<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>anti korupsi &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/anti-korupsi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Sep 2025 10:18:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>anti korupsi &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menaker Tegaskan Tidak Ada Toleransi Bagi Pegawai yang Korupsi</title>
		<link>https://koranindopos.com/menaker-tegaskan-tidak-ada-toleransi-bagi-pegawai-yang-korupsi/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/menaker-tegaskan-tidak-ada-toleransi-bagi-pegawai-yang-korupsi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2025 10:18:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[anti korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[K3]]></category>
		<category><![CDATA[Kemnaker]]></category>
		<category><![CDATA[menaker Yassierli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=104110</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com, JAKARTA &#8211; Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya dalam melakukan transformasi birokrasi melalui rotasi pegawai secara masif, sekaligus memperkuat agenda pemberantasan korupsi di lingkungan kementerian. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi pegawai yang terlibat praktik korupsi. “Kalau ada pegawai yang terindikasi korupsi, maka akan saya copot tanpa pandang bulu,” tegasnya. Pernyataan tersebut disampaikan Menaker [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://koranindopos.com">koranindopos.com</a>, JAKARTA</strong> &#8211; Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya dalam melakukan transformasi birokrasi melalui rotasi pegawai secara masif, sekaligus memperkuat agenda pemberantasan korupsi di lingkungan kementerian.</p>
<p>Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi pegawai yang terlibat praktik korupsi. “Kalau ada pegawai yang terindikasi korupsi, maka akan saya copot tanpa pandang bulu,” tegasnya.</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan Menaker pada acara pelantikan pejabat pengawas dan pejabat fungsional, serta menyerahkan surat perintah PLT dan PLH, keputusan penugasan koordinator, subkoordinator, dan penataan pegawai di Direktorat Jenderal Binwasnaker dan K3, Jakarta, Kamis (4/9/2025).</p>
<p>Menurut Menaker, tindakan tegas ini sejalan dengan upaya menegakkan integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih. Ia menjelaskan, pegawai yang terbukti terlibat langsung akan dicopot, sementara yang terlibat secara tidak langsung akan dirotasi. Apabila di kemudian hari terbukti bersalah, maka akan diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p>“Korupsi bukan hanya soal merugikan keuangan negara, tetapi juga bisa berbentuk suap-menyuap, penggelapan, pemerasan, benturan kepentingan dalam pengadaan, hingga gratifikasi. Semua ini harus kita perangi bersama,” ujarnya.</p>
<p>Menaker juga mengajak seluruh direktorat di lingkungan Kemnaker untuk berkolaborasi menjaga marwah dan kebanggaan institusi. “Ayo kita bekerja sama, kita kolaborasi memerangi korupsi. Misi saya adalah menegakkan kembali kebanggaan dan marwah Kemnaker,” katanya.</p>
<p>Adapun pejabat yang dilantik terdiri atas Pejabat Pengawas (Eselon IV), yaitu Kasubbag TU Direktorat Bina Kelembagaan K3 dan Kasubbag TU Direktorat Bina Pengujian K3, serta satu orang Pejabat Fungsional Penguji K3 Ahli Muda.</p>
<p>Selain itu, turut dilakukan penyerahan Surat Perintah PLT dan PLH di lingkungan Ditjen Binwasnaker kepada PLT Dirjen Binwasnaker Ismail Pakaya, PLT Direktur Binwas Uji Rinaldi Umar, dan PLH Sekretaris Ditjen Binwasnaker Yuli Adiratna. Acara juga dilanjutkan dengan penyerahan Surat Penugasan Koordinator dan Subkoordinator, serta penataan pegawai di Ditjen Binwasnaker K3. (ris)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/menaker-tegaskan-tidak-ada-toleransi-bagi-pegawai-yang-korupsi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kejagung Tetapkan Tom Lembong Tersangka Korupsi Impor Gula</title>
		<link>https://koranindopos.com/kejagung-tetapkan-tom-lembong-tersangka-korupsi-impor-gula/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/kejagung-tetapkan-tom-lembong-tersangka-korupsi-impor-gula/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hana]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Oct 2024 04:33:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[anti korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=78220</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Jakarta Penyidik Kejaksaan Agung telah menetapkan mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi impor gula pada 2015-2016. Tom Lembong diduga mengeluarkan izin impor gula kristal mentah 105 ribu ton kepada PT AP tanpa rekomendasi Kementerian Perindustrian dan koordinasi lintas instansi, meski aturan menyatakan impor gula hanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex-1 overflow-hidden">
<div class="h-full">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-afwop-79elbk h-full">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-afwop-1n7m0yu">
<div class="flex flex-col text-sm md:pb-9">
<article class="w-full text-token-text-primary focus-visible:outline-2 focus-visible:outline-offset-[-4px]" dir="auto" data-testid="conversation-turn-11" data-scroll-anchor="true">
<div class="m-auto text-base py-[18px] px-3 md:px-4 w-full md:px-5 lg:px-4 xl:px-5">
<div class="mx-auto flex flex-1 gap-4 text-base md:gap-5 lg:gap-6 md:max-w-3xl lg:max-w-[40rem] xl:max-w-[48rem]">
<div class="group/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex max-w-full flex-col flex-grow">
<div class="min-h-8 text-message flex w-full flex-col items-end gap-2 whitespace-normal break-words [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="c016668e-c90e-4648-8223-00f67c556fc2" data-message-model-slug="gpt-4o">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light">
<p><strong><a href="http://koranindopos.com">koranindopos.com</a> </strong>&#8211;<strong> Jakarta</strong> Penyidik Kejaksaan Agung telah menetapkan mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi impor gula pada 2015-2016. Tom Lembong diduga mengeluarkan izin impor gula kristal mentah 105 ribu ton kepada PT AP tanpa rekomendasi Kementerian Perindustrian dan koordinasi lintas instansi, meski aturan menyatakan impor gula hanya boleh dilakukan BUMN. Selain Tom Lembong, tersangka lain adalah DS, Direktur Pengamanan Bisnis PT PPI. Kedua tersangka kini ditahan selama 20 hari di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.</p>
<p>Tindak pidana yang menimbulkan kerugian negara sekitar Rp 400 miliar ini dijerat dengan pasal-pasal dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, termasuk Pasal 2 ayat 1, Pasal 3, dan Pasal 55 ayat 1 KUHP.(dhil)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="pr-2 lg:pr-0"></div>
<div class="mt-3 w-full empty:hidden">
<div class="text-center"></div>
</div>
</div>
<div class="absolute">
<div class="flex items-center justify-center"></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="md:pt-0 dark:border-white/20 md:border-transparent md:dark:border-transparent w-full">
<div class="m-auto text-base px-3 md:px-4 w-full md:px-5 lg:px-4 xl:px-5">
<div class="mx-auto flex flex-1 gap-4 text-base md:gap-5 lg:gap-6 md:max-w-3xl lg:max-w-[40rem] xl:max-w-[48rem]">
<form class="w-full" aria-haspopup="dialog" aria-expanded="false" aria-controls="radix-:rhl:" data-state="closed">
<div class="relative flex h-full max-w-full flex-1 flex-col">
<div class="absolute bottom-full left-0 right-0 z-20"></div>
<div class="relative h-0">
<div class="absolute bottom-3 space-y-2 z-20">
<div class="flex-1 overflow-hidden">
<div class="h-full">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-afwop-79elbk h-full">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-afwop-1n7m0yu">
<div class="flex flex-col text-sm md:pb-9">
<article class="w-full text-token-text-primary focus-visible:outline-2 focus-visible:outline-offset-[-4px]" dir="auto" data-testid="conversation-turn-11" data-scroll-anchor="true">
<div class="m-auto text-base py-[18px] px-3 md:px-4 w-full md:px-5 lg:px-4 xl:px-5">
<div class="mx-auto flex flex-1 gap-4 text-base md:gap-5 lg:gap-6 md:max-w-3xl lg:max-w-[40rem] xl:max-w-[48rem]">
<div class="group/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex max-w-full flex-col flex-grow">
<div class="min-h-8 text-message flex w-full flex-col items-end gap-2 whitespace-normal break-words [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="c016668e-c90e-4648-8223-00f67c556fc2" data-message-model-slug="gpt-4o">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light"></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</form>
</div>
</div>
<div class="relative w-full px-2 py-2 text-center text-xs text-token-text-secondary empty:hidden md:px-[60px]">
<div class="min-h-4">
<div></div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/kejagung-tetapkan-tom-lembong-tersangka-korupsi-impor-gula/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
