koranindopos.com – Jakarta. Situasi mencekam terjadi di Kampung Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nyunyai, Kabupaten Lampung Tengah, pada Minggu (18/5/2025). Tiga unit rumah beserta sejumlah kendaraan hangus dibakar massa setelah seorang warga bernama Suryadi (50) tewas ditusuk dalam sebuah insiden berdarah yang memicu amarah warga.
Korban diketahui ditusuk oleh pelaku berinisial Dewo (43), yang disebut-sebut masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Lurah Gunung Agung. Peristiwa ini sontak menyulut kemarahan warga yang kemudian menyerbu rumah keluarga besar lurah, dan membakar sejumlah properti milik mereka.
Kapolsek Terusan Nyunyai, Iptu Daniel, menjelaskan bahwa insiden bermula dari pertengkaran antara korban dan pelaku yang terjadi di pasar. “Berawal dari kejadian pagi hari, pertengkaran terjadi di pasar. Satu orang kena tusuk dan meninggal dunia. Kejadiannya masih satu kampung,” jelas Daniel saat ditemui di lokasi kejadian.
Setelah informasi tentang kematian Suryadi tersebar, ratusan warga mulai berdatangan ke rumah keluarga pelaku. Situasi yang semula tegang berubah menjadi anarkis ketika massa mulai melempari rumah, lalu membakarnya. Tiga rumah, termasuk milik keluarga lurah, ludes dilahap api. Beberapa kendaraan juga turut dibakar hingga hanya menyisakan rangka.
Untuk mengendalikan situasi, aparat gabungan dari Polres Lampung Tengah dan TNI dikerahkan ke lokasi. Petugas sempat kewalahan membubarkan massa yang emosi, namun akhirnya berhasil mengamankan keadaan menjelang malam hari.
“Situasi sudah kami kendalikan, aparat sudah disiagakan. Kami imbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri,” ujar Daniel. Ia menegaskan bahwa pelaku sudah diamankan dan akan menjalani proses hukum lebih lanjut.
Pihak kepolisian juga meminta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat untuk turut membantu meredam amarah warga dan menjaga suasana kondusif. Sementara itu, korban pembunuhan telah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan, dan keluarga menyatakan berharap keadilan ditegakkan secara hukum.
Kerugian akibat kerusuhan ini masih dalam pendataan, namun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Tidak ada korban jiwa dari aksi pembakaran tersebut, namun trauma mendalam dialami oleh warga sekitar, terutama keluarga yang rumahnya habis terbakar.(dhil)








