yang rumit. Selain Achmad Megantara, Indah Permatasari, dan Berlliana Lovell, film ini juga didukung oleh jajaran aktor kawakan seperti Mathias Muchus, Elma Theana, serta Adhin Abdul Hakim. (BRG/Hend)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/pesan-terakhir-ayah-di-balik-air-mata-berlliana-lovell-untuk-film-ibadah-cinta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cinta Rico dan Santun Diuji Keluarga dan Keyakinan di Film Ibadah &#038; Cinta</title>
		<link>https://koranindopos.com/cinta-rico-dan-santun-diuji-keluarga-dan-keyakinan-di-film-ibadah-cinta/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/cinta-rico-dan-santun-diuji-keluarga-dan-keyakinan-di-film-ibadah-cinta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2026 08:41:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film dan Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Film drama]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah & Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Sinemata Buana Kreasindo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127324</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta &#8211; Kisah cinta Rico dan Santun tidak berjalan sederhana. Perbedaan latar belakang, tekanan keluarga, hingga persoalan keyakinan membuat hubungan mereka harus melewati banyak pertimbangan. Cerita tersebut menjadi inti Film Ibadah &#38; Cinta yang dibintangi Achmad Megantara dan Indah Permatasari. Film drama romantis produksi Sinemata Buana Kreasindo ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta &#8211;</strong> Kisah cinta Rico dan Santun tidak berjalan sederhana. Perbedaan latar belakang, tekanan keluarga, hingga persoalan keyakinan membuat hubungan mereka harus melewati banyak pertimbangan.</p>
<p>Cerita tersebut menjadi inti Film Ibadah &amp; Cinta yang dibintangi Achmad Megantara dan Indah Permatasari. Film drama romantis produksi Sinemata Buana Kreasindo ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.</p>
<p>Dalam film arahan Jastis Arimba itu, Achmad Megantara memerankan Rico, pemuda asal Australia yang menjalani kehidupan tanpa arah di Melbourne. Hidupnya mulai berubah setelah bertemu dengan Santun, yang diperankan Indah Permatasari.</p>
<p>Santun merupakan putri Kyai Umar, tokoh yang diperankan Mathias Muchus. Ia adalah seorang ustadzah muda yang tetap menjaga tradisi pesantren. Pertemuan dengan Santun membuat Rico mulai mengenal kehidupan yang berbeda dari sebelumnya.</p>
<p>Rico juga mulai belajar salat dan perlahan menemukan kembali keyakinannya. Namun, hubungan keduanya kemudian berhadapan dengan persoalan yang lebih besar ketika keluarga, lingkungan, dan agama ikut memengaruhi keputusan mereka.</p>
<p>Di titik itu, cinta Rico dan Santun tidak lagi hanya berkaitan dengan perasaan. Keduanya harus mempertanyakan apakah hubungan yang mereka jalani merupakan sebuah ujian atau justru jalan yang membawa mereka kepada pilihan hidup yang baru.</p>
<p>Sutradara Jastis Arimba mengatakan, film ini ingin memperlihatkan pengaruh keluarga dalam kehidupan seseorang, terutama hubungan antara anak dan orang tua.</p>
<p>“Kami ingin penonton tidak hanya melihat Ibadah &amp; Cinta sebagai sebuah cerita tentang hubungan antara dua orang, tetapi juga melihat bagaimana keluarga, terutama hubungan anak dan orang tua, ikut membentuk perjalanan seseorang. Ada banyak hal sederhana dalam hubungan keluarga yang mungkin baru kita sadari nilainya ketika kita sudah mengalaminya sendiri.”</p>
<p>Hal tersebut juga menjadi perhatian Executive Producer Budi Yulianto dan Avesina Soebli. Mereka melihat cerita dalam Ibadah &amp; Cinta memiliki kedekatan dengan pengalaman banyak orang, terutama ketika harus berhadapan dengan cinta dan pilihan hidup.</p>
<p>“Kami percaya setiap orang memiliki pengalaman sendiri tentang cinta, keluarga dan bagaimana menjalani sebuah pilihan. Melalui Film Ibadah &amp; Cinta, kami ingin menghadirkan cerita yang tidak hanya bisa dinikmati sebagai film, tetapi juga memberikan ruang bagi penonton untuk melihat kembali hubungan mereka dengan orang-orang yang mereka sayangi,” ucap Budi Yulianto.</p>
<p>Avesina menambahkan, hubungan anak dan ayah juga menjadi bagian yang ingin mereka hadirkan secara dekat dengan kehidupan sehari-hari.</p>
<p>“Kami juga ingin menghadirkan hubungan anak dan ayah yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Semoga lewat Ibadah &amp; Cinta, penonton bisa kembali menghargai kehadiran dan kasih sayang keluarga,” lanjut Avesina Soebli.</p>
<p>Producer Arismuda Irawan mengatakan, kedekatan hubungan antarkarakter menjadi salah satu bagian yang diharapkan bisa membuat penonton mengikuti cerita dengan lebih mudah.</p>
<p>“Kami ingin Ibadah &amp; Cinta menjadi film yang punya kedekatan emosional dengan penonton. Bukan hanya tentang bagaimana seseorang menemukan atau mempertahankan cinta, tetapi juga tentang keluarga, kepercayaan, dan bagaimana kita belajar menerima sesuatu yang tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita,” ucap Arismuda Irawan.</p>
<p>Rendy Gunawan juga menilai hubungan anak dan ayah dalam film dibuat dengan pendekatan yang sederhana. Kasih sayang dalam keluarga tidak selalu disampaikan melalui ucapan, tetapi dapat terlihat dari perhatian dan kehadiran.</p>
<p>“Selain kisah cintanya, kami juga ingin menghadirkan hubungan anak dan ayah yang terasa dekat dan sederhana. Ada kasih sayang yang mungkin tidak selalu diucapkan, tetapi bisa dirasakan lewat perhatian dan kehadiran. Semoga bagian ini juga bisa menjadi salah satu hal yang membuat penonton merasa dekat dengan filmnya,” ucap Rendy Gunawan.</p>
<p>Selain Achmad Megantara, Indah Permatasari, dan Mathias Muchus, film ini juga dibintangi Elma Theana sebagai Ibu Santun, Adhin Abdul Hakim sebagai Ganda, Berlliana Lovell sebagai Nissa, Sita Permatasari sebagai Deshi, Stevan Rizky sebagai Ustad Salman, Nadzira Shafa sebagai Zira, Didi Hasyim sebagai Kyai Usman, Erwin Rakiman sebagai Pak Brata, Irene Librawati sebagai Ibu Ganda, serta Jamie Aditya sebagai Ayah Rico.</p>
<p>Film Ibadah &amp; Cinta disutradarai Jastis Arimba dengan skenario karya Ifan Ismail. Budi Yulianto dan Avesina Soebli bertindak sebagai Executive Producer, sementara posisi producer diisi Rendy Gunawan dan Arismuda Irawan.</p>
<p>Film Ibadah &amp; Cinta akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 24 September 2026. ((BRG/Kul)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/cinta-rico-dan-santun-diuji-keluarga-dan-keyakinan-di-film-ibadah-cinta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hillary Brigitta Lasut Pimpin Natal Nasional GEMPAR 2026 di Sulawesi Utara</title>
		<link>https://koranindopos.com/hillary-brigitta-lasut-pimpin-natal-nasional-gempar-2026-di-sulawesi-utara/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/hillary-brigitta-lasut-pimpin-natal-nasional-gempar-2026-di-sulawesi-utara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2026 02:42:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Sulawesi Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Muda Pembaharu Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Hillary Brigitta Lasut]]></category>
		<category><![CDATA[Kepemudaan Kristen Katolik.]]></category>
		<category><![CDATA[Natal Nasional GEMPAR 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah Massal Manado]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127293</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta &#8211; Semangat baru di kalangan generasi muda lintas gereja di Tanah Air kini tengah bergelora lewat kepemimpinan anyar. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Generasi Muda Pembaharu Indonesia secara resmi menunjuk politisi muda Senayan, Hillary Brigitta Lasut, sebagai Ketua Panitia Natal Nasional GEMPAR 2026. Penunjukan figur inspiratif ini diharapkan mampu menghadirkan pendekatan yang segar dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta &#8211;</strong> Semangat baru di kalangan generasi muda lintas gereja di Tanah Air kini tengah bergelora lewat kepemimpinan anyar. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Generasi Muda Pembaharu Indonesia secara resmi menunjuk politisi muda Senayan, Hillary Brigitta Lasut, sebagai Ketua Panitia Natal Nasional GEMPAR 2026. Penunjukan figur inspiratif ini diharapkan mampu menghadirkan pendekatan yang segar dan inklusif dalam menyatukan pemuda dari berbagai daerah.</p>
<p>Perayaan keagamaan berskala nasional ini dirancang untuk menyatukan belasan ribu pemuda Kristen dan Katolik dari seluruh penjuru nusantara. Sebagai wilayah dengan mayoritas penduduk beragama Kristen di Indonesia di mana data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat populasi umat Kristiani di Sulawesi Utara mencapai lebih dari 63 persen daerah ini menjadi lokasi yang sangat representatif untuk mempererat persaudaraan antarumat.</p>
<p>Memegang tanggung jawab penuh dalam merancang agenda akbar tersebut, wakil rakyat berusia 28 tahun yang sukses meraih suara terbanyak di dapil Sulawesi Utara ini bergerak cepat. Demi meluaskan jangkauan dan gaung kepedulian sosial, susunan kepanitiaan sengaja dirancang modern dengan melibatkan jajaran tokoh pemuda, figur publik, hingga para kreator konten digital.</p>
<p>Langkah ini diambil mengingat perayaan tahun ini dibuat berbeda dengan memadukan unsur ibadah dan penanganan masalah kemasyarakatan. Agenda tersebut dikemas bukan sekadar seremoni ritual belaka, melainkan sebuah aksi nyata yang langsung menyentuh akar rumput. Panitia menyiapkan deretan program sosial masif, seperti bedah rumah, pembagian paket sembako, penyaluran kado Natal untuk anak-anak, hingga nikah massal di Kota Manado dan Langowan.</p>
<p>Inisiatif nikah massal ini menjadi salah satu fokus utama untuk membantu pasangan mendapatkan kepastian legalitas hukum serta keagamaan. Mengenai target kehadiran massa yang sangat besar dalam gelaran perayaan keagamaan tersebut, panitia pelaksana telah menetapkan estimasi jumlah peserta yang akan memadati lokasi acara.</p>
<p>&#8220;Baik, terima kasih. Jadi untuk target peserta, kita setidak-tidaknya minimal 15.000 ya yang hadir untuk acara Natalnya,&#8221; ucap Hillary Brigitta Lasut saat ditemui di Hotel Mercure, PIK, Jakarta Utara, Jumat (11/9/3026).</p>
<p>&#8220;Fun fact, kita akan merangkaikan dengan kegiatan kawin massal,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Keputusan merubah orientasi acara menjadi gerakan kepedulian sosial didasari oleh keprihatinan atas rentetan musibah alam di Tanah Air, termasuk kebakaran hutan yang melanda Kepulauan Sangihe. Melalui momentum perayaan ini, wadah kepemudaan nasional tersebut siap menggalang donasi kebencanaan serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanjatkan doa bersama demi keselamatan bangsa.</p>
<p>&#8220;Indonesia saat ini membutuhkan persatuan. Umat, jemaat, masyarakat itu bersatu ketika kita memanjatkan doa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Pemilihan Bumi Nyiur Melambai sebagai episentrum kegiatan memiliki latar belakang historis dan emosional yang mendalam bagi kepemudaan. Selain dikenal sebagai salah satu daerah dengan indeks kerukunan umat beragama tertinggi di Indonesia, kawasan ini juga menyimpan nilai sejarah penting karena merupakan tanah leluhur dari Presiden terpilih Prabowo Subianto.</p>
<p>&#8220;Kita juga menyampaikan bahwa kita akan mengadakan Natal Nasional GEMPAR 2026, yang akan diadakan di Sulawesi Utara, yang ketua panitianya adalah Sis Hillary Lasut,&#8221; jelas Yohanes.</p>
<p>&#8220;Teman-teman muda di Sulawesi Utara, ayo terlibat semua dan pastikan hadir nanti di Natal Nasional GEMPAR,&#8221; serunya.</p>
<p>Ajang kolaborasi ini diharapkan menjadi bukti nyata peran pemuda dalam mengikis sekat perbedaan dan merawat keberagaman Indonesia. Melalui kepemimpinan Hillary Brigitta Lasut, perayaan Natal Nasional GEMPAR 2026 siap menjadi tolok ukur baru bagi gerakan sosial kepemudaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.(RIS/Hend)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/hillary-brigitta-lasut-pimpin-natal-nasional-gempar-2026-di-sulawesi-utara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lima Jurnalis Hilang di Krakatau, Novita Emilda Ajak Masyarakat Doakan Keselamatan Korban</title>
		<link>https://koranindopos.com/lima-jurnalis-hilang-di-krakatau-novita-emilda-ajak-masyarakat-doakan-keselamatan-korban/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/lima-jurnalis-hilang-di-krakatau-novita-emilda-ajak-masyarakat-doakan-keselamatan-korban/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2026 02:36:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film dan Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Gunung Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[Basarnas]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Keselamatan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[jurnalis hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Novita Emilda]]></category>
		<category><![CDATA[tim sar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127288</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta &#8211; Kabar mengejutkan datang dari kawasan perairan Anak Gunung Krakatau. Sebanyak lima orang jurnalis asal Jakarta dilaporkan hilang kontak saat sedang mengemban tugas peliputan di wilayah berisiko tinggi tersebut. Peristiwa ini langsung memicu gelombang keprihatinan luas, baik dari sesama pekerja media maupun publik nasional. Hingga saat ini, proses pencarian intensif masih terus dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta &#8211;</strong> Kabar mengejutkan datang dari kawasan perairan Anak Gunung Krakatau. Sebanyak lima orang jurnalis asal Jakarta dilaporkan hilang kontak saat sedang mengemban tugas peliputan di wilayah berisiko tinggi tersebut. Peristiwa ini langsung memicu gelombang keprihatinan luas, baik dari sesama pekerja media maupun publik nasional. Hingga saat ini, proses pencarian intensif masih terus dilakukan oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan beserta Basarnas untuk melacak titik keberadaan para korban.</p>
<p>Simpati atas musibah tersebut turut datang dari kalangan pelaku usaha, salah satunya Novita Emilda. Di sela-sela padatnya agenda bisnis memimpin PT Duta Topkey Energi, ia meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan sejumlah wartawan media hiburan dan gaya hidup di Jakarta. Dalam pertemuan hangat tersebut, suasana haru tak terelakkan ketika pembahasan tertuju pada nasib kelima jurnalis yang hingga kini belum ditemukan kepastiannya.</p>
<p>Bagi Novita, hilangnya para insan pers saat bertugas bukan sekadar berita duka bagi industri media, melainkan pukulan berat bagi sanak keluarga yang setia menanti di rumah. Rasa cemas dan ketidakpastian yang dialami keluarga korban menjadi perhatian utamanya. Ia menyadari betul betapa beratnya beban emosional yang harus ditanggung oleh mereka yang sedang menunggu kabar keselamatan anggota keluarganya.</p>
<p>“Saya pertama kali mendengar kabar ini tentu sangat sedih dan prihatin. Apalagi kita mengenal lima wartawan tersebut. Yang paling berat tentu dirasakan oleh keluarga yang sampai saat ini masih menunggu dan berharap mereka segera ditemukan,” ujar Novita.</p>
<p>Guna memaksimalkan proses evakuasi dan pencarian di perairan Krakatau yang dikenal memiliki medan dinamis, pengusaha asal Padang ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Koordinasi yang solid antara Basarnas, aparat keamanan, dan masyarakat pesisir dinilai menjadi kunci utama agar ruang gerak pencarian semakin efektif. Selain dukungan teknis, dorongan moral serta doa dari publik luas juga dinilai sangat berarti.</p>
<p>“Harapan saya, upaya pencarian terus diperkuat dan semua pihak dapat bekerja sama agar kelima wartawan ini segera ditemukan. Kita semua tentu berharap mereka dalam kondisi selamat dan bisa kembali kepada keluarga masing-masing,” katanya.</p>
<p>Perairan di sekitar Anak Gunung Krakatau dikenal memiliki karakteristik cuaca yang cepat berubah serta aktivitas vulkanik yang memerlukan kewaspadaan ekstra. Secara statistik peliputan di wilayah rawan bencana, risiko keselamatan lapangan kerap meningkat tanpa dugaan. Musibah ini menjadi pengingat keras bagi seluruh awak media dan instansi terkait untuk selalu menerapkan mitigasi risiko secara ketat sebelum menerjunkan personel ke area berbahaya.</p>
<p>Menanggapi tingginya risiko pekerjaan di medan ekstrem, Novita mengingatkan bahwa prosedur keselamatan tidak boleh diabaikan demi mengejar materi pemberitaan. Tak ada karya jurnalistik yang sebanding dengan harga nyawa manusia. Oleh sebab itu, prinsip safety first harus selalu tertanam dalam setiap perencanaan kegiatan di lapangan.</p>
<p>“Dalam kondisi seperti ini, keselamatan adalah yang paling utama. Apa pun agenda atau pekerjaan yang sedang dijalankan, kesehatan dan keselamatan kita harus menjadi prioritas,” tuturnya.</p>
<p>Sebagai seorang ibu, Novita dapat merasakan secara personal betapa hancurnya perasaan para orang tua dan keluarga yang terus memantau perkembangan berita setiap harinya. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak berhenti memberikan semangat positif dan menjaga optimisme agar tim pencari diberikan kemudahan di lapangan.</p>
<p>“Kepada keluarga, jangan pernah putus harapan dan jangan berhenti berdoa. Kita sama-sama berharap ada kabar baik, semoga lima wartawan ini berada dalam kondisi baik di lokasi dan segera ditemukan sehingga dapat kembali berkumpul dengan keluarganya,” ucap Novita.</p>
<p>Di tengah kondisi pelik yang diselimuti ketidakpastian, kekuatan doa dan solidaritas antar-sesama menjadi pegangan utama. Harapan besar tertuju pada kesiapan seluruh tim penyelamat agar dapat menyelesaikan misi kemanusiaan ini dengan hasil yang diharapkan oleh semua pihak.</p>
<p>“Semoga segera ada kabar baik. Semoga mereka ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali kepada keluarga serta orang-orang yang menunggu mereka,” pungkasnya. (BRG/Hend)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/lima-jurnalis-hilang-di-krakatau-novita-emilda-ajak-masyarakat-doakan-keselamatan-korban/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wou Kids Resmi Diluncurkan, Leny Rafael Bidik Pasar Anak</title>
		<link>https://koranindopos.com/wou-kids-resmi-diluncurkan-leny-rafael-bidik-pasar-anak/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/wou-kids-resmi-diluncurkan-leny-rafael-bidik-pasar-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 03:47:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Leny Rafael]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127240</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta – Selama ini batik lebih banyak ditemui dalam koleksi busana dewasa. Desainer Leny Rafael melihat masih ada kebutuhan lain yang bisa dikembangkan, yakni pakaian berbahan batik yang sesuai untuk anak-anak. Dari pemikiran itu, Leny meluncurkan Wou Kids, lini baru yang untuk tahap awal menyasar anak perempuan. Peluncuran tersebut dilakukan dalam acara &#8220;SABAGYA&#8221; di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta –</strong> Selama ini batik lebih banyak ditemui dalam koleksi busana dewasa. Desainer Leny Rafael melihat masih ada kebutuhan lain yang bisa dikembangkan, yakni pakaian berbahan batik yang sesuai untuk anak-anak.</p>
<p>Dari pemikiran itu, Leny meluncurkan Wou Kids, lini baru yang untuk tahap awal menyasar anak perempuan. Peluncuran tersebut dilakukan dalam acara &#8220;SABAGYA&#8221; di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).</p>
<p>Menurut Leny, orang tua terkadang kesulitan mencari busana batik yang desainnya sesuai dengan usia anak.</p>
<p>&#8220;Terkadang anak juga suka kendala mencari batik yang sesuai dengan umur,&#8221; kata Leny Rafael.</p>
<p>Wou Kids menjadi salah satu langkah Leny memperluas pasar setelah cukup lama berkecimpung di industri fashion. Ide pengembangannya juga mendapat sentuhan dari putrinya, Syana Kania Salsabilla Suprayogi, yang sebelumnya telah mendesain busana untuk anak-anak figur publik.</p>
<p>Selain Wou Kids, Leny juga memperkenalkan merek baru bernama DW. Berbeda dengan lini anak, DW menyasar perempuan yang menyukai tampilan sederhana dengan sentuhan elegan.</p>
<p>Koleksi DW mengandalkan permainan garis, bordir, dan aplikasi. Leny mengatakan setiap desain dibuat untuk menghadirkan kesan sederhana tanpa meninggalkan tampilan yang rapi.</p>
<p>&#8220;Brand DW lebih fokus ke garis-garis, penampilan bordir dan aplikasi yang simple elegance,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Peluncuran dua merek tersebut menambah lini yang sudah lebih dulu dibangun Leny. Dalam acara yang sama, Wou Batik juga merayakan 10 tahun perjalanannya di industri fashion.</p>
<p>Bagi Leny, batik masih memiliki banyak kemungkinan untuk dikembangkan. Penggunaannya tidak terbatas pada satu jenis acara, tetapi bisa disesuaikan dengan berbagai kebutuhan, mulai dari busana sehari-hari hingga pakaian untuk acara yang lebih formal.</p>
<p>&#8220;Melalui batik kita bisa digunakan segala occasion dari ready to wear hingga glamour yang punya nilai value tinggi,&#8221; tutur Leny.</p>
<p>Peluncuran DW dan Wou Kids juga bertepatan dengan 25 tahun perjalanan Leny di dunia fashion. Selama itu, ia menghadapi perubahan besar, termasuk cara pemasaran dan munculnya fast fashion yang membuat tren bergerak semakin cepat.</p>
<p>&#8220;Perubahan dunia marketing dan fast fashion yang luar biasa sehingga kita dipacu terus berkarya dan eksistansi terus ada sampai sekarang,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Leny, seorang desainer tidak cukup hanya memikirkan koleksi baru. Keberlangsungan usaha juga harus menjadi perhatian agar sebuah merek dapat bertahan dalam perubahan pasar.</p>
<p>&#8220;Tidak hanya membuat karya tapi bagaimana membangun bisnis fashion yang terus ada dan berkelanjutan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Pemilik Wou Batik, Anton Wibowo, mengatakan perjalanan Leny selama 25 tahun menunjukkan bahwa membangun bisnis fashion membutuhkan komitmen dan kerja sama dengan berbagai pihak.</p>
<p>&#8220;Mbak Leny ini sosok yang luar biasa. 25 tahun berkarya itu butuh komitmen. Melalui DW dan Wou Batik, kami ingin mendukung agar karya-karya Indonesia bisa naik kelas dan punya daya saing,&#8221; kata Anton.</p>
<p>Selain peluncuran koleksi, &#8220;SABAGYA&#8221; juga menghadirkan Kelas Modeling bersama Tenno Sujarwanto. Peserta mendapat pembekalan mengenai catwalk, pose, dan sikap profesional di dunia modeling.</p>
<p>Di usia 25 tahun perjalanan kariernya, Leny memilih untuk terus memperluas ruang berkarya. Dari busana perempuan, batik, hingga koleksi anak-anak, ia melihat perubahan pasar sebagai alasan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri.</p>
<p>&#8220;Terus belajar mengikuti zaman, riset market dan target, tidak pernah menyerah yang utama fokus,&#8221; ujar Leny. (RIS/Hend)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/wou-kids-resmi-diluncurkan-leny-rafael-bidik-pasar-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
