Koranindopos.com-Jakarta. Lagu berjudul ‘Penyihir’ menjadi single ke empat yang dirilis oleh Qodir Band. Band bentukan Dul Jaelani ini sebelumnya memanh sempat meluncurkan album bertajuk ‘Seribu Bulan’.
Seperti lagu-lagu lainnya, ‘Penyihir’ juga kental dengan nuansa rock. Band yang beranggotakan Dul Jaelani, Muhammad Xaviar, Deriel Sudiro, dan Axel CB ini memang memilih genre rock sebagai benang merah mereka dalam bermusik.
“Sepakat kami mengusung musik rock sebagai harga mati genre musiknya Qodir. Karena kami melihat musik rock hamper punah di era zilenial sekarang. Kami ingin meramaikan kembali skena musik funk, blues, psychedelic, rock & roll yang sudah hampir punah di industri musik era zilenial. Namun untuk permainan diksi pada lirik lagu, kami ingin pendengar Qodir mempunyai interpretasi sendiri-sendiri. Karena kami mengangkat banyak tema dari setiap single yang kami buat,” ungkap Muhammad Xaviar, sang gitaris.

Adalah Dul Jaelani lah otak dibalik terciptanya lirik lagu ‘Penyihir’. Khusus lagu ini, Dul memberi tema khusus yang jarang-jarang anak muda seusianya mengamati dengan jeli yakni fenomena soal elit global yang mengemuka belakangan ini di kanal-kanal sosial media dan youtube.
“Soal lirik, Qodir mengambil diksi yang lugas aja. Waktu saya take vocal, saya hanya melantunkan sebuah syair yang menggambarkan keresahan saya terhadap era yang sedang berjalan. Dan mungkin juga keresahan banyak anak muda lainnya,” ucap Dul Jaelani.
“Jadi tidak ada lirik yang diganti semenjak kita menemukan lirik pertama. Utuh dari awal sampai proses mixing dan mastering. Saya rasa lagu Penyihir adalah lagu yang paling relate di kondisi kehidupan sosial anak muda jaman sekarang. Dan ini bentuk sarkasme terhadap elit global dunia,” sambungnya.
Khusus lagu Penyihir dibutuhkan waktu dua bulan dalam proses pembuatan lirik hingga rampung. Waktu banyak tersita untuk proses diskusi lirik dan musiknya ,
Tantangan dalam mengerjakan single ini terjadi di saat rekaman yaitu disaat mereka bereksperimen di sesi brass section.
“Kami semua memang penggemar berat Nirvana, tapi kami tak mau melakukan apa yang telah Nirvana lakukan. Kami ingin melakukan sesuatu yang baru dengan menambahkan brass section pada lagu ini. Biar beda dan kaya musiknya ,” tutur Axel CB, yang merupakan keponakan dari Atiek CB.
Untuk video musiknya Qodir menampilkan semacam video dokumentasi daerah-daerah yang ikonik di Jakarta, seperti Blok M, M Bloc dan beberapa spot lainnya.
“Kami hanya ingin memotret dan melestarikan kampung halaman kami lewat video musiknya Qodir. Daerah-daerah ini yang sering kami lewati dan sangat berkesan serta punya arti buat kami ,” kata Deriel Sudiro










