Rabu, 11 Februari 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Program PAPS Dikeluhkan, Orang Tua Murid Pertanyakan Transparansi Penerimaan di SMK Negeri 4 Kota Bogor

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
10 Juli 2025
in Megapolitan
0
SMK Negeri 4 Kota Bogor
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Bogor, Program Pencegahan Anak Putus Sekolah (PAPS) yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menuai keluhan dari sejumlah orang tua murid di Kota Bogor. Mereka menilai pelaksanaan program tersebut di lapangan, khususnya di SMK Negeri 4 Kota Bogor, tidak berjalan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah provinsi.

Salah satu warga Bogor Selatan, Iyan, orang tua siswa yang mendaftarkan anaknya melalui jalur PAPS, menyampaikan kekecewaannya terhadap proses seleksi yang dilakukan pihak sekolah. Ia mempertanyakan transparansi dalam penerimaan siswa melalui program tersebut.

“Saya merasa SMK Negeri 4 Kota Bogor tidak transparan dalam memilih data anak-anak untuk diterima dalam Program PAPS. Anak saya masih dalam lingkungan domisili sekolah, tapi tidak diterima. Sementara saya lihat justru ada yang dari luar Kota Bogor bisa diterima,” kata Iyan kepada wartawan.

Lebih lanjut, Iyan menyebut bahwa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat, prioritas penerimaan program PAPS adalah anak-anak yang sudah mendaftar pada tahap 1 dan 2 serta berdomisili di sekitar sekolah. “Kalau ada yang dari luar kota diterima, saya khawatir jangan-jangan ada dugaan titipan atau bahkan praktik jual beli kursi sekolah,” tegasnya.

Artikel Terkait

Pembangunan MRT Jakarta Tembus Bekasi Dimulai Tahun Ini

CL Cup Mural Competition 2026 Kembali Hadir di Mal Ciputra Jakarta

Melangkah Bersama di Usia 50 Tahun, Darya-Varia Hadirkan Enervon Nusantara Run

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Panitia SPMB SMK Negeri 4 Kota Bogor, Mulyadi, saat dikonfirmasi oleh wartawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin menjalankan instruksi dari kepala sekolah. Ia juga menyebut telah membuat aplikasi internal untuk menyaring data anak-anak yang gagal pada tahap 1 dan 2 agar bisa masuk melalui jalur PAPS.

“Soal ada yang diterima dari luar domisili, saya sendiri tidak tahu. Yang pasti, kita sudah berusaha menjalankan proses seleksi sebaik mungkin,” ujar Mulyadi.

Ketika ditanya lebih lanjut soal aturan domisili dan kemungkinan sanksi terhadap pihak sekolah yang melanggar ketentuan, Mulyadi menjawab, “Domisili itu maksudnya masih satu provinsi, yang penting dekat dengan sekolah. Soal sanksi, saya bukan praktisi hukum, jadi saya tidak bisa memberikan jawaban soal itu.”

Saat wartawan berusaha mengonfirmasi langsung kepada Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Kota Bogor mengenai persoalan ini, Mulyadi menyatakan bahwa kepala sekolah sedang tidak berada di tempat.

Program PAPS sendiri sejatinya dirancang untuk menjamin seluruh anak usia sekolah, khususnya yang kurang mampu dan berdomisili dekat dengan sekolah, dapat tetap melanjutkan pendidikan. Namun, implementasi di lapangan yang dinilai belum konsisten dengan regulasi, justru menimbulkan kekecewaan dan pertanyaan dari masyarakat.

Polemik ini menjadi catatan penting bagi pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk segera mengevaluasi proses pelaksanaan PAPS agar lebih adil, transparan, dan tepat sasaran. (ian)

Topik: Program PAPSSMK Negeri 4 Kota Bogor
Sebelumnya

PT Pertamina Hulu Energi Umumkan Perubahan Jajaran Komisaris, Denny JA Ditunjuk sebagai Komisaris Utama

Selanjutnya

AQUA AC Proshop Resmi Dibuka di Kelapa Gading, Hadirkan Konsep Ritel Modern yang Nyaman dan Informatif

TerkaitBerita

Pembangunan MRT Jakarta Tembus Bekasi Dimulai Tahun Ini
Megapolitan

Pembangunan MRT Jakarta Tembus Bekasi Dimulai Tahun Ini

oleh Editor : Affandy
9 Februari 2026
MAL CIPUTRA JAKARTA
Megapolitan

CL Cup Mural Competition 2026 Kembali Hadir di Mal Ciputra Jakarta

oleh Editor : Hanasa
8 Februari 2026
ENERVON
Megapolitan

Melangkah Bersama di Usia 50 Tahun, Darya-Varia Hadirkan Enervon Nusantara Run

oleh Editor : Hanasa
4 Februari 2026
Centrepark
Megapolitan

Bukan Sekadar Parkir, Centrepark Dorong Mobilitas Kota Lewat Parking Outlook 2026

oleh Editor : Hanasa
4 Februari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Aplikasi SAKEDAP Diperkenalkan untuk Tertibkan Serah Simpan Karya dan Perkuat Literasi Digital

Aplikasi SAKEDAP Diperkenalkan untuk Tertibkan Serah Simpan Karya dan Perkuat Literasi Digital

10 Februari 2026
Penuhi Panggilan Komnas PA, Virgoun Siap Mediasi dengan Inara Rusli Demi Kepentingan Anak

Penuhi Panggilan Komnas PA, Virgoun Siap Mediasi dengan Inara Rusli Demi Kepentingan Anak

10 Februari 2026
HILO

Kolaborasi HiLo dan Satya Wacana Salatiga Perkuat Ekosistem Basket Nasional

10 Februari 2026
Peserta Pelatihan Lulusan BLK Bakal ‘Diantar’ Sampai Dapat Kerja

Peserta Pelatihan Lulusan BLK Bakal ‘Diantar’ Sampai Dapat Kerja

10 Februari 2026

Terpopuler

  • Honda X-Tracker 2026

    Honda X-Tracker 2026 Resmi Masuk Indonesia, Motor Bebek Trail Dibanderol Mulai Rp16 Jutaan

    533 shares
    Share 213 Tweet 133
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    2442 shares
    Share 977 Tweet 611
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    399 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Denza Kirim Sinyal Kehadiran SUV Premium B5 di Indonesia

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Panen Raya Perdana PS-08 di Pandeglang Jadi Tonggak Baru Ketahanan Pangan Nasional

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya