Sabtu, 12 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Momentum 2026 Dinilai Mirae Asset Membuka Peluang bagi Komoditas, Konsumsi, dan Telekomunikasi

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
5 Desember 2025
in Ekonomi
A A
0
MIRAE ASSET

Mirae Asset, Media Day, Kamis (4/12)

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com, JAKARTA — PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai bahwa perekonomian Indonesia akan memasuki 2026 dengan fondasi yang kuat meskipun ketidakpastian global masih membayangi. Stabilitas makro, daya beli domestik yang solid, serta prospek positif dari sektor komoditas menjadi kunci ketahanan ekonomi nasional di tahun mendatang.

Rully Arya Wisnubroto, Chief Economist & Head of Research Mirae Asset, menjelaskan bahwa penguatan sinergi kebijakan fiskal dan moneter, potensi apresiasi rupiah, serta dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menjadi katalis positif bagi sentimen pasar. Faktor-faktor tersebut diyakini mampu menjaga momentum pertumbuhan Indonesia di tengah tantangan eksternal, ujar Rully pada Media Day, Kamis (4/12).

Komoditas Tetap Jadi Penopang Utama

Menurut Mirae Asset, sektor komoditas khususnya emas, batu bara, dan nikel akan terus memainkan peran strategis dalam menopang kinerja eksternal Indonesia. Proyeksi ekonomi nasional menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,3% pada 2026 dan 5,4% pada 2027, dengan inflasi yang stabil di sekitar 2,5%. Nilai tukar rupiah juga diprediksi menguat ke Rp16.500 per dolar AS pada akhir 2026, sejalan dengan pelemahan indeks DXY.

Artikel Terkait

Pengalaman Berasuransi Semakin Mudah Berkat myGarda

Program RATU dari Tim Bismillah Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jadi Juara 1 Kompetisi ACTION! Asuransi Astra

Pertamina: Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20.000 per Liter akibat Konflik Timur Tengah

Rully menambahkan bahwa kondisi global pada 2026 akan dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi Tiongkok, meningkatnya kebijakan proteksionis Amerika Serikat, serta lanjutan tren pemangkasan suku bunga di negara maju. Meski demikian, permintaan terhadap komoditas utama Indonesia, seperti emas, batu bara, dan ferroalloys, diperkirakan tetap kuat.

Emas Tetap Aset Unggulan di 2026

Farras Farhan, Senior Research Analyst Mirae Asset, menilai 2026 akan menjadi tahun dengan divergensi tajam antar-komoditas. Ia memperkirakan harga emas akan bertahan di atas USD 4.000 per ons, didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, pembelian masif oleh bank sentral global, serta pemulihan arus masuk ETF. “Emas menjadi aset paling defensif dan atraktif tahun depan. Batu bara tetap solid dari sisi arus kas, sementara nikel memasuki fase penyesuaian pasar yang panjang,” ungkap Farras.

Sejumlah emiten diproyeksikan akan diuntungkan, seperti ANTM dan BRMS dari tren harga emas, serta ADRO dan ADMR dari ketahanan bisnis batu bara dan hilirisasi, termasuk proyek green aluminium ADMR. Sementara itu, NCKL dinilai menarik berkat integrasi rantai pasok nikel, dan AADI dipandang prospektif sebagai emiten berorientasi dividen.

Prospek Cerah untuk Konsumsi dan Telekomunikasi

Selain komoditas, Mirae Asset melihat potensi pertumbuhan pada sektor konsumsi, telekomunikasi, dan infrastruktur digital. Perluasan program MBG diyakini akan mendorong peningkatan permintaan protein dan produk Fast-Moving Consumer Goods (FMCG).

Di sisi lain, tren penurunan suku bunga dipandang membuka peluang re-rating pada emiten menara telekomunikasi dan jaringan fiber, seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia. (sh)

Topik: Mirae Asset

TerkaitBerita

Pengalaman Berasuransi Semakin Mudah Berkat myGarda
Ekonomi

Pengalaman Berasuransi Semakin Mudah Berkat myGarda

oleh Editor : Doe
12 September 2026
Program RATU dari Tim Bismillah Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jadi Juara 1 Kompetisi ACTION! Asuransi Astra
Ekonomi

Program RATU dari Tim Bismillah Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jadi Juara 1 Kompetisi ACTION! Asuransi Astra

oleh Editor : Doe
11 September 2026
Pertamina: Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20.000 per Liter akibat Konflik Timur Tengah
Ekonomi

Pertamina: Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20.000 per Liter akibat Konflik Timur Tengah

oleh Editor : Affandy
11 September 2026
Harga Emas Diprediksi Naik Lagi ke Rp3 Juta per Gram, Konflik Geopolitik Jadi Pemicu
Bisnis

Harga Emas Diprediksi Naik Lagi ke Rp3 Juta per Gram, Konflik Geopolitik Jadi Pemicu

oleh Editor : Affandy
11 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Pengalaman Berasuransi Semakin Mudah Berkat myGarda

Pengalaman Berasuransi Semakin Mudah Berkat myGarda

12 September 2026
Program RATU dari Tim Bismillah Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jadi Juara 1 Kompetisi ACTION! Asuransi Astra

Program RATU dari Tim Bismillah Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jadi Juara 1 Kompetisi ACTION! Asuransi Astra

11 September 2026
87 Siswa di Taiwan Diare Usai Makan Siang Gratis, Dapur Penyedia Langgar 5 Aturan Higiene

87 Siswa di Taiwan Diare Usai Makan Siang Gratis, Dapur Penyedia Langgar 5 Aturan Higiene

11 September 2026
Pertamina: Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20.000 per Liter akibat Konflik Timur Tengah

Pertamina: Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20.000 per Liter akibat Konflik Timur Tengah

11 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4486 shares
    Share 1794 Tweet 1122
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    861 shares
    Share 344 Tweet 215
  • 3 Motor Listrik Bertenaga Buas yang Diklaim Bisa Menandingi Motor 250cc

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Suami Leni Mariska Angkat Bicarakan Tuduhan Podcast: Dari Klaim Nafkah Kurang Hingga Laporan Pemalsuan Dokumen

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kecelakaan Beruntun di Kembangan Jakbar Tewaskan Sekeluarga, Libatkan 5 Kendaraan

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya