Koranindopos.com, Jakarta – Aktris senior Nunung Srimulat kembali menunjukkan eksistensinya di dunia perfilman Indonesia. Setelah sukses di berbagai proyek komedi, kini ia tampil dalam film horor komedi terbaru bertajuk Pesugihan Sate Gagak. Film ini mempertemukannya dengan sejumlah bintang muda seperti Yoriko Angeline, Ardit Erwandha, dan Yono Bakrie, menghadirkan kisah unik antara tawa dan teror di layar lebar.
Dalam film garapan rumah produksi lokal Cahaya Pictures dan Base Entertainment ini, Nunung memerankan karakter Ibu Imas, sosok ibu yang keras kepala dan sangat matrealistis. Ia adalah ibu dari Andini, diperankan oleh Yoriko Angeline, dan memiliki menantu bernama Anto, dimainkan oleh Ardit Erwandha. Melalui karakter ini, Nunung menghadirkan potret orang tua masa kini yang penuh dilema antara cinta dan kebutuhan ekonomi.
“Ibu Imas disini dia galak dan matrealistis, punya anak satu-satunya bernama Andin. Dia galak dan matre karena mau melepas anaknya ke pria lain,” kata Nunung Srimulat ketika ditemui di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/11/2025).

Menurut Nunung, karakter Ibu Imas tidak jauh dari kenyataan sosial saat ini. Ia menganggap bahwa banyak orang tua modern memiliki harapan yang sama terhadap anak-anak mereka: menikah dengan pasangan yang mapan dan bertanggung jawab.
“Namanya orang tua wajar pingin anaknya dapat yang terbaik, mau dilamar sama anak yang gak punya, lepas gak ya?” ucapnya.
Ia kemudian menambahkan bahwa realitas hidup kini membuat banyak orang tak lagi bisa bergantung pada cinta semata. “Karena kan zaman sekarang gak ada makan cinta,” tambah Nunung.
Dalam alur film, Ibu Imas akhirnya menerima lamaran Anto setelah sang calon menantu memberikan mahar sebesar Rp150 juta. Namun, tanpa sepengetahuannya, uang itu berasal dari hasil pesugihan sate gagak. “Tapi kan gak tau, taunya dia bisa aja gitu bayar mahar dll buat Andin, yaudah lepas aja. Ya namanya ibu mau anaknya dilepas dengan baik lah,” jelas Nunung Srimulat.
Aktris berusia 61 tahun itu menuturkan bahwa ia sangat menikmati peran tersebut karena dekat dengan realita hidupnya sendiri. Ia mengaku memahami perasaan seorang ibu yang ingin memastikan anaknya tidak hidup susah. “Karena miskin itu capek dan susah, seperti saya sekarang. Tapi jadi miskin capek, maunya hidup bahagia dan berkecukupan,” ujarnya.
Film Pesugihan Sate Gagak sendiri mengisahkan Anto, seorang pegawai warteg yang harus menyediakan mahar fantastis dalam waktu sebulan untuk menikahi kekasihnya Andini. Bersama dua temannya, Dimas (Yono Bakrie) dan Indra (Benidictus Siregar), ia melakukan ritual sate gagak setelah menemukan buku mantra peninggalan kakek Indra.
Ritual itu membawa mereka pada kekayaan instan, namun juga membuka pintu bagi makhluk gaib seperti genderuwo, pocong, hingga kuntilanak yang menjadi pelanggan tetap sate gagak tersebut. Situasi pun berubah menjadi menegangkan ketika keuntungan besar itu membawa malapetaka.
Selain Nunung, film ini juga dibintangi oleh Yoriko Angeline, Ardit Erwandha, Yono Bakrie, dan Benidictus Siregar. Dengan kombinasi komedi segar dan sentuhan horor lokal, Pesugihan Sate Gagak menjanjikan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung kritik sosial mengenai ambisi dan keserakahan manusia. (Brg/Kul)










