<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bank &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/bank/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Feb 2026 07:43:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>bank &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BNI Bukukan Laba Bersih Konsolidasi Rp 20 Triliun Sepanjang 2025</title>
		<link>https://koranindopos.com/bni-bukukan-laba-bersih-konsolidasi-rp-20-triliun-sepanjang-2025/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/bni-bukukan-laba-bersih-konsolidasi-rp-20-triliun-sepanjang-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 05:22:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[BNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=113031</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Jakarta. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Bank pelat merah ini membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 20 triliun, didorong oleh kombinasi pertumbuhan kredit yang sehat, struktur pendanaan yang kuat, serta kualitas aset yang terus membaik. Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menyampaikan capaian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="150" data-end="457"><strong><a href="http://koranindopos.com">koranindopos.com</a></strong> &#8211; <strong>Jakarta</strong>. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Bank pelat merah ini membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 20 triliun, didorong oleh kombinasi pertumbuhan kredit yang sehat, struktur pendanaan yang kuat, serta kualitas aset yang terus membaik.</p>
<p data-start="459" data-end="857">Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil dari strategi pertumbuhan yang berimbang dan berkelanjutan.<br data-start="606" data-end="609" />“Dengan kombinasi pertumbuhan kredit yang sehat, struktur pendanaan yang solid, serta kualitas aset yang membaik, BNI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 20 triliun sepanjang 2025,” ujar Putrama dalam keterangan tertulis, Rabu (4/1/2026) dikutip dari detik.com</p>
<p data-start="859" data-end="1092">Hingga akhir 2025, BNI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 15,9% secara tahunan (year on year/yoy). Kinerja positif ini didukung oleh ekspansi kredit ke berbagai sektor produktif yang menjadi motor penggerak perekonomian nasional.</p>
<p data-start="1094" data-end="1448">Pertumbuhan kredit tersebut turut ditopang oleh struktur pendanaan yang semakin kuat. Hal ini tercermin dari dana murah atau current account saving account (CASA) yang tumbuh signifikan sebesar 28,9% yoy. Peningkatan CASA terutama didorong oleh pertumbuhan dana giro yang melonjak 43,8% yoy, serta tabungan yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,2% yoy.</p>
<p data-start="1450" data-end="1729">Penguatan struktur pendanaan dan kualitas aset yang terjaga menjadi fondasi penting bagi BNI dalam menjaga kinerja keuangan tetap sehat di tengah dinamika ekonomi. Ke depan, BNI optimistis dapat terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.<strong>(dtk/afy)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/bni-bukukan-laba-bersih-konsolidasi-rp-20-triliun-sepanjang-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jumlah Bank yang Tutup Sepanjang 2024 Menembus Angka 20</title>
		<link>https://koranindopos.com/jumlah-bank-yang-tutup-sepanjang-2024-menembus-angka-20/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/jumlah-bank-yang-tutup-sepanjang-2024-menembus-angka-20/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Dec 2024 04:25:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=85232</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Jakarta. Sepanjang tahun 2024, jumlah bank yang mengalami penutupan mencapai angka yang signifikan, menembus angka 20. Dari total tersebut, Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah menjadi yang paling banyak dicabut izinnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Peristiwa ini sesuai dengan prediksi sebelumnya yang disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://koranindopos.com">koranindopos.com</a></strong> &#8211; <strong>Jakarta</strong>. Sepanjang tahun 2024, jumlah bank yang mengalami penutupan mencapai angka yang signifikan, menembus angka 20. Dari total tersebut, Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah menjadi yang paling banyak dicabut izinnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Peristiwa ini sesuai dengan prediksi sebelumnya yang disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae.</p>
<p>Pada 14 Oktober 2024, Dian Ediana Rae mengungkapkan bahwa penutupan sejumlah bank ini sudah diperkirakan sebelumnya. &#8220;Sampai ke angka 20 (BPR tutup) itu mungkin,&#8221; ujar Dian dalam kesempatan tersebut yang diadakan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat.</p>
<p>Penutupan bank, terutama BPR dan BPR Syariah, terjadi dalam konteks upaya OJK untuk memperbaiki kualitas sistem perbankan di Indonesia. OJK menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas dan integritas sektor perbankan, serta melindungi kepentingan nasabah dan perekonomian secara keseluruhan.</p>
<p>Beberapa faktor menjadi penyebab utama banyaknya bank yang tutup pada 2024, terutama pada jenis bank mikro seperti BPR dan BPR Syariah. Di antaranya adalah masalah solvabilitas, kurangnya likuiditas, dan kegagalan dalam memenuhi ketentuan regulasi yang ditetapkan oleh OJK. Selain itu, banyak BPR yang tidak mampu bersaing dengan bank-bank besar, terutama terkait dengan kapasitas teknologi dan kemampuan inovasi layanan.</p>
<p>BPR, yang sering kali melayani nasabah di daerah pedesaan dengan transaksi kecil dan menengah, terpaksa menghadapi tantangan besar akibat ketatnya persaingan dan perubahan preferensi nasabah terhadap digitalisasi layanan perbankan. Banyak dari bank ini yang kesulitan beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang semakin mengarah pada kemudahan akses layanan berbasis teknologi.</p>
<p>OJK telah melakukan berbagai langkah untuk memperbaiki situasi ini, termasuk pembekuan izin operasi bagi bank-bank yang tidak memenuhi standar kesehatan perbankan, serta memberikan pembinaan bagi bank-bank yang masih beroperasi untuk memperbaiki kinerja dan tata kelola mereka. OJK juga memastikan bahwa penutupan bank dilakukan dengan hati-hati, dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap nasabah dan sistem keuangan secara keseluruhan.</p>
<p>Penutupan sejumlah BPR dan BPR Syariah ini tentu berimbas pada nasabah yang memiliki tabungan atau pinjaman di bank-bank yang tutup. OJK memastikan bahwa mekanisme untuk perlindungan nasabah tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga nasabah dapat memperoleh kembali dana mereka melalui program penjaminan yang disediakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).</p>
<p>Namun, dampak jangka panjang dari penutupan bank ini juga mempengaruhi sektor ekonomi yang lebih luas, terutama bagi masyarakat di daerah yang tergantung pada layanan perbankan mikro. Penutupan ini mendorong semakin terbukanya peluang bagi bank-bank besar dan fintech untuk mengambil alih pasar BPR yang ditinggalkan.(dhil)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/jumlah-bank-yang-tutup-sepanjang-2024-menembus-angka-20/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Curi Kode OTP, Kuras Saldo 14 Nasabah Rp 2 M</title>
		<link>https://koranindopos.com/curi-kode-otp-kuras-saldo-14-nasabah-rp-2-m/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/curi-kode-otp-kuras-saldo-14-nasabah-rp-2-m/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hanasa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2021 03:03:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[tidak kategori]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[pembobol rekening]]></category>
		<category><![CDATA[polda metrojaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=1435</guid>

					<description><![CDATA[KEBAYORAN BARU, koranindopos.com – Jangan sembarang memberikan kode OTP atau One-Time Password kepada orang lain. Kasus yang menimpa 14 nasabah bank swasta ini cukup menjadi pelajaran. Sindikat pembobol rekening berhasil menguras isi saldo mereka cukup dengan mencuri kode rahasia tersebut. Setidaknya, para tersangka telah mengumpulkan Rp 2 miliar dari belasan korban itu. &#160; Kasus itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>KEBAYORAN BARU,<em> koranindopos.com</em> – Jangan sembarang memberikan kode OTP atau <em>One-Time Password</em> kepada orang lain. Kasus yang menimpa 14 nasabah bank swasta ini cukup menjadi pelajaran. Sindikat pembobol rekening berhasil menguras isi saldo mereka cukup dengan mencuri kode rahasia tersebut. Setidaknya, para tersangka telah mengumpulkan Rp 2 miliar dari belasan korban itu. &nbsp;</p>



<p>Kasus itu diungkap jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dalam keterangan pers di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (13/10/2021).&nbsp;</p>



<p>Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Yusri Yunus mengatakan, pengungkapan tersebut bermula dari adanya pengaduan sejumlah nasabah ke kantor bank swasta bahwa uang di rekening mereka terkuras habis, padahal tidak merasa menarik. Aduan tersebut terjadi pada Juni 2021. ”Pengungkapan kasus akses ilegal korban 14 nasabah bank yang merasa tidak pernah melakukan transaksi, tapi isi rekeningnya dipindah ke para tersangka,’’ kata Yusri.</p>



<p>Setelah menyelidiki, polisi menangkap dua tersangka berinisial O dan D. Dua orang lagi masih berada dalam pengejaran. Modus pengalihan akun tersebut dilakukan dengan cara menelepon para korban. Tersangka mengaku sebagai staf salah satu produk digital milik bank swasta tersebut.</p>



<p>’’Kepada penyidik, pelaku mengaku sebagai staf BTPN Jenius. Korban mengikuti petunjuk pelaku dengan mengirimkan <em>login</em> atau daftar di Jenius. <em>Login</em> dalam <em>link</em> tersebut harus diisi dengan data nasabah dan kode OTP,’’ terangnya.</p>



<p>Setelah berhasil menguasai identitas dan akun nasabah, tersangka mengambil alih semua saldo di rekening mereka. ’’Saat OTP sudah keluar, otomatis data nasabah tersebut diambil alih oleh pelaku. Kemudian, dia menguras habis saldo para korbannya. Dari 14 korban, kerugian sekitar Rp 2 miliar,’’ terangnya.</p>



<p>Yusri menerangkan, polisi juga mendapati dua senjata api dan barang bukti lainnya dari tangan kedua pelaku. ’’Saat digeledah, banyak bukti yang kami amankan di tempat pelaku. Di antaranya, kartu-kartu ATM, <em>handphone</em>, dan senjata,’’ jelasnya.</p>



<p>Kedua pelaku ditangkap pada akhir Oktober di daerah Sumatera Selatan. ’’Kami juga mendalami dari mana senjata api itu didapat,’’ paparnya.</p>



<p>Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal berlapis, yakni pasal 30 <em>juncto</em> 46 dan pasal 32 <em>juncto</em> pasal 40 tentang tindak pidana ITE. Kemudian, Undang-Undang Darurat Nomor 15 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata api. Keduanya terancam 12 tahun penjara atas kepemilikan senjata api tersebut. (fri/brg)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/curi-kode-otp-kuras-saldo-14-nasabah-rp-2-m/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
