Koranindopos.com, Jakarta – Film Papa Zola merupakan film animasi yang popular di negeri Jiran, Malaysia siap menyapa penonton di Indonesia. Karya terbaru ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Tanah Air pada 23 Januari 2026. Didistribusikan oleh MD Pictures, film tersebut ditujukan untuk menghibur seluruh lapisan masyarakat dengan cerita keluarga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Papa Zola merupakan pengembangan semesta dari film animasi populer BoBoiBoy. Namun, alih-alih berfokus pada aksi remaja dan kekuatan super, film ini mengangkat perjuangan seorang ayah bernama Papa Zola yang berusaha menyelamatkan anaknya. Cerita tersebut menjadi benang merah yang menggerakkan konflik dan emosi sepanjang film.
Di balik layar, Papa Zola digarap oleh Nizam Abd Razak yang bertindak sebagai sutradara, penulis, sekaligus pengisi suara.

Kehadiran film ini menandai kembalinya Nizam membawa karya layar lebar ke Indonesia, dengan pendekatan cerita yang lebih sentimental dan menyentuh hubungan antara ayah dan anak.
“Kalau selama ini The Monsta Studio kan lebih kepada aksi remaja ya, superhero anak-anak. Kali ini kita lihat, kita mau bawa sosok bapa (ayah) itu sendiri menjadi hero,” kata Nizam Abd Razak di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (10/1/2026).
“Jadi itu yang kita lebih ambil kepada Family Hero,” sambungnya.
Nizam menjelaskan bahwa setiap karya yang ia ciptakan memiliki karakter kepahlawanan yang berbeda. Jika sebelumnya penonton mengenal BoBoiBoy sebagai pahlawan dengan kekuatan elemen dan Mechamato sebagai pahlawan berlapis zirah, maka Papa Zola menghadirkan sosok ayah sebagai pusat cerita heroik.
“Saya rasa tak banyak cerita yang (dibuat) untuk bapa-bapa, untuk keluarga ya. Jadi harapnya, inilah satu surat cinta untuk bapa-bapa juga di luar sana,” ucapnya.
Lebih jauh, Nizam menilai kisah dalam film ini sangat relevan dengan kehidupan para ayah di berbagai belahan dunia. Menurutnya, nilai pengorbanan dan perlindungan terhadap anak merupakan bahasa universal yang mudah diterima penonton lintas budaya.
“Saya rasa semua akan terkoneksi ya dengan cerita ini. Karena setiap kehidupan ini tentu saja sosok ayah yang akan melindungi anak-anaknya,” jelasnya.
Tak hanya berbicara soal cerita, Papa Zola juga menjadi bagian dari ambisi besar Nizam untuk memperluas pengaruh industri animasi Asia. Ia berharap kolaborasi dan distribusi di Indonesia dapat membuka jalan menuju pasar yang lebih luas.
“Kami hadir di Indonesia, ingin bisa membesarkan industri film di Asia, kalau bisa di dunia,” ujar Nizam Abd Razak.
Kehadiran Papa Zola diharapkan menjadi tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi penonton Indonesia saat resmi tayang awal 2026. (Brg/Kul)










