koranindopos.com – Jakarta. PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro selaku pengelola kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) menegaskan bahwa sistem ticketing Teater Bintang Planetarium Jakarta telah dirancang secara terintegrasi, transparan, dan berbasis kuota untuk mencegah praktik percaloan maupun penipuan.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul tingginya antusiasme masyarakat terhadap pertunjukan Planetarium Jakarta serta berbagai aspirasi yang berkembang di ruang publik dan media sosial.
Head of SBU Taman Ismail Marzuki Jakpro, Anya A Christiana, menjelaskan penjualan tiket saat ini dilakukan melalui dua skema resmi, yakni pembelian daring melalui platform Loket.com dan pembelian langsung (on the spot) di lokasi. Masing-masing skema mendapatkan kuota 50 persen dari total kapasitas setiap jadwal pertunjukan.
“Seluruh mekanisme ticketing telah kami atur secara ketat berbasis kuota. Tidak ada penambahan kapasitas di luar tiket yang tersedia, sehingga pengunjung yang memiliki tiket dapat menyaksikan pertunjukan dengan aman dan nyaman,” ujar Anya, Jumat (2/1).
Ia menegaskan, Loket.com merupakan satu-satunya platform resmi penjualan tiket secara daring. Sementara pembelian langsung hanya dapat dilakukan melalui loket resmi yang berada di area Drop Off Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki.
“Sistem ini kami bangun untuk mencegah praktik calo, penipuan, maupun dugaan keterlibatan oknum tidak bertanggung jawab. Jakpro tidak bekerja sama dengan pihak ketiga, perorangan, atau kanal tidak resmi dalam pendistribusian tiket,” katanya.
Anya menambahkan, Jakpro tidak akan segan mengambil tindakan tegas, termasuk pembatalan tiket secara sepihak, apabila ditemukan indikasi transaksi yang melanggar ketentuan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk hanya membeli tiket melalui kanal resmi. Setiap pelanggaran terhadap sistem yang berlaku akan kami tindak sesuai ketentuan,” tegasnya.
Di sisi lain, Jakpro mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga Planetarium Jakarta dan kawasan TIM sebagai ruang publik serta pusat edukasi yang inklusif, aman, dan nyaman. Saat ini Planetarium Jakarta hadir dengan konsep baru berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk mendukung interaksi edukatif dengan pengunjung.
Menurut Anya, transformasi tersebut merupakan bagian dari upaya revitalisasi TIM sebagai ekosistem seni, budaya, dan pengetahuan yang modern dan terbuka bagi publik.
“Upaya perbaikan sistem dan layanan akan terus kami lakukan agar Planetarium Jakarta dapat menjadi ruang edukasi dan rekreasi yang aman, nyaman, serta dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya dalam menjaga tata kelola ticketing Planetarium Jakarta agar tetap bersih dan akuntabel. Ia memutuskan penerapan skema 50 persen penjualan online dan 50 persen penjualan on the spot setelah mendengar langsung keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh tiket daring.
“Saya sudah pesan, wanti-wanti, enggak boleh ada calo,” tandas Pramono.
Untuk informasi terbaru mengenai jadwal pertunjukan dan pembelian tiket Teater Bintang Planetarium, masyarakat diimbau mengikuti akun media sosial resmi Taman Ismail Marzuki (@tim.cikini) serta kanal resmi Jakpro. (dni)










