Koranindopos.com – Jakarta. Picky eater merupakan fase yang hampir pasti terjadi pada anak-anak di masa perkembangannya. Meski fase ini terbilang normal, sebagian orangtua mengeluhkan kondisi dimana anak-anak mereka mengkonsumsi makanan atau minuman yang itu-itu saja.
Namun begitu, jika dibiarkan akan picky eater beresiko membuat anak tersebut kekurangan gizi dan menggangu tumbuh kembang anak. Hal itu memungkinkan si anak mengalami stunting.
Melihat hal tersebut, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok, Elly Farida dalam wawancara tentang Perempuan Berantas Stunting dengan MNC Trijaya, menyadari hal tersebut menjadi masalah sebagian orangtua termasuk ibu-ibu PKK Kota Depok.
“orangtua sebaiknya mencari tahu literatur mengenai hal itu sehingga memiliki pengetahuan yang diharapkan menjadi solusi,” ujar Elly Farida.
“Contohnya, buatlah kegiatan makan jadi menyenangkan. Sajikan makanan dengan warna-warna cerah atau potong makanan menjadi bentuk-bentuk tertentu menggunakan cetakkan,” sambungnya.

Masalah baru dirasakan orangtua di bulan Suci Ramadan, yaitu sulitnya anak-anak dibangunkan untuk Sahur. Istri Wali Kota Depok Mohammad Idris itu memberikan tips.
“Itu harus dimulai dengan dialog. Ayo, kakak, adik, menu apa yang harus mama sajikan (untuk santap sahur),” paparnya.
Dalam kesempatan itu, Farida juga menyampaikan kabar gembira atas penurunan angka stunting di Depok.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, prevalensi stunting di Kota Depok, Jawa Barat sebesar 12,6 persen.
“Depok paling tinggi (di Jawa Barat) dengan capaian penurunan prevalensi stunting. Kami bergerak melalui berbagai kegiatan menggandeng bapak camat, lurah dan CSR yang ada untuk mengedukasi dan memberi pembekalan keterampilan memasak makanan bergizi dan sebagainya. Kemudian memberi bantuan sembako untuk keluarga prasejahtera,” pungkas Farida.







