<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Edukatif &amp; Inspiratif &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/edukatif-inspiratif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Oct 2026 17:03:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>Edukatif &amp; Inspiratif &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ancaman Megathrust Selatan Jawa, Pakar Unair Ungkap Tiga Lapis Kesiapsiagaan</title>
		<link>https://koranindopos.com/ancaman-megathrust-selatan-jawa-pakar-unair-ungkap-tiga-lapis-kesiapsiagaan/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/ancaman-megathrust-selatan-jawa-pakar-unair-ungkap-tiga-lapis-kesiapsiagaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2026 06:42:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukatif & Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[megathrust]]></category>
		<category><![CDATA[selatan jawa]]></category>
		<category><![CDATA[UNAIR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=128657</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA – Indonesia berada di kawasan pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia. Kondisi tersebut membuat Indonesia memiliki aktivitas seismik yang tinggi dan berpotensi mengalami berbagai jenis gempa, termasuk gempa megathrust. Megathrust merupakan gempa besar yang dapat terjadi akibat pelepasan energi pada zona penunjaman atau subduksi lempeng. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian ilmuwan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a></strong> &#8211; <strong>JAKARTA</strong> – Indonesia berada di kawasan pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia. Kondisi tersebut membuat Indonesia memiliki aktivitas seismik yang tinggi dan berpotensi mengalami berbagai jenis gempa, termasuk gempa megathrust.</p>
<p>Megathrust merupakan gempa besar yang dapat terjadi akibat pelepasan energi pada zona penunjaman atau subduksi lempeng. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian ilmuwan adalah zona megathrust di selatan Jawa yang memiliki potensi gempa besar.</p>
<p>Pakar Manajemen Bencana Universitas Airlangga (Unair), Dr Hijrah Saputra ST MSc, menjelaskan gempa dapat terjadi ketika tekanan akibat pergerakan lempeng terus terakumulasi hingga batuan tidak lagi mampu menahannya.</p>
<p>&#8220;Sesuai hukum elastisitas batuan, saat lempeng terus tertekan hingga tidak lagi mampu menahan beban, batuan akan retak atau patah secara mendadak dan memicu pelepasan gelombang gempa,&#8221; tutur Hijrah melalui laman Unair, dikutip Sabtu (3/10/2026).</p>
<p>Meski potensi gempa megathrust menjadi perhatian, keberadaan zona tersebut tidak berarti gempa besar akan terjadi pada waktu tertentu. Karena itu, kesiapsiagaan dan mitigasi menjadi bagian penting dalam menghadapi risiko bencana.</p>
<p>Hijrah menilai pemerintah telah memiliki sejumlah langkah untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, salah satunya melalui penerapan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS).</p>
<p>Menurut dia, EWS yang efektif tidak hanya bergantung pada teknologi pemantauan. Sistem tersebut harus didukung oleh sejumlah komponen yang berjalan secara bersamaan.</p>
<p>&#8220;EWS yang efektif itu terdiri dari empat komponen yang harus berjalan bersama, yakni pengetahuan tentang risiko, pemantauan dan peringatan, penyebaran informasi kepada masyarakat, serta kemampuan respons masyarakat. Kalau salah satu komponen itu lemah, maka EWS secara keseluruhan bisa gagal,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dengan demikian, sistem peringatan dini harus diikuti dengan kemampuan masyarakat untuk memahami informasi dan segera melakukan tindakan penyelamatan ketika peringatan diberikan.</p>
<p>Dalam menghadapi risiko gempa dan tsunami di kawasan megathrust, Hijrah mendorong penerapan tiga lapis kesiapsiagaan. Ketiganya mencakup tingkat pemerintah, komunitas lokal, hingga unit terkecil berupa keluarga.</p>
<p>Pada tingkat pemerintah, kesiapsiagaan dapat dilakukan melalui penguatan infrastruktur, pemetaan risiko, pemodelan potensi tsunami, serta penyediaan jalur evakuasi.</p>
<p>Sementara di tingkat komunitas, masyarakat perlu mendapatkan pelatihan dan simulasi secara berkala agar memahami tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi gempa atau peringatan tsunami.</p>
<p>&#8220;Di level struktural, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) secara intensif sudah melakukan sosialisasi dan simulasi. Instansi terkait juga melakukan pengujian skala nasional dengan membuat skenario terburuk,&#8221; kata Hijrah.</p>
<p>Menurut dia, peneliti juga telah melakukan pemodelan mengenai potensi ketinggian dan jangkauan gelombang tsunami ke daratan berdasarkan skenario gempa tertentu. Hasil pemodelan tersebut dapat digunakan pemerintah daerah untuk menyusun jalur evakuasi.</p>
<p>Selain kesiapan infrastruktur, komunikasi risiko kepada masyarakat juga dinilai penting. Informasi mengenai ancaman bencana perlu disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami agar tidak menimbulkan kepanikan.</p>
<p>Hijrah mendorong pendekatan komunikasi yang melibatkan kearifan lokal, termasuk tokoh agama, tokoh adat, komunitas, serta media lokal.</p>
<p>&#8220;Komunikasi bencana dapat dilakukan dengan basis solusi dan bukan ancaman, pesan konsisten dan terkoordinasi, menggunakan bahasa sederhana dan konseptual, melibatkan tokoh lokal dan media lokal, serta edukasi berkelanjutan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa rasa panik ketika menghadapi bencana merupakan hal yang dapat terjadi. Namun, masyarakat perlu mendapatkan pengetahuan dan latihan yang cukup agar dapat mengambil tindakan penyelamatan secara tepat.</p>
<p>&#8220;Jadi, panik itu wajar, jangan menyalahkan diri sendiri, dan jangan biarkan kepanikan mengendalikan diri,&#8221; pesannya.</p>
<p>Kesiapsiagaan menghadapi potensi megathrust pada akhirnya tidak hanya bergantung pada pemerintah maupun teknologi peringatan dini. Pemahaman risiko, kesiapan keluarga, latihan evakuasi, serta koordinasi masyarakat menjadi bagian penting untuk mengurangi dampak apabila gempa besar dan tsunami benar-benar terjadi.(dhil/dtk)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/ancaman-megathrust-selatan-jawa-pakar-unair-ungkap-tiga-lapis-kesiapsiagaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akses Bacaan Belum Merata, CIA Fest 2026 Dorong Pemenuhan Hak Baca Anak</title>
		<link>https://koranindopos.com/akses-bacaan-belum-merata-cia-fest-2026-dorong-pemenuhan-hak-baca-anak/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/akses-bacaan-belum-merata-cia-fest-2026-dorong-pemenuhan-hak-baca-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2026 12:14:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukatif & Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[cia fest 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=128590</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; Jakarta – Akses terhadap bahan bacaan masih menjadi salah satu tantangan dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi anak di Indonesia. Data Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan skor membaca Indonesia mencapai 365 poin, naik 7 poin dibandingkan 2022. Namun, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mencatat kenaikan tersebut belum signifikan secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; Jakarta</strong> – Akses terhadap bahan bacaan masih menjadi salah satu tantangan dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi anak di Indonesia. Data Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan skor membaca Indonesia mencapai 365 poin, naik 7 poin dibandingkan 2022.</p>
<p>Namun, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mencatat kenaikan tersebut belum signifikan secara statistik. Hanya <strong>27 persen siswa Indonesia berusia 15 tahun</strong> yang mencapai Level 2 atau lebih dalam kecakapan membaca.</p>
<p>Pada tingkat tersebut, siswa setidaknya diharapkan mampu menemukan gagasan utama dan memahami tujuan sebuah teks. Data itu menunjukkan penguatan literasi membutuhkan proses berkelanjutan dan tidak dapat dibangun dalam waktu singkat.</p>
<p>Kemampuan memahami bacaan perlu dikembangkan melalui pembelajaran sekaligus kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak usia anak-anak. Upaya tersebut juga membutuhkan ketersediaan bahan bacaan yang memadai dan mudah diakses.</p>
<p>Selama lebih dari 16 tahun, Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) hadir sebagai media bacaan cetak bagi anak sekolah dasar kelas 3-6. Sementara itu, Majalah Imajinatif Seru Orisinal (ISO) menyasar anak usia taman kanak-kanak hingga kelas 2 SD.</p>
<p>Keduanya tidak hanya menghadirkan bacaan, tetapi juga berbagai aktivitas edukatif yang melibatkan anak, guru, sekolah, dan orang tua.</p>
<p>Sejak 2024, CIA dan ISO dipercaya menjadi mitra Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mendukung penguatan literasi pada jenjang PAUD dan sekolah dasar.</p>
<p>Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah gerakan literasi, salah satunya <strong>Hak Baca Anak (HBA)</strong> yang mendorong orang tua dan guru memenuhi hak dasar anak untuk memperoleh bahan bacaan.</p>
<p>Selain itu, melalui program <strong>Buku Untuk Semua (BUS)</strong> yang diinisiasi Yayasan Cahaya Astra Literatus, CIA dan ISO berupaya menghadirkan bahan bacaan bagi anak-anak di wilayah dengan keterbatasan akses, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).</p>
<p>Hingga saat ini, Majalah CIA disebut telah menjangkau lebih dari <strong>10 juta pembaca anak</strong> dan hadir di berbagai sekolah sebagai bahan bacaan sekaligus pengayaan literasi.</p>
<p>Upaya memperluas akses bacaan tersebut kembali diwujudkan melalui <strong>CIA Fest 2026</strong>, yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraan.</p>
<p>Festival yang disebut sebagai festival literasi anak terbesar di Indonesia ini berlangsung pada <strong>2-4 Oktober 2026</strong> di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.</p>
<p>Tahun ini, CIA Fest mengangkat tema <strong>&#8220;SUMATRA: Dari Anak untuk Anak&#8221;</strong>, dengan fokus pada Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara yang terdampak bencana pada akhir 2025.</p>
<p>Tema tersebut membawa persoalan akses belajar anak terdampak bencana ke dalam ruang partisipasi anak. Berakhirnya masa tanggap darurat tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan anak untuk belajar.</p>
<p>Ketika kegiatan sekolah mulai kembali berjalan, buku dan bahan bacaan tetap menjadi bagian penting dari keberlanjutan proses belajar.</p>
<p>Karena itu, dana yang terkumpul melalui rangkaian kegiatan CIA Fest 2026 akan dihimpun untuk menghadirkan Majalah CIA dan Majalah ISO bagi anak-anak di wilayah terdampak bencana di Sumatra.</p>
<p>Semangat memperluas akses bacaan juga diwujudkan melalui <strong>Bazar Buku Rakyat (BBR)</strong> hasil kolaborasi dengan Taka Library. Kegiatan tersebut menyediakan ribuan buku untuk anak dan keluarga dengan harga terjangkau.</p>
<p>CIA Fest 2026 juga menghadirkan belasan perlombaan dan aktivitas literasi. Salah satunya Lomba Debat yang menghadirkan Suharyanto Sumarto, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Perpustakaan dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional RI; Totok Soefijanto, Ed.D., Rektor Institut Media Digital Emtek; serta Zuraida Hamdie, Ketua Yayasan Amanah Bangun Negeri, sebagai juri.</p>
<p>Selain itu, terdapat kegiatan <strong>Piknik Hanya Untuk Guru</strong> yang mempertemukan sekitar 300 guru dari wilayah Jabodetabek.</p>
<p>Sementara itu, sekitar 500 anak PAUD dari komunitas di kawasan kampung nelayan Angke, Marunda, dan Cilincing turut mengikuti rangkaian kegiatan festival.</p>
<p>Berbagai kegiatan di CIA Fest dirancang agar anak tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat mengambil peran dalam kegiatan sosial.</p>
<p>Salah satunya melalui program <strong>Poster Dari Anak untuk Anak</strong>. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 200 anak dari sekolah umum dan 100 anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB).</p>
<p>Mereka membuat karya sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang terdampak bencana di Sumatra. Karya tersebut nantinya akan dilelang untuk mengumpulkan donasi.</p>
<p>Kegiatan ini didukung Indomilk Kids sebagai ruang ekspresi dan aktivitas kreatif anak.</p>
<p>Pada pembukaan CIA Fest 2026, dukungan terhadap kebutuhan belajar anak terdampak bencana juga ditandai dengan penyerahan <strong>30.000 buku tulis</strong>.</p>
<p>Buku tulis tersebut akan disalurkan ke wilayah terdampak melalui dinas pendidikan setempat. Secara simbolis, donasi diserahkan kepada perwakilan Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.</p>
<p>Dukungan tersebut diberikan oleh SiDU sebagai bagian dari kontribusi terhadap kebutuhan perlengkapan belajar anak di wilayah terdampak.</p>
<p>Pembukaan CIA Fest 2026 turut dihadiri Endang Nugrahani, Bunda Literasi dan Bunda PAUD DKI Jakarta.</p>
<p>Ia mengajak orang tua dan guru memberikan ruang yang lebih luas bagi anak untuk membaca, bercerita, bertanya, berimajinasi, dan berkarya.</p>
<p>&#8220;Sebagai Bunda Literasi dan Bunda PAUD Provinsi DKI Jakarta, saya mengajak para orang tua dan guru untuk terus memberikan ruang bagi anak-anak agar membaca, bercerita, bertanya, berimajinasi, dan berkarya. Jangan sampai membaca hanya dipandang sebagai kewajiban dan tugas sekolah semata. Mari kita jadikan membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan dan dekat dengan keseharian anak-anak,&#8221; ujar Endang.</p>
<p>Pendiri Majalah CIA, Stefanie Augustin, mengatakan keberlanjutan pendidikan anak membutuhkan dukungan yang tetap berjalan meski situasi darurat telah berakhir.</p>
<p>&#8220;Ketika anak-anak terdampak bencana kehilangan sebagian akses belajarnya, memastikan mereka tetap memiliki bacaan adalah salah satu bentuk nyata dari kepedulian kita terhadap keberlanjutan pendidikan mereka. Melalui CIA Fest, kami ingin menunjukkan bahwa anak pun dapat mengambil peran untuk membantu anak lainnya,&#8221; kata Stefanie.</p>
<p>CIA Fest 2026 juga menjadi ruang untuk menumbuhkan karakter <strong>Generasi Adiwangsa</strong> yang diprakarsai Majalah CIA, yaitu generasi yang cerdas, memiliki integritas, dan siap melakukan aksi nyata yang bermakna.</p>
<p>Konsep tersebut mendorong anak untuk memiliki perhatian terhadap lingkungan dan sesama, pengetahuan mengenai persoalan serta dampaknya, pendirian untuk menentukan sikap dan mengambil bagian dalam perubahan, serta peran untuk siap beraksi bagi sesama dan lingkungan.</p>
<p>CIA Fest 2026 berlangsung hingga <strong>Minggu, 4 Oktober 2026</strong>, di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.</p>
<p>Di tengah perubahan iklim dan perkembangan teknologi informasi yang semakin memengaruhi aktivitas anak, festival tersebut menjadi salah satu ruang bagi anak untuk menikmati berbagai kegiatan di luar ruangan.</p>
<p>Selama tiga hari penyelenggaraan, anak-anak dapat mengikuti puluhan kegiatan yang dirancang untuk memberikan pengalaman literasi yang menyenangkan sekaligus bermakna.</p>
<p>Melalui CIA Fest 2026, gerakan literasi diharapkan tidak hanya mendorong anak untuk membaca, tetapi juga memperluas kesempatan mereka untuk memperoleh bahan bacaan serta mengambil bagian dalam aksi sosial.</p>
<p>Pada akhirnya, gerakan tersebut membawa harapan agar semakin banyak anak Indonesia memiliki akses terhadap bacaan yang layak dan tidak lagi menghadapi keterbatasan bahan bacaan dalam proses belajar mereka.(dhil)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/akses-bacaan-belum-merata-cia-fest-2026-dorong-pemenuhan-hak-baca-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UIN Sunan Kalijaga Jadi Kampus Terbaik Kedua di Indonesia Versi THE WUR 2027</title>
		<link>https://koranindopos.com/uin-sunan-kalijaga-jadi-kampus-terbaik-kedua-di-indonesia-versi-the-wur-2027/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/uin-sunan-kalijaga-jadi-kampus-terbaik-kedua-di-indonesia-versi-the-wur-2027/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2026 06:57:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukatif & Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[kampus terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[uin sunan kalijaga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=128504</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta masuk dalam jajaran perguruan tinggi terbaik di Indonesia berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027. Dalam pemeringkatan tersebut, UIN Sunan Kalijaga atau UIN Suka menempati posisi kedua di Indonesia. Kampus tersebut berada di bawah Universitas Indonesia (UI) dan tercatat berada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; JAKARTA</strong> – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta masuk dalam jajaran perguruan tinggi terbaik di Indonesia berdasarkan pemeringkatan <strong>Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027</strong>.</p>
<p>Dalam pemeringkatan tersebut, UIN Sunan Kalijaga atau UIN Suka menempati posisi kedua di Indonesia. Kampus tersebut berada di bawah Universitas Indonesia (UI) dan tercatat berada di atas sejumlah perguruan tinggi ternama lainnya, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Airlangga (Unair).</p>
<p>THE WUR merupakan pemeringkatan perguruan tinggi global yang dilakukan oleh lembaga publikasi asal Inggris, Times Higher Education. Pemeringkatan universitas dunia ini telah dilakukan sejak 2004.</p>
<p>Dalam THE WUR 2027, penilaian perguruan tinggi menggunakan lima pilar utama. Kelima indikator tersebut mencakup pengajaran, lingkungan penelitian, kualitas penelitian, pandangan internasional, dan industri.</p>
<p>Berikut bobot penilaiannya:</p>
<ol>
<li><strong>Pengajaran atau lingkungan belajar:</strong> 29,5 persen.</li>
<li><strong>Lingkungan penelitian:</strong> 29 persen.</li>
<li><strong>Kualitas penelitian:</strong> 30 persen.</li>
<li><strong>Pandangan internasional:</strong> 7,5 persen.</li>
<li><strong>Industri:</strong> 4 persen.</li>
</ol>
<p>Setiap indikator dinilai menggunakan standardisasi skor 0 hingga 100. Nilai dari setiap indikator kemudian diakumulasikan untuk menghasilkan skor akhir masing-masing universitas.</p>
<p>Untuk lima besar perguruan tinggi Indonesia dalam THE WUR 2027, posisi tersebut ditempati oleh <strong>UI, UIN Sunan Kalijaga, UGM, Unpad, dan Universitas Sebelas Maret (UNS)</strong>.</p>
<p>UIN Sunan Kalijaga mencatat skor keseluruhan pada rentang <strong>36,4-40,1</strong>, sedangkan UI sebagai perguruan tinggi Indonesia dengan posisi tertinggi memperoleh skor <strong>42,4-43,3</strong>.</p>
<p>Salah satu catatan dari hasil pemeringkatan tersebut adalah capaian UIN Sunan Kalijaga pada indikator kualitas penelitian.</p>
<p>UIN Suka memperoleh skor <strong>82,8</strong> untuk indikator kualitas penelitian. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara perguruan tinggi Indonesia dalam pemeringkatan yang disebutkan.</p>
<p>Sebagai perbandingan, UI yang berada di posisi pertama Indonesia memperoleh skor <strong>44,7</strong> pada indikator tersebut.</p>
<p>UIN Sunan Kalijaga juga menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang masuk lima besar perguruan tinggi Indonesia dalam daftar tersebut.</p>
<p>Selain UIN Suka, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga masuk dalam daftar perguruan tinggi Indonesia dan berada di posisi ketujuh.</p>
<p>Selain capaian dalam pemeringkatan global, UIN Sunan Kalijaga memiliki sejumlah program studi yang menjadi pilihan calon mahasiswa.</p>
<p>Beberapa program studi yang disebut sebagai jurusan favorit dalam SPAN-PTKIN antara lain:</p>
<ul>
<li>Ekonomi Syariah</li>
<li>Manajemen Keuangan Syariah</li>
<li>Akuntansi Syariah</li>
<li>Perbankan Syariah</li>
<li>Pendidikan Agama Islam</li>
<li>Sejarah dan Kebudayaan Islam</li>
<li>Bahasa dan Sastra Arab</li>
</ul>
<p>Biaya kuliah UIN Sunan Kalijaga untuk tahun akademik 2026/2027 ditetapkan berdasarkan <strong>Keputusan Menteri Agama Nomor 204 Tahun 2026 tentang Uang Kuliah Tunggal pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Tahun Akademik 2026/2027</strong>.</p>
<p>Besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) berbeda berdasarkan program studi dan kelompok UKT. Secara umum, berikut kisaran UKT sejumlah program studi:</p>
<p><strong>1. Fakultas Adab dan Ilmu Budaya</strong></p>
<p>Bahasa dan Sastra Arab serta Sejarah dan Kebudayaan Islam memiliki UKT mulai dari Rp0-Rp400 ribu hingga Rp5,25 juta.</p>
<p>Sementara Ilmu Perpustakaan dan Sastra Inggris memiliki UKT mulai Rp0-Rp400 ribu hingga Rp5,5 juta.</p>
<p><strong>2. Fakultas Dakwah dan Komunikasi</strong></p>
<p>Program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Bimbingan dan Konseling Islam, Pengembangan Masyarakat Islam, Manajemen Dakwah, serta Ilmu Kesejahteraan Sosial memiliki UKT mulai Rp0-Rp400 ribu hingga Rp5,8 juta.</p>
<p><strong>3. Fakultas Syariah dan Hukum</strong></p>
<p>Program Studi Ilmu Hukum memiliki UKT mulai Rp0-Rp400 ribu hingga Rp8 juta.</p>
<p>Sementara Hukum Keluarga Islam, Perbandingan Madzhab, Hukum Tata Negara, dan Hukum Ekonomi Syariah memiliki UKT mulai Rp0-Rp400 ribu hingga Rp7 juta.</p>
<p><strong>4. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan</strong></p>
<p>Program studi Pendidikan Agama Islam, Kependidikan Islam/Manajemen Pendidikan Islam, serta Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah memiliki UKT mulai Rp0-Rp400 ribu hingga Rp7 juta.</p>
<p>Pendidikan Bahasa Arab dan Pendidikan Anak Usia Dini memiliki UKT hingga Rp5,5 juta.</p>
<p>Sementara Pendidikan Matematika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Fisika memiliki UKT hingga Rp7,5 juta.</p>
<p><strong>5. Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam</strong></p>
<p>Program studi Aqidah dan Filsafat Islam, Ilmu Al-Qur&#8217;an dan Tafsir, Ilmu Hadis, Studi Agama-Agama, Sosiologi Agama, serta Studi Islam memiliki UKT mulai Rp0-Rp400 ribu hingga Rp5,7 juta.</p>
<p><strong>6. Fakultas Sains dan Teknologi</strong></p>
<p>Program studi Matematika dan Fisika memiliki UKT hingga Rp7 juta.</p>
<p>Kimia dan Sains Biomedis memiliki UKT hingga Rp7,5 juta, sedangkan Biologi hingga Rp7 juta.</p>
<p>Untuk Informatika, UKT berada pada kisaran Rp0-Rp400 ribu hingga <strong>Rp9 juta</strong>.</p>
<p>Sementara Teknik Industri dan Arsitektur memiliki UKT hingga Rp8,5 juta.</p>
<p><strong>7. Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora</strong></p>
<p>Program studi Psikologi dan Ilmu Komunikasi memiliki UKT hingga Rp6,7 juta.</p>
<p>Sementara Sosiologi memiliki UKT hingga Rp6,5 juta.</p>
<p><strong>8. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam</strong></p>
<p>Program studi Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, dan Akuntansi Syariah memiliki UKT hingga Rp6,8 juta.</p>
<p>Sementara Manajemen Keuangan Syariah memiliki UKT hingga Rp7,5 juta.</p>
<p>Bagi mahasiswa penerima <strong>KIP</strong>, terdapat tarif khusus pada kelompok VII sebesar <strong>Rp2,4 juta</strong> untuk program studi yang tercantum dalam ketentuan tersebut.</p>
<p>Dengan capaian dalam THE WUR 2027 serta beragam pilihan program studi dan skema UKT, UIN Sunan Kalijaga menjadi salah satu perguruan tinggi yang masuk dalam daftar pilihan calon mahasiswa untuk tahun akademik 2026/2027.(dhil/dtk)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/uin-sunan-kalijaga-jadi-kampus-terbaik-kedua-di-indonesia-versi-the-wur-2027/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemendikdasmen: PJJ Terbuka untuk Anak dengan Kondisi Kesehatan Khusus, Termasuk Pasien Kanker</title>
		<link>https://koranindopos.com/kemendikdasmen-pjj-terbuka-untuk-anak-dengan-kondisi-kesehatan-khusus-termasuk-pasien-kanker/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/kemendikdasmen-pjj-terbuka-untuk-anak-dengan-kondisi-kesehatan-khusus-termasuk-pasien-kanker/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2026 07:15:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukatif & Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikdasmen]]></category>
		<category><![CDATA[PJJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=128374</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA – Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah terbuka bagi anak yang menghadapi berbagai hambatan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka, termasuk karena kondisi kesehatan tertentu. Hal tersebut disampaikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam sesi tanya jawab melalui akun Instagram resminya, @kemendikdasmen, Selasa (29/9/2026). Penjelasan tersebut disampaikan setelah muncul pertanyaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; JAKARTA</strong> – Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah terbuka bagi anak yang menghadapi berbagai hambatan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka, termasuk karena kondisi kesehatan tertentu.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam sesi tanya jawab melalui akun Instagram resminya, @kemendikdasmen, Selasa (29/9/2026).</p>
<p>Penjelasan tersebut disampaikan setelah muncul pertanyaan mengenai akses PJJ bagi anak yang menderita kanker sejak usia dini dan mengalami kesulitan mengikuti pembelajaran secara normal.</p>
<p>&#8220;Banyak anak usia dini yang kena kanker leukimia/kanker darah, maaf sekali meninggal dunia saat mengikuti pembelajaran normal pak. Kata dokternya karena kondisi tubuh yang tidak bisa lelah. Tolong diprioritaskan kepada warga yang anaknya terkena kanker pak. Agar bisa mengikuti PJJ seumur hidup,&#8221; tulis salah satu pengguna dalam kolom tanya jawab tersebut.</p>
<p>Kemendikdasmen menjelaskan bahwa PJJ memberikan kesempatan kepada anak yang menghadapi hambatan untuk mengikuti pendidikan secara tatap muka.</p>
<p>Hambatan tersebut dapat berupa kondisi sosial, ekonomi, geografis, maupun faktor lainnya, termasuk kondisi kesehatan tertentu.</p>
<p>&#8220;Untuk anak dengan kondisi kesehatan tertentu, layanan pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak melalui koordinasi sekolah, orang tua, dan pihak terkait,&#8221; ujar Kemendikdasmen.</p>
<p>Kemendikdasmen juga menegaskan bahwa PJJ merupakan bagian dari pendidikan formal. Dengan demikian, peserta didik yang mengikuti program tersebut tetap memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan.</p>
<p>&#8220;Ke depannya, layanan PJJ anak terus dikembangkan agar semakin fleksibel dan inklusif,&#8221; lanjut Kemendikdasmen.</p>
<p>Program PJJ dirancang secara fleksibel untuk mengakomodasi peserta didik yang menghadapi kendala waktu, jarak, maupun kondisi geografis.</p>
<p>Peserta didik tidak harus selalu datang ke sekolah dan dapat mengikuti pembelajaran dengan waktu yang lebih fleksibel.</p>
<p>Berikut sejumlah skema pembelajaran dalam program PJJ:</p>
<ol>
<li><strong>Belajar mandiri</strong>, menggunakan bahan ajar atau modul digital dengan waktu yang fleksibel.</li>
<li><strong>Belajar secara daring</strong> bersama guru.</li>
<li><strong>Mengerjakan tugas dan asesmen</strong> berbasis proyek.</li>
<li><strong>Mengikuti tatap muka terbatas</strong> pada waktu tertentu.</li>
<li><strong>Mendapatkan ijazah yang setara</strong> dengan lulusan sekolah reguler.</li>
</ol>
<p>Pendaftaran program PJJ dilakukan secara daring maupun luring melalui sistem informasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang tersedia di masing-masing daerah.</p>
<p>Calon peserta didik dapat mengikuti beberapa tahapan pendaftaran, yakni:</p>
<ol>
<li>Mendatangi sekolah mitra terdekat dengan membawa dokumen pendaftaran.</li>
<li>Mengisi formulir pendaftaran dan mengunggah dokumen yang diperlukan.</li>
<li>Mengikuti tes diagnostik sederhana untuk literasi dan numerasi.</li>
<li>Mengikuti wawancara mengenai motivasi belajar.</li>
<li>Sekolah mitra mengirimkan dokumen pendaftaran dan hasil asesmen kepada sekolah induk.</li>
<li>Jika tidak terdapat sekolah mitra di lokasi terdekat, calon peserta didik dapat mendaftar secara daring melalui laman SPMB PJJ sekolah induk.</li>
<li>Sekolah induk dan sekolah mitra penyelenggara SPMB PJJ menyediakan informasi pendaftaran melalui situs, media sosial, serta kontak resmi sekolah.</li>
</ol>
<p>Dengan skema tersebut, PJJ diharapkan dapat memberikan akses pendidikan kepada peserta didik yang menghadapi kondisi tertentu sehingga tidak dapat mengikuti pembelajaran tatap muka secara rutin.(dhil/dtk)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/kemendikdasmen-pjj-terbuka-untuk-anak-dengan-kondisi-kesehatan-khusus-termasuk-pasien-kanker/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas Brawijaya Ubah Eceng Gondok DAS Brantas Jadi Probiotik dan Ecoenzyme</title>
		<link>https://koranindopos.com/universitas-brawijaya-ubah-eceng-gondok-das-brantas-jadi-probiotik-dan-ecoenzyme/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/universitas-brawijaya-ubah-eceng-gondok-das-brantas-jadi-probiotik-dan-ecoenzyme/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 05:56:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukatif & Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=128287</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA – Universitas Brawijaya (UB) mengembangkan eceng gondok yang berasal dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas menjadi produk probiotik dan ecoenzyme. Inovasi tersebut dikembangkan melalui program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) JATIMPRO 2026. Program tersebut menyasar pembudidaya ikan lele dan nila di Dusun Tanggung, Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Selain mengolah biomassa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a></strong> &#8211; <strong>JAKARTA</strong> – Universitas Brawijaya (UB) mengembangkan eceng gondok yang berasal dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas menjadi produk probiotik dan ecoenzyme. Inovasi tersebut dikembangkan melalui program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) JATIMPRO 2026.</p>
<p>Program tersebut menyasar pembudidaya ikan lele dan nila di Dusun Tanggung, Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Selain mengolah biomassa yang selama ini berpotensi menjadi persoalan lingkungan, program ini juga diarahkan untuk mendukung pengelolaan budidaya ikan.</p>
<p>Tim UB diketuai Muhammad Fakhri, PhD dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Ia bekerja bersama Prof Dr Eng Riyanto Haribowo, Dr I Made Dedi Mahariawan, Dr Nasrullah Bai Arifin, dan Pratama Diffi Samuel, M Ling.</p>
<p>Program tersebut juga melibatkan kolaborasi dengan Universitas Negeri Malang melalui Dr Otto Fajarianto serta Universitas Negeri Surabaya yang diwakili Arie Wardhono, PhD.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan eceng gondok dari DAS Brantas sebagai bahan organik yang dapat diolah melalui proses fermentasi.</p>
<p>Pendekatan ini dilakukan untuk mengubah biomassa yang sebelumnya dianggap sebagai persoalan lingkungan menjadi produk yang memiliki nilai guna.</p>
<p>&#8220;Pendekatan yang kami kembangkan adalah bagaimana bahan organik yang sebelumnya dianggap sebagai masalah lingkungan dapat masuk kembali ke dalam siklus produksi. Eceng gondok dari DAS Brantas kami manfaatkan sebagai salah satu bahan untuk pengembangan produk fermentasi berupa probiotik dan ecoenzyme,&#8221; jelas Fakhri dalam laman Universitas Brawijaya.</p>
<p>Pembudidaya ikan mendapatkan pendampingan secara langsung, mulai dari persiapan bahan, formulasi, proses fermentasi, pengukuran pH, hingga penyimpanan dan kontrol mutu sederhana.</p>
<p>Menurut Fakhri, transfer teknologi kepada masyarakat perlu disertai dengan praktik langsung agar teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara mandiri.</p>
<p>&#8220;Target kami adalah pembudidaya memahami prosesnya sehingga mampu memproduksi, mengevaluasi kualitas secara sederhana, dan memanfaatkannya secara mandiri,&#8221; katanya.</p>
<p>Produk probiotik yang dikembangkan dapat dimanfaatkan untuk membantu proses penguraian bahan organik sekaligus mendukung pengelolaan kualitas air dalam kegiatan budidaya ikan.</p>
<p>Sementara itu, ecoenzyme dapat digunakan sebagai bahan pendukung sanitasi sarana, membantu mengurangi bau, serta mendukung pengelolaan lingkungan di sekitar kolam.</p>
<p>Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu pembudidaya menghadapi sejumlah persoalan dalam budidaya ikan lele dan nila, termasuk penumpukan sisa pakan dan feses, peningkatan kandungan bahan organik, serta perubahan kualitas air.</p>
<p>Fakhri mengatakan, pemanfaatan biomassa lokal menjadi produk bernilai guna dapat memberikan manfaat dari sisi lingkungan sekaligus ekonomi bagi masyarakat.</p>
<p>&#8220;Apabila biomassa lokal dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat, masyarakat memperoleh keuntungan ekologis sekaligus ekonomis. Beban bahan organik dapat dikurangi, sementara hasil pengolahannya dapat mendukung pengelolaan budidaya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tim UB berharap program PMKI JATIMPRO 2026 tidak hanya menghasilkan produk fermentasi, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal.</p>
<p>Melalui pelatihan tersebut, pembudidaya ikan diharapkan dapat memahami proses produksi, melakukan pemeriksaan kualitas secara sederhana, serta mengembangkan pemanfaatan produk sesuai kebutuhan budidaya.</p>
<p>Program ini juga diarahkan untuk memperkuat hubungan antara konservasi lingkungan, pemanfaatan sumber daya lokal, inovasi teknologi, dan peningkatan kapasitas pembudidaya ikan.</p>
<p>Dengan demikian, eceng gondok dari DAS Brantas yang sebelumnya berpotensi menjadi masalah lingkungan dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku produk yang mendukung kegiatan budidaya ikan dan pengelolaan lingkungan di tingkat masyarakat.(dhil/dtk)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/universitas-brawijaya-ubah-eceng-gondok-das-brantas-jadi-probiotik-dan-ecoenzyme/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Mahasiswa BINUS University Jalani Internship di Jepang, Belajar Adaptasi di Dunia Profesional</title>
		<link>https://koranindopos.com/kisah-mahasiswa-binus-university-jalani-internship-di-jepang-belajar-adaptasi-di-dunia-profesional/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/kisah-mahasiswa-binus-university-jalani-internship-di-jepang-belajar-adaptasi-di-dunia-profesional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 06:55:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukatif & Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Binus]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=128110</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA – Bekerja di Jepang menjadi salah satu impian bagi banyak anak muda Indonesia yang tertarik dengan budaya, perkembangan teknologi, hingga peluang membangun karier di tingkat global. Namun, pengalaman Erick Riccardo Wu, mahasiswa Japanese Popular Culture BINUS University angkatan B27, menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Jepang saja belum cukup untuk beradaptasi dengan lingkungan profesional [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; JAKARTA</strong> – Bekerja di Jepang menjadi salah satu impian bagi banyak anak muda Indonesia yang tertarik dengan budaya, perkembangan teknologi, hingga peluang membangun karier di tingkat global.</p>
<p>Namun, pengalaman <strong>Erick Riccardo Wu</strong>, mahasiswa Japanese Popular Culture BINUS University angkatan B27, menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Jepang saja belum cukup untuk beradaptasi dengan lingkungan profesional di Negeri Sakura.</p>
<p>Saat ini, Erick menjalani internship sebagai <strong>Translator</strong> pada divisi Business Development di Aso College Group, Jepang. Kesempatan tersebut diperolehnya melalui program Enrichment BINUS University yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan kerja internasional.</p>
<p>Bagi Erick, pengalaman tersebut bukan sekadar kesempatan untuk bekerja di Jepang. Ia juga dapat memahami bagaimana bahasa, budaya, serta etika profesional saling berkaitan dalam aktivitas kerja sehari-hari.</p>
<p>Jepang sudah menjadi salah satu negara yang ingin dituju Erick untuk mengembangkan pengalaman internasional. Ketertarikannya terhadap budaya Jepang, perkembangan teknologi, serta peluang karier membuatnya sempat mempertimbangkan mengikuti program study abroad exchange.</p>
<p>Namun, setelah mempertimbangkan arah karier yang ingin ditempuh, Erick akhirnya memilih pengalaman yang lebih dekat dengan dunia profesional dan korporasi.</p>
<p>“Awalnya saya mengincar program study abroad exchange. Namun, karena jalur karier yang ingin saya tempuh adalah korporasi, setelah mempertimbangkannya dengan matang saya akhirnya memutuskan untuk mencoba melamar ke perusahaan ini,” ujar Erick.</p>
<p>Keputusan tersebut membawanya ke lingkungan kerja Jepang yang memiliki karakteristik berbeda dengan Indonesia.</p>
<p>Memasuki dunia profesional di negara lain tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Bagi Erick, salah satu tantangan terbesar selama menjalani internship adalah memahami perbedaan budaya dan pola komunikasi di tempat kerja.</p>
<p>Ia menemukan adanya berbagai kebiasaan hingga aturan tidak tertulis yang berbeda dengan lingkungan kerja di Indonesia. Selain itu, kemampuan berbahasa Jepang juga masih menjadi tantangan, khususnya ketika berhadapan dengan komunikasi profesional yang membutuhkan ketepatan pemilihan kata dan pemahaman konteks.</p>
<p>“Banyak peraturan tidak tertulis yang berbeda dengan di Indonesia dan harus diperhatikan. Saya juga mengalami kendala dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang. Namun, seiring berjalannya waktu, saya rajin bertanya, mencari tahu, dan memastikan kembali agar tidak terjadi miskomunikasi maupun kesalahpahaman,” ungkap Erick.</p>
<p>Alih-alih menghindari kemungkinan melakukan kesalahan, Erick memilih untuk aktif bertanya dan melakukan konfirmasi ketika menemukan hal yang belum dipahami.</p>
<p>Menurutnya, pendekatan tersebut membantunya beradaptasi sekaligus memahami kebiasaan yang berlaku di lingkungan kerja Jepang.</p>
<p>Pengalaman selama internship membuat Erick menyadari bahwa bekerja di lingkungan global membutuhkan kompetensi yang lebih luas dibandingkan kemampuan akademik semata.</p>
<p>Kemampuan beradaptasi, menurutnya, menjadi salah satu modal penting. Adaptasi tersebut mencakup cara membawa diri, gaya berkomunikasi, hingga memahami alur kerja yang diterapkan dalam sebuah organisasi.</p>
<p>Rasa ingin tahu dan kerendahan hati juga menjadi hal yang dianggap penting. Dengan memiliki kedua sikap tersebut, seseorang dapat lebih terbuka untuk belajar dari lingkungan baru dan menerima perspektif yang berbeda.</p>
<p>Bekal yang diperoleh Erick selama kuliah di BINUS University turut membantunya menghadapi berbagai tantangan tersebut.</p>
<p>Selain pembelajaran bahasa Jepang, ia mendapatkan pemahaman mengenai etika bisnis Jepang, termasuk penggunaan bahasa dalam situasi profesional, tata krama ketika menyapa, penulisan laporan, hingga etiket dalam konteks bisnis seperti pengaturan posisi duduk.</p>
<p>Pemahaman mengenai pola pikir dan budaya masyarakat Jepang juga membantu proses adaptasinya ketika memasuki lingkungan profesional.</p>
<p>Sementara itu, berbagai tugas perkuliahan seperti presentasi, penulisan paper, serta praktik penerjemahan dalam bahasa Jepang menjadi fondasi bagi Erick dalam menjalankan tugasnya sebagai Translator.</p>
<p>Tidak hanya pembelajaran di dalam kelas, pengalaman organisasi selama kuliah juga memberikan keterampilan yang dirasakan manfaatnya oleh Erick ketika memasuki dunia profesional.</p>
<p>Kemampuan leadership, pengambilan keputusan, manajemen waktu, hingga komunikasi antar-divisi menjadi sejumlah keterampilan yang kini diterapkannya selama menjalani internship.</p>
<p>Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa persiapan memasuki dunia kerja tidak hanya berasal dari kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain.</p>
<p>Erick pun mendorong mahasiswa lain untuk memiliki target dan bersikap proaktif dalam mencari peluang.</p>
<p>“Buatlah targetmu sendiri, barulah motivasi untuk mencapai target tersebut akan bangkit. Walaupun terkadang lelah dan putus asa, jangan berhenti berjuang. Tetaplah rendah hati dan jangan merasa diri sudah hebat atau sudah tahu. Banyak peluang global yang tersedia apabila kita lebih proaktif dalam mencari tahu,” tutup Erick.</p>
<p>Pengalaman Erick menjadi salah satu contoh bagaimana mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar sekaligus profesional di luar negeri melalui program Enrichment.</p>
<p>Head of Japanese Popular Culture BINUS University, Dr. Rudi Hartono Manurung, mengatakan pembelajaran di BINUS University tidak hanya berfokus pada kompetensi akademik, tetapi juga pemahaman lintas budaya dan pengembangan soft skills.</p>
<p>“Melalui pembelajaran yang menggabungkan kompetensi akademik, pemahaman lintas budaya, pengembangan soft skills, serta berbagai kesempatan untuk memperoleh pengalaman internasional, BINUS University mendorong mahasiswa untuk membangun perspektif global yang relevan dengan perjalanan karier mereka ke depan,” ujar Rudi.</p>
<p>Menurutnya, kesempatan seperti internship di Jepang maupun scholarship ke universitas di Jepang menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman yang dapat mendukung perjalanan menuju karier global.</p>
<p>Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar menghadapi lingkungan kerja dengan budaya, sistem, dan pola komunikasi yang berbeda.</p>
<p>Bagi Erick, pengalaman internship di Jepang menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan profesional sekaligus memahami bahwa kesiapan memasuki dunia kerja global membutuhkan kombinasi antara kompetensi, kemampuan beradaptasi, komunikasi, dan kemauan untuk terus belajar.(dhil)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/kisah-mahasiswa-binus-university-jalani-internship-di-jepang-belajar-adaptasi-di-dunia-profesional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>10 Negara dengan Skor Matematika PISA 2025 Tertinggi, Indonesia Posisi 78</title>
		<link>https://koranindopos.com/10-negara-dengan-skor-matematika-pisa-2025-tertinggi-indonesia-posisi-78/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/10-negara-dengan-skor-matematika-pisa-2025-tertinggi-indonesia-posisi-78/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 07:10:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukatif & Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[matimatika pisa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127979</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA — Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 yang dirilis pada awal September 2026 menunjukkan adanya perbedaan cukup besar dalam kemampuan matematika siswa berusia sekitar 15 tahun di berbagai negara. PISA merupakan penilaian internasional yang mengukur kemampuan siswa dalam matematika, membaca, dan sains. Khusus untuk matematika, penilaian tidak sekadar menguji kemampuan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; JAKARTA</strong> — Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 yang dirilis pada awal September 2026 menunjukkan adanya perbedaan cukup besar dalam kemampuan matematika siswa berusia sekitar 15 tahun di berbagai negara.</p>
<p>PISA merupakan penilaian internasional yang mengukur kemampuan siswa dalam matematika, membaca, dan sains. Khusus untuk matematika, penilaian tidak sekadar menguji kemampuan menghafal rumus, tetapi melihat sejauh mana siswa mampu menerapkan pengetahuan dan penalaran matematika untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Penilaian PISA 2025 melibatkan lebih dari <strong>760.000 siswa di 91 negara</strong>, yang secara keseluruhan mewakili sekitar 33 juta anak berusia 15 tahun di seluruh dunia.</p>
<p>Setiap bidang penilaian menggunakan skala skor hingga 1.000 poin. Dalam bidang matematika, sejumlah negara dan wilayah Asia mendominasi daftar dengan skor tertinggi.</p>
<p>China menjadi negara dengan skor matematika PISA 2025 tertinggi, yakni mencapai <strong>612 poin</strong>.</p>
<p>Capaian tersebut menempatkan China cukup jauh di atas Singapura yang berada di posisi kedua dengan skor <strong>563 poin</strong>.</p>
<p>Makau berada di peringkat ketiga dengan skor <strong>549 poin</strong>, disusul Taiwan dengan <strong>546 poin</strong>. Jepang melengkapi lima besar dengan skor <strong>525 poin</strong>.</p>
<p>Dominasi negara dan wilayah Asia terlihat cukup kuat dalam daftar teratas. Korea Selatan dan Hong Kong masing-masing mencatatkan skor <strong>522 poin</strong> dan menempati posisi keenam bersama.</p>
<p>Estonia menjadi negara Eropa dengan peringkat tertinggi dalam daftar tersebut. Estonia berada di posisi kedelapan dengan skor <strong>508 poin</strong>.</p>
<p>Swiss kemudian berada di peringkat kesembilan dengan skor <strong>499 poin</strong>, sedangkan Inggris atau UK menempati posisi ke-10 dengan skor <strong>488 poin</strong>.</p>
<p>Berikut daftar negara dan wilayah dengan skor matematika PISA 2025 tertinggi:</p>
<ol start="1">
<li><strong>China</strong> — 612 poin</li>
<li><strong>Singapura</strong> — 563 poin</li>
<li><strong>Makau</strong> — 549 poin</li>
<li><strong>Taiwan</strong> — 546 poin</li>
<li><strong>Jepang</strong> — 525 poin</li>
<li><strong>Korea Selatan</strong> — 522 poin</li>
<li><strong>Hong Kong</strong> — 522 poin</li>
<li><strong>Estonia</strong> — 508 poin</li>
<li><strong>Swiss</strong> — 499 poin</li>
<li><strong>UK</strong> — 488 poin</li>
</ol>
<p>Daftar tersebut memperlihatkan bahwa negara dan wilayah Asia mendominasi posisi teratas. Dari 10 posisi tersebut, tujuh berasal dari Asia, sementara tiga lainnya merupakan negara Eropa.</p>
<p>Bagaimana dengan Indonesia?</p>
<p>Indonesia belum masuk dalam daftar 40 negara dan wilayah dengan skor matematika PISA tertinggi. Skor matematika Indonesia tercatat sebesar <strong>364 poin</strong>.</p>
<p>Dengan capaian tersebut, Indonesia berada di posisi <strong>ke-78 dari 90 negara</strong> yang tercantum dalam pemeringkatan matematika.</p>
<p>Posisi Indonesia juga masih berada di bawah sejumlah negara Asia Tenggara lainnya. Berdasarkan daftar tersebut, Singapura dan Vietnam menjadi negara Asia Tenggara yang masuk dalam 40 besar.</p>
<p>Perbedaan skor tersebut menunjukkan adanya kesenjangan capaian matematika yang cukup besar antara Indonesia dan negara-negara dengan performa tertinggi dalam PISA.</p>
<p>PISA memiliki pendekatan berbeda dibandingkan ujian matematika yang hanya menguji kemampuan mengingat rumus atau menyelesaikan soal dengan pola tertentu.</p>
<p>Penilaian matematika PISA dirancang untuk melihat kemampuan siswa menggunakan pengetahuan, konsep, dan penalaran matematika dalam menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kehidupan nyata.</p>
<p>Dengan demikian, skor PISA tidak hanya menggambarkan kemampuan siswa mengerjakan soal matematika, tetapi juga memberikan gambaran mengenai kemampuan mereka menggunakan matematika sebagai alat untuk memahami dan mengambil keputusan dalam berbagai situasi.</p>
<p>Hasil PISA 2025 karena itu menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana kemampuan matematika pelajar Indonesia dibandingkan dengan pelajar di negara lain.</p>
<p>Dominasi negara-negara Asia di posisi teratas juga menunjukkan kuatnya capaian matematika di sejumlah sistem pendidikan Asia, sementara Indonesia masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa agar dapat mengejar capaian negara-negara dengan skor tertinggi.(dhil/dtk)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/10-negara-dengan-skor-matematika-pisa-2025-tertinggi-indonesia-posisi-78/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jadwal Sesi SKD Sekolah Kedinasan 2026, Ada 4 Sesi Senin-Kamis</title>
		<link>https://koranindopos.com/jadwal-sesi-skd-sekolah-kedinasan-2026-ada-4-sesi-senin-kamis/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/jadwal-sesi-skd-sekolah-kedinasan-2026-ada-4-sesi-senin-kamis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 06:35:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukatif & Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Kedinasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127905</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA — Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Sekolah Kedinasan 2026 dibagi ke dalam sejumlah sesi setiap harinya. Peserta perlu memperhatikan jadwal registrasi hingga waktu pengerjaan ujian agar tidak terlambat. Pembagian sesi tersebut tercantum dalam Surat Dinas Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 5923/B-KS.04.01/SD/K/2026 tentang Penyampaian Jadwal Seleksi Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan Tahun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; JAKARTA</strong> — Pelaksanaan <strong>Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Sekolah Kedinasan 2026</strong> dibagi ke dalam sejumlah sesi setiap harinya. Peserta perlu memperhatikan jadwal registrasi hingga waktu pengerjaan ujian agar tidak terlambat.</p>
<p>Pembagian sesi tersebut tercantum dalam Surat Dinas Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor <strong>5923/B-KS.04.01/SD/K/2026</strong> tentang Penyampaian Jadwal Seleksi Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan Tahun Anggaran 2026.</p>
<p>Pada Senin hingga Kamis, SKD dibagi menjadi <strong>empat sesi</strong>. Sementara khusus Jumat, ujian hanya dilaksanakan dalam <strong>dua sesi</strong>.</p>
<p>Setiap sesi diawali dengan rangkaian registrasi selama 90 menit, meliputi pemberian PIN peserta, penitipan barang, pemeriksaan badan (<em>body checking</em>), hingga masuk ke ruang tunggu steril.</p>
<p>Setelah seluruh proses persiapan selesai, peserta mengikuti SKD selama <strong>100 menit</strong>.</p>
<p>Berikut pembagian sesi SKD Sekolah Kedinasan 2026 untuk Senin hingga Kamis:</p>
<h3>Sesi 1</h3>
<p><strong>06.30-08.00 WIB — Registrasi dan persiapan</strong></p>
<ul>
<li>Registrasi dan pemberian PIN peserta</li>
<li>Penitipan barang</li>
<li><em>Body checking</em></li>
<li>Peserta masuk ruang tunggu steril</li>
<li>Perpindahan peserta dari ruang steril ke ruang ujian</li>
</ul>
<p><strong>08.00-09.40 WIB — Pelaksanaan SKD</strong></p>
<p>Durasi pengerjaan ujian: <strong>100 menit</strong>.</p>
<h3>Sesi 2</h3>
<p><strong>09.00-10.30 WIB — Registrasi dan persiapan</strong></p>
<ul>
<li>Registrasi dan pemberian PIN peserta</li>
<li>Penitipan barang</li>
<li><em>Body checking</em></li>
<li>Peserta masuk ruang tunggu steril</li>
<li>Perpindahan peserta dari ruang steril ke ruang ujian</li>
</ul>
<p><strong>10.30-12.10 WIB — Pelaksanaan SKD</strong></p>
<p>Durasi pengerjaan ujian: <strong>100 menit</strong>.</p>
<h3>Sesi 3</h3>
<p><strong>11.30-13.00 WIB — Registrasi dan persiapan</strong></p>
<ul>
<li>Registrasi dan pemberian PIN peserta</li>
<li>Penitipan barang</li>
<li><em>Body checking</em></li>
<li>Peserta masuk ruang tunggu steril</li>
<li>Perpindahan peserta dari ruang steril ke ruang ujian</li>
</ul>
<p><strong>13.00-14.40 WIB — Pelaksanaan SKD</strong></p>
<p>Durasi pengerjaan ujian: <strong>100 menit</strong>.</p>
<h3>Sesi 4</h3>
<p><strong>14.00-15.30 WIB — Registrasi dan persiapan</strong></p>
<ul>
<li>Registrasi dan pemberian PIN peserta</li>
<li>Penitipan barang</li>
<li><em>Body checking</em></li>
<li>Peserta masuk ruang tunggu steril</li>
<li>Perpindahan peserta dari ruang steril ke ruang ujian</li>
</ul>
<p><strong>15.30-17.10 WIB — Pelaksanaan SKD</strong></p>
<p>Durasi pengerjaan ujian: <strong>100 menit</strong>.</p>
<h2>Jadwal Khusus Hari Jumat</h2>
<p>Pada Jumat, pelaksanaan SKD hanya dibagi menjadi dua sesi.</p>
<h3>Sesi 1</h3>
<p><strong>06.30-08.00 WIB — Registrasi dan persiapan</strong></p>
<ul>
<li>Registrasi dan pemberian PIN peserta</li>
<li>Penitipan barang</li>
<li><em>Body checking</em></li>
<li>Peserta masuk ruang tunggu steril</li>
<li>Perpindahan peserta dari ruang steril ke ruang ujian</li>
</ul>
<p><strong>08.00-09.40 WIB — Pelaksanaan SKD</strong></p>
<p>Durasi pengerjaan ujian: <strong>100 menit</strong>.</p>
<h3>Sesi 2</h3>
<p><strong>13.00-14.30 WIB — Registrasi dan persiapan</strong></p>
<ul>
<li>Registrasi dan pemberian PIN peserta</li>
<li>Penitipan barang</li>
<li><em>Body checking</em></li>
<li>Peserta masuk ruang tunggu steril</li>
<li>Perpindahan peserta dari ruang steril ke ruang ujian</li>
</ul>
<p><strong>14.30-16.10 WIB — Pelaksanaan SKD</strong></p>
<p>Durasi pengerjaan ujian: <strong>100 menit</strong>.</p>
<p>Selain memperhatikan jadwal, peserta juga diwajibkan membawa dokumen administrasi yang telah ditentukan.</p>
<p>Peserta harus membawa <strong>kartu peserta terbaru</strong> dan <strong>KTP asli</strong>.</p>
<p>Bagi peserta yang belum memiliki KTP, dokumen yang dapat dibawa adalah <strong>Kartu Keluarga (KK) asli atau yang telah dilegalisasi</strong>, atau <strong>Kartu Identitas Anak (KIA)</strong>.</p>
<p>BKN menekankan peserta wajib mengunduh dan mencetak kartu peserta terbaru mulai <strong>19 September 2026 pukul 14.30 WIB</strong>.</p>
<p>SKD Sekolah Kedinasan 2026 akan dilaksanakan di sejumlah lokasi, yakni <strong>Kantor BKN Pusat, Kantor Regional BKN, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN, serta titik lokasi (tilok) mandiri instansi</strong>.</p>
<p>Peserta juga perlu memperhitungkan waktu perjalanan menuju lokasi ujian. Berdasarkan Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2024 tentang Prosedur Penyelenggaraan Seleksi dengan Metode Computer Assisted Test BKN, peserta wajib hadir paling lambat <strong>60 menit sebelum sesi ujian</strong>, atau mengikuti ketentuan yang ditetapkan instansi masing-masing.</p>
<p>Kehadiran lebih awal diperlukan karena peserta harus menjalani sejumlah proses sebelum memasuki ruang ujian, mulai dari registrasi, pemberian PIN, penitipan barang, <em>body checking</em>, hingga masuk ruang steril.</p>
<p>Peserta yang tidak memiliki <strong>PIN registrasi</strong> dapat dikenai sanksi berupa tidak diperbolehkan mengikuti ujian.</p>
<p>Pemberian PIN dilakukan pada awal sesi dan ditutup <strong>lima menit sebelum sesi ujian dimulai</strong>.</p>
<p>Karena itu, peserta SKD Sekolah Kedinasan 2026 perlu memastikan kartu peserta terbaru sudah dicetak, membawa identitas yang dipersyaratkan, serta datang sesuai ketentuan waktu agar seluruh proses registrasi dapat diselesaikan sebelum ujian dimulai.(dhil/dtk)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/jadwal-sesi-skd-sekolah-kedinasan-2026-ada-4-sesi-senin-kamis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>21 Lowongan Magang BUMN di Magenta, Ada Kimia Farma hingga Pelindo</title>
		<link>https://koranindopos.com/21-lowongan-magang-bumn-di-magenta-ada-kimia-farma-hingga-pelindo/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/21-lowongan-magang-bumn-di-magenta-ada-kimia-farma-hingga-pelindo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 06:35:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukatif & Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[bumn]]></category>
		<category><![CDATA[lowongan magang]]></category>
		<category><![CDATA[magenta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127847</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA — Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk mengembangkan karier. Selain membuka peluang kerja, sejumlah perusahaan BUMN juga menyediakan kesempatan magang bagi mahasiswa dan fresh graduate. Kesempatan tersebut memungkinkan mahasiswa maupun lulusan baru mendapatkan pengalaman kerja secara langsung di lingkungan industri melalui program magang. Pendaftaran program magang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; JAKARTA</strong> — Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk mengembangkan karier. Selain membuka peluang kerja, sejumlah perusahaan BUMN juga menyediakan kesempatan magang bagi mahasiswa dan <em>fresh graduate</em>.</p>
<p>Kesempatan tersebut memungkinkan mahasiswa maupun lulusan baru mendapatkan pengalaman kerja secara langsung di lingkungan industri melalui program magang.</p>
<p>Pendaftaran program magang BUMN dilakukan melalui platform <strong>Magang Generasi Bertalenta (Magenta)</strong>.</p>
<p>Berdasarkan pemantauan pada platform Magenta, terdapat <strong>21 lowongan magang aktif</strong> yang dapat didaftarkan mahasiswa maupun <em>fresh graduate</em>. Sejumlah lowongan memiliki batas pendaftaran yang berdekatan sehingga calon peserta perlu memperhatikan jadwal penutupannya.</p>
<p>Secara umum, program magang BUMN di Magenta dapat diikuti mahasiswa maupun <em>fresh graduate</em> dengan jenjang pendidikan mulai dari D3, D4, S1, hingga S2.</p>
<p>Pelamar juga harus berasal dari jurusan yang sesuai dengan persyaratan masing-masing posisi dan memenuhi ketentuan khusus yang ditetapkan perusahaan.</p>
<h3>Syarat Umum</h3>
<ul>
<li>Mahasiswa atau <em>fresh graduate</em> D3, D4, S1, hingga S2.</li>
<li>Berasal dari jurusan yang sesuai dengan persyaratan lowongan.</li>
<li>Memenuhi persyaratan khusus yang ditetapkan masing-masing perusahaan.</li>
</ul>
<h3>Dokumen yang Dibutuhkan</h3>
<p>Sejumlah dokumen yang perlu disiapkan antara lain:</p>
<ul>
<li>Kartu Tanda Penduduk (KTP).</li>
<li>Curriculum Vitae (CV).</li>
<li>Ijazah atau Surat Keterangan Lulus bagi <em>fresh graduate</em>.</li>
<li>Transkrip nilai.</li>
<li>Surat pengantar atau surat rekomendasi dari perguruan tinggi bagi mahasiswa aktif.</li>
<li>Pakta integritas.</li>
<li>Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).</li>
<li>Portofolio.</li>
<li>Dokumen lain sesuai persyaratan lowongan.</li>
</ul>
<p>Bagi mahasiswa atau <em>fresh graduate</em> yang ingin mengikuti program tersebut, pendaftaran dapat dilakukan melalui platform Magenta.</p>
<p>Berikut langkah-langkahnya:</p>
<ol>
<li>Buka laman <a href="https://magentaku.id/?utm_source=chatgpt.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Magenta</a>.</li>
<li>Buat akun melalui menu <strong>&#8220;Masuk ke Akun&#8221;</strong>.</li>
<li>Pilih <strong>&#8220;Lihat Profil&#8221;</strong>, kemudian lengkapi data pada bagian <strong>Data Pribadi</strong>, <strong>Informasi Akademik</strong>, dan <strong>Kelengkapan Data Pemagang</strong>.</li>
<li>Pilih menu <strong>&#8220;Cari Lowongan&#8221;</strong> untuk melihat posisi magang yang tersedia.</li>
<li>Pilih lowongan yang sesuai dengan kualifikasi, kemudian klik <strong>&#8220;Daftar Sekarang&#8221;</strong> dan selesaikan proses pendaftaran.</li>
</ol>
<p>Berikut sejumlah posisi magang yang tersedia di platform Magenta:</p>
<table>
<thead>
<tr>
<th>No.</th>
<th>Perusahaan</th>
<th>Posisi</th>
<th align="right">Formasi</th>
<th align="right">Durasi</th>
<th>Penutupan</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td>1</td>
<td>PT Berdikari</td>
<td>IT Intern</td>
<td align="right">1</td>
<td align="right">5 bulan</td>
<td>18 September 2026</td>
</tr>
<tr>
<td>2</td>
<td>PT Asuransi Jasa Indonesia</td>
<td>Magang Kearsipan</td>
<td align="right">10</td>
<td align="right">6 bulan</td>
<td>18 September 2026</td>
</tr>
<tr>
<td>3</td>
<td>PT Kimia Farma Tbk</td>
<td>Internship Learning and Development &#8211; KFD</td>
<td align="right">1</td>
<td align="right">5 bulan</td>
<td>18 September 2026</td>
</tr>
<tr>
<td>4</td>
<td>PT Pelindo Solusi Logistik</td>
<td>Magang Mandiri pada Departemen Kerja Sama Usaha</td>
<td align="right">1</td>
<td align="right">3 bulan</td>
<td>18 September 2026</td>
</tr>
<tr>
<td>5</td>
<td>PT Berdikari</td>
<td>Assurance and Consulting Intern</td>
<td align="right">2</td>
<td align="right">5 bulan</td>
<td>19 September 2026</td>
</tr>
<tr>
<td>6</td>
<td>PT Pelindo Terminal Petikemas</td>
<td>Budaya Korporasi SPTP</td>
<td align="right">2</td>
<td align="right">3 bulan</td>
<td>19 September 2026</td>
</tr>
<tr>
<td>7</td>
<td>PT Pelindo Terminal Petikemas</td>
<td>Kinerja Perusahaan</td>
<td align="right">1</td>
<td align="right">3 bulan</td>
<td>19 September 2026</td>
</tr>
<tr>
<td>8</td>
<td>PT Pelindo Terminal Petikemas</td>
<td>Transformasi Operasi dan Teknik</td>
<td align="right">1</td>
<td align="right">3 bulan</td>
<td>19 September 2026</td>
</tr>
<tr>
<td>9</td>
<td>PT Pelindo Terminal Petikemas</td>
<td>Transformasi Penunjang Operasi</td>
<td align="right">2</td>
<td align="right">3 bulan</td>
<td>19 September 2026</td>
</tr>
<tr>
<td>10</td>
<td>PT Pelindo Terminal Petikemas</td>
<td>Perencanaan Operasi</td>
<td align="right">2</td>
<td align="right">3 bulan</td>
<td>19 September 2026</td>
</tr>
<tr>
<td>11</td>
<td>PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung</td>
<td>Industrial Estate Management</td>
<td align="right">1</td>
<td align="right">6 bulan</td>
<td>20 September 2026</td>
</tr>
<tr>
<td>12</td>
<td>Perum LKBN Antara</td>
<td>Staf Magang Digital Arsip SDM</td>
<td align="right">1</td>
<td align="right">3 bulan</td>
<td>20 September 2026</td>
</tr>
<tr>
<td>13</td>
<td>PT Mineral Industri Indonesia (Persero)</td>
<td>Supply Chain Management Internship</td>
<td align="right">1</td>
<td align="right">3 bulan</td>
<td>21 September 2026</td>
</tr>
<tr>
<td>14</td>
<td>PT Kawasan Industri Wijayakusuma</td>
<td>Procurement Intern</td>
<td align="right">1</td>
<td align="right">4 bulan</td>
<td>21 September 2026</td>
</tr>
<tr>
<td>15</td>
<td>PT Kimia Farma Tbk</td>
<td>Admin Klinik &#8211; KFD</td>
<td align="right">2</td>
<td align="right">5 bulan</td>
<td>22 September 2026</td>
</tr>
<tr>
<td>16</td>
<td>PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia</td>
<td>Intern Perencanaan Bisnis Asuransi Umum dan Penjaminan</td>
<td align="right">1</td>
<td align="right">3 bulan</td>
<td>22 September 2026</td>
</tr>
<tr>
<td>17</td>
<td>PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)</td>
<td>Teknologi Informasi</td>
<td align="right">1</td>
<td align="right">3 bulan</td>
<td>22 September 2026</td>
</tr>
<tr>
<td>18</td>
<td>PT Kimia Farma Tbk</td>
<td>Organization dan Talent Management Internship &#8211; KFA</td>
<td align="right">1</td>
<td align="right">4 bulan</td>
<td>22 September 2026</td>
</tr>
<tr>
<td>19</td>
<td>PT Perkebunan Nusantara I &#8211; Regional 3</td>
<td>Digitalisasi Akuntansi</td>
<td align="right">1</td>
<td align="right">6 bulan</td>
<td>24 September 2026</td>
</tr>
<tr>
<td>20</td>
<td>PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero)</td>
<td>Intern of Legal</td>
<td align="right">1</td>
<td align="right">6 bulan</td>
<td>30 September 2026</td>
</tr>
<tr>
<td>21</td>
<td>PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero)</td>
<td>Intern of Compliance and Reporting</td>
<td align="right">1</td>
<td align="right">6 bulan</td>
<td>30 September 2026</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dari daftar tersebut, sejumlah lowongan memiliki batas pendaftaran pada 18 September 2026, sementara posisi lainnya masih dibuka hingga akhir September.</p>
<p>Calon peserta perlu memastikan kesesuaian jurusan, jenjang pendidikan, dokumen, serta persyaratan khusus sebelum mengirimkan lamaran.</p>
<p>Informasi mengenai persyaratan lengkap masing-masing posisi, termasuk detail kualifikasi dan proses pendaftaran, dapat diperiksa langsung melalui platform Magenta.</p>
<p>Kesempatan magang di perusahaan BUMN tersebut dapat menjadi sarana bagi mahasiswa dan <em>fresh graduate</em> untuk memperoleh pengalaman kerja, memahami proses bisnis industri, sekaligus mengembangkan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja secara penuh.(dhil/dtk)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/21-lowongan-magang-bumn-di-magenta-ada-kimia-farma-hingga-pelindo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SiDU Bawa Semangat Menulis ke 500 Sekolah, Perkuat Literasi Pelajar di Sumatra</title>
		<link>https://koranindopos.com/sidu-bawa-semangat-menulis-ke-500-sekolah-perkuat-literasi-pelajar-di-sumatra/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/sidu-bawa-semangat-menulis-ke-500-sekolah-perkuat-literasi-pelajar-di-sumatra/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 06:55:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukatif & Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[SIDU]]></category>
		<category><![CDATA[sumatra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127669</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com, MEDAN – Di tengah keseharian anak-anak yang semakin dekat dengan perangkat digital, aktivitas menulis tangan mungkin terlihat sederhana. Namun, kebiasaan tersebut masih memiliki ruang penting dalam proses belajar, terutama ketika anak belajar mengolah informasi, menyusun gagasan, dan menuangkan pemikirannya dengan caranya sendiri. Melihat pentingnya kebiasaan tersebut, SiDU kembali menghadirkan program Ayo Menulis bersama SiDU. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">koranindopos.com</a></strong>, <strong>MEDAN</strong> – Di tengah keseharian anak-anak yang semakin dekat dengan perangkat digital, aktivitas menulis tangan mungkin terlihat sederhana. Namun, kebiasaan tersebut masih memiliki ruang penting dalam proses belajar, terutama ketika anak belajar mengolah informasi, menyusun gagasan, dan menuangkan pemikirannya dengan caranya sendiri.</p>
<p>Melihat pentingnya kebiasaan tersebut, SiDU kembali menghadirkan program Ayo Menulis bersama SiDU. Tahun ini, program tersebut akan menjangkau 500 sekolah di Medan, Padang, Pekanbaru, dan Palembang sepanjang September hingga Oktober 2026.</p>
<p>Rangkaian kegiatan di Sumatra diawali di Medan melalui kolaborasi SiDU dengan **Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan. Sebanyak 100 sekolah mengikuti pelatihan yang ditujukan bagi para guru. Dalam kegiatan tersebut, guru mendapatkan pembekalan mengenai cara mendampingi siswa kelas IV hingga VI dalam menyusun dan menuangkan opini secara lebih terstruktur.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-127671 aligncenter" src="https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/09/03763214-fecf-4401-b036-dbd9dea58760-300x213.jpg" alt="03763214 fecf 4401 b036 dbd9dea58760 - SiDU Bawa Semangat Menulis ke 500 Sekolah, Perkuat Literasi Pelajar di Sumatra" width="300" height="213" title="SiDU Bawa Semangat Menulis ke 500 Sekolah, Perkuat Literasi Pelajar di Sumatra 2"></p>
<p>Lebih dari sekadar mengajarkan teknik menulis, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi guru untuk membantu siswa menemukan keberanian dalam menyampaikan apa yang mereka pikirkan. Sebab, bagi anak-anak, kemampuan menulis tidak hanya berkaitan dengan rangkaian kata, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk mengenali dan mengekspresikan gagasan mereka.</p>
<p>Program Ayo Menulis bersama SiDU sendiri telah berjalan sejak 2017 sebagai bagian dari upaya SiDU mendukung penguatan literasi pelajar Indonesia. Kehadirannya menjadi semakin relevan di tengah perubahan kebiasaan belajar yang semakin banyak memanfaatkan teknologi digital. Menulis dengan tangan tetap dapat menjadi bagian dari proses belajar yang membantu siswa memperhatikan informasi, memperkaya kosakata, serta membangun pemikiran secara lebih terstruktur.</p>
<p>“Di tengah semakin dominannya penggunaan perangkat digital, kebiasaan menulis tangan tetap relevan sebagai bagian dari upaya membangun literasi anak. Kegiatan menulis memberi ruang bagi siswa untuk berlatih mengolah informasi, memperkaya kosakata, dan mengekspresikan pemikiran melalui tulisan,” ujar Arif Darmawan, Head of Marketing Domestic Business Unit Stationery APP Group.</p>
<p>Menurut Arif, penguatan kebiasaan menulis juga perlu dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, SiDU tidak hanya menghadirkan kegiatan di sekolah, tetapi juga memberikan pelatihan bagi guru, membuka ruang apresiasi bagi karya siswa, serta menyediakan materi pembelajaran yang dapat dimanfaatkan secara lebih luas.</p>
<p>Dalam pelatihan di Medan, para guru mendapatkan modul Menulis Opini yang dapat digunakan kembali dalam kegiatan pembelajaran di sekolah masing-masing. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan diharapkan dapat terus diterapkan dan menjangkau lebih banyak siswa melalui aktivitas belajar sehari-hari.</p>
<p>Bagi siswa yang mengikuti rangkaian program, karya mereka juga akan mendapatkan kesempatan untuk diapresiasi melalui Lomba Menulis Opini Tingkat Nasional. Selain kegiatan tatap muka di sekolah, materi pembelajaran juga tersedia secara gratis melalui Akademi Ayo Menulis di www.ayomenulis.id.</p>
<p>Membaca dan Menulis sebagai Kebiasaan yang Saling Melengkapi</p>
<p>Kebiasaan menulis tentu tidak dapat dipisahkan dari aktivitas membaca. Keduanya dapat berjalan beriringan dalam membantu anak memahami dunia di sekitarnya.</p>
<p>“Membaca dan menulis merupakan keterampilan yang saling melengkapi dalam membangun literasi anak. Membaca membantu siswa memperoleh informasi dan memperluas wawasan, sedangkan menulis memberi mereka ruang untuk mengolah pemahaman serta mengekspresikan pemikiran melalui tulisan,” ujar Stefanie Augustin, Pendiri Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA).</p>
<p>Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan untuk membaca atau menulis, melainkan proses yang berlangsung secara bertahap. Anak membaca untuk mengenal lebih banyak hal, kemudian mengolah apa yang dipahaminya dan menemukan cara untuk menyampaikannya kembali.</p>
<p>Di lingkungan sekolah, peran guru menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut. Guru tidak hanya membantu siswa memahami materi, tetapi juga dapat menjadi pendamping yang mendorong mereka untuk lebih percaya diri dalam menyampaikan gagasan.</p>
<p>Hal ini turut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, H. Mujiono S. E.</p>
<p>“Melalui kegiatan lokakarya menulis ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kemampuan menulis guru sehingga lebih banyak guru di Kota Medan yang jadi berani menulis, menghasilkan karya dan diteruskan kepada anak didik,” ujarnya.</p>
<p>Melengkapi Pembelajaran dengan Dukungan yang Nyata</p>
<p>Selain memberikan pelatihan, rangkaian Ayo Menulis bersama SiDU di Medan juga dilengkapi dengan dukungan sarana belajar. SiDU menyerahkan 10.000 buku tulis kepada sejumlah sekolah yang membutuhkan.</p>
<p>Bantuan tersebut merupakan bagian dari total 50.000 buku tulis yang dialokasikan untuk anak-anak di Medan, Nusa Tenggara Timur, serta sejumlah wilayah lain di Sumatra.</p>
<p>Dukungan ini menjadi pelengkap dari pendekatan yang dibawa SiDU dalam program Ayo Menulis bersama SiDU. Tidak hanya berbicara mengenai pentingnya literasi, program tersebut juga berupaya menghadirkan ruang bagi guru untuk berkembang, memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkarya, sekaligus mendukung tersedianya sarana yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar.</p>
<p>Pada akhirnya, membangun budaya menulis tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kebiasaan sederhana seperti menuliskan pendapat, merangkai cerita, atau mencatat apa yang dipelajari dapat menjadi langkah kecil yang membantu anak belajar menyusun pemikiran.</p>
<p>Di tengah perkembangan teknologi yang terus berjalan, ruang untuk menulis dengan tangan pun masih dapat dipertahankan sebagai bagian dari perjalanan belajar anak. Dengan dukungan guru, sekolah, keluarga, dan berbagai pihak, kebiasaan tersebut dapat terus tumbuh dan menjadi bagian yang menyenangkan dari keseharian pelajar.(dhil)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/sidu-bawa-semangat-menulis-ke-500-sekolah-perkuat-literasi-pelajar-di-sumatra/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
