koranindopos.com – Jakarta. Kabar tentang pemasangan eskalator di tangga menuju puncak Candi Borobudur menjelang kunjungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menuai kontroversi luas di publik dan media sosial. Menanggapi hal tersebut, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo akhirnya buka suara, meski dengan penjelasan yang cukup hati-hati.
Dalam konferensi pers bertajuk “Persiapan Kunjungan Presiden Prancis ke Indonesia” yang digelar di Kantor Kementerian PU, Dody menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki informasi pasti terkait pembangunan eskalator tersebut. Menurutnya, kawasan Candi Borobudur sudah memiliki berbagai fasilitas yang mendukung aksesibilitas, seperti mobil buggy, yang dapat digunakan oleh para tamu negara.
“Apakah untuk kedatangan Presiden Prancis ini akan dibangun eskalator? Saya terus terang nggak bisa jawab, tapi setahu saya di sana sudah ada buggy dan lain sebagainya yang bisa dipakai agar Pak Presiden dan yang lain bisa sampai puncak dengan nyaman,” ujar Dody.
Lebih lanjut, Dody juga menyebutkan bahwa ia sempat mengunjungi Candi Borobudur beberapa waktu lalu untuk meninjau kesiapan infrastruktur menyambut kunjungan kedua kepala negara. Namun, ia menegaskan bahwa kunjungannya terbatas pada area luar candi dan tidak masuk ke dalam struktur utama yang saat ini tertutup untuk umum.
“Saya datang basic-nya untuk mengecek apakah infrastruktur di sekitar yang selama ini kita kerjakan itu masih berfungsi baik. Misalnya jalan yang akan dilewati oleh presiden, apakah masih dalam kondisi baik,” jelasnya.
Terkait legalitas dan etika pemasangan fasilitas seperti eskalator di situs warisan dunia, Dody menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab pengelolaan Candi Borobudur berada di bawah Kementerian Kebudayaan serta PT Taman Wisata Candi, anak usaha dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney).
“PU pada saat melakukan renovasi kawasan hanya fokus pada area sekitar. Objek utama Borobudur itu tidak masuk ranah kami karena dikelola oleh Kementerian Kebudayaan dan InJourney,” tegasnya.
Sebelumnya, media sosial ramai memperbincangkan video yang memperlihatkan sejumlah pelat besi dan papan kayu yang tampak dipasang di tangga Candi Borobudur. Warganet berspekulasi bahwa material tersebut merupakan bagian dari pembangunan eskalator untuk memudahkan akses ke puncak candi selama kunjungan presiden. Video tersebut menuai berbagai reaksi, terutama karena Borobudur merupakan situs warisan budaya dunia UNESCO yang harus dijaga keasliannya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pengelola Candi Borobudur atau Kementerian Kebudayaan mengenai keberadaan eskalator tersebut. Namun, polemik ini kembali menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan situs budaya, terutama ketika bersinggungan dengan kegiatan berskala internasional.
Sebagai penutup, Menteri PU Dody Hanggodo berharap seluruh persiapan menyambut kunjungan Presiden Macron dan Presiden Prabowo dapat berjalan lancar, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai sejarah dan budaya yang melekat pada Candi Borobudur sebagai ikon pariwisata dan warisan budaya Indonesia.(dhil)















