Koranindopos.com – JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada perdagangan Jumat (9/10/2026), setelah sempat dibuka menguat pada awal sesi. Pelemahan tersebut membuat indeks saham domestik nyaris meninggalkan level psikologis 6.000.
Berdasarkan data RTI Business, IHSG sempat menguat 0,23% ke level 6.044,86 pada awal perdagangan. Namun, penguatan itu tidak bertahan lama. Sekitar pukul 09.13 WIB, IHSG berbalik turun 0,49% ke level 6.001,71.
Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (8/10/2026), IHSG ditutup di level 6.031,28. Pergerakan pada awal perdagangan Jumat menunjukkan tekanan jual yang masih membayangi pasar saham Indonesia.
Aktivitas perdagangan pada awal sesi mencatat volume transaksi mencapai 6,06 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 1,09 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 196.328 kali.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 168 saham menguat, sementara 398 saham melemah dan 163 saham bergerak stagnan.
Meski IHSG berada di zona merah, indeks LQ45 justru tercatat menguat 0,11% ke level 594,286 pada pagi hari tersebut.
Dominasi saham yang melemah menunjukkan tekanan yang cukup luas di pasar pada awal perdagangan, meskipun sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan.
Tekanan terhadap IHSG juga terlihat dari kinerja indeks dalam beberapa periode terakhir. Sepanjang satu bulan terakhir, IHSG tercatat melemah 8,12%.
Sementara itu, sejak awal tahun hingga perdagangan Jumat (9/10/2026), indeks saham telah terkoreksi hingga 30,49%.
Kinerja tersebut mencerminkan besarnya tekanan yang dihadapi pasar saham domestik sepanjang 2026. Meski demikian, arah pergerakan selanjutnya masih akan bergantung pada dinamika transaksi dan sentimen pasar.
Tekanan di pasar saham juga diwarnai aksi jual bersih investor asing atau net foreign sell. Pada perdagangan Kamis (8/10/2026), investor asing mencatatkan penjualan bersih saham sebesar Rp 867,27 miliar.
Secara kumulatif sepanjang 2026, nilai net foreign sell di pasar modal Indonesia mencapai Rp 85,03 triliun.
Arus dana asing tersebut menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pelaku pasar dalam mencermati pergerakan IHSG. Di tengah tekanan yang terjadi, investor akan mencermati perkembangan transaksi saham dan sentimen pasar untuk melihat arah indeks pada perdagangan berikutnya.(Dhil/dtk)




