Senin, 17 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Momentum 2026 Dinilai Mirae Asset Membuka Peluang bagi Komoditas, Konsumsi, dan Telekomunikasi

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
5 Desember 2025
in Ekonomi
A A
0
MIRAE ASSET

Mirae Asset, Media Day, Kamis (4/12)

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com, JAKARTA — PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai bahwa perekonomian Indonesia akan memasuki 2026 dengan fondasi yang kuat meskipun ketidakpastian global masih membayangi. Stabilitas makro, daya beli domestik yang solid, serta prospek positif dari sektor komoditas menjadi kunci ketahanan ekonomi nasional di tahun mendatang.

Rully Arya Wisnubroto, Chief Economist & Head of Research Mirae Asset, menjelaskan bahwa penguatan sinergi kebijakan fiskal dan moneter, potensi apresiasi rupiah, serta dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menjadi katalis positif bagi sentimen pasar. Faktor-faktor tersebut diyakini mampu menjaga momentum pertumbuhan Indonesia di tengah tantangan eksternal, ujar Rully pada Media Day, Kamis (4/12).

Komoditas Tetap Jadi Penopang Utama

Menurut Mirae Asset, sektor komoditas khususnya emas, batu bara, dan nikel akan terus memainkan peran strategis dalam menopang kinerja eksternal Indonesia. Proyeksi ekonomi nasional menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,3% pada 2026 dan 5,4% pada 2027, dengan inflasi yang stabil di sekitar 2,5%. Nilai tukar rupiah juga diprediksi menguat ke Rp16.500 per dolar AS pada akhir 2026, sejalan dengan pelemahan indeks DXY.

Artikel Terkait

Danantara Buka Suara soal GOTO Terdepak dari Indeks MSCI

Jelang HUT ke-81 RI, Ekonom Soroti Tantangan Kesejahteraan dan Ketimpangan Kelas Menengah

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Positif Pegadaian Berhasil Catatkan Laba Rp6,59 Triliun

Rully menambahkan bahwa kondisi global pada 2026 akan dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi Tiongkok, meningkatnya kebijakan proteksionis Amerika Serikat, serta lanjutan tren pemangkasan suku bunga di negara maju. Meski demikian, permintaan terhadap komoditas utama Indonesia, seperti emas, batu bara, dan ferroalloys, diperkirakan tetap kuat.

Emas Tetap Aset Unggulan di 2026

Farras Farhan, Senior Research Analyst Mirae Asset, menilai 2026 akan menjadi tahun dengan divergensi tajam antar-komoditas. Ia memperkirakan harga emas akan bertahan di atas USD 4.000 per ons, didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, pembelian masif oleh bank sentral global, serta pemulihan arus masuk ETF. “Emas menjadi aset paling defensif dan atraktif tahun depan. Batu bara tetap solid dari sisi arus kas, sementara nikel memasuki fase penyesuaian pasar yang panjang,” ungkap Farras.

Sejumlah emiten diproyeksikan akan diuntungkan, seperti ANTM dan BRMS dari tren harga emas, serta ADRO dan ADMR dari ketahanan bisnis batu bara dan hilirisasi, termasuk proyek green aluminium ADMR. Sementara itu, NCKL dinilai menarik berkat integrasi rantai pasok nikel, dan AADI dipandang prospektif sebagai emiten berorientasi dividen.

Prospek Cerah untuk Konsumsi dan Telekomunikasi

Selain komoditas, Mirae Asset melihat potensi pertumbuhan pada sektor konsumsi, telekomunikasi, dan infrastruktur digital. Perluasan program MBG diyakini akan mendorong peningkatan permintaan protein dan produk Fast-Moving Consumer Goods (FMCG).

Di sisi lain, tren penurunan suku bunga dipandang membuka peluang re-rating pada emiten menara telekomunikasi dan jaringan fiber, seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia. (sh)

Topik: Mirae Asset

TerkaitBerita

Danantara Buka Suara soal GOTO Terdepak dari Indeks MSCI
Bisnis

Danantara Buka Suara soal GOTO Terdepak dari Indeks MSCI

oleh Editor : Affandy
16 Agustus 2026
Jelang HUT ke-81 RI, Ekonom Soroti Tantangan Kesejahteraan dan Ketimpangan Kelas Menengah
Ekonomi

Jelang HUT ke-81 RI, Ekonom Soroti Tantangan Kesejahteraan dan Ketimpangan Kelas Menengah

oleh Editor : Affandy
16 Agustus 2026
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Positif Pegadaian Berhasil Catatkan Laba Rp6,59 Triliun
Bisnis

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Positif Pegadaian Berhasil Catatkan Laba Rp6,59 Triliun

oleh Editor : Anggoro
15 Agustus 2026
EDRR Indonesia 2026 Tampilkan Teknologi Mitigasi dan Penyelamatan Bencana Terkini
Ekonomi

EDRR Indonesia 2026 Tampilkan Teknologi Mitigasi dan Penyelamatan Bencana Terkini

oleh Editor : Affandy
15 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Jembatan Kaca Bromo Kembali Ditutup, Ada Titik Api Baru di Kawasan Gunung Bromo

Jembatan Kaca Bromo Kembali Ditutup, Ada Titik Api Baru di Kawasan Gunung Bromo

16 Agustus 2026
Samsung Galaxy Z8 Series Resmi Dijual di Indonesia, Bawa Galaxy AI dan Kemudahan Pindah Data

Samsung Galaxy Z8 Series Resmi Dijual di Indonesia, Bawa Galaxy AI dan Kemudahan Pindah Data

16 Agustus 2026
Honda Forza 750 2027 Meluncur di Eropa, Tampil Makin Futuristis dan Punya Jarak Tempuh 375 Km

Honda Forza 750 2027 Meluncur di Eropa, Tampil Makin Futuristis dan Punya Jarak Tempuh 375 Km

16 Agustus 2026
Jangan Asal Kurangi Porsi, Ini Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Harian Menurut Dokter Gizi

Jangan Asal Kurangi Porsi, Ini Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Harian Menurut Dokter Gizi

16 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4377 shares
    Share 1751 Tweet 1094
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    715 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Transfer Enzo Fernandez Dari Chelsea Ke Manchester City Batal

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Manchester United Bakal Lepas 4 Pemain di Bursa Transfer Musim Panas

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Kampung Legendaris Hadir di Mal Ciputra Jakarta, Bawa Lebih dari 40 Kuliner Nusantara

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya