koranindopos.com – KULON PROGO. Suasana Minggu pagi (4/1/2026) di Kabupaten Kulon Progo yang biasanya ramai oleh aktivitas warga tampak berbeda. Ratusan aparatur sipil negara (ASN), tokoh masyarakat, dan warga berkumpul mengikuti kegiatan “Jalan Sehat Kerukunan & Senam Ceria” dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama.
Menjelang dimulainya acara, suasana yang semula riuh mendadak berubah hening. Seluruh peserta menundukkan kepala dalam sebuah hening doa lintas agama yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo. Dalam momen tersebut, tidak ada sekat mayoritas maupun minoritas. Semua elemen masyarakat berdoa menurut keyakinan masing-masing.
Wakil Menteri Agama RI, Romo H.R. Muhammad Syafi’i, tampak duduk di barisan depan bersama Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo. Ketiganya mengikuti doa dengan penuh kekhusyukan bersama para peserta lainnya.
Hening doa lintas agama ini bukan sekadar rangkaian seremoni. Momen tersebut menjadi simbol kuat komitmen Kementerian Agama dalam menjaga sendi-sendi kehidupan berbangsa, khususnya nilai toleransi dan kerukunan umat beragama. Di tengah suasana perayaan yang santai dan penuh kegembiraan, nilai spiritualitas tetap ditempatkan sebagai fondasi utama.
Dalam sambutannya usai doa bersama, Romo Syafi’i menegaskan bahwa upaya merawat kerukunan tidak selalu harus dilakukan melalui forum resmi atau dialog formal. Menurutnya, aksi-aksi sederhana yang dilakukan bersama di ruang terbuka justru dapat menjadi sarana efektif memperkuat persaudaraan.
“Ritual kebersamaan seperti ini adalah wujud nyata bahwa kerukunan bisa dirawat dengan cara yang membumi, sederhana, dan penuh makna,” ujarnya.
Doa lintas agama di awal kegiatan juga menjadi pesan kuat bahwa Kementerian Agama adalah rumah bagi seluruh umat. Rumah yang berkomitmen merawat harmoni demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Setelah doa, bendera start dikibarkan dan para peserta mulai melangkah mengikuti jalan sehat dengan senyum dan semangat. Tak hanya membawa tekad hidup sehat, para peserta juga membawa pulang kenangan tentang indahnya kebersamaan dalam doa lintas iman—sebuah potret nyata toleransi dan keramahan dari Kulon Progo untuk Indonesia. (hai)










