Koranindopos.com, Jakarta – Semangat baru di kalangan generasi muda lintas gereja di Tanah Air kini tengah bergelora lewat kepemimpinan anyar. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Generasi Muda Pembaharu Indonesia secara resmi menunjuk politisi muda Senayan, Hillary Brigitta Lasut, sebagai Ketua Panitia Natal Nasional GEMPAR 2026. Penunjukan figur inspiratif ini diharapkan mampu menghadirkan pendekatan yang segar dan inklusif dalam menyatukan pemuda dari berbagai daerah.
Perayaan keagamaan berskala nasional ini dirancang untuk menyatukan belasan ribu pemuda Kristen dan Katolik dari seluruh penjuru nusantara. Sebagai wilayah dengan mayoritas penduduk beragama Kristen di Indonesia di mana data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat populasi umat Kristiani di Sulawesi Utara mencapai lebih dari 63 persen daerah ini menjadi lokasi yang sangat representatif untuk mempererat persaudaraan antarumat.
Memegang tanggung jawab penuh dalam merancang agenda akbar tersebut, wakil rakyat berusia 28 tahun yang sukses meraih suara terbanyak di dapil Sulawesi Utara ini bergerak cepat. Demi meluaskan jangkauan dan gaung kepedulian sosial, susunan kepanitiaan sengaja dirancang modern dengan melibatkan jajaran tokoh pemuda, figur publik, hingga para kreator konten digital.
Langkah ini diambil mengingat perayaan tahun ini dibuat berbeda dengan memadukan unsur ibadah dan penanganan masalah kemasyarakatan. Agenda tersebut dikemas bukan sekadar seremoni ritual belaka, melainkan sebuah aksi nyata yang langsung menyentuh akar rumput. Panitia menyiapkan deretan program sosial masif, seperti bedah rumah, pembagian paket sembako, penyaluran kado Natal untuk anak-anak, hingga nikah massal di Kota Manado dan Langowan.
Inisiatif nikah massal ini menjadi salah satu fokus utama untuk membantu pasangan mendapatkan kepastian legalitas hukum serta keagamaan. Mengenai target kehadiran massa yang sangat besar dalam gelaran perayaan keagamaan tersebut, panitia pelaksana telah menetapkan estimasi jumlah peserta yang akan memadati lokasi acara.
“Baik, terima kasih. Jadi untuk target peserta, kita setidak-tidaknya minimal 15.000 ya yang hadir untuk acara Natalnya,” ucap Hillary Brigitta Lasut saat ditemui di Hotel Mercure, PIK, Jakarta Utara, Jumat (11/9/3026).
“Fun fact, kita akan merangkaikan dengan kegiatan kawin massal,” tambahnya.
Keputusan merubah orientasi acara menjadi gerakan kepedulian sosial didasari oleh keprihatinan atas rentetan musibah alam di Tanah Air, termasuk kebakaran hutan yang melanda Kepulauan Sangihe. Melalui momentum perayaan ini, wadah kepemudaan nasional tersebut siap menggalang donasi kebencanaan serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanjatkan doa bersama demi keselamatan bangsa.
“Indonesia saat ini membutuhkan persatuan. Umat, jemaat, masyarakat itu bersatu ketika kita memanjatkan doa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.
Pemilihan Bumi Nyiur Melambai sebagai episentrum kegiatan memiliki latar belakang historis dan emosional yang mendalam bagi kepemudaan. Selain dikenal sebagai salah satu daerah dengan indeks kerukunan umat beragama tertinggi di Indonesia, kawasan ini juga menyimpan nilai sejarah penting karena merupakan tanah leluhur dari Presiden terpilih Prabowo Subianto.
“Kita juga menyampaikan bahwa kita akan mengadakan Natal Nasional GEMPAR 2026, yang akan diadakan di Sulawesi Utara, yang ketua panitianya adalah Sis Hillary Lasut,” jelas Yohanes.
“Teman-teman muda di Sulawesi Utara, ayo terlibat semua dan pastikan hadir nanti di Natal Nasional GEMPAR,” serunya.
Ajang kolaborasi ini diharapkan menjadi bukti nyata peran pemuda dalam mengikis sekat perbedaan dan merawat keberagaman Indonesia. Melalui kepemimpinan Hillary Brigitta Lasut, perayaan Natal Nasional GEMPAR 2026 siap menjadi tolok ukur baru bagi gerakan sosial kepemudaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.(RIS/Hend)










