Koranindopos.com – JAKARTA – Harga emas diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan awal pekan setelah muncul sejumlah sinyal teknikal yang menunjukkan berakhirnya tekanan jual dalam jangka pendek. Meski tren jangka menengah masih cenderung bearish, pergerakan harga mulai memperlihatkan potensi pembalikan arah yang didukung oleh meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai kombinasi faktor teknikal dan fundamental memberikan peluang bagi emas untuk menguji level resistance penting apabila momentum beli terus berlanjut.
Menurutnya, salah satu sinyal utama yang menjadi perhatian adalah terbentuknya pola Double Bottom, yang selama ini dikenal sebagai pola pembalikan tren dari bearish menuju bullish. Pola tersebut muncul setelah harga gagal menembus area support kedua di kisaran 3.959, mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai melemah.
“Terbentuknya Double Bottom menunjukkan buyer mulai kembali memasuki pasar dan berupaya mengubah arah pergerakan harga,” ujar Geraldo dalam analisisnya.
Selain itu, Dupoin Futures juga mencermati kemunculan pola Bullish Engulfing setelah harga memantul dari area support. Pola candlestick ini menunjukkan dominasi pembeli mulai mengambil alih pasar setelah sebelumnya dikuasai aksi jual.
Kombinasi kedua pola tersebut dinilai menjadi sinyal teknikal yang cukup kuat untuk mendukung potensi kenaikan harga emas dalam jangka pendek.
Setelah membentuk pola pembalikan arah, harga emas juga berhasil melakukan retest terhadap area support dan menciptakan swing low baru di level 3.982. Keberhasilan mempertahankan level tersebut menjadi konfirmasi tambahan bahwa tekanan beli masih cukup solid.
Selama harga tetap bergerak di atas area tersebut, struktur kenaikan diperkirakan masih terjaga sehingga peluang menuju resistance berikutnya tetap terbuka.
Dalam proyeksinya, Dupoin Futures menempatkan level 4.049 sebagai target kenaikan pertama. Apabila resistance tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume transaksi yang meningkat, maka harga emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 4.081.
Kedua level tersebut menjadi area penting yang akan menentukan apakah momentum bullish mampu berlanjut dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.
Dari sisi indikator teknikal, Dupoin Futures juga menyoroti pergerakan Stochastic Oscillator yang masih bergerak naik menuju area overbought.
Meski mulai memasuki zona jenuh beli, hingga saat ini belum terlihat adanya sinyal divergensi maupun pelemahan yang mengindikasikan pembalikan arah.
Kondisi tersebut menunjukkan momentum bullish masih relatif kuat sehingga peluang kenaikan harga emas masih lebih dominan selama support utama tetap bertahan.
Selain analisis teknikal, faktor fundamental juga dinilai terus memberikan dukungan terhadap harga emas.
Ketidakpastian ekonomi global membuat investor masih menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai utama. Dalam kondisi pasar yang dibayangi perlambatan ekonomi maupun tingginya volatilitas, permintaan terhadap aset safe haven cenderung meningkat.
Sentimen positif lainnya datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi konflik pasca serangan Amerika Serikat terhadap Iran kembali mendorong investor mengalihkan sebagian portofolionya ke aset yang dinilai lebih aman.
Situasi tersebut menjadi katalis tambahan bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Dupoin Futures juga menilai arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat masih menjadi faktor penting yang akan memengaruhi pergerakan emas.
Apabila Federal Reserve mulai memberikan sinyal kebijakan yang lebih akomodatif, maka tekanan terhadap imbal hasil obligasi pemerintah AS berpotensi meningkat dan penguatan dolar AS menjadi lebih terbatas. Kondisi tersebut umumnya menguntungkan bagi harga emas.
Namun demikian, investor tetap diminta mewaspadai berbagai rilis data ekonomi Amerika Serikat dalam waktu dekat.
Data yang menunjukkan perlambatan ekonomi dapat memperbesar peluang pelonggaran kebijakan moneter sehingga menopang kenaikan emas. Sebaliknya, apabila data ekonomi lebih kuat dari perkiraan, dolar AS berpotensi kembali menguat dan membatasi ruang kenaikan logam mulia tersebut.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures memandang prospek harga emas masih positif dalam jangka pendek.
Kombinasi pola Double Bottom, Bullish Engulfing, pembentukan swing low, serta dukungan sentimen fundamental dari tingginya permintaan aset safe haven memberikan peluang bagi harga emas untuk melanjutkan penguatan menuju area 4.049 hingga 4.081.
Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan menerapkan manajemen risiko yang disiplin serta terus memantau perkembangan data ekonomi global dan dinamika geopolitik yang dapat mengubah sentimen pasar secara cepat.(Dhil)










