Koranindopos.com, JAKARTA – Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Iqbal Shoffan Shofwan mengakui rasio kewirausahaan Indonesia tertinggal dengan negara-negara di Asia Tenggara. Hal tersebut dia sampaikan saat sambutan di Gelaran International Franchise, License and Business Concept (IFRA) Business Expo 2026 di Hall 7 ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten pada Jumat (28/8/2026).
“Malaysia sudah berada di angka 4,8 persen, Thailand di kisaran 4,8-5 persen, bahkan Singapura sudah mencapai 8 hingga 12 persen. Sementara rasio kewirausahaan kita baru di angka 3,29 persen. Target kami adalah mencapai 10 persen pada 2045, dan salah satu upayanya adalah lewat pameran-pameran seperti IFRA yang konsisten mendorong minat berwirausaha,” ujar Iqbal.
Untuk diketahui, gelaran IFRA Business Expo 2026 menghadirkan 250 brand yang sudah dikenal masyarakat luas. Di antaranya; Alfamart, Alfamidi, Guardian, Apotek K-24, dan Sour Sally. Melalui ajang tersebut, para industri waralaba membuka peluang kemitraan bagi masyarakat awam untuk mulai berwirausaha dan membuka lapangan pekerjaan.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar mengatakan bahwa peluang mengembangkan usaha menjadi waralaba sebenarnya sudah banyak tumbuh di berbagai daerah, hanya saja belum semuanya menyadari potensinya. “Banyak usaha di daerah yang sudah berjalan lebih dari 5 tahun dan sudah punya kepercayaan dari masyarakat sekitarnya. Usaha-usaha seperti inilah yang sebenarnya punya potensi besar untuk dikembangkan menjadi bisnis waralaba, asal dikelola dengan standar dan sistem yang jelas,” ujar Anang.
Hadirkan Talkshow Edukatif dan Inspiratif Untuk Berbagai Kalangan
IFRA Business Expo 2026 menghadirkan Business Talkshow bersama Womanpreneur Community bertajuk “Dari Potensi Lokal Menjadi Dampak Global: Kisah Womanpreneur dan SGDs”. Sesi itu menghadirkan Shelly dari Womenpreneur Community, yang berbagi pandangan mengenai bagaimana pelaku usaha perempuan berbasis potensi lokal mampu memberikan dampak yang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), dilanjutkan dengan penganugerahan Indonesia Business Opportunity Marketing Awards (IBOMA) 2026 dari Majalah Franchise Indonesia yang mengapresiasi para pelaku bisnis franchise berprestasi. (rls/mmr)










