koranindopos.com – Jakarta, Pemprov DKI Jakarta resmi mengembangkan Portal Satu Data Jakarta (Pot Data Jakarta), sebuah layanan portal data yang tidak hanya menyajikan data mentah, tetapi juga memberikan wawasan (insight) yang relevan. Inovasi ini menjadi bagian dari transformasi digital Jakarta menuju kota global.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta, Budi Awaludin, menjelaskan bahwa Pot Data Jakarta dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pertukaran informasi sebagai salah satu indikator kota global.
“Salah satu indikator menjadi kota global adalah pertukaran informasi. Informasinya yaitu data,” ujar Budi dalam seminar implementasi proyek perubahan di Tavia Heritage Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (9/9).
Portal ini menyajikan berbagai data tematik seperti kesehatan, pendidikan, kependudukan, UMKM, ketentraman dan ketertiban umum, hingga data sosial. Selain itu, tersedia pula data pembangunan manusia berbasis siklus hidup, inflasi, serta harga komoditas pangan strategis.
Tak hanya itu, Pot Data Jakarta juga memuat data kewilayahan berupa dasbor satu data kelurahan, CCTV, dan layanan JakWIFI. Semua data disajikan dalam bentuk grafik, peta dinamis, narasi kunci, hingga insight utama untuk memudahkan pemahaman masyarakat maupun pembuat kebijakan.
Menurut Budi, portal ini ditopang oleh 4.500 data set resmi Jakarta yang valid, transparan, serta dijamin keamanannya melalui enkripsi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI. Seluruh data yang ditampilkan telah sesuai dengan Prinsip Satu Data Indonesia.
“Portal ini bisa menjadi rujukan, tidak hanya untuk publik, tetapi juga dalam rapat-rapat jajaran Pemprov DKI mulai dari tingkat kelurahan hingga provinsi,” jelasnya.
Pot Data Jakarta terintegrasi dengan Super App Jaki. Pengguna cukup mengakses fitur “Data Jakarta” untuk membuka portal. Menariknya, layanan ini juga dilengkapi chatbot berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan dua maskot interaktif, Bang Jaka dan Po’ Tata, yang siap menjawab pertanyaan berdasarkan data resmi dari OPD.
Pertanyaan yang belum terjawab oleh chatbot akan menjadi masukan penting bagi pengelola untuk melengkapi data ke depannya.
“Variabel dan indikatornya sudah sesuai dengan RPJMD. Untuk mengaksesnya pun sangat mudah,” tandas Budi. (hai)










