<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Film dan Musik &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/film-dan-musik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Aug 2026 02:28:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>Film dan Musik &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Vonis 2 Tahun Penjara Kasus Black Campaign Heny Sagara, PN Bandung Buka Jalan Usut Dalang Utama</title>
		<link>https://koranindopos.com/vonis-2-tahun-penjara-kasus-black-campaign-heny-sagara-pn-bandung-buka-jalan-usut-dalang-utama/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/vonis-2-tahun-penjara-kasus-black-campaign-heny-sagara-pn-bandung-buka-jalan-usut-dalang-utama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 02:28:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film dan Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Aktor Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[berita hukum.]]></category>
		<category><![CDATA[black campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Heny Sagara]]></category>
		<category><![CDATA[Kejahatan Siber]]></category>
		<category><![CDATA[PN Bandung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=125457</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Bandung &#8211; Babak baru penegakan hukum di dunia digital kembali bergulir di Kota Bandung. Pengadilan Negeri (PN) Bandung secara resmi menjatuhkan hukuman dua tahun penjara kepada dua pelaku kasus kejahatan siber, Fery dan Restu, pada Kamis (13/8/2026). Kasus pencemaran nama baik serta kampanye hitam ini sebelumnya menyasar pebisnis ternama, Heny Sagara, hingga merusak iklim [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Bandung &#8211;</strong> Babak baru penegakan hukum di dunia digital kembali bergulir di Kota Bandung. Pengadilan Negeri (PN) Bandung secara resmi menjatuhkan hukuman dua tahun penjara kepada dua pelaku kasus kejahatan siber, Fery dan Restu, pada Kamis (13/8/2026). Kasus pencemaran nama baik serta kampanye hitam ini sebelumnya menyasar pebisnis ternama, Heny Sagara, hingga merusak iklim usaha yang dibangunnya.</p>
<p>Keputusan majelis hakim tersebut tidak hanya memberikan ketegasan hukum bagi para pelaksana di lapangan, tetapi juga membuka jalan lebar untuk mengungkap jaringan yang lebih besar. Aparat penegak hukum secara tegas diinstruksikan oleh hakim untuk melakukan penyelidikan lanjutan guna mengusut tuntas keterlibatan aktor intelektual di balik aksi perundungan digital ini.</p>
<p>Menanggapi hukuman pidana tersebut, Heny Sagara menyampaikan rasa lega sekaligus kepasrahannya atas hukuman yang diterima kedua terdakwa. Kendati mengalami kerugian finansial dan kerusakan reputasi yang tak sedikit, Heny menilai Fery dan Restu sejatinya hanyalah pemuda yang dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab.</p>
<p>&#8220;Intinya kalau saya untuk Fery dan Restu, saya ikhlas ancaman hukumannya 2 tahun itu saya ikhlas, saya ikhlas sekali,” ujar Heny Sagara di PN Bandung, Kamis (13/8/2026).</p>
<p>Fokus utama pengawalan kasus ini kini bergeser penuh menjadi sosok penyandang dana yang bersembunyi di balik layar. Pengungkapan konferensi mengenai adanya transaksi keuangan mencurigakan menjadi amunisi penting bagi kepolisian untuk mengungkap kejahatan ini hingga ke akar-akarnya.</p>
<p>&#8220;Dan saya juga hari ini senang, bahagia, karena ya ini dikembangkan, ditindaklanjuti. Kasus ini jadi bukan berhenti sampai di sini. Sekarang semuanya didengarkan pada dalangnya, begitu kan, pada yang diperintahkannya dan yang membayarnya,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Satu hal yang menarik perhatian masyarakat dalam penyiaran adalah munculnya fakta transaksi sebesar Rp20 juta ke rekening pengirim. Aliran dana tersebut disinyalir disamarkan dengan dalih &#8216;Jumat Berkah&#8217;, sebuah istilah yang dinilai korban sangat bertolak belakang dengan motif memuat konten negatif di media sosial.</p>
<p>Heny Sagara memberikan tanggapan sinis atas kejanggalan penggunaan istilah keagamaan tersebut untuk menutupi aksi propaganda destruktif.</p>
<p>&#8220;Kalau mau ngasih Jumat Berkah, satu, ke panti asuhan, panti sosial, terus ke masjid, ke panti jompo, gitu kan? Itu baru tuh bisa keterangannya Jumat Berkah, gitu kan. Dan masuk akal. Masih banyak di sini lembaga-lembaga sosial, panti sosial yang membutuhkan Jumat Berkah, ya. Bukan hanya orang yang membuat postingan-postingan negatif, black campaign, gitu kan, yang kamu harus kasih Jumat Berkah, itu masuk akal,&#8221; tegas Heny Sagara.</p>
<p>Sementara itu, Yunus selaku Kuasa Hukum Heny Sagara menegaskan bahwa keputusan majelis hakim untuk memperluas penyidikan didasari oleh temuan aliran dana yang sama sekali tidak rasional. Penegakan hukum yang menyeluruh dianggap vital agar platform digital tidak terus-menerus disalahgunakan oleh pihak-pihak yang merugikan demi menjatuhkan saingan bisnis.</p>
<p>Sebagai penutup rangkaian proses hukum ini, Iwa Wahyudin yang merupakan suami korban serta menitipkan pesan moral bagi masyarakat luas serta para pembuat konten. Ia mengimbau seluruh pengguna media sosial agar selalu menjaga etika, berpikir kritis, dan tidak mudah tergiur menjadi alat propaganda jahat demi keuntungan finansial semata. (RIS/Hend)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/vonis-2-tahun-penjara-kasus-black-campaign-heny-sagara-pn-bandung-buka-jalan-usut-dalang-utama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Review Film Ayah, Aku Mau Cerita: Ketika Seorang Ayah Harus Berjuang Melindungi Keluarganya</title>
		<link>https://koranindopos.com/review-film-ayah-aku-mau-cerita-ketika-seorang-ayah-harus-berjuang-melindungi-keluarganya/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/review-film-ayah-aku-mau-cerita-ketika-seorang-ayah-harus-berjuang-melindungi-keluarganya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 01:57:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film dan Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Ayah aku mau cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Falcon pictures]]></category>
		<category><![CDATA[Niken anjani]]></category>
		<category><![CDATA[Vino g bastian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=125452</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta &#8211; Bayangkan sebuah keluarga yang awalnya menjalani hari seperti biasa. Rumah terasa tenang, anak-anak masih bercanda, dan tidak ada tanda bahwa kehidupan mereka akan berubah dalam hitungan jam. Situasi itu menjadi berbeda setelah Aisha (Ziva Magnolya), anak remaja Andi Budiman (Vino G. Bastian), mengalami sebuah peristiwa yang kemudian menyeret keluarganya ke dalam masalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta &#8211;</strong> Bayangkan sebuah keluarga yang awalnya menjalani hari seperti biasa. Rumah terasa tenang, anak-anak masih bercanda, dan tidak ada tanda bahwa kehidupan mereka akan berubah dalam hitungan jam.</p>
<p>Situasi itu menjadi berbeda setelah Aisha (Ziva Magnolya), anak remaja Andi Budiman (Vino G. Bastian), mengalami sebuah peristiwa yang kemudian menyeret keluarganya ke dalam masalah besar. Kejadian tersebut melibatkan Indra Gunawan (Faris Fadjar Munggaran), anak dari Komisaris Iriana (Marsha Timothy), seorang kepala kepolisian.</p>
<p>Dari titik inilah <em>Ayah, Aku Mau Cerita</em> mulai mengubah suasananya. Film yang semula terasa seperti drama keluarga perlahan bergerak menjadi permainan kucing-kucingan antara seorang ayah dan polisi.</p>
<p>Andi bukan sosok yang memiliki kekuasaan. Ia hanya seorang ayah yang berusaha menjaga istri dan kedua anaknya. Namun ketika sebuah insiden fatal terjadi, ia sadar bahwa keluarganya berada dalam posisi yang sangat sulit.</p>
<p>Ia kemudian memilih untuk menggunakan satu hal yang masih dimilikinya: kecerdikan.</p>
<p>Salah satu kekuatan film ini adalah cara ceritanya membangun ketegangan tanpa harus terus-menerus menghadirkan adegan kejar-kejaran atau aksi.</p>
<p>Andi justru terlihat sibuk dengan hal-hal sederhana. Ia mengingat waktu, tempat, percakapan, bahkan berbagai kejadian yang bisa digunakan sebagai alasan untuk menjauhkan keluarganya dari kecurigaan.</p>
<p>Penonton kemudian diajak melihat bagaimana sebuah alibi dibangun sedikit demi sedikit.</p>
<p>Ada percakapan yang awalnya tampak biasa, tetapi belakangan terasa penting. Ada gerakan kecil seorang karakter yang membuat kita mulai curiga. Ada pula informasi yang sengaja diletakkan begitu saja sebelum akhirnya kembali muncul ketika cerita memasuki bagian yang lebih menegangkan.</p>
<p>Di sinilah film meminta penonton untuk memperhatikan.</p>
<p>Andi tidak sekadar berusaha menyembunyikan sebuah kejadian. Ia juga harus membuat cerita yang dibangun keluarganya terdengar masuk akal ketika berhadapan dengan polisi.</p>
<p>Karena sekali saja ada bagian yang tidak cocok, seluruh rencana bisa runtuh.</p>
<p>Konflik terbesar film ini terasa ketika Andi berhadapan dengan Iriana.</p>
<p>Keduanya berada di sisi yang berlawanan. Andi berusaha mempertahankan keluarganya, sementara Iriana ingin menemukan jawaban mengenai apa yang terjadi pada anaknya.</p>
<p>Menariknya, pertarungan mereka lebih banyak berlangsung melalui percakapan dan pengamatan.</p>
<p>Iriana tidak mudah percaya. Sebagai seorang polisi, ia terbiasa mencari celah dari keterangan orang lain. Sementara Andi harus terus menjaga sikap agar tidak memberikan petunjuk yang dapat menghancurkan alibinya.</p>
<p>Momen-momen seperti ini membuat beberapa dialog terasa seperti pertandingan. Tidak ada yang secara terang-terangan menyerang, tetapi setiap pertanyaan bisa menjadi jebakan.</p>
<p>Vino G. Bastian mampu membawa Andi sebagai sosok ayah yang terlihat tenang di luar, tetapi sebenarnya terus berpikir di dalam kepala. Ekspresi dan gesturnya menjadi bagian penting karena banyak ketegangan justru muncul ketika ia tidak mengatakan apa-apa.</p>
<p>Di sisi lain, Marsha Timothy membuat Iriana terasa sebagai lawan yang tidak mudah dilewati. Tatapannya, cara bertanya, dan responsnya membuat setiap pertemuan dengan Andi terasa seperti pemeriksaan yang bisa berubah menjadi ancaman.</p>
<p>Film ini tidak hanya meminta penonton bertanya, “Apa yang sebenarnya terjadi?”</p>
<p>Pertanyaan lainnya adalah, “Apakah rencana Andi akan berhasil?”</p>
<p>Setelah mengetahui masalah utama yang dihadapi keluarga Andi, penonton perlahan ikut menghitung kemungkinan. Ketika polisi menemukan satu petunjuk, muncul kekhawatiran bahwa semuanya akan terbongkar. Ketika Andi berhasil mengantisipasinya, muncul pertanyaan baru mengenai apakah masih ada celah lain yang belum terlihat.</p>
<p>Pola seperti ini membuat durasi film yang mencapai 167 menit terasa terisi oleh proses penyusunan strategi.</p>
<p>Film juga memanfaatkan ingatan penonton. Informasi yang diberikan di awal bisa memiliki fungsi berbeda ketika cerita sudah berjalan jauh. Karena itu, beberapa bagian terasa lebih menarik setelah penonton mengetahui konteks yang sebenarnya.</p>
<p>Pendekatan tersebut membuat <em>Ayah, Aku Mau Cerita</em> tidak hanya menjadi film tentang sebuah kasus, tetapi juga permainan antara informasi yang diketahui penonton dan informasi yang diketahui para karakter.</p>
<p>Sebagai drama thriller, film ini lebih memilih membangun ketegangan dari situasi yang masuk akal.</p>
<p>Tidak banyak kejutan yang hadir hanya untuk membuat penonton terkejut. Ketegangan justru muncul dari kemungkinan bahwa satu kesalahan kecil dapat menghancurkan seluruh rencana.</p>
<p>Ketika Andi mengatur langkah demi langkah untuk melindungi keluarganya, penonton bisa memahami alasan di balik setiap keputusan. Pada saat yang sama, kita juga dibuat bertanya apakah pilihan tersebut akan membawa keluarganya keluar dari masalah atau justru menciptakan persoalan baru.</p>
<p>Cerita kemudian bergerak menuju bagian akhir dengan membuka kembali sejumlah detail yang sebelumnya mungkin dianggap sepele.</p>
<p>Di titik ini, film mulai menunjukkan bagaimana potongan-potongan cerita yang tersebar sejak awal saling berhubungan.</p>
<p><em>Ayah, Aku Mau Cerita</em> merupakan adaptasi dari film India <em>Drishyam</em> karya Jeethu Joseph.</p>
<p>Kerangka cerita utamanya masih terasa, terutama pada kisah seorang ayah yang menggunakan perencanaan dan manipulasi keadaan untuk melindungi keluarganya dari persoalan hukum.</p>
<p>Namun versi Indonesia memberikan penyesuaian pada karakter, lingkungan, dan situasi sehingga konflik terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.</p>
<p>Hasilnya bukan film yang hanya mengandalkan nama besar materi aslinya. Kekuatan utamanya tetap berada pada bagaimana cerita tersebut dimainkan oleh para pemain dan diterjemahkan ke dalam suasana Indonesia. (BRG/Kul)</p>
<h2></h2>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/review-film-ayah-aku-mau-cerita-ketika-seorang-ayah-harus-berjuang-melindungi-keluarganya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>The Script Umumkan Konser Jakarta 2027</title>
		<link>https://koranindopos.com/the-script-umumkan-konser-jakarta-2027/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/the-script-umumkan-konser-jakarta-2027/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 00:20:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film dan Musik]]></category>
		<category><![CDATA[The Script]]></category>
		<category><![CDATA[the script album baru]]></category>
		<category><![CDATA[the script konser di jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=125388</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta ,– Penggemar The Script di Indonesia akan kembali bertemu dengan band asal Irlandia tersebut pada 2027. The Script telah mengumumkan jadwal konser di Jakarta yang akan berlangsung pada 3 April 2027. Konser Jakarta menjadi bagian dari rangkaian perjalanan The Script di Asia Tenggara. Sebelum tampil di Indonesia, mereka akan menggelar konser di Manila [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com,</strong> Jakarta ,– Penggemar The Script di Indonesia akan kembali bertemu dengan band asal Irlandia tersebut pada 2027. The Script telah mengumumkan jadwal konser di Jakarta yang akan berlangsung pada 3 April 2027.</p>
<p>Konser Jakarta menjadi bagian dari rangkaian perjalanan The Script di Asia Tenggara. Sebelum tampil di Indonesia, mereka akan menggelar konser di Manila pada 18–20 Maret dan Singapura pada 31 Maret 2027.</p>
<p>Kehadiran The Script di kawasan Asia Tenggara ini merupakan lanjutan dari tur <em>Satellites</em> yang berlangsung pada 2025. Dalam tur tersebut, mereka tampil di sejumlah kota, termasuk Singapura, Kuala Lumpur, Manila, Jakarta, Surabaya, dan Bangkok.</p>
<p>Di Indonesia, The Script sebelumnya menggelar dua pertunjukan pada Februari 2025. Mereka tampil di ICE BSD City, Jakarta, pada 14 Februari dan Jatim Expo, Surabaya, pada 16 Februari.</p>
<p>Selain menyiapkan tur, The Script juga tengah memasuki periode baru dalam perjalanan musik mereka. Album terbaru berjudul <em>The User&#8217;s Guide to Being Human</em> dirilis pada 14 Agustus 2026.</p>
<p>Sebelum album tersebut tersedia, The Script telah lebih dulu merilis &#8220;Man in the Arena&#8221; sebagai single terbaru. Lagu itu menjadi salah satu materi yang memperkenalkan arah musik dalam album mendatang.</p>
<p><em>The User&#8217;s Guide to Being Human</em> direkam di Topanga Canyon, Los Angeles. Proses pengerjaan album dimulai setelah rangkaian tur <em>Satellites</em> selesai.</p>
<p>Vokalis Danny O&#8217;Donoghue kembali bekerja bersama Andrew Frampton, Steve Kipner, dan Jimbo Barry dalam proses penulisan lagu. Ketiganya sebelumnya pernah ikut terlibat dalam sejumlah karya The Script, seperti &#8220;Hall Of Fame&#8221;, &#8220;The Man Who Can&#8217;t Be Moved&#8221;, dan &#8220;Breakeven&#8221;.</p>
<p>Bagi Danny, menulis lagu merupakan bagian dari caranya memahami dan menyampaikan pengalaman hidup.</p>
<p>&#8220;Banyak orang mungkin tidak akan pernah benar-benar memahami hubungan saya dengan kata-kata dan musik. Begitulah cara saya memproses segala hal dalam hidup.&#8221;</p>
<p>Danny mengatakan pengalaman pribadi sejak masa sekolah hingga kehilangan orang terdekat turut memengaruhi caranya dalam menciptakan musik.</p>
<p>&#8220;Saya mencintai musik, saya mencintai kata-kata, dan saya bangga menjadi orang Irlandia. Seumur hidup saya selalu menuangkan emosi yang sulit dijelaskan ke dalam lagu. Saat saya dirundung di sekolah, saya tidak pernah melawan. Saya pulang ke rumah lalu bernyanyi sekeras dan setinggi mungkin agar rasa sakit itu mengalir melalui setiap nada. Ketika ayah saya meninggal, rasa kehilangan itu menjadi bahan bakar untuk menulis lagu-lagu terbaik yang pernah saya ciptakan.&#8221;</p>
<p>Sementara itu, judul album baru dipilih untuk menggambarkan beragam pengalaman dan emosi manusia yang menjadi bagian dari materi di dalamnya.</p>
<p>&#8220;Judul album ini menggambarkan seluruh isinya. Jika Anda membutuhkan sesuatu yang bisa mengingatkan tentang berbagai macam perasaan dan emosi yang membuat kita menjadi manusia, maka album ini adalah jawabannya.&#8221;</p>
<p>Salah satu lagu yang mendapat perhatian dalam album tersebut adalah &#8220;Man in the Arena&#8221;. Materi ini mengambil inspirasi dari pemikiran Theodore Roosevelt mengenai seseorang yang berani masuk ke dalam arena dan menghadapi tantangan secara langsung.</p>
<p>Menurut Danny, gagasan tersebut membuatnya ingin menuangkannya ke dalam sebuah lagu.</p>
<p>&#8220;Roosevelt mengatakan bahwa kehormatan bukan milik para pengkritik. Bukan milik orang-orang yang hanya duduk di sofa sambil menertawakan seseorang yang sedang berjuang, terjatuh, dan bangkit kembali di dalam arena. Kehormatan adalah milik orang yang benar-benar masuk ke arena dan wajahnya dipenuhi debu serta darah.&#8221;</p>
<p>Ia kemudian mengingat kembali reaksinya saat pertama membaca pidato tersebut.</p>
<p>&#8220;Saya ingat ketika membacanya, saya langsung berpikir: ini harus dijadikan sebuah lagu. Energi dari pidato itu luar biasa indah.&#8221;</p>
<p>Dalam perjalanan kariernya, The Script telah mencatat sejumlah pencapaian internasional. Mereka memiliki enam album yang pernah menempati posisi nomor satu di Inggris dan delapan album nomor satu di Irlandia.</p>
<p>Karya-karya The Script juga telah memperoleh lebih dari 14 miliar streaming serta penjualan lebih dari lima juta album. Untuk pertunjukan langsung, total tiket yang telah terjual sepanjang karier mereka disebut mencapai lebih dari 4,5 juta.</p>
<p>Kini, setelah merilis <em>The User&#8217;s Guide to Being Human</em>, The Script akan melanjutkan aktivitas tur ke berbagai wilayah, termasuk Asia, Inggris, Eropa, dan Australia. (BRG/Kul)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/the-script-umumkan-konser-jakarta-2027/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pernyataan Resmi Newport Usai Video Viral Pengunjung Baca Al-Qur&#8217;an di Festival Musik</title>
		<link>https://koranindopos.com/pernyataan-resmi-newport-usai-video-viral-pengunjung-baca-al-quran-di-festival-musik/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/pernyataan-resmi-newport-usai-video-viral-pengunjung-baca-al-quran-di-festival-musik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 11:38:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film dan Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Clarification]]></category>
		<category><![CDATA[Handoko Sasongko]]></category>
		<category><![CDATA[JAKARTA]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Newport]]></category>
		<category><![CDATA[The Sounds Project]]></category>
		<category><![CDATA[Video Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=125216</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta &#8211; Gelaran festival musik The Sounds Project yang berlangsung di Jakarta pada Minggu (9/8/2026) mendadak menjadi sorotan publik. Sebuah video pendek yang merekam aktivitas di booth Newport mendadak tular di berbagai platform media sosial dan memicu gelombang protes. Dalam tayangan berdurasi singkat tersebut, terlihat seorang pengunjung sedang melantunkan hafalan Surah Ad-Duha. Narasi yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta &#8211;</strong> Gelaran festival musik The Sounds Project yang berlangsung di Jakarta pada Minggu (9/8/2026) mendadak menjadi sorotan publik. Sebuah video pendek yang merekam aktivitas di booth Newport mendadak tular di berbagai platform media sosial dan memicu gelombang protes.</p>
<p>Dalam tayangan berdurasi singkat tersebut, terlihat seorang pengunjung sedang melantunkan hafalan Surah Ad-Duha. Narasi yang menyertai video itu mengklaim bahwa pengunjung yang berhasil menghafal surat Al-Qur&#8217;an akan mendapatkan hadiah berupa satu botol minuman keras secara cuma-cuma.</p>
<p>Sontak, rekaman tersebut memicu reaksi keras dari warganet di media sosial. Banyak pihak menyuarakan kekecewaan mendalam lantaran bentuk promosi tersebut dinilai sangat tidak pantas dan mencederai nilai-nilai keagamaan.</p>
<p>Menanggapi kegaduhan yang meluas, pihak manajemen Newport bergerak cepat dengan merilis pernyataan tertulis. Newport secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, serta masyarakat Indonesia atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.<br />
Pihak perusahaan menegaskan bahwa aksi di panggung tersebut sama sekali bukan bagian dari agenda resmi. Manajemen menyebutkan bahwa kegiatan itu murni aksi mendadak tanpa ada perencanaan dari panitia.</p>
<p>&#8220;Newport perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi,&#8221; tulis Direktur Newport, Handoko Sasongko dalam keterangan resminya.</p>
<p>Selain memberikan klarifikasi, pihak manajemen juga mengakui adanya celah ketatnya kontrol di area acara. Mereka sangat menyayangkan kegagalan petugas dalam mengantisipasi aksi spontan yang berujung pada polemik keagamaan tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami menyesal adanya kelemahan dalam pengawasan terhadap pengunjung yang bisa mengambil alih mic dari MC di lapangan, sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi,&#8221; tulisnya lagi.</p>
<p>Sebagai langkah konkret, pihak eksekutif perusahaan telah menjalankan investigasi internal untuk membenahi sistem kerja. Sanksi tegas telah dijatuhkan kepada pihak terkait guna memastikan kepatuhan standar kerja di area lapangan.</p>
<p>&#8220;Kejadian ini merupakan peringatan keras sekaligus bahan refleksi mendalam bagi kami untuk segera merumuskan standar operasional (strict guidelines) secara lebih ketat, dengan menempatkan aspek kehormatan terhadap nilai religi, adat istiadat, serta etika kemasyarakatan sebagai landasan. Manajemen Newport berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali di masa mendatang,&#8221; jelas Handoko.</p>
<p>&#8220;Demikian pernyataan resmi ini, sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dengan penuh kerendahan hati,&#8221; tutup Handoko. (BRG/Hend)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/pernyataan-resmi-newport-usai-video-viral-pengunjung-baca-al-quran-di-festival-musik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buntut Hoaks Isu Selingkuh, Asila Maisa dan Lesti Kejora Dipanggil Polisi Jadi Saksi Laporan Rizky Billar</title>
		<link>https://koranindopos.com/buntut-hoaks-isu-selingkuh-asila-maisa-dan-lesti-kejora-dipanggil-polisi-jadi-saksi-laporan-rizky-billar/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/buntut-hoaks-isu-selingkuh-asila-maisa-dan-lesti-kejora-dipanggil-polisi-jadi-saksi-laporan-rizky-billar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 06:18:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film dan Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Asila Maisa]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Lesti Kejora]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Metro Jaya]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky billar]]></category>
		<category><![CDATA[selebriti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=125210</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta &#8211; Kasus penyebaran berita tak benar yang menyeret nama figur publik kembali bergulir di ranah hukum. Lesti Kejora bersama Asila Maisa mendatangi Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, pada Selasa (11/8/2026). Langkah ini diambil guna menindaklanjuti laporan kepolisian yang telah dilayangkan oleh aktor Rizky Billar terhadap akun-akun media sosial tak bertanggung jawab. Kehadiran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta &#8211;</strong> Kasus penyebaran berita tak benar yang menyeret nama figur publik kembali bergulir di ranah hukum. Lesti Kejora bersama Asila Maisa mendatangi Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, pada Selasa (11/8/2026).</p>
<p>Langkah ini diambil guna menindaklanjuti laporan kepolisian yang telah dilayangkan oleh aktor Rizky Billar terhadap akun-akun media sosial tak bertanggung jawab.</p>
<p>Kehadiran kedua penyanyi tersebut terpantau persis di depan gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.50 WIB.</p>
<p>Saat tiba di lokasi, Lesti Kejora terlihat mengenakan busana gamis putih, sementara Asila Maisa mengenakan kemeja abu-abu bermotif garis.</p>
<p>Keduanya berjalan berdampingan menuju ruang penyidik dengan pengawalan dari tim kuasa hukum mereka, Sadrakh Seskoadi.<br />
Mengenai maksud dan tujuan kehadiran dua pedangdut tersebut, tim pengacara memberikan penjelasan singkat kepada media.</p>
<p>&#8220;Jadi kedatangan Lesti dan Asila untuk diperiksa sebagai saksi atas laporan Rizky Billar beberapa waktu lalu,&#8221; ucap Sadrakh Seskoadi.</p>
<p>Kasus ini bermula dari maraknya unggahan di media sosial yang memuat hoaks serta tuduhan fitnah. Akun-akun tersebut memuat narasi dugaan perselingkuhan antara Rizky Billar dan Asila Maisa.</p>
<p>Merasa nama baiknya tercemar oleh isu palsu tersebut, Rizky Billar mengambil sikap tegas dengan melaporkan pemilik akun-akun itu ke pihak berwajib.</p>
<p>Sepanjang perjalanan menuju dalam gedung, Lesti Kejora dan Asila Maisa memilih untuk membisu dan tidak memberikan komentar mengenai materi perkara.</p>
<p>Walau tidak memberikan pernyataan langsung, dukungan moral terlihat jelas dari kehadiran Rizky Billar yang ikut mendampingi Lesti selama proses pemeriksaan berlangsung.</p>
<p>Tim pengacara menegaskan bahwa rincian keterlibatan serta klarifikasi lengkap baru akan disampaikan usai sesi wawancara dengan penyidik selesai.</p>
<p>&#8220;Nanti kami jelaskan semua setelah bertemu penyidik, sekarang biarkan kami pemeriksaan dulu,&#8221; ungkap Sadrakh Seskoadi.</p>
<p>Proses pemeriksaan saksi ini diharapkan menjadi titik terang untuk mengusut tuntas para pelaku penyebar hoaks di media sosial. (BRG/Hend)</p>
<p>:</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/buntut-hoaks-isu-selingkuh-asila-maisa-dan-lesti-kejora-dipanggil-polisi-jadi-saksi-laporan-rizky-billar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Urang Bunian Diangkat ke Layar Lebar, Rendy Herpy Bawa Legenda Sumatra ke Film Horor</title>
		<link>https://koranindopos.com/urang-bunian-diangkat-ke-layar-lebar-rendy-herpy-bawa-legenda-sumatra-ke-film-horor/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/urang-bunian-diangkat-ke-layar-lebar-rendy-herpy-bawa-legenda-sumatra-ke-film-horor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 04:11:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film dan Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Dimas Aditya]]></category>
		<category><![CDATA[Naura hakim]]></category>
		<category><![CDATA[Urang Bunian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=125183</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta &#8211;  Cerita tentang Urang Bunian yang selama ini hidup dalam kepercayaan masyarakat Sumatra kini diangkat menjadi film layar lebar. Film berjudul Urang Bunian tersebut disutradarai Rendy Herpy dan diproduksi Dari Hati Film Entertainment (DHF). Film ini memperkenalkan poster dan trailer resminya dalam acara yang digelar di Apartment Signature Park Grande, Cawang, Jakarta, Senin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-pm-slice="1 1 []"><strong>Koranindopos.com, Jakarta &#8211; </strong> Cerita tentang Urang Bunian yang selama ini hidup dalam kepercayaan masyarakat Sumatra kini diangkat menjadi film layar lebar. Film berjudul <em>Urang Bunian</em> tersebut disutradarai Rendy Herpy dan diproduksi Dari Hati Film Entertainment (DHF).</p>
<p>Film ini memperkenalkan poster dan trailer resminya dalam acara yang digelar di Apartment Signature Park Grande, Cawang, Jakarta, Senin (10/8). <em>Urang Bunian</em> dijadwalkan tayang di bioskop mulai 17 September 2026.</p>
<p>Rendy mengatakan, ketertarikannya mengangkat cerita Urang Bunian tidak terlepas dari pengalaman pribadi. Sebagai orang Sumatra, ia sudah mengenal cerita tentang makhluk yang dipercaya tinggal di kawasan hutan tersebut sejak kecil.</p>
<p>Ketika mendapat kesempatan membuat film tentang urban legend, Rendy kemudian mengusulkan cerita Urang Bunian kepada pihak DHF. Ide tersebut mendapat respons positif, tetapi proses pengembangan cerita tetap diawali dengan riset.</p>
<p>“Saya tahu DHF ini suka membuat film urban legend. Jadi, pas saya tawarkan cerita ini mereka tertarik. Tapi sebelumnya kita melakukan riset dulu. Kebetulan saya orang Sumatera, jadi Urang Bunian itu sudah saya tahu, termasuk mitos-mitosnya. Saya senang membuat film ini karena seperti menjawab pertanyaan saya di masa kecil,” ungkap Rendy.</p>
<p>Dalam kepercayaan masyarakat, Urang Bunian digambarkan sebagai makhluk yang hidup di kawasan hutan dan memiliki dunia sendiri. Cerita mengenai mereka telah lama berkembang di sejumlah wilayah Sumatra dan kawasan Melayu.</p>
<p>Produser Johansyah Jumberan menyebut cerita yang dibawa Rendy kemudian dikembangkan dengan latar yang lebih dekat dengan budaya Minang. Menurutnya, cerita mengenai Urang Bunian juga dikenal di beberapa wilayah lain.</p>
<p>“Di cerita awal, Rendy datang dengan cerita dari Sumatera dan kita mengambil lebih ke Minang. Saya sendiri pernah dengar Urang Bunian yang ada dari Sarawak, Sumatera, Kalimantan. Urang Bunian ini penghuni hutan dan saya tertarik mengangkat ini,” ujar Johansyah.</p>
<p>Cerita film kemudian tidak hanya berfokus pada sosok Urang Bunian, tetapi juga mengikuti perjalanan para karakter yang berhadapan dengan kejadian-kejadian aneh.</p>
<p>Dimas Aditya menjadi salah satu pemeran utama dalam film ini. Ia memainkan karakter Teddy, seorang perwira yang tetap memiliki sisi kemanusiaan di tengah situasi yang dihadapinya.</p>
<p>Dimas mengaku banyak berdiskusi dengan Rendy untuk memahami karakter tersebut. Salah satu yang dibangun adalah hubungan Teddy dengan Kevin yang menjadi sahabatnya.</p>
<p>“Secara karakter, kita sudah berdiskusi dengan sutradara untuk mencerminkan perwira yang bertugas dan punya sisi kemanusiaan. Dia juga bersahabat dengan Kevin yang terlibat dalam perjalanan menuju perjalanan pulang dan menemukan keanehan,” jelas Dimas.</p>
<p>Poster dan trailer yang telah dirilis memberikan gambaran mengenai suasana film yang mengambil latar perjalanan dan lingkungan alam. Sejumlah kejadian misterius menjadi bagian dari perjalanan para tokohnya.</p>
<p>Dengan mengangkat cerita yang sudah dikenal dalam masyarakat ke dalam film, <em>Urang Bunian</em> mencoba memperkenalkan kembali legenda tersebut melalui cerita horor untuk penonton masa kini.</p>
<p>Film <em>Urang Bunian</em> akan tayang secara nasional di bioskop mulai 17 September 2026. (BRG/Kul)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/urang-bunian-diangkat-ke-layar-lebar-rendy-herpy-bawa-legenda-sumatra-ke-film-horor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ananta Rispo Keluar dari Zona Nyaman demi Ersya Aurelia di Film Ketok Magic</title>
		<link>https://koranindopos.com/ananta-rispo-keluar-dari-zona-nyaman-demi-ersya-aurelia-di-film-ketok-magic/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/ananta-rispo-keluar-dari-zona-nyaman-demi-ersya-aurelia-di-film-ketok-magic/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2026 05:29:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film dan Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Ananta Rispo]]></category>
		<category><![CDATA[Ersya aurelia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Film Ketok Magic]]></category>
		<category><![CDATA[Komika Jadi Aktor]]></category>
		<category><![CDATA[Konferensi Pers Ketok Magic]]></category>
		<category><![CDATA[Sinopsis Ketok Magic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=125136</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta — Komika Ananta Rispo kembali menjajal kemampuan seni perannya lewat proyek layar lebar terbaru berjudul Ketok Magic. Didapuk sebagai pemeran utama bernama Ben, Rispo harus beradu akting dengan aktris Ersya Aurelia yang berperan sebagai Resita. Kesempatan ini menjadi momen pembuktian bagi Rispo untuk menunjukkan kapasitasnya di luar koridor komedi murni. Dalam acara jumpa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta —</strong> Komika Ananta Rispo kembali menjajal kemampuan seni perannya lewat proyek layar lebar terbaru berjudul Ketok Magic. Didapuk sebagai pemeran utama bernama Ben, Rispo harus beradu akting dengan aktris Ersya Aurelia yang berperan sebagai Resita.</p>
<p>Kesempatan ini menjadi momen pembuktian bagi Rispo untuk menunjukkan kapasitasnya di luar koridor komedi murni. Dalam acara jumpa pers yang digelar di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026), Rispo membeberkan dinamika serta tantangan besar yang harus ia hadapi selama proses pembuatan film tersebut.</p>
<p>Sebagai pembawa alur cerita utama, Rispo dituntut untuk mengeksplorasi adegan-adegan dramatis dan romantis. Hal ini diakuinya menjadi pengalaman baru yang lumayan sulit, mengingat latar belakangnya yang terbiasa bersikap lepas di atas panggung.</p>
<p>&#8220;Ini pengalaman baru buat saya gitu, jadi maincast harus menjalankan cerita gitu. Saya orangnya biasanya seruntulan, ini harus disiplin ya, harus ada di trek gitu. Biasanya saya sering keluar-keluar trek. Ini harus stay sama karakternya dan ternyata menyenangkan gitu,&#8221; ujar Rispo.</p>
<p>Kehadiran jajaran komedian kawakan di lokasi syuting sempat membuat Rispo kesulitan menjaga fokus. Ia mengaku kerap kali merasa tergoda untuk melontarkan improvisasi komedi saat dituntut beradegan serius.</p>
<p>&#8220;Yang jadi masalah, ini saya main sama komedian semua nih, temen-temen ini yang lucu-lucu banget semua gitu, tiba-tiba saya harus serius sendiri gitu. Padahal di kepala saya, &#8216;Ih kalau gua giniin bisa nih barang nih.&#8217; Kadang saya ngotot, nekat, saya improv, cut gitu,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Untuk menjaga kualitas aktingnya agar tetap berada pada koridor drama romantis yang pas, Rispo menerapkan metode pendekatan skrip secara mendalam. Ia berupaya keras membatasi improvisasinya agar tidak melenceng dari karakter Ben.</p>
<p>&#8220;Metode khusus gua dibandingin film-film sebelumnya lebih serius membaca skrip aja. Lebih serius membaca skrip, ya lebih bolak-balik baca skrip biar gua tahu karakternya seperti apa, sehingga pada saat syuting, pada saat reading gua udah tahu harus ngapain, udah tahu apa yang harus gua berikan kepada director,&#8221; tutur Rispo.</p>
<p>Di sisi lain, Ersya Aurelia justru mengaku sangat menikmati proses membangun chemistry bersama Rispo. Meski sempat memicu keraguan publik terkait rekam jejak Rispo yang absurd, Ersya menilai kolaborasi mereka berjalan sangat lancar tanpa kendala berarti.</p>
<p>&#8220;Untuk membangun chemistry, mungkin ada ya satu scene di mana kita di pasar malam,&#8221; kata Ersya.</p>
<p>&#8220;Enggak sih, yang dirasa akting sama Rispo sama, sama aja selayaknya aku akting sama aktor-aktor lainnya juga. Enggak ada perasaan deg-degan. Aku justru ngerasa scene-scene kita lancar-lancar aja kayaknya, enggak ada kesulitannya gimana-gimana gitu,&#8221; tambah sang aktris.</p>
<p>Lewat peran Ben di film Ketok Magic, Rispo berharap pesan moral mengenai keutuhan persahabatan dan dukungan sosial dapat tersampaikan dengan baik kepada para penonton.</p>
<p>&#8220;Yang gua pelajari dari karakter Ben adalah sesusah-susahnya kita, seberat-beratnya apa pun hidup kita, kita jangan pernah lupa kalau masih ada orang yang sayang sama kita, kita masih punya sahabat, kita masih punya teman. Ingat kalian semua tidak sendiri,&#8221; pungkas Rispo. (BRG/Hend)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/ananta-rispo-keluar-dari-zona-nyaman-demi-ersya-aurelia-di-film-ketok-magic/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Model ke Akting, Monica Steffi Main di Sahabat Jadi Apa?</title>
		<link>https://koranindopos.com/dari-model-ke-akting-monica-steffi-main-di-sahabat-jadi-apa/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/dari-model-ke-akting-monica-steffi-main-di-sahabat-jadi-apa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2026 13:37:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film dan Musik]]></category>
		<category><![CDATA[GG see]]></category>
		<category><![CDATA[Monica Steffi]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat jadi apa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=125036</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopsos.com, Jakarta – Monica Steffi mulai memperluas langkahnya di dunia hiburan. Setelah aktif sebagai model, perempuan asal Surabaya ini kini mencoba lebih serius di bidang akting melalui serial Sahabat Jadi Apa? produksi GG See. Dalam serial tersebut, Monica berperan sebagai seorang perempuan yang kembali ke Indonesia untuk mencari kampus. Di tengah proses itu, ia bertemu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopsos.com, Jakarta –</strong> Monica Steffi mulai memperluas langkahnya di dunia hiburan. Setelah aktif sebagai model, perempuan asal Surabaya ini kini mencoba lebih serius di bidang akting melalui serial <em>Sahabat Jadi Apa?</em> produksi GG See.</p>
<p>Dalam serial tersebut, Monica berperan sebagai seorang perempuan yang kembali ke Indonesia untuk mencari kampus. Di tengah proses itu, ia bertemu dengan sahabat lamanya. Pertemuan tersebut kemudian membawa mereka ke dalam cerita tentang pertemanan dan perasaan.</p>
<p>Monica menyebut karakter yang diperankannya memiliki sifat loyal dan cukup berbeda dengan dirinya. Salah satu perbedaannya terlihat dari kepribadian karakter yang lebih ekstrovert.</p>
<p>&#8220;Karakter saya itu cewek yang cantik, punya sahabat, mungkin dia loyal dan punya banyak perbedaannya dengan saya sendiri. Monica ini lebih keren, kalau saya enggak ekstrovert banget. Jadi perbedaannya di karakternya,&#8221; kata Monica.</p>
<p><em>Sahabat Jadi Apa?</em> menjadi pengalaman syuting kedua bagi Monica. Ia sebelumnya juga pernah terlibat dalam proyek akting. Menurutnya, salah satu perbedaan yang dirasakan kali ini adalah format produksi yang membuat proses syuting memiliki tantangan tersendiri.</p>
<p>&#8220;Iya ini syuting kedua kalinya. Sebelumnya saya pernah. Perbedaannya mungkin ya pastinya di formatnya. Kalau vertikal kan dia komplit, kalau yang setuju biasanya itu ya suasana syutingnya kurang lebih sama. Mungkin lebih susah yang tidak vertikal ya karena menurut saya juga lebih panjang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Keinginan Monica untuk berakting sebenarnya sudah muncul sejak lama. Namun, ia memilih mengenal dunia entertainment lebih dulu melalui modeling. Dari sana, ia mendapat kesempatan mengikuti berbagai kegiatan dan mulai memahami lingkungan kerja di industri hiburan.</p>
<p>&#8220;Saya memang suka akting dan lain sebagainya. Jadi saya join project. Saya model, saya model runway, saya sudah banyak mengikuti event, ada internasional dan juga nasional,&#8221; tutur Monica.</p>
<p>Sebagai model runway, Monica telah mengikuti sejumlah ajang fashion show, seperti Jogja Fashion Parade 2025, Surabaya Fashion Parade 2025, Bali Fashion Tendance 2025, Jogja Fashion Parade 2026, Muslim Fashion Runway 2026 di Surabaya, Thailand Fashion Week 2026, dan Bali Fashion Parade 2026.</p>
<p>Pengalamannya juga datang dari berbagai kompetisi modeling. Monica pernah mengikuti Face of Asia Teen kategori 2025 di Korea dan Face of Indonesia Teen kategori 2025. Ia juga meraih gelar Winner SIFF Icon 2025 serta 1st Runner Up Indonesian Kids of the Year 2024.</p>
<p>Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Monica sebelum mencoba dunia akting. Ia menyadari persaingan di industri hiburan cukup ketat sehingga masih harus banyak belajar dan mengembangkan kemampuan.</p>
<p>&#8220;Tantangannya pasti banyak sekali persaingan, persaingan dari model-model, dari orang-orang yang juga ada di dunia akting. Saya juga harus mengembangkan dan belajar lebih lagi bagaimana akting itu,&#8221; katanya.</p>
<p>Monica juga mendapat dukungan dari orang tua dalam menjalani modeling dan akting. Meski begitu, ia mengaku sejak awal diarahkan untuk menjalani proses secara bertahap sebelum benar-benar masuk ke dunia akting.</p>
<p>&#8220;Saya ketika cerita orang tua saya bilang, kamu harus ada tahapannya dulu untuk mencapai di dunia akting ini karena enggak segampang itu untuk masuk ke dunia akting. Jadi saya memutuskan untuk mulai dari model dulu, bersosialisasi, bagaimana dunia entertain itu seperti apa, dan akhirnya saya baru perlahan masuk ke dunia ini,&#8221; ujar Monica.</p>
<p>Kesibukan di dunia hiburan juga harus dibagi dengan sekolah. Monica saat ini duduk di kelas 11 SMA Kristen Petra 2 Surabaya. Ia tetap berusaha menyelesaikan tugas dan belajar meski memiliki jadwal kegiatan di luar sekolah.</p>
<p>&#8220;Saya sekarang ini kelas 11 SMA, jadi pasti banyak banget tugas-tugas, ulangan yang masih numpuk. Tapi saya juga bersyukur sekolah saya ini sangat mendukung saya dalam kegiatan-kegiatan saya ini. Kalau misal hari ini saya ada kegiatan, besoknya ulangan, saya belajar,&#8221; katanya.</p>
<p>Monica berharap bisa terus menjalani modeling dan akting secara bersamaan. Baginya, kedua bidang tersebut sama-sama menarik dan ingin terus ia kembangkan.</p>
<p>&#8220;Saya pribadi suka dalam bidang model, akting juga saya suka. Jadi kalau bisa dua-duanya,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Untuk sosok yang menjadi panutan, Monica menyebut Cinta Laura. Ia mengagumi Cinta karena melihat perpaduan antara penampilan dan kecerdasan dalam diri aktris tersebut.</p>
<p>&#8220;Artis role model dan jadi inspirasi saya mungkin Cinta Laura ya. Karena Cinta Laura kan cantik, terus dia cerdas juga. Jadi saya ingin ya itu menjadi inspirasi saya,&#8221; kata Monica. (BRG/Kul)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/dari-model-ke-akting-monica-steffi-main-di-sahabat-jadi-apa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warna Warni Indonesia, Kolaborasi 8 Penyanyi Lintas Generasi untuk Rayakan Kemerdekaan</title>
		<link>https://koranindopos.com/warna-warni-indonesia-kolaborasi-8-penyanyi-lintas-generasi-untuk-rayakan-kemerdekaan/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/warna-warni-indonesia-kolaborasi-8-penyanyi-lintas-generasi-untuk-rayakan-kemerdekaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2026 09:57:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film dan Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Fryda Lucyana]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI ke 81]]></category>
		<category><![CDATA[Lidya Lau]]></category>
		<category><![CDATA[Marcos Tjung]]></category>
		<category><![CDATA[Musik indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sarwana]]></category>
		<category><![CDATA[video klip terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Warna Warni Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=125026</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta &#8211; Sineas dan produser Marcos Tjung sukses menuntaskan tantangan besar dalam menggarap video klip lagu terbaru bertajuk Warna Warni Indonesia. Proyek musik yang menggandeng delapan penyanyi ternama tanah air ini berhasil dirampungkan dalam kurun waktu kurang dari satu hari penuh. Proses produksi kilat ini terpaksa diambil demi menyiasati padatnya jadwal para pengisi suara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta &#8211;</strong> Sineas dan produser Marcos Tjung sukses menuntaskan tantangan besar dalam menggarap video klip lagu terbaru bertajuk Warna Warni Indonesia. Proyek musik yang menggandeng delapan penyanyi ternama tanah air ini berhasil dirampungkan dalam kurun waktu kurang dari satu hari penuh.</p>
<p>Proses produksi kilat ini terpaksa diambil demi menyiasati padatnya jadwal para pengisi suara yang terlibat, yaitu Sarwana, Feline Xiao, Lidya Lau, Ari Sanjaya, Bemby Noor, Fryda Lucyana, Dea Mirella, serta Tessa Mariska.</p>
<p>Marcos mengungkapkan bahwa mengumpulkan delapan figur publik sekaligus dalam satu jadwal syuting merupakan sebuah tantangan yang sangat mustahil jika dilakukan dalam durasi panjang. Oleh karena itu, ia mengambil langkah berani untuk menyelesaikan seluruh proses rekaman hingga pengambilan gambar video klip pada hari yang sama.</p>
<p>&#8220;Aku coba hari itu saja, benar-benar dari rekaman hari itu juga, syuting hari itu juga. Karena ngumpulin mereka itu yang nggak mungkin,” ujar Marcos saat ditemui di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).</p>
<p>Keterbatasan durasi pengerjaan menuntut sang sutradara untuk merancang strategi visual yang efisien tanpa mengorbankan kualitas akhir karya tersebut. Marcos harus mengolah konsep sederhana agar pesan mendalam dari lagu tetap tersampaikan secara optimal kepada para penikmat musik Indonesia.</p>
<p>Meski diterpa kendala waktu, semangat kolaborasi dari para penyanyi lintas generasi ini menjadi kunci utama yang menyempurnakan hasil akhir video musik. Kerja keras seluruh tim terbayar tuntas dengan sajian visual yang tetap memikat dan sarat makna.</p>
<p>“Konsepnya terbatas, tapi kita bikin hal yang luar biasa. Itu PR banget. Tapi orang-orang ini luar biasa. Hasilnya kita maksimalkan,” tuturnya.</p>
<p>Karya musik Warna Warni Indonesia ini disiapkan khusus untuk menyambut momen bersejarah Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Kendati demikian, muatan narasi di dalam lagu ini memiliki daya jangkau yang jauh lebih luas dari sekadar perayaan rutin setiap tanggal 17 Agustus.</p>
<p>Penyanyi senior Fryda Lucyana menilai bahwa perpaduan musisi dari berbagai rentang usia dalam proyek ini merupakan gambaran nyata dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Kehadiran ragam karakter vokal justru semakin memperkokoh harmoni persatuan yang ingin disampaikan kepada publik.</p>
<p>“Kita dari generasi berbeda merepresentasikan keberagaman. Dengan segala perbedaan yang ada,kita tetap menjadi Indonesia yang satu. Ini lagu bukan hanya untuk 17 Agustus, tapi bisa diputar setiap hari untuk membangkitkan semangat agar tidak mudah terpecah belah. Kita harus selalu ingat itu,” kata Fryda.</p>
<p>Rasa kagum atas kelancaran proses syuting yang serba cepat ini juga diutarakannya oleh personel grup vokal Warna, Sarwana. Ia mengaku takjub melihat dedikasi seluruh rekan sejawatnya yang mampu menyelaraskan perbedaan jadwal serta karakter dalam waktu singkat.</p>
<p>Kerja sama yang solid di antara para pengisi acara menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dapat menyatukan berbagai perbedaan. Hasil produksi yang sejalan dengan ekspektasi ini membuktikan profesionalisme tinggi dari setiap elemen yang terlibat dalam pengerjaan video klip.</p>
<p>“Kita ngerjain sehari bahkan nggak ada, loh. Hebat banget,” tutur Sarwana.</p>
<p>Harapan besar turut disematkan oleh penyanyi muda Lidya Lau terhadap peluncuran karya kolaboratif ini. Ia menginginkan agar tembang Warna Warni Indonesia tidak sekadar menjadi hiburan telinga semata, melainkan mampu menanamkan nilai-nilai toleransi secara mendalam.</p>
<p>Lidya menaruh perhatian khusus pada generasi muda agar terus menjaga semangat persatuan di tengah era modernisasi. Lewat alunan nada dan pesan liriknya, lagu ini diharapkan bisa terus bergaung sebagai pengingat akan pentingnya saling menghargai keberagaman di tanah air.</p>
<p>“Dari lagu ini aku merasa, semoga bisa menumbuhkan jiwa keberagaman untuk semuanya, terutama generasi milenial ke bawah,” pungkas Lidya. (BRG/Hend)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/warna-warni-indonesia-kolaborasi-8-penyanyi-lintas-generasi-untuk-rayakan-kemerdekaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Tayang di IMAX, Jerome Kurnia Antusias Sambut Pengalaman Baru</title>
		<link>https://koranindopos.com/kuasa-gelap-perjanjian-darah-tayang-di-imax-jerome-kurnia-antusias-sambut-pengalaman-baru/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/kuasa-gelap-perjanjian-darah-tayang-di-imax-jerome-kurnia-antusias-sambut-pengalaman-baru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 23:19:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film dan Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Kuasa Gelap: Perjanjian Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Lukman sardi]]></category>
		<category><![CDATA[paragon pictures]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=125012</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta &#8211; Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment memastikan Kuasa Gelap: Perjanjian Darah akan hadir di bioskop mulai 8 Oktober 2026. Sekuel film Kuasa Gelap (2024) itu menjadi salah satu film Indonesia yang akan tayang dalam format IMAX, menghadirkan pengalaman menonton dengan layar lebih besar dan tata suara yang lebih imersif. Bagi Jerome Kurnia, kabar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta &#8211;</strong> Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment memastikan Kuasa Gelap: Perjanjian Darah akan hadir di bioskop mulai 8 Oktober 2026. Sekuel film Kuasa Gelap (2024) itu menjadi salah satu film Indonesia yang akan tayang dalam format IMAX, menghadirkan pengalaman menonton dengan layar lebih besar dan tata suara yang lebih imersif.</p>
<p>Bagi Jerome Kurnia, kabar tersebut menjadi hal yang membanggakan. Aktor yang kembali memerankan Romo Thomas itu mengaku antusias karena menurutnya semakin banyak film Indonesia yang mendapat kesempatan tayang di layar IMAX.</p>
<p>&#8220;Sangat-sangat excited karena juga belakangan ini mungkin bisa dibilang sebuah berkah IMAX itu lagi di-hype banget sama layar-layar jadi alangkah baiknya kita bisa melihat produk negeri sendiri di layar yang sebesar ini,&#8221; kata Jerome Kurnia di Jakarta, Jumat (7/8/2026).</p>
<p>Di film ini, Jerome tidak hanya kembali menjadi pemeran utama, tetapi juga menjalani debut sebagai produser eksekutif. Ia mengatakan karakter Romo Thomas masih memiliki kepribadian yang sama seperti pada film pertama. Bedanya, kini tokoh tersebut harus menghadapi persoalan yang lebih besar.</p>
<p>&#8220;Kalau di Kuasa Gelap sebelumnya kita bisa melihat di mana Romo Thomas ada permasalahan dengan imannya, dan justru di situ dia menemukan imannya kembali dan dia sudah tahu apa yang dia mau lakukan dalam hidupnya, which is menjadi seorang exorcism, eh exorcist pastor,&#8221; ujar Jerome.</p>
<p>Sementara itu, produser sekaligus penulis Robert Ronny mengatakan sekuel ini memang disiapkan dengan skala yang lebih besar dibanding pendahulunya, mulai dari cerita, lokasi, hingga ancaman yang dihadapi para tokohnya.</p>
<p>&#8220;Sejak awal, kami merancang Perjanjian Darah dengan skala yang jauh lebih besar, baik dari sisi dunia cerita, lokasi, maupun ancamannya. Format IMAX menjadi semacam stamp of approval bahwa film ini besar dari segi production value, skala, dan kualitas, karena IMAX punya standar internasional dan tidak semua film layak tayang di sana. Bagi kami, ini jaminan bahwa Kuasa Gelap: Perjanjian Darah layak ditonton di bioskop,&#8221; ujar Robert Ronny.</p>
<p>Produser eksekutif Andi Boediman menambahkan bahwa film ini tidak hanya mengangkat kisah horor, tetapi juga menyoroti dampak dari pilihan yang dibuat lintas generasi.</p>
<p>&#8220;Kami tidak membuat film tentang ketakutan. Kami membuat film tentang sesuatu yang lebih berat dari ketakutan, pilihan yang dibuat oleh satu generasi, dan yang harus dibayar oleh generasi berikutnya,&#8221; kata Andi Boediman.</p>
<p>Selain Jerome Kurnia dan Lukman Sardi yang kembali memerankan Romo Thomas dan Romo Rendra, film garapan Rizal Mantovani ini juga dibintangi Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.</p>
<p>Rizal Mantovani mengatakan Kuasa Gelap: Perjanjian Dara<strong>h</strong> tidak hanya menghadirkan teror yang lebih intens, tetapi juga menawarkan sisi emosional yang lebih kuat sehingga penonton dapat merasakan pengalaman sinematik yang berbeda saat menyaksikannya di bioskop. (BRG/Kul)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/kuasa-gelap-perjanjian-darah-tayang-di-imax-jerome-kurnia-antusias-sambut-pengalaman-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
