<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kesehatan &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Sep 2026 07:12:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>Kesehatan &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BGN Temukan Telur MBG di Batang Diolah Sejak Malam, Baru Dipanaskan Dini Hari</title>
		<link>https://koranindopos.com/bgn-temukan-telur-mbg-di-batang-diolah-sejak-malam-baru-dipanaskan-dini-hari/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/bgn-temukan-telur-mbg-di-batang-diolah-sejak-malam-baru-dipanaskan-dini-hari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 07:12:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=128120</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap sejumlah temuan dalam pemeriksaan awal kasus gangguan kesehatan yang dialami ratusan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Salah satu temuan tersebut berkaitan dengan proses pengolahan telur yang menjadi bagian dari menu MBG. BGN menemukan telur telah diolah sejak pukul 19.30 WIB, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; JAKARTA</strong> – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap sejumlah temuan dalam pemeriksaan awal kasus gangguan kesehatan yang dialami ratusan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.</p>
<p>Salah satu temuan tersebut berkaitan dengan proses pengolahan telur yang menjadi bagian dari menu MBG. BGN menemukan telur telah diolah sejak pukul 19.30 WIB, kemudian baru dipanaskan kembali pada pukul 02.30 WIB.</p>
<p>Temuan tersebut dinilai sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku dalam penyelenggaraan MBG. Hal itu ditemukan saat pemeriksaan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bawang.</p>
<p>Selain persoalan pengolahan telur, BGN juga menemukan kondisi kebersihan di sejumlah bagian SPPG yang perlu mendapat perhatian. Namun, BGN belum menyimpulkan bahwa temuan-temuan tersebut menjadi penyebab gangguan kesehatan yang dialami penerima manfaat.</p>
<p>Sebagai langkah awal, BGN menghentikan sementara operasional SPPG Bawang dengan kategori suspend berat. Kepala SPPG tersebut juga dicopot dari jabatannya.</p>
<p>Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan terdapat sejumlah pelanggaran SOP yang ditemukan dalam pemeriksaan. Selain persoalan pengolahan makanan, sebagian makanan MBG juga diketahui dibawa pulang oleh penerima manfaat.</p>
<p>&#8220;Kami sudah melakukan suspend dengan kategori berat, serta mencopot Kepala SPPG Bawang, di samping adanya pelanggaran SOP oleh dapur, juga ada sebagian dibawa pulang oleh penerima manfaat yang juga merupakan pelanggaran berat,&#8221; ujar Ketut, Kamis (24/9/2026).</p>
<p>BGN selanjutnya melakukan evaluasi menyeluruh dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menginvestigasi kejadian tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami sedang menelusuri seluruh proses, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pemorsian hingga distribusi. Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh pemeriksaan selesai. Semua harus berdasarkan fakta dan hasil investigasi,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Kasus gangguan kesehatan tersebut terjadi setelah penerima manfaat mengonsumsi makanan MBG dari SPPG Kecamatan Bawang pada Rabu (23/9/2026).</p>
<p>BGN kemudian berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Batang, fasilitas kesehatan, serta Tim Satgas MBG Kabupaten Batang untuk menangani penerima manfaat sekaligus mengusut penyebab kejadian.</p>
<p>Hingga Jumat (25/9/2026), tercatat sebanyak 498 orang telah menjalani pemeriksaan. Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan sebagian pasien mendapatkan rujukan, menjalani rawat jalan, maupun perawatan di fasilitas kesehatan.</p>
<p>&#8220;Terperiksa itu 498. Dirujuk 159, rawat jalan 319, rawat inap Puskesmas Batang 20. Nah, yang hari ini di Rumah Sakit Batang itu ada 90. Sudah pulang 28, tinggal 62,&#8221; kata Suyono saat ditemui di RSUD Kalisari Batang, Jumat (25/9/2026).</p>
<p>Di RSUD Kalisari Batang, tercatat 90 pasien menjalani pemeriksaan dan perawatan selama periode Rabu (23/9) hingga Jumat (25/9). Sebanyak 28 pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik, sedangkan 62 pasien masih menjalani perawatan.</p>
<p>BGN menegaskan investigasi terhadap SPPG Bawang masih berlangsung. Pemeriksaan mencakup seluruh rangkaian proses penyediaan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku hingga makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.</p>
<p>Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar bagi BGN untuk menentukan langkah berikutnya terhadap SPPG tersebut. Apabila ditemukan pelanggaran terhadap standar keamanan pangan maupun ketentuan operasional, tindakan akan diberikan sesuai aturan yang berlaku.</p>
<p>BGN juga belum menetapkan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat. Kesimpulan mengenai penyebab kejadian akan ditentukan setelah seluruh proses pemeriksaan dan investigasi selesai.(dhil/dtk)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/bgn-temukan-telur-mbg-di-batang-diolah-sejak-malam-baru-dipanaskan-dini-hari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Influenza A di Indonesia Meningkat, Pakar UGM Ingatkan Langkah Pencegahan</title>
		<link>https://koranindopos.com/kasus-influenza-a-di-indonesia-meningkat-pakar-ugm-ingatkan-langkah-pencegahan/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/kasus-influenza-a-di-indonesia-meningkat-pakar-ugm-ingatkan-langkah-pencegahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 05:31:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[influenza a]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127975</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA — Kasus influenza A tercatat mengalami peningkatan di Indonesia. Masyarakat diimbau tetap waspada dan menerapkan sejumlah langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penularan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI hingga 12 September 2026, proporsi hasil positif influenza dari pemeriksaan laboratorium mencapai 38 persen pada minggu ke-35. Angka tersebut meningkat dibandingkan minggu sebelumnya yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; JAKARTA</strong> — Kasus influenza A tercatat mengalami peningkatan di Indonesia. Masyarakat diimbau tetap waspada dan menerapkan sejumlah langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penularan.</p>
<p>Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI hingga <strong>12 September 2026</strong>, proporsi hasil positif influenza dari pemeriksaan laboratorium mencapai <strong>38 persen pada minggu ke-35</strong>.</p>
<p>Angka tersebut meningkat dibandingkan minggu sebelumnya yang berada di level <strong>22 persen</strong>.</p>
<p>Dari total <strong>175 spesimen</strong> yang diperiksa, sebanyak <strong>66 spesimen</strong> dinyatakan positif influenza. Mayoritas kasus tersebut merupakan influenza <strong>A(H1N1)pdm09</strong>.</p>
<p>Guru Besar Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof dr Tri Wibawa PhD SpMK(K) mengatakan peningkatan kasus influenza A tidak perlu disikapi secara berlebihan.</p>
<p>Meski demikian, masyarakat tetap perlu melakukan mitigasi untuk mengurangi risiko penularan, terutama di tengah meningkatnya temuan influenza.</p>
<p>“Temuan influenza A pada bulan Agustus 2026 yang meningkat, tidak perlu ditanggapi berlebihan, meskipun tetap saja perlu disiapkan mitigasi risikonya,” kata Tri, Minggu (20/9/2026).</p>
<p>Menurut Tri, influenza A(H1N1) yang saat ini beredar merupakan turunan dari virus pandemi H1N1 2009 yang telah mengalami perubahan genetik.</p>
<p>Secara umum, influenza disebabkan oleh virus influenza tipe A dan B. Infeksi influenza dapat menimbulkan sejumlah gejala yang perlu diperhatikan masyarakat.</p>
<p>Gejala yang umum antara lain:</p>
<ul>
<li>Demam, yang dapat disertai menggigil</li>
<li>Batuk</li>
<li>Sakit tenggorokan</li>
<li>Hidung berair atau tersumbat</li>
<li>Nyeri otot atau seluruh tubuh</li>
<li>Sakit kepala</li>
<li>Kelelahan</li>
</ul>
<p>Gejala tersebut dapat muncul dengan tingkat keparahan yang berbeda pada setiap orang.</p>
<p>Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan kondisi tubuh, terutama ketika mengalami gejala flu dan melakukan kontak dengan orang lain.</p>
<p>Tri mengingatkan bahwa perhatian lebih perlu diberikan kepada kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat influenza.</p>
<p>Kelompok tersebut meliputi <strong>lansia berusia di atas 65 tahun, anak-anak di bawah lima tahun, orang dengan penyakit kronis, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun</strong>.</p>
<p>“Kelompok masyarakat yang rentan adalah lansia di atas 65 tahun, anak-anak di bawah 5 tahun, orang dengan penyakit kronis, dan orang yang mengalami penurunan tingkat kekebalan lainnya,” ujarnya.</p>
<p>Kelompok rentan tersebut perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatan apabila mengalami gejala influenza dan mempertimbangkan konsultasi dengan tenaga kesehatan sesuai kondisi masing-masing.</p>
<p>Untuk mengurangi risiko penularan, Tri menyarankan masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus menjaga kebersihan diri.</p>
<p>Etika ketika batuk atau bersin juga perlu diperhatikan agar droplet tidak mudah menyebar kepada orang di sekitar.</p>
<p>Masyarakat dianjurkan rajin mencuci tangan, terutama setelah melakukan aktivitas di luar rumah. Kontak erat dengan orang yang sedang mengalami gejala flu juga sebaiknya dikurangi.</p>
<p>Bagi masyarakat yang sedang sakit, penggunaan masker dapat membantu mengurangi risiko penularan kepada orang lain.</p>
<p>Selain itu, vaksinasi influenza dapat dipertimbangkan, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.</p>
<p>“Terapkan gaya hidup sehat, etiket batuk atau bersin, sering mencuci tangan, hindari kontak erat dengan orang yang sedang flu, gunakan masker jika sakit, dan vaksinasi influenza untuk kelompok rentan,” pungkas Tri.</p>
<p>Peningkatan proporsi positif influenza pada minggu ke-35 menjadi pengingat agar masyarakat tetap menerapkan langkah pencegahan. Kewaspadaan terutama diperlukan bagi kelompok rentan, sementara masyarakat secara umum tetap dianjurkan menjaga kebersihan dan menerapkan etika kesehatan untuk membantu mengurangi penyebaran influenza.(dhil/dtk)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/kasus-influenza-a-di-indonesia-meningkat-pakar-ugm-ingatkan-langkah-pencegahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MORAZEN Yogyakarta Gelar MORA Health Day Care untuk Karyawan dan Keluarga</title>
		<link>https://koranindopos.com/morazen-yogyakarta-gelar-mora-health-day-care-untuk-karyawan-dan-keluarga/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/morazen-yogyakarta-gelar-mora-health-day-care-untuk-karyawan-dan-keluarga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hana]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 04:28:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[MORAZEN Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127962</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com , Kulon Progo &#8211;  Kepedulian terhadap kesehatan karyawan menjadi bagian dari MORA Impact yang dijalankan secara berkelanjutan oleh unit-unit di bawah manajemen MORA Group. MORAZEN Yogyakarta turut merealisasikan inisiatif tersebut melalui MORA Health Day Care pada Selasa, 22 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di MORAZEN Yogyakarta ini diikuti 75 peserta yang terdiri dari karyawan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> , Kulon Progo</strong> &#8211;  Kepedulian terhadap kesehatan karyawan menjadi bagian dari MORA Impact yang dijalankan secara berkelanjutan oleh unit-unit di bawah manajemen MORA Group. MORAZEN Yogyakarta turut merealisasikan inisiatif tersebut melalui MORA Health Day Care pada Selasa, 22 September 2026.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung di MORAZEN Yogyakarta ini diikuti 75 peserta yang terdiri dari karyawan beserta keluarga karyawan. Peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis yang mencakup cek darah, pemeriksaan fungsi jantung, serta pemeriksaan dan edukasi pencegahan kanker payudara.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-127963 aligncenter" src="https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/09/638c4292-6261-4236-8055-605e8ee0920c-300x200.jpg" alt="MORAZEN Yogyakarta" width="440" height="293" title="MORAZEN Yogyakarta Gelar MORA Health Day Care untuk Karyawan dan Keluarga 2" srcset="https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/09/638c4292-6261-4236-8055-605e8ee0920c-300x200.jpg 300w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/09/638c4292-6261-4236-8055-605e8ee0920c-1024x682.jpg 1024w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/09/638c4292-6261-4236-8055-605e8ee0920c-768x512.jpg 768w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/09/638c4292-6261-4236-8055-605e8ee0920c-1536x1023.jpg 1536w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/09/638c4292-6261-4236-8055-605e8ee0920c-750x500.jpg 750w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/09/638c4292-6261-4236-8055-605e8ee0920c-1140x760.jpg 1140w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/09/638c4292-6261-4236-8055-605e8ee0920c.jpg 1600w" sizes="(max-width: 440px) 100vw, 440px" /></p>
<p>Kegiatan ini bertujuan memberikan akses pemeriksaan kesehatan bagi karyawan dan keluarga sekaligus mendorong kesadaran untuk mengenali kondisi kesehatan sejak dini. Selain pemeriksaan, peserta juga menerima vitamin dan konsumsi bergizi selama kegiatan.</p>
<p>General Manager MORAZEN Yogyakarta, David Priambowo, mengatakan bahwa perhatian terhadap kesehatan karyawan perlu menjadi bagian dari lingkungan kerja.</p>
<p>“Karyawan merupakan bagian penting dalam perjalanan MORAZEN Yogyakarta. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan mereka perlu diwujudkan dalam bentuk yang dapat dirasakan secara langsung. Melalui MORA Health Day Care, kami ingin mendorong karyawan dan keluarga untuk lebih peduli terhadap kesehatan, mengenali kondisi tubuh sejak dini, serta membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat,” ujar David.</p>
<p>Melalui MORA Health Day Care, MORAZEN Yogyakarta turut menerapkan nilai ESG melalui program yang memberikan manfaat langsung bagi karyawan dan keluarga, sekaligus mendorong kepedulian terhadap kesehatan sebagai bagian dari keseharian di lingkungan kerja. (rik)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/morazen-yogyakarta-gelar-mora-health-day-care-untuk-karyawan-dan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8216;Super Flu&#8217; H3N2 Terdeteksi di 13 Provinsi, IDAI Ingatkan Risiko pada Anak</title>
		<link>https://koranindopos.com/super-flu-h3n2-terdeteksi-di-13-provinsi-idai-ingatkan-risiko-pada-anak/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/super-flu-h3n2-terdeteksi-di-13-provinsi-idai-ingatkan-risiko-pada-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 05:52:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[idai]]></category>
		<category><![CDATA[super flu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127902</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA — Kasus Influenza A kembali menunjukkan peningkatan di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan subtipe Influenza A H3N2 subclade K, yang belakangan populer disebut sebagai &#8220;Super Flu&#8221;, telah terdeteksi di 13 provinsi. Peningkatan kasus juga dilaporkan terjadi di Jawa Timur. Kondisi tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; JAKARTA</strong> — Kasus Influenza A kembali menunjukkan peningkatan di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan subtipe <strong>Influenza A H3N2 subclade K</strong>, yang belakangan populer disebut sebagai <strong>&#8220;Super Flu&#8221;</strong>, telah terdeteksi di 13 provinsi.</p>
<p>Peningkatan kasus juga dilaporkan terjadi di Jawa Timur. Kondisi tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas influenza di kawasan transmisi Asia Tenggara berdasarkan data <em>Respiratory Viruses Surveillance Bulletin</em> Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga minggu epidemiologi ke-35 tahun 2026.</p>
<p>Di tengah peningkatan aktivitas influenza tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap infeksi influenza dan dapat mengalami komplikasi serius.</p>
<p>Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI, Dr dr Hikari Ambara Sjakti, Sp.A, Subsp H.Onk(K), mengatakan anak berusia 0-17 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami influenza bergejala dibandingkan orang dewasa.</p>
<blockquote><p>“Data global menunjukkan bahwa anak usia 0-17 tahun memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami infeksi influenza simtomatik dibandingkan orang dewasa. Sistem imun anak masih naif, sehingga tubuh mereka belum cukup kuat untuk segera mengendalikan dampak infeksi virus,” ujar Hikari dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Selasa (22/9/2026).</p></blockquote>
<p>Menurut Hikari, anak juga cenderung melepaskan virus dalam jumlah lebih banyak dan dalam waktu lebih lama.</p>
<p>Kondisi tersebut membuat anak berpotensi menjadi salah satu sumber penularan influenza di lingkungan keluarga maupun sekolah.</p>
<p>Karena itu, orangtua perlu memperhatikan kondisi anak ketika muncul gejala influenza dan membatasi aktivitas anak yang sedang sakit untuk mencegah penularan kepada orang lain.</p>
<p>Prof Dr dr Anggraini Alam, Sp.A, Subsp IPT(K), dari Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropis IDAI, menekankan pentingnya deteksi dini dan tata laksana yang tepat pada anak yang mengalami influenza.</p>
<p>Pada anak dengan faktor risiko tertentu, influenza dapat berkembang menjadi komplikasi serius. Beberapa komplikasi yang perlu diwaspadai antara lain <strong>pneumonia, eksaserbasi asma, miokarditis, hingga ensefalopati</strong>.</p>
<p>Anggraini mengatakan pemeriksaan laboratorium dapat berperan dalam memastikan diagnosis, terutama pada kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.</p>
<blockquote><p>“Diagnosis laboratoris sangat penting, terutama dengan RT-PCR yang memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi serta mampu mengidentifikasi subtipe virus,” tegasnya.</p></blockquote>
<p>Menurut Anggraini, terapi antivirus dari golongan <em>neuraminidase inhibitor</em>, seperti oseltamivir, dapat efektif apabila diberikan dalam 48 jam pertama sejak gejala muncul.</p>
<p>Namun, penggunaan obat antivirus perlu dilakukan berdasarkan penilaian tenaga kesehatan sesuai kondisi pasien.</p>
<p>Secara global, influenza diperkirakan menyebabkan sekitar <strong>1 miliar infeksi setiap tahun</strong>. Dari jumlah tersebut, sekitar 3-5 juta kasus berkembang menjadi penyakit berat dan sekitar 290.000-650.000 kematian berkaitan dengan gangguan pernapasan akibat influenza.</p>
<p>Kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi antara lain anak berusia di bawah 5 tahun, lansia, ibu hamil, orang dengan penyakit kronis, serta tenaga kesehatan dan pengasuh.</p>
<p>Data IDAI juga menunjukkan sekitar <strong>5 persen anak yang terinfeksi influenza memerlukan rawat inap</strong>. Dari anak yang menjalani perawatan tersebut, sekitar 80 persen merupakan anak berusia di bawah 2 tahun dan sekitar 50 persen berusia kurang dari 6 bulan.</p>
<p>Anak di bawah usia 5 tahun juga memiliki risiko morbiditas lebih tinggi, terutama mereka yang berada di tempat penitipan anak, memiliki kelainan neurologis atau gangguan tumbuh kembang, tinggal di fasilitas perawatan jangka panjang, maupun tinggal di kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi.</p>
<p>Berdasarkan data WHO Western Pacific Region untuk periode 1 September 2025 hingga 30 Agustus 2026, aktivitas influenza di kawasan transmisi Asia Tenggara menunjukkan peningkatan.</p>
<p>Di Indonesia, pemantauan melalui sistem sentinel menunjukkan aktivitas influenza yang berfluktuasi sepanjang tahun. Puncak aktivitas tercatat pada akhir 2025 dan kembali mengalami peningkatan pada pertengahan 2026.</p>
<p>Peningkatan aktivitas influenza tersebut menjadi perhatian karena virus dapat menyebar dengan cepat melalui droplet maupun kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi.</p>
<p>Anggraini mengingatkan bahwa anak yang terinfeksi influenza dapat menularkan virus bahkan sebelum gejala muncul.</p>
<blockquote><p>“Anak dapat menularkan virus influenza sejak 24 jam sebelum gejala muncul hingga 10 hari setelahnya. Oleh karena itu, anak yang sakit harus diisolasi di rumah, tidak boleh dibawa ke sekolah atau tempat bermain sampai benar-benar pulih,” ujarnya.</p></blockquote>
<p>Selain membatasi aktivitas anak yang sedang sakit, pencegahan juga dapat dilakukan melalui sejumlah langkah sederhana.</p>
<p>Etika batuk dan bersin, mencuci tangan secara rutin, menjaga asupan cairan untuk mencegah dehidrasi, serta menggunakan masker menjadi langkah nonfarmakologis yang dapat membantu mengurangi risiko penularan.</p>
<p>IDAI juga menekankan pentingnya <strong>vaksinasi influenza tahunan</strong> sebagai salah satu upaya pencegahan.</p>
<p>Dengan meningkatnya aktivitas Influenza A dan terdeteksinya H3N2 subclade K di sejumlah provinsi, orangtua diimbau lebih memperhatikan kondisi kesehatan anak. Deteksi dini, penanganan yang tepat, serta pencegahan penularan menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko komplikasi dan penyebaran influenza di lingkungan keluarga maupun sekolah.(dhil/dtk)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/super-flu-h3n2-terdeteksi-di-13-provinsi-idai-ingatkan-risiko-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gibran Soroti Dugaan Bullying Korban Keracunan MBG oleh Oknum Pegawai SPPG</title>
		<link>https://koranindopos.com/gibran-soroti-dugaan-bullying-korban-keracunan-mbg-oleh-oknum-pegawai-sppg/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/gibran-soroti-dugaan-bullying-korban-keracunan-mbg-oleh-oknum-pegawai-sppg/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 05:58:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[gibran]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan mbg]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127839</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti video dugaan perundungan terhadap korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Gibran menyayangkan pernyataan bernada ejekan yang disampaikan dalam video tersebut. Ia mengingatkan pentingnya menciptakan ruang publik yang aman dan ramah, terutama bagi anak-anak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; JAKARTA</strong> — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti video dugaan perundungan terhadap korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).</p>
<p>Gibran menyayangkan pernyataan bernada ejekan yang disampaikan dalam video tersebut. Ia mengingatkan pentingnya menciptakan ruang publik yang aman dan ramah, terutama bagi anak-anak yang menjadi korban.</p>
<p>&#8220;Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Mari kita bersama menjaga ruang publik yang aman dan ramah bagi semua. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan,&#8221; kata Gibran melalui unggahan Instagram @gibran_rakabuming, Minggu (20/9/2026).</p>
<p>Dalam unggahan yang sama, Gibran juga menyampaikan perkembangan kondisi dua korban asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara.</p>
<p>Keduanya sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah diduga mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi MBG. Keduanya sempat disebut mengalami gangguan ingatan.</p>
<p>Setelah mendapatkan perawatan di RSCM, kedua korban kini telah diperbolehkan pulang dan kembali ke rumah masing-masing di Kabupaten Karo.</p>
<p>&#8220;Saat ini telah kembali ke rumah masing-masing di Kab. Karo dan akan masuk sekolah kembali,&#8221; ujar Gibran.</p>
<p>Gibran sebelumnya juga telah menemui keluarga korban. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang dialami korban sekaligus memastikan proses pemulihan mereka menjadi perhatian.</p>
<p>Sebelumnya, video seorang pria yang diduga merupakan pegawai SPPG mengejek korban keracunan MBG viral di media sosial.</p>
<p>Dalam video tersebut, pria itu mengaitkan kondisi gangguan ingatan yang dialami korban dengan makanan MBG. Ia kemudian menyampaikan pernyataan bernada candaan sambil tertawa.</p>
<p>&#8220;BTW gua makan chicken katsu masakan kemarin, apakah masih enak? Oh tidak, ingatanku hilang 70 persen,&#8221; ucap pria tersebut dalam video yang dikutip dari unggahan Gibran.</p>
<p>Video tersebut kemudian menuai perhatian karena pernyataan yang disampaikan dianggap tidak sensitif terhadap kondisi korban yang sebelumnya menjalani perawatan.</p>
<p>Dugaan perundungan tersebut juga menjadi perhatian karena korban merupakan anak yang sebelumnya dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG.</p>
<p>Gibran menegaskan bahwa kondisi korban perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, ruang publik seharusnya menjadi tempat yang aman dan ramah, terlebih bagi anak-anak yang sedang menghadapi kondisi kesehatan maupun proses pemulihan.</p>
<p>Sorotan terhadap video tersebut juga menambah perhatian terhadap pentingnya sikap dan komunikasi para pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG.</p>
<p>Di sisi lain, perkembangan kondisi dua korban asal Kabupaten Karo menunjukkan bahwa keduanya telah menyelesaikan perawatan di RSCM dan dapat kembali ke rumah serta melanjutkan aktivitas sekolah.</p>
<p>Pemerintah sebelumnya juga terus melakukan pemantauan terhadap penanganan kasus kesehatan yang berkaitan dengan program MBG, termasuk memastikan korban mendapatkan penanganan yang diperlukan.(Dhil/dtk)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/gibran-soroti-dugaan-bullying-korban-keracunan-mbg-oleh-oknum-pegawai-sppg/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BGN Tegur Pegawai SPPG Bantul yang Diduga Ejek Korban Keracunan MBG</title>
		<link>https://koranindopos.com/bgn-tegur-pegawai-sppg-bantul-yang-diduga-ejek-korban-keracunan-mbg/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/bgn-tegur-pegawai-sppg-bantul-yang-diduga-ejek-korban-keracunan-mbg/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2026 07:22:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[bantul]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[sppg]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127791</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan teguran kepada salah seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang diduga mengejek korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Teguran tersebut diberikan setelah beredar video yang diduga dibuat oleh pegawai SPPG di Dlingo, Bantul. Dalam video tersebut, karyawan itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; JAKARTA</strong> — Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan teguran kepada salah seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang diduga mengejek korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Teguran tersebut diberikan setelah beredar video yang diduga dibuat oleh pegawai SPPG di Dlingo, Bantul. Dalam video tersebut, karyawan itu diduga mengejek korban keracunan MBG asal Karo, Sumatera Utara, yang sebelumnya sempat dilaporkan mengalami hilang ingatan.</p>
<p>Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, membenarkan bahwa pembuat video tersebut merupakan pegawai SPPG.</p>
<p>“Dari kami juga sudah memberikan teguran kepada SPPG dan yang bersangkutan,” kata Gagat, dikutip dari detikJogja, Minggu (20/9/2026).</p>
<p>Gagat menjelaskan, pegawai yang membuat video tersebut diketahui memiliki posisi sebagai <strong>pengawas keuangan</strong> di SPPG Dlingo.</p>
<p>“Betul (pembuat video karyawan SPPG di Dlingo), yang bersangkutan berposisi sebagai pengawas keuangan,” tutur Gagat.</p>
<p>Selain memberikan teguran, BGN juga telah melakukan klarifikasi terhadap pegawai yang bersangkutan.</p>
<p>Menurut Gagat, hasil klarifikasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada publik, baik melalui keterangan pribadi dari pegawai tersebut maupun melalui pihak SPPG.</p>
<p>“Yang bersangkutan juga sudah diklarifikasi oleh jajaran kami dan nanti akan disampaikan kepada publik secara pribadi maupun dari SPPG yang bersangkutan,” ujarnya.</p>
<p>Langkah klarifikasi dilakukan untuk mengetahui secara lebih jelas konteks pembuatan dan isi video yang beredar.</p>
<p>Sementara itu, siswi yang sebelumnya dilaporkan mengalami keracunan MBG dan diduga hilang ingatan telah dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di <strong>Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)</strong>.</p>
<p>Pasien menjalani pemeriksaan oleh tim medis untuk mengetahui kondisi fungsi otaknya.</p>
<p>Prof Dr dr R A Setyo Handryastuti, SpA, Subsp Neuro(K), mengatakan dirinya telah memeriksa langsung pasien yang menjadi salah satu korban pertama yang dirujuk ke RSCM.</p>
<p>Pemeriksaan dilakukan melalui wawancara dengan pasien dan keluarga, mempelajari data perawatan sebelumnya, pemeriksaan fisik dan neurologis, hingga pemeriksaan <strong>elektroensefalografi (EEG)</strong>.</p>
<p>EEG merupakan pemeriksaan yang digunakan untuk menilai aktivitas listrik otak.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter memastikan tidak ditemukan gangguan fungsi otak pada pasien.</p>
<p>“Insyaallah saya bisa pastikan tidak ada gangguan fungsi otak pada yang pertama. Jadi ananda bisa aktivitas kembali, ceria kembali,” ujar Prof Handry dalam keterangannya.</p>
<p>Hasil pemeriksaan tersebut menjadi perkembangan terbaru kondisi korban yang sebelumnya sempat dilaporkan mengalami gangguan ingatan setelah kejadian keracunan MBG.</p>
<p>Di sisi lain, BGN masih melakukan tindak lanjut terhadap dugaan tindakan pegawai SPPG Bantul yang menjadi sorotan setelah videonya beredar.</p>
<p>Klarifikasi terhadap pegawai tersebut serta pihak SPPG menjadi bagian dari proses untuk memastikan duduk perkara dan langkah penanganan lebih lanjut terkait video yang beredar di masyarakat.(dhil/dtk)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/bgn-tegur-pegawai-sppg-bantul-yang-diduga-ejek-korban-keracunan-mbg/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perawatan Gigi Kini Jadi Bagian Personal Care, Oral Care Makin Spesifik</title>
		<link>https://koranindopos.com/perawatan-gigi-kini-jadi-bagian-personal-care-oral-care-makin-spesifik/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/perawatan-gigi-kini-jadi-bagian-personal-care-oral-care-makin-spesifik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 06:42:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[oral care]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan gigi]]></category>
		<category><![CDATA[personal care]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127602</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA — Perawatan diri kini tidak lagi hanya berkaitan dengan kondisi kulit, rambut, maupun pakaian. Kondisi gigi juga semakin mendapat perhatian, terutama karena gigi menjadi bagian yang terlihat ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain, bekerja, hingga tampil di depan kamera. Gigi yang bersih dan terawat pun mulai dipandang sebagai bagian dari personal care. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; JAKARTA</strong> — Perawatan diri kini tidak lagi hanya berkaitan dengan kondisi kulit, rambut, maupun pakaian. Kondisi gigi juga semakin mendapat perhatian, terutama karena gigi menjadi bagian yang terlihat ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain, bekerja, hingga tampil di depan kamera.</p>
<p>Gigi yang bersih dan terawat pun mulai dipandang sebagai bagian dari <em>personal care</em>. Namun, perhatian terhadap penampilan gigi tetap perlu diiringi dengan kesadaran mengenai kesehatan gigi dan mulut.</p>
<p>Data Kementerian Kesehatan melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga akhir Oktober 2025 menunjukkan bahwa <strong>41,9 persen peserta dewasa mengalami karies gigi atau gigi berlubang</strong>.</p>
<p>Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan gigi masih menjadi tantangan bagi masyarakat Indonesia.</p>
<p>Sejumlah kandungan dalam pasta gigi dapat digunakan untuk membantu menjaga kebersihan sekaligus tampilan gigi. Salah satunya adalah <em>baking soda</em> atau natrium bikarbonat.</p>
<p>Kandungan tersebut dikenal dalam produk perawatan gigi karena dapat membantu membersihkan noda pada permukaan gigi. Dalam formulasi tertentu, <em>baking soda</em> juga dapat dikombinasikan dengan <em>tetrasodium pyrophosphate</em> untuk membantu mengurangi kecenderungan noda kembali menempel pada permukaan gigi.</p>
<p>Salah satu produk yang mengusung pendekatan tersebut adalah <strong>usmile Strength White</strong>. Produk ini mengombinasikan <em>baking soda</em> dan <em>calcium carbonate</em> yang diklaim membantu memoles permukaan gigi sekaligus menjaga kecerahan natural gigi.</p>
<p>Formulasi tersebut ditujukan untuk membantu membersihkan noda permukaan yang dapat terbentuk akibat kebiasaan mengonsumsi makanan maupun minuman berwarna.</p>
<p>Dengan demikian, perawatan untuk menjaga kebersihan dan tampilan gigi dapat dilakukan sebagai bagian dari rutinitas menyikat gigi sehari-hari.</p>
<p>Perhatian konsumen terhadap kesehatan sekaligus tampilan gigi turut terlihat dari perkembangan pasar produk <em>oral care</em>.</p>
<p>Konsumen kini mulai memiliki kebutuhan yang lebih spesifik, tidak hanya mencari produk untuk membersihkan gigi, tetapi juga mempertimbangkan kandungan serta manfaat yang ditawarkan.</p>
<p>Tren tersebut tercermin dalam performa bisnis usmile Indonesia. Perusahaan mencatat pertumbuhan penjualan <em>e-commerce</em> sebesar <strong>182 persen</strong> selama periode Ramadan Februari-Maret 2026.</p>
<p>Pertumbuhan kemudian kembali tercatat sebesar <strong>31 persen pada Juni</strong> dan <strong>62 persen pada Juli 2026</strong>.</p>
<p>Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia Michelle mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin terbukanya konsumen Indonesia terhadap produk <em>oral care</em> dengan manfaat yang lebih spesifik.</p>
<p>“Pertumbuhan penjualan usmile sepanjang 2026 menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap produk oral care dengan manfaat yang lebih spesifik. Konsumen kini mulai memperhatikan bukan hanya fungsi produk, tetapi juga kandungan dan teknologi di baliknya,” ujar Michelle.</p>
<p>Menurut dia, hal tersebut juga tercermin dari performa usmile Strength White yang menjadi <em>Top Oral Care Product</em> di TikTok Shop pada Agustus 2026.</p>
<p>“Kami melihat bahwa inovasi berbasis science yang relevan dengan keseharian menjadi salah satu faktor yang mendorong respons positif konsumen,” katanya.</p>
<p>Kebutuhan perawatan gigi dan mulut tidak hanya berkaitan dengan kebersihan maupun tampilan gigi. Kesegaran napas juga menjadi bagian penting dalam menunjang kenyamanan ketika beraktivitas dan berinteraksi.</p>
<p>Kementerian Kesehatan melalui Program CKG mencatat sekitar <strong>satu dari dua peserta mengalami masalah gigi dan mulut</strong>, mulai dari gigi berlubang, gigi goyang, hingga gusi turun.</p>
<p>Sejumlah kondisi tersebut dapat berkaitan dengan munculnya bau mulut atau <em>halitosis</em>. Kemenkes menjelaskan bahwa kebersihan mulut yang kurang terjaga, plak, karies, gingivitis, dan periodontitis merupakan beberapa faktor lokal yang dapat memicu halitosis.</p>
<p>Melihat kebutuhan tersebut, usmile juga menghadirkan <strong>usmile Fresh White</strong> dengan formula yang mengandung <em>Apple Polyphenols</em> dan <em>Zinc Glycinate</em>.</p>
<p>Menurut informasi perusahaan, <em>Apple Polyphenols</em> membantu menghambat metabolisme bakteri yang menghasilkan senyawa penyebab bau. Sementara <em>Zinc Glycinate</em> membantu mengikat senyawa sulfur yang berkaitan dengan aroma tidak sedap.</p>
<p>Formula tersebut melengkapi rangkaian produk usmile yang menyasar kebutuhan <em>oral care</em>, mulai dari kebersihan dan tampilan gigi hingga kesegaran napas.</p>
<p>Meski demikian, perawatan sehari-hari tetap perlu dibarengi dengan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut secara menyeluruh serta pemeriksaan ke dokter gigi apabila muncul keluhan.</p>
<p>Komitmen usmile dalam mengembangkan produk dan program <em>oral care</em> juga mendapat pengakuan melalui ajang <strong>PR of the Year 2026</strong>.</p>
<p>Dalam ajang tersebut, usmile meraih penghargaan pada kategori <strong>Creative Reputation Program</strong>.</p>
<p>Penghargaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam mengembangkan program yang menghubungkan edukasi, inovasi, dan kebutuhan konsumen di bidang perawatan gigi dan mulut.</p>
<p>Ke depan, usmile menyatakan akan terus mengembangkan solusi <em>oral care</em> yang memadukan <em>science</em>, teknologi, dan pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat Indonesia.</p>
<p>Pendekatan tersebut mencakup berbagai aspek perawatan, mulai dari menjaga kebersihan dan tampilan gigi hingga mendukung kesegaran napas sebagai bagian dari rutinitas <em>personal care</em> sehari-hari.(Dhil)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/perawatan-gigi-kini-jadi-bagian-personal-care-oral-care-makin-spesifik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menkes Kerahkan Tim Ahli RSCM Tangani Dua Siswi Karo yang Diduga Terdampak MBG</title>
		<link>https://koranindopos.com/menkes-kerahkan-tim-ahli-rscm-tangani-dua-siswi-karo-yang-diduga-terdampak-mbg/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/menkes-kerahkan-tim-ahli-rscm-tangani-dua-siswi-karo-yang-diduga-terdampak-mbg/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 07:06:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Menkes]]></category>
		<category><![CDATA[RSCM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127559</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA — Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin telah mengumpulkan tim ahli di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, untuk menangani dua siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Tim ahli tersebut terdiri atas dokter spesialis anak, ahli neurologi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; JAKARTA</strong> — Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin telah mengumpulkan tim ahli di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, untuk menangani dua siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Tim ahli tersebut terdiri atas dokter spesialis anak, ahli neurologi, psikiater anak, serta ahli penyakit dalam. Kolegium anak juga dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kondisi kedua pasien.</p>
<p>&#8220;Saya sudah mengumpulkan tim RSCM karena sesuai dengan arahan dari Pak Wakil Presiden (Gibran Rakabuming),&#8221; kata Budi saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Antara, Rabu (16/9/2026).</p>
<p>Budi mengatakan, tim ahli RSCM saat ini telah bekerja melakukan pemeriksaan terhadap kedua siswi tersebut.</p>
<p>Menurut dia, hasil pemeriksaan diharapkan dapat diketahui dalam satu hingga dua hari ke depan.</p>
<p>&#8220;Mereka sudah bekerja, harusnya hasilnya sebentar lagi keluar. Kenapa saya tidak mau berspekulasi? Karena lebih baik ahli yang menjawab,&#8221; jelas Budi.</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan Budi untuk menegaskan bahwa kondisi kesehatan kedua siswi masih perlu diteliti secara medis sebelum dapat disimpulkan penyebab maupun diagnosisnya.</p>
<p>Keterlibatan sejumlah dokter dengan bidang keahlian berbeda dilakukan agar pemeriksaan dapat dilakukan secara menyeluruh, termasuk terhadap kondisi fisik maupun aspek neurologis dan psikologis pasien.</p>
<p>Sebelumnya, dua siswi asal Karo, yakni Febiona Br Purba dan Agnesia Parulina Br Slitonga Febiola, dipindahkan dari Sumatera Utara ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di RSCM.</p>
<p>Keduanya diberangkatkan pada Sabtu (12/9/2026) menggunakan pesawat komersial dengan didampingi orang tua dan tenaga medis.</p>
<p>Pemindahan tersebut dilakukan untuk memastikan kedua pasien mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lanjutan di fasilitas kesehatan rujukan.</p>
<p>Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sebelumnya turut mengantarkan kedua pasien ke Bandara Internasional Kualanamu.</p>
<p>&#8220;Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasien mendapat pemeriksaan, dan penanganan medis lebih lanjut secara optimal,&#8221; kata Bobby.</p>
<p>Bobby menjelaskan, pemindahan kedua siswi ke RSCM dilakukan atas arahan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.</p>
<p>Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kedua pasien memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif.</p>
<p>Sementara itu, Kemenkes kini menunggu hasil pemeriksaan tim ahli untuk mengetahui kondisi kesehatan kedua siswi secara lebih jelas.</p>
<p>Budi menegaskan dirinya tidak ingin membuat kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan medis selesai dilakukan.</p>
<p>Dengan pemeriksaan yang melibatkan berbagai bidang spesialisasi, pemerintah berharap kondisi kedua siswi dapat segera diketahui sehingga penanganan medis yang sesuai dapat diberikan.</p>
<p>Hingga hasil pemeriksaan keluar, dugaan keterkaitan gangguan kesehatan kedua siswi dengan konsumsi MBG masih memerlukan pembuktian medis lebih lanjut.(dhil/dtk)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/menkes-kerahkan-tim-ahli-rscm-tangani-dua-siswi-karo-yang-diduga-terdampak-mbg/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BPOM Temukan 38 Obat Bahan Alam Ilegal dan Berbahaya, Ada Bahan Kimia Baru</title>
		<link>https://koranindopos.com/bpom-temukan-38-obat-bahan-alam-ilegal-dan-berbahaya-ada-bahan-kimia-baru/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/bpom-temukan-38-obat-bahan-alam-ilegal-dan-berbahaya-ada-bahan-kimia-baru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 07:44:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM]]></category>
		<category><![CDATA[Ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127468</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan 38 produk obat bahan alam (OBA) ilegal dan berbahaya yang mengandung bahan kimia obat (BKO). Temuan tersebut merupakan hasil pengawasan BPOM melalui pengambilan sampel, pengujian produk, serta penelusuran terhadap sarana produksi dan distribusi sepanjang Juli 2026. Dalam pengawasan tersebut, BPOM juga menemukan pirimidenafil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; JAKARTA</strong> – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan <strong>38 produk obat bahan alam (OBA) ilegal dan berbahaya</strong> yang mengandung bahan kimia obat (BKO).</p>
<p>Temuan tersebut merupakan hasil pengawasan BPOM melalui pengambilan sampel, pengujian produk, serta penelusuran terhadap sarana produksi dan distribusi sepanjang Juli 2026.</p>
<p>Dalam pengawasan tersebut, BPOM juga menemukan <strong>pirimidenafil (pyrimidenafil)</strong>, yakni BKO yang sebelumnya belum pernah teridentifikasi dalam produk obat bahan alam.</p>
<p>Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengatakan, pengawasan akan terus diperluas untuk mengantisipasi peredaran produk serupa, baik melalui penjualan langsung maupun perdagangan daring.</p>
<p>&#8220;BPOM juga terus melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengantisipasi kemungkinan penggunaan pyrimidenafil maupun senyawa BKO jenis baru lainnya pada produk OBA. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, baik terhadap produk yang beredar secara luring maupun melalui perdagangan daring,&#8221; kata Taruna, dikutip dari Instagram BPOM, Selasa (15/9/2026).</p>
<p>BPOM mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap produk obat bahan alam yang menawarkan khasiat secara instan.</p>
<p>Klaim seperti <strong>stamina pria langsung meningkat, tahan lama, pegal linu langsung hilang, asam urat sembuh cepat, hingga pelangsing cepat</strong> perlu menjadi perhatian konsumen.</p>
<p>Klaim yang terdengar terlalu menjanjikan dapat menjadi salah satu tanda bahwa produk perlu diperiksa lebih lanjut legalitas dan keamanannya.</p>
<p>BPOM menegaskan bahwa produk OBA tidak boleh mengandung bahan kimia obat, termasuk sildenafil sitrat, parasetamol, fenilbutazon, maupun BKO lainnya.</p>
<p>Pencampuran BKO ke dalam produk OBA dapat menimbulkan risiko kesehatan karena konsumen bisa mengonsumsi bahan obat tanpa mengetahui jenis maupun dosis yang sebenarnya.</p>
<p>Efek yang mungkin muncul antara lain gangguan tekanan darah, serangan jantung, serta kerusakan hati dan ginjal. Dalam kondisi tertentu, penggunaan bahan kimia obat secara tidak tepat bahkan dapat berujung pada kematian.</p>
<p>Dari 38 produk yang ditemukan, sejumlah produk diketahui mengandung BKO yang lazim digunakan dalam obat tertentu untuk gangguan seksual.</p>
<p>Produk <strong>EXIE, DURAMAX, dan YUBOKKI</strong>, misalnya, ditemukan mengandung pirimidenafil.</p>
<p>Sementara itu, beberapa produk mengandung sildenafil, antara lain <strong>DODOL JAMU PUSAKA AYAH, KUAT LELAKI DAYAK, NEW TANGKUR GANAS, SUPER STUD 007, KAPSUL KUAT &amp; TAHAN LAMA PAJEROX, LANANG SEJATI</strong>, serta sejumlah produk lainnya.</p>
<p>Ada pula produk yang ditemukan mengandung lebih dari satu jenis BKO. <strong>FIREFOX WOMAN SUPPLIES</strong> mengandung sildenafil, parasetamol, dan tadalafil. Sementara <strong>MACHOCAN PLUS</strong> mengandung tadalafil dan sildenafil.</p>
<p>Produk <strong>GENTELL-MAN OBAT KUAT</strong> ditemukan mengandung sildenafil dan parasetamol. Adapun <strong>KAPSUL STAMINA &amp; TAHAN LAMA SINGA JANTAN GINSENG &amp; SANREGO</strong> mengandung sildenafil dan parasetamol.</p>
<p>Temuan BPOM tidak hanya berkaitan dengan produk yang menawarkan klaim stamina pria.</p>
<p>Sejumlah produk yang dipasarkan untuk keluhan pegal linu, sakit kepala, sakit gigi, hingga asam urat juga ditemukan mengandung BKO.</p>
<p><strong>BORNEO</strong> ditemukan mengandung deksametason, meloksikam, dan parasetamol. <strong>TUPAI</strong> mengandung parasetamol, deksametason, dan natrium diklofenak.</p>
<p>Sementara <strong>PE-GAT</strong> mengandung kafein dan parasetamol. Produk <strong>NEW CAPSUL ELANG, RAJA ENCOK, GOLINU, PALU SAKTI OBAT SAKIT GIGI &amp; SAKIT KEPALA, DUA COBRA SAKIT GIGI</strong>, serta <strong>PEGAL LINU HUSADA</strong> ditemukan mengandung parasetamol.</p>
<p>Ada pula <strong>ASAM URAT FLU TULANG</strong> yang mengandung deksametason, <strong>SARAF MERAH PAK SLAMET</strong> yang mengandung betametason, serta <strong>EXTRA BINAHONG</strong> yang mengandung natrium diklofenak.</p>
<p>Produk <strong>BUAH MERAH KUNIR PUTIH MAHKOTA DEWA</strong> juga ditemukan mengandung natrium diklofenak, sedangkan <strong>MINYAK URUT DAYAK</strong> mengandung metil salisilat.</p>
<p>BPOM juga menemukan sejumlah produk yang dipasarkan sebagai obat pelangsing maupun penggemuk badan mengandung bahan kimia obat.</p>
<p><strong>PENGGEMUK BADAN HERBAL</strong> dan <strong>BODYFAT</strong> ditemukan mengandung deksametason dan siproheptadin.</p>
<p>Sementara <strong>OBAT DIET FAT LOSS &#8211; 4U SLIM &amp; BEAUTY</strong> mengandung orlistat.</p>
<p>Empat produk pelangsing lainnya, yakni <strong>LBT LANGSING BY TII, JAMU HERBAL PELANGSING (JHP), PELANGSING HIJRAH</strong>, dan <strong>PELANGSING PELAKOR PREMIUM SUPER STRONG 2</strong>, ditemukan mengandung sibutramin.</p>
<p>BPOM juga menemukan <strong>SARI DUKUH GATAL-GATAL/EKSIM</strong> yang mengandung prednisolon serta <strong>QU FE SU WEI LIN DAN</strong> yang mengandung famotidin.</p>
<p>Berikut daftar lengkap produk OBA ilegal dan berbahaya yang ditemukan BPOM beserta BKO yang terkandung di dalamnya:</p>
<ol>
<li><strong>EXIE</strong> – mengandung pirimidenafil</li>
<li><strong>DURAMAX</strong> – mengandung pirimidenafil</li>
<li><strong>YUBOKKI</strong> – mengandung pirimidenafil</li>
<li><strong>DODOL JAMU PUSAKA AYAH</strong> – mengandung sildenafil</li>
<li><strong>FIREFOX WOMAN SUPPLIES</strong> – mengandung sildenafil, parasetamol, dan tadalafil</li>
<li><strong>MACHOCAN PLUS</strong> – mengandung tadalafil dan sildenafil</li>
<li><strong>KUAT LELAKI DAYAK</strong> – mengandung sildenafil</li>
<li><strong>STRONG MAN COFFEE</strong> – mengandung desmetil carbodenafil</li>
<li><strong>NEW TANGKUR GANAS</strong> – mengandung sildenafil</li>
<li><strong>CHANG SAN</strong> – mengandung sildenafil dan tadalafil</li>
<li><strong>SUPER STUD 007</strong> – mengandung sildenafil</li>
<li><strong>KAPSUL KUAT &amp; TAHAN LAMA PAJEROX</strong> – mengandung sildenafil</li>
<li><strong>GENTELL-MAN OBAT KUAT</strong> – mengandung sildenafil dan parasetamol</li>
<li><strong>LANANG SEJATI</strong> – mengandung sildenafil</li>
<li><strong>KAPSUL STAMINA &amp; TAHAN LAMA SINGA JANTAN GINSENG &amp; SANREGO</strong> – mengandung sildenafil dan parasetamol</li>
<li><strong>BORNEO</strong> – mengandung deksametason, meloksikam, dan parasetamol</li>
<li><strong>PE-GAT</strong> – mengandung kafein dan parasetamol</li>
<li><strong>TUPAI</strong> – mengandung parasetamol, deksametason, dan natrium diklofenak</li>
<li><strong>NEW CAPSUL ELANG</strong> – mengandung parasetamol</li>
<li><strong>ASAM URAT FLU TULANG</strong> – mengandung deksametason</li>
<li><strong>SARAF MERAH PAK SLAMET</strong> – mengandung betametason</li>
<li><strong>EXTRA BINAHONG</strong> – mengandung natrium diklofenak</li>
<li><strong>RAJA ENCOK</strong> – mengandung parasetamol</li>
<li><strong>GOLINU</strong> – mengandung parasetamol</li>
<li><strong>PALU SAKTI OBAT SAKIT GIGI &amp; SAKIT KEPALA</strong> – mengandung parasetamol</li>
<li><strong>DUA COBRA SAKIT GIGI</strong> – mengandung parasetamol</li>
<li><strong>PEGAL LINU HUSADA</strong> – mengandung parasetamol</li>
<li><strong>BUAH MERAH KUNIR PUTIH MAHKOTA DEWA</strong> – mengandung natrium diklofenak</li>
<li><strong>MINYAK URUT DAYAK</strong> – mengandung metil salisilat</li>
<li><strong>PENGGEMUK BADAN HERBAL</strong> – mengandung deksametason dan siproheptadin</li>
<li><strong>BODYFAT</strong> – mengandung deksametason dan siproheptadin</li>
<li><strong>OBAT DIET FAT LOSS &#8211; 4U SLIM &amp; BEAUTY</strong> – mengandung orlistat</li>
<li><strong>LBT LANGSING BY TII</strong> – mengandung sibutramin</li>
<li><strong>JAMU HERBAL PELANGSING (JHP)</strong> – mengandung sibutramin</li>
<li><strong>PELANGSING HIJRAH</strong> – mengandung sibutramin</li>
<li><strong>PELANGSING PELAKOR PREMIUM SUPER STRONG 2</strong> – mengandung sibutramin</li>
<li><strong>SARI DUKUH GATAL-GATAL/EKSIM</strong> – mengandung prednisolon</li>
<li><strong>QU FE SU WEI LIN DAN</strong> – mengandung famotidin</li>
</ol>
<p>Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu memastikan produk obat bahan alam yang dikonsumsi telah memiliki izin edar dan tidak menawarkan klaim khasiat yang tidak masuk akal.</p>
<p>BPOM juga terus melakukan pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran, termasuk melalui platform digital. Masyarakat diharapkan tidak mudah tergiur produk yang menjanjikan hasil instan, terutama jika informasi mengenai kandungan dan legalitas produknya tidak jelas.</p>
<p>Penggunaan produk yang mengandung BKO tanpa pengawasan tenaga kesehatan dapat menimbulkan risiko serius. Karena itu, konsumen perlu lebih teliti sebelum membeli dan menggunakan obat bahan alam.(dhil/dtk)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/bpom-temukan-38-obat-bahan-alam-ilegal-dan-berbahaya-ada-bahan-kimia-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BGN Tegaskan Dapur MBG Beri Susu Mayoritas Air Bisa Ditutup</title>
		<link>https://koranindopos.com/bgn-tegaskan-dapur-mbg-beri-susu-mayoritas-air-bisa-ditutup/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/bgn-tegaskan-dapur-mbg-beri-susu-mayoritas-air-bisa-ditutup/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 05:13:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=127378</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memberikan produk susu dengan kandungan susu sangat rendah akan ditindak tegas. Bahkan, dapur MBG terancam ditutup apabila kembali ditemukan memberikan produk yang sebagian besar kandungannya merupakan air dan tidak memenuhi ketentuan susu yang ditetapkan pemerintah. Pernyataan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; JAKARTA</strong> — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memberikan produk susu dengan kandungan susu sangat rendah akan ditindak tegas.</p>
<p>Bahkan, dapur MBG terancam ditutup apabila kembali ditemukan memberikan produk yang sebagian besar kandungannya merupakan air dan tidak memenuhi ketentuan susu yang ditetapkan pemerintah.</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (13/9/2026). Ia menyinggung temuan produk yang sebelumnya menjadi sorotan karena hanya memiliki kandungan susu sekitar 5 persen.</p>
<p>“Presiden ingin rakyat Indonesia minum susu dan susunya tidak boleh impor, itu keinginan Presiden. Cuman kemarin ada temuan ada susu minuman mengandung susu 5 persen, itu menurut saya terlarang untuk MBG,” kata Sudaryono.</p>
<p>Ia bahkan memberikan peringatan tegas kepada dapur MBG agar tidak menggunakan produk yang kandungan airnya jauh lebih dominan.</p>
<p>“Jadi saya kalau saya temukan lagi ada dapur-dapur memberlakukan membeli atau memberikan susu yang 90 atau 95 persen air, sudah saya tutup dapurnya,” tegasnya.</p>
<p>Ketentuan mengenai susu dalam program MBG tersebut sejalan dengan hasil rapat koordinasi BGN bersama sejumlah kementerian dan lembaga pada Selasa (8/9/2026).</p>
<p>Dalam rapat tersebut, BGN merekomendasikan pemberian susu hewani kepada <strong>ibu hamil, ibu menyusui, balita berusia di atas 2 tahun, serta seluruh peserta didik penerima MBG</strong>.</p>
<p>Jenis susu yang direkomendasikan meliputi <strong>susu pasteurisasi, susu UHT, dan susu steril full cream plain</strong>.</p>
<p>Produk susu yang diberikan juga harus memenuhi sejumlah persyaratan. BGN menetapkan produk tidak boleh mengandung tambahan gula, pengawet, perasa, maupun pewarna.</p>
<p>Selain itu, kandungan susu segar dalam produk yang digunakan untuk program MBG harus mencapai <strong>minimal 80 persen</strong>.</p>
<p>Produk tersebut juga wajib memiliki izin edar resmi dari <strong>Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI</strong>.</p>
<p>Untuk susu pasteurisasi, BGN menetapkan persyaratan tambahan terkait penanganan dan distribusi.</p>
<p>Produk tersebut wajib menggunakan sistem rantai dingin atau <strong>cold chain</strong> sejak dari sarana produksi hingga sampai ke tangan penerima manfaat.</p>
<p>Ketentuan tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas produk selama proses distribusi hingga dikonsumsi oleh penerima manfaat program MBG.</p>
<p>Dari sisi pengadaan, susu hewani ditetapkan dengan harga <strong>Rp3.000</strong> untuk volume minimal 125 mililiter dan <strong>Rp4.500</strong> untuk volume 200 mililiter sampai ke dapur pelaksana.</p>
<p>Dengan ketentuan tersebut, BGN ingin memastikan susu yang diberikan kepada penerima MBG benar-benar memenuhi standar dan bukan sekadar produk minuman dengan kandungan susu yang rendah.</p>
<p>BGN juga menegaskan bahwa susu dalam menu MBG berfungsi sebagai <strong>pelengkap</strong>, bukan pengganti sumber protein hewani lainnya.</p>
<p>Artinya, pemberian susu tidak berarti menghilangkan sumber protein hewani lain yang seharusnya tetap terdapat dalam menu MBG.</p>
<p>Selain itu, BGN secara tegas melarang penggunaan <strong>minuman susu, minuman mengandung susu, minuman rasa susu, maupun susu kental manis</strong> dalam program MBG.</p>
<p>Ketentuan tersebut dibuat untuk membedakan produk susu yang memenuhi standar dengan produk minuman yang hanya menggunakan susu sebagai salah satu bahan dengan proporsi rendah.</p>
<p>Kebijakan penggunaan susu hewani dalam program MBG juga diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi sektor peternakan nasional.</p>
<p>Selain membantu memenuhi kebutuhan protein hewani penerima manfaat, penggunaan susu tersebut diharapkan dapat mendorong penyerapan produksi susu dalam negeri.</p>
<p>Dengan meningkatnya permintaan susu dari program MBG, produktivitas serta kesejahteraan peternak lokal diharapkan ikut meningkat.</p>
<p>Di sisi lain, ketentuan mengenai kandungan susu minimal 80 persen menjadi instrumen untuk memastikan kualitas produk yang diberikan kepada masyarakat tetap terjaga.</p>
<p>BGN pun menegaskan pengawasan terhadap dapur pelaksana akan terus dilakukan. Dapur MBG yang terbukti kembali memberikan produk yang tidak sesuai ketentuan, termasuk produk dengan kandungan air yang sangat dominan, dapat dikenai tindakan tegas hingga penutupan dapur.(dhil/dtk)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/bgn-tegaskan-dapur-mbg-beri-susu-mayoritas-air-bisa-ditutup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
