koranindopos.com – Jakarta. Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Minggu sore, 4 Januari 2026.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis pemerintah, khususnya terkait percepatan hilirisasi industri dan pengembangan investasi berkelanjutan.
“Minggu sore, Presiden Prabowo menerima Kepala Danantara sekaligus Ment Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, 4 Januari 2026,” ujar Teddy.
Menurut Teddy, terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut. Salah satunya adalah perkembangan lima titik proyek hilirisasi yang akan dikelola oleh BPI Danantara dan direncanakan memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking pada awal bulan depan.
“Dalam pertemuan tersebut dibahas tiga poin, yakni perkembangan lima titik proyek hilirisasi oleh Danantara yang akan melakukan groundbreaking di awal bulan depan,” ungkap Teddy.
Ia menjelaskan, proyek hilirisasi tersebut akan dilaksanakan di sejumlah provinsi di Indonesia dengan nilai investasi yang cukup besar. Total investasi yang disiapkan mencapai 6 miliar dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp100 triliun.
Selain proyek hilirisasi, Presiden Prabowo dan Rosan Roeslani juga membahas perkembangan proyek Waste to Energy yang berfokus pada penertiban dan pengelolaan sampah. Program ini dinilai strategis karena tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah terbuka, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui pemanfaatan energi.
“Perkembangan proyek Waste to Energy atau penertiban pengelolaan sampah dibahas agar volume sampah terbuka tidak hanya berkurang, tetapi juga memberikan manfaat besar dari sisi ekonomi,” jelas Teddy.
Pertemuan tersebut mencerminkan komitmen Presiden Prabowo dalam mendorong percepatan hilirisasi industri nasional, peningkatan investasi strategis, serta pengembangan ekonomi berkelanjutan melalui penerapan teknologi ramah lingkungan di berbagai daerah di Indonesia. (hai)










