koranindopos.com – Bogor. Barisan Penggerak Supremasi Sipil (BAPERSIPIL) menyatakan dukungan penuh kepada pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam penanganan bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dukungan tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang dirilis di Bogor, Selasa (6/1).
Penggagas BAPERSIP, Ade Adriansyah, menegaskan bahwa bencana merupakan ujian solidaritas nasional dan tidak seharusnya dimanfaatkan sebagai alat kepentingan politik. Menurutnya, eksploitasi penderitaan masyarakat demi kepentingan elektoral mencederai nilai-nilai kemanusiaan.
“Musibah ini adalah duka bangsa, bukan panggung elektabilitas. Sangat memprihatinkan melihat pihak-pihak yang masih sibuk memasang label politik di atas penderitaan rakyat,” ujar Ade.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk pimpinan organisasi sosial-politik dan masyarakat luas, untuk menjaga kemurnian aksi kemanusiaan. BAPERSIPIL juga menyatakan kesiapan berada di garda terdepan sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap bangsa dan negara.
Dalam pernyataannya, Ade turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri, TNI, tim SAR, serta relawan yang terlibat langsung dalam proses evakuasi dan penanganan korban bencana. Mereka dinilai telah mengorbankan tenaga dan keselamatan demi kepentingan kemanusiaan.
“Jangan bebani kerja keras mereka dengan kegaduhan politik yang tidak perlu. Mereka adalah manusia, bukan robot, yang memiliki keluarga dan rasa lelah,” tegasnya.
BAPERSIPIL juga menekankan bahwa bantuan kemanusiaan harus terbebas dari atribut, logo, maupun pesan politik praktis yang berpotensi memecah belah masyarakat. Organisasi ini mengingatkan agar tidak ada pihak yang sengaja menciptakan provokasi di tengah situasi duka nasional.
“Berhentilah menciptakan kegaduhan. Jika provokasi terus dipaksakan, bersiaplah menghadapi konsekuensi sosial dan hukum yang berlaku,” kata Ade.
Selain itu, BAPERSIPIL mendorong aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap penyebaran hoaks dan berbagai upaya yang dapat mengganggu stabilitas nasional. Masyarakat juga diimbau untuk tetap kritis terhadap aksi kemanusiaan yang disusupi agenda politik terselubung.
Pada kesempatan yang sama, Pengurus BAPERSIPIL Mustafa Khaidir mengumumkan sejumlah agenda strategis organisasi menuju Deklarasi Nasional 2026, hasil konsolidasi di wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor.
Agenda tersebut meliputi diskusi publik bertajuk Diskusi Tanpa Baper di Kabupaten Bogor, roadshow nasional untuk memperkuat basis sipil, serta dialog reformasi dan supremasi sipil. Rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup dengan Kemah Kebangsaan dan Ikrar Persatuan Indonesia yang mengusung semangat gotong royong sebagai solusi atas berbagai persoalan kebangsaan.
“Jangan jadikan air mata rakyat sebagai anak tangga kekuasaan. Biarkan kemanusiaan menang,” ujar Mustafa.
BAPERSIPIL menegaskan komitmennya untuk mendukung Presiden Prabowo Subianto dari berbagai upaya politisasi bencana.
“BAPERSIPIL pasang badan untuk Presiden Prabowo. Siapa pun yang mempolitisasi bencana dan menyebarkan narasi hoaks negatif adalah musuh negara,” tegas pernyataan organisasi tersebut. (hai)










