<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AFPI &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/afpi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Jan 2025 01:57:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>AFPI &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>AFPI Sambut Positif Kebijakan OJK tentang Penyesuaian Suku Bunga dan Ketentuan Penerima Dana di Industri Fintech Pinjol</title>
		<link>https://koranindopos.com/afpi-sambut-positif-kebijakan-ojk-tentang-penyesuaian-suku-bunga-dan-ketentuan-penerima-dana-di-industri-fintech-pinjol/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/afpi-sambut-positif-kebijakan-ojk-tentang-penyesuaian-suku-bunga-dan-ketentuan-penerima-dana-di-industri-fintech-pinjol/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jan 2025 01:57:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[AFPI]]></category>
		<category><![CDATA[Pinjol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=85838</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Jakarta. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyambut baik keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengeluarkan kebijakan baru terkait penyesuaian ketentuan suku bunga dan batasan penerima dana pada industri fintech peer-to-peer lending (P2P lending), yang lebih dikenal dengan istilah pinjaman online (pinjol). Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang lebih sehat dan berkelanjutan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://koranindopos.com">koranindopos.com</a> </strong>&#8211; <strong>Jakarta</strong>. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyambut baik keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengeluarkan kebijakan baru terkait penyesuaian ketentuan suku bunga dan batasan penerima dana pada industri <strong>fintech peer-to-peer lending (P2P lending)</strong>, yang lebih dikenal dengan istilah <strong>pinjaman online (pinjol)</strong>. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang lebih sehat dan berkelanjutan dalam industri fintech di Indonesia.</p>
<p>Ketua Umum AFPI, <strong>Entjik S Djafar</strong>, menyatakan bahwa kebijakan ini akan memberikan dampak positif bagi seluruh pelaku industri fintech dan juga konsumen. Dalam pernyataannya, Entjik berharap bahwa kebijakan baru ini dapat meningkatkan kualitas pendanaan di sektor P2P lending dan membantu melindungi konsumen dari risiko yang lebih besar, baik dari segi hukum maupun reputasi.</p>
<p>&#8220;Sebagai asosiasi resmi penyelenggara Pindar, AFPI optimis kebijakan ini akan memiliki multidampak. Kami percaya bahwa kebijakan ini dapat menciptakan ekosistem industri yang sehat dan berkelanjutan, serta meminimalisir risiko bagi semua pihak yang terlibat,&#8221; ujar Entjik dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (5/1/2025).</p>
<p>Salah satu poin utama dalam kebijakan OJK adalah penyesuaian <strong>batasan suku bunga</strong> untuk industri P2P lending. Hal ini diharapkan dapat menekan praktik bunga yang terlalu tinggi yang selama ini menjadi keluhan banyak konsumen. Selain itu, kebijakan baru ini juga mengatur batas usia minimum penerima dana pinjaman, yang ditetapkan <strong>18 tahun</strong> dan memiliki penghasilan <strong>Rp 3 juta/bulan</strong>. Dengan adanya persyaratan ini, diharapkan hanya individu yang sudah stabil secara ekonomi yang dapat mengakses layanan pinjaman ini.</p>
<p>Selain itu, kebijakan ini juga mengatur <strong>pembagian kategori Pemberi Dana</strong> menjadi <strong>Profesional</strong> dan <strong>Non Profesional</strong>. Dengan adanya pembagian ini, para investor atau pemberi dana yang terlibat dalam ekosistem fintech P2P lending dapat lebih terstruktur, meminimalisir potensi risiko, dan mendorong lebih banyak investasi yang berkualitas.</p>
<p>Kebijakan ini diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas pendanaan dalam industri fintech, serta memberikan perlindungan lebih baik bagi konsumen. Penyesuaian ketentuan ini bertujuan untuk menciptakan sistem yang tidak hanya menguntungkan para pelaku industri, tetapi juga mengutamakan keamanan dan kesejahteraan para pengguna layanan.</p>
<p>Dalam beberapa tahun terakhir, sektor P2P lending telah berkembang pesat di Indonesia, namun sering kali terdapat keluhan mengenai bunga yang sangat tinggi dan praktik penagihan yang tidak transparan. Oleh karena itu, kebijakan OJK ini juga menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa konsumen terlindungi dari potensi penyalahgunaan dalam industri pinjol.</p>
<p>Dengan adanya kebijakan ini, AFPI berharap dapat menciptakan keselarasan antara pertumbuhan industri dan perlindungan terhadap konsumen, sekaligus mendorong perkembangan industri fintech yang lebih matang dan bertanggung jawab.(dhil)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/afpi-sambut-positif-kebijakan-ojk-tentang-penyesuaian-suku-bunga-dan-ketentuan-penerima-dana-di-industri-fintech-pinjol/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AFPI Membuka Fintech Sport Days 2023  Mendorong Keseimbangan Kerja dan Kehidupan</title>
		<link>https://koranindopos.com/afpi-membuka-fintech-sport-days-2023-mendorong-keseimbangan-kerja-dan-kehidupan/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/afpi-membuka-fintech-sport-days-2023-mendorong-keseimbangan-kerja-dan-kehidupan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hanasa]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jul 2023 07:32:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[AFPI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=39207</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Jakarta. Sebuah kompetisi mini soccer pertama yang diadakan oleh Asosiasi FinTech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Fintech Sport Days 2023, resmi dibuka hari ini dengan penuh semangat. Acara ini akan berlangsung sepanjang bulan Juli hingga Agustus 2023, dan melibatkan 32 tim mini soccer dari berbagai lembaga fintech P2P lending, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), AFPI, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://koranindopos.com"><strong>koranindopos.com</strong></a> &#8211; <strong>Jakarta</strong>. Sebuah kompetisi mini soccer pertama yang diadakan oleh Asosiasi FinTech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Fintech Sport Days 2023, resmi dibuka hari ini dengan penuh semangat. Acara ini akan berlangsung sepanjang bulan Juli hingga Agustus 2023, dan melibatkan 32 tim mini soccer dari berbagai lembaga fintech P2P lending, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), AFPI, serta perusahaan-perusahaan lain yang terkait. Acara pembukaan yang digelar pada hari Sabtu, 15 Juli 2023, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dalam industri fintech.</p>
<p>Opening ceremony yang meriah diadakan di lapangan Epic Wesoccer Epicentrum Kuningan dan dimeriahkan oleh para peserta, para pemimpin industri fintech, dan berbagai tamu undangan. Acara ini menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antara pelaku industri fintech dan mempromosikan pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-39208" src="https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2023/07/e71aadd5-ab6b-4dac-9e9f-196abb518233.jpg" alt="AFPI" width="1600" height="1066" title="AFPI Membuka Fintech Sport Days 2023  Mendorong Keseimbangan Kerja dan Kehidupan 2" srcset="https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2023/07/e71aadd5-ab6b-4dac-9e9f-196abb518233.jpg 1600w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2023/07/e71aadd5-ab6b-4dac-9e9f-196abb518233-300x200.jpg 300w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2023/07/e71aadd5-ab6b-4dac-9e9f-196abb518233-1024x682.jpg 1024w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2023/07/e71aadd5-ab6b-4dac-9e9f-196abb518233-768x512.jpg 768w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2023/07/e71aadd5-ab6b-4dac-9e9f-196abb518233-1536x1023.jpg 1536w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2023/07/e71aadd5-ab6b-4dac-9e9f-196abb518233-150x100.jpg 150w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2023/07/e71aadd5-ab6b-4dac-9e9f-196abb518233-750x500.jpg 750w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2023/07/e71aadd5-ab6b-4dac-9e9f-196abb518233-1140x760.jpg 1140w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p>Kehadiran Tris Yulianta, Direktur Pengawasan Financial Technology Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kuseryansyah, Direktur Eksekutif Asosiasi FinTech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), serta Gilang Cikal Ramadhan, pemilik lapangan Epic Wesoccer Epicentrum Kuningan, memberikan warna tersendiri pada acara pembukaan ini. Acara dimulai dengan simbolis tendangan ke gawang oleh Kuseryansyah dan Tris Yulianta, melambangkan semangat kompetisi yang sehat dalam industri fintech.</p>
<p>Dalam sambutannya, Kuseryansyah, Direktur Eksekutif AFPI, mengutip pepatah Latin &#8220;Mens Sana in Corpore Sano&#8221;, yang berarti &#8220;Jiwa yang kuat terdapat dalam tubuh yang sehat&#8221;. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental bagi para profesional di industri fintech. Dalam lingkungan yang serba kompetitif, keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi menjadi kunci untuk mencapai keberhasilan jangka panjang.</p>
<p>Tris Yulianta, Direktur Pengawasan Financial Technology OJK, mengajak semua peserta untuk saling mengenal satu sama lain. Ia menyadari pentingnya jaringan dan hubungan yang kuat dalam mendukung kemajuan industri fintech di Indonesia. Melalui Fintech Sport Days 2023, diharapkan para peserta dapat memperluas jejaring profesional, saling membantu, dan meningkatkan kemampuan komunikasi. Tujuannya adalah agar setiap peserta dapat mencapai tujuan mereka masing-masing dengan bantuan dan kerja sama dari sesama rekan bisnis.</p>
<p>Gilang, pemilik lapangan Epic Wesoccer, turut menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Epic Wesoccer untuk menjadi tuan rumah acara ini. Ia berharap semua peserta dapat menikmati turnamen ini sambil tetap menjaga semangat olahraga yang sehat dan fair play.</p>
<p>Fintech Sport Days 2023 diharapkan menjadi momen yang berarti bagi industri fintech di Indonesia. Selain mempromosikan keseimbangan kerja dan kehidupan, acara ini juga menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antar perusahaan, memperluas jaringan profesional, dan memupuk semangat kompetisi yang sehat. Dengan semangat tersebut, para peserta diharapkan dapat mencapai kesuksesan yang berkelanjutan dalam industri fintech yang terus berkembang pesat. (ris)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/afpi-membuka-fintech-sport-days-2023-mendorong-keseimbangan-kerja-dan-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AFPI Luncurkan IdFintechScore dengan PEFINDO dan Business Matching bersama BNI</title>
		<link>https://koranindopos.com/afpi-luncurkan-idfintechscore-dengan-pefindo-dan-business-matching-bersama-bni/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/afpi-luncurkan-idfintechscore-dengan-pefindo-dan-business-matching-bersama-bni/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hanasa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2022 03:13:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[AFPI]]></category>
		<category><![CDATA[BNI]]></category>
		<category><![CDATA[IDFINTECH]]></category>
		<category><![CDATA[PEFINDO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=24802</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Yogyakarta. Memanfaatkan momen penyelenggaraan 4th Indonesia Fintech Summit dan Bulan Fintech Nasional 2022, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) berkolaborasi bersama PT PEFINDO Biro Kredit sebagai Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan, meluncurkan IdFintechScore, produk scoring untuk memperkuat mitigasi risiko kredit sektor konsumtif di industri fintech lending. Ketua Umum AFPI sekaligus CEO dan co-founder Investree, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://koranindopos.com"><strong>koranindopos.com</strong></a> &#8211; <strong>Yogyakarta</strong>. Memanfaatkan momen penyelenggaraan 4th Indonesia Fintech Summit dan Bulan Fintech Nasional 2022, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) berkolaborasi bersama PT PEFINDO Biro Kredit sebagai Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan, meluncurkan IdFintechScore, produk scoring untuk memperkuat mitigasi risiko kredit sektor konsumtif di industri fintech lending.</p>
<p>Ketua Umum AFPI sekaligus CEO dan co-founder Investree, Adrian Gunadi mengatakan dikesempatan penutupan Bulan Fintech Nasional (BFN) 2022, AFPI memaksimalkan kolaborasi dengan sejumlah ekosistem pendukung industri fintech lending.  Kali ini melakukan peluncuran IdFintechScore hasil kolaborasi dengan PEFINDO untuk memperkuat industri fintech lending khususnya untuk memitigasi risiko terkait credit scoring.</p>
<p>“Keberadaan IdFintechScore ini diharapkan memperkuat industri fintech lending dari kredit macet, dimana saat ini AFPI juga sudah memiliki Fintech Data Center (FDC). Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kualitas pinjaman khususnya kepada borrower yang memiliki credit scoring yang baik,” kata Adrian saat peluncuran di Yogyakarta, Selasa (13/12/2022).</p>
<p>Direktur Utama PEFINDO Biro Kredit IdScore, Yohanes Arts Abimanyu mengungkapkan, fintech lending sektor konsumtif saat ini bisa membidik peluang penyaluran pinjaman yang lebih tinggi lagi dengan memanfaatkan credit scoring yang didesain khusus sesuai karakteristik bisnisnya. Hasil analisa akan lebih spesifik, akurat dan tajam guna menjaga kualitas portfolio pinjaman sekaligus membuka potensi bisnis ke depan.</p>
<p>Keunggulan produk ini terletak pada scoring model yang menggunakan parameter dan variable spesifik untuk mendalami karakter peminjam, seperti payment behaviour, recent over-indebtedness dan tingkat utilisasi fasilitas yang dimiliki.  Terlebih bisnis fintech lending terutama sektor konsumtif memiliki karakteristik yang berbeda dengan pinjaman konvensional di perbankan. Perbedaan itu mencakup sisi fitur dan jenis produk, segmen dan target pasar, pengukuran risiko termasuk tingkat kolektibilitas borrower.</p>
<p>“Untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan credit scoring di lingkungan fintech lending, perlu dilakukan penyesuaian scoring model guna mempertajam akurasi agar hasil analisa sesuai dengan risk appetite, proses bisnis, dan segmen pasar,” pungkas Abimanyu.</p>
<p><strong>Business Matching dengan BNI</strong></p>
<p>Seiring penutupan momen Bulan Fintech Nasional 2022, AFPI juga berkolaborasi dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dalam bentuk Business Matching untuk menjadi financial gate atau chanelling kepada masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan.</p>
<p>“Pendekatan kolaborasi dengan berbagai lembaga jasa keuangan dapat menjadikan industri fintech lending sebagai pemain penting yang mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi khususnya sebagai financial gate bagi masyarakat melalui akselerasi layanan keuangan digital,” kata Sekretaris Jenderal AFPI sekaligus CEO Dompet Kilat, Sunu Widyatmoko.</p>
<p>Melalui kegiatan Business Matching ini, lanjut Sunu, AFPI akan mempertemukan perusahaan penyelenggara fintech lending dengan produk-produk yang dimiliki oleh Bank BNI beserta ekosistemnya baik untuk 102 anggota AFPI maupun nasabah dari penyelenggara fintech lending.</p>
<p>“Pelaksanaan Business Matching dengan BNI ini bertujuan untuk menciptakan sumber daya kolaboratif yang diharapkan dapat mendorong pemanfaatan fintech lending untuk membantu masyarakat secara lebih luas. Kolaborasi ini juga menjadi komitmen bersama dalam meningkatkan inklusi keuangan melalui inovasi keuangan digital,” kata Sunu.</p>
<p>Sunu menambahkan AFPI secara gencar melakukan langkah-langkah inisiatif untuk mendukung pertumbuhan positif industri fintech lending, sehingga dapat memaksimalkan fungsinya dalam memperluas akses keuangan masyarakat unbanked dan underserved.</p>
<p>Tentang AFPI</p>
<p>Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) merupakan organisasi yang mewadahi pelaku usaha Fintech Peer to Peer (P2P) Lending atau Fintech Pendanaan Online di Indonesia. AFPI ditunjuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai asosiasi resmi penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi di Indonesia, berdasarkan surat No. S-5/D.05/2019.</p>
<p>Didalam Fintech P2P Lending sendiri terdiri dari tiga jenis penyelenggara pendanaan online, yakni Fintech P2P Pendanaan Produktif, Fintech P2P Pendanaan Multiguna dan Fintech P2P Pendanaan Syariah. AFPI dibentuk dari kesadaran bahwa harus ada perlindungan bagi para pengguna layanan Fintech P2P Lending, baik peminjam maupun pemberi pinjaman.</p>
<p>AFPI menyiapkan Posko Pengaduan Layanan Pendanaan Online yang dapat diakses dengan menghubungi call center di 150 505 (bebas pulsa) di jam kerja, Senin-Jumat pukul 08.00–17.00 WIB, juga emailpengaduan@afpi.or.id. Website www.afpi.or.id. (ris)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/afpi-luncurkan-idfintechscore-dengan-pefindo-dan-business-matching-bersama-bni/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
