<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Creativillage &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/creativillage/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Oct 2026 07:54:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>Creativillage &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230925932</site>	<item>
		<title>Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision</title>
		<link>https://koranindopos.com/kawal-hak-cipta-hingga-modal-digital-ini-poin-penting-konsensus-jakarta-vision/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/kawal-hak-cipta-hingga-modal-digital-ini-poin-penting-konsensus-jakarta-vision/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2026 07:54:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Creativillage]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[HEKRAFNAS]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Vision]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Teuku Riefky Harsya]]></category>
		<category><![CDATA[WCCE 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=130935</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta &#8211; Konferensi tingkat dunia The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta resmi berakhir pada Jumat (23/10/2026). Sesi penutupan forum global ini ditandai dengan pengesahan Jakarta Vision on Creative Economy, sebuah dokumen penting yang memuat komitmen internasional dalam memajukan ekosistem ekonomi kreatif secara global. Perumusan Jakarta Vision merupakan buah dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta &#8211;</strong> Konferensi tingkat dunia The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta resmi berakhir pada Jumat (23/10/2026). Sesi penutupan forum global ini ditandai dengan pengesahan Jakarta Vision on Creative Economy, sebuah dokumen penting yang memuat komitmen internasional dalam memajukan ekosistem ekonomi kreatif secara global.</p>
<p>Perumusan Jakarta Vision merupakan buah dari proses diplomasi panjang yang dimulai melalui konsultasi publik pada April hingga Mei 2026, dilanjutkan dengan tiga putaran diskusi FCE Square sepanjang Agustus dan September yang menghadirkan perwakilan dari 42 negara. Pembahasan intensif tersebut bermuara pada kesepakatan final dalam Ministerial Meeting yang dipimpin oleh pihak kementerian terkait, sekaligus meresmikan Glasgow, Inggris Raya, sebagai tuan rumah WCCE berikutnya pada 2028.</p>
<p>Kesepakatan ini diproyeksikan menjadi landasan strategis untuk memperkuat posisi sektor kreatif dalam skema pembangunan internasional. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menyampaikan pandangannya mengenai nilai penting pengesahan dokumen ini bagi masa depan ekonomi kreatif di tingkat global.</p>
<p>“Hari ini menjadi tonggak bersejarah dengan disahkannya Jakarta Vision on Creative Economy. Ini adalah warisan bersama kita. Saya berharap gagasan dan komitmen yang telah disepakati dapat menjadi bagian dari resolusi mendatang di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sehingga ekonomi kreatif memiliki suara yang semakin kuat dalam pembangunan global,” ujar Menteri Ekraf dalam sesi penutupan WCCE 2026 di Jakarta, Jumat (23/10/2026).</p>
<p>Secara substansi, dokumen Jakarta Vision merumuskan sejumlah langkah nyata untuk memperluas akses inklusif pada teknologi serta fasilitas digital global. Kerangka kerja sama ini mengedepankan kolaborasi berkelanjutan antarumat kreatif, perlindungan hak kekayaan intelektual, pemenuhan remunerasi yang adil, hingga pembukaan akses permodalan dan investasi yang lebih luas bagi para pelaku industri.</p>
<p>Implementasi dari poin-poin kesepakatan tersebut dinilai sangat vital untuk membangun ekosistem yang mampu mendorong para pelaku usaha menembus pasar internasional. Langkah diplomasi ekonomi ini sekaligus menyelaraskan agenda nasional dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.</p>
<p>Panggilan Kolaborasi Antarnegara<br />
Keberhasilan pemanfaatan ekonomi kreatif kini bergantung pada komitmen lanjutan yang dijalankan oleh tiap-tiap negara peserta setelah konferensi berakhir. Menteri Ekraf kembali menegaskan pentingnya aksi kolektif tersebut dalam ruang lingkup internasional.</p>
<p>&#8220;Ketika kita kembali ke negara masing-masing, mari terus melanjutkan komitmen yang telah dibangun di Jakarta. Kita harus bekerja sama untuk memastikan ekonomi kreatif memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat dunia. Melalui upaya kolektif, kita dapat mengubah visi bersama ini menjadi kenyataan,” tegas Menteri Ekraf.</p>
<p>Ajang WCCE 2026 yang berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 mencatatkan partisipasi terbesar dalam sejarah penyelenggaraannya. Forum ini dihadiri oleh perwakilan lebih dari 82 negara dan tujuh organisasi internasional, mencakup 38 kepala delegasi, 183 pembicara serta moderator, dengan total partisipan mencapai 7.639 orang, serta kehadiran pejabat tingkat tinggi yang mencetak rekor representasi menteri terbanyak.</p>
<p>Mengusung tema Inclusively Creative: Collective Continuity, forum ini menyajikan diskusi pleno dan sesi kreatif seraya menghadirkan arena pameran Creativillage. Eksibisi yang menampilkan deretan produk kreatif unggulan Indonesia tersebut berhasil menarik lebih dari 20.000 pengunjung dan tetap beroperasi hingga Minggu (25/10/2026), bertepatan dengan momentum Hari Ekonomi Kreatif Nasional (HEKRAFNAS) pada 24 Oktober.</p>
<p>Kelancaran gelaran internasional ini tidak lepas dari kolaborasi lintas lembaga dan kementerian di tanah air. Penyelenggaraan forum dan pameran ini didukung penuh oleh kerja sama Kementerian Luar Negeri, POLRI, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, BSSN, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta berbagai instansi terkait lainnya.</p>
<p>Sesi penutupan diakhiri dengan penyampaian apresiasi mendalam dari Menteri Ekraf kepada seluruh perwakilan delegasi, panitia penyelenggara, serta mitra strategis yang mengawal jalannya acara. Keberhasilan pengesahan Jakarta Vision diharapkan menjadi momentum berkelanjutan bagi penguatan jaringan dan pertumbuhan ekonomi kreatif dunia menuju penyelenggaraan WCCE 2028 mendatang. (RIS/Hend)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/kawal-hak-cipta-hingga-modal-digital-ini-poin-penting-konsensus-jakarta-vision/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">130935</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Creativillage WCCE 2026 Pamerkan Karya Kreatif Indonesia, dari Fashion Daur Ulang hingga Gym Lokal</title>
		<link>https://koranindopos.com/creativillage-wcce-2026-pamerkan-karya-kreatif-indonesia-dari-fashion-daur-ulang-hingga-gym-lokal/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/creativillage-wcce-2026-pamerkan-karya-kreatif-indonesia-dari-fashion-daur-ulang-hingga-gym-lokal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2026 03:49:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Creativillage]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Fuguku]]></category>
		<category><![CDATA[Gim Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Ekraf Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[industri kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Irene Umar]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Running Train]]></category>
		<category><![CDATA[SCBD Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[WCCE 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=130747</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta &#8211; Industri kreatif Indonesia tidak hanya berkembang melalui produk yang dijual di pasar, tetapi juga lewat karya desain, fashion, teknologi, gym, hingga seni interaktif. Potensi tersebut menjadi bagian dari perhatian dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 melalui Creativillage, pameran yang berlangsung di Ashta District 8 SCBD, Jakarta, pada 21–25 Oktober 2026. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta &#8211;</strong> Industri kreatif Indonesia tidak hanya berkembang melalui produk yang dijual di pasar, tetapi juga lewat karya desain, fashion, teknologi, gym, hingga seni interaktif. Potensi tersebut menjadi bagian dari perhatian dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 melalui Creativillage, pameran yang berlangsung di Ashta District 8 SCBD, Jakarta, pada 21–25 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku kreatif untuk memperkenalkan karya sekaligus menjajaki peluang bisnis dengan mitra dari dalam dan luar negeri.</p>
<p>Creativillage resmi dibuka oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, pada Rabu (21/10/2026). Mengusung tema A Journey Through Indonesian Creative Economy, kegiatan ini menampilkan karya dari berbagai subsektor ekonomi kreatif. Pameran tersebut juga dirancang untuk mempertemukan kreator, pelaku usaha, komunitas, dan calon mitra strategis agar karya yang dipamerkan memiliki peluang menjangkau pasar lebih luas.</p>
<p>Irene Umar menjelaskan bahwa karya yang ditampilkan merupakan hasil kurasi terhadap pelaku industri kreatif dari berbagai daerah. Menurutnya, masih banyak produk dan inovasi lokal yang belum dikenal masyarakat, meskipun memiliki potensi untuk diperkenalkan ke tingkat internasional.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya Creative Village ini kan kita kurasi dan kita create cukup lama dan kita melihat dari Sabang sampai Merauke itu ada siapa sih yang beneran udah bagus banget dan siap untuk explore dan pada intinya aku pengen pamerin gitu loh Indonesian punya pelaku Indonesia Industri kreatif itu sudah sekeren ini dan kita orang Indonesia aja banyak sekali yang tidak tahu maka dari itu Creative Village tujuannya adalah untuk menghadirkan the best of the best dari Indonesia,&#8221; kata Irene.</p>
<p>Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah FUGUKU, jenama fashion lokal yang menghadirkan karya wearable art, yaitu karya seni yang dapat dikenakan. Berpartisipasi di Village One, Ashta District 8, FUGUKU menampilkan instalasi dengan karakter warna-warni melalui pemanfaatan poliester daur ulang dan teknik jumputan. Proses produksinya melibatkan sekitar 70 perajin perempuan di wilayah Jabodetabek.</p>
<p>Partisipasi dalam Creativillage menjadi kesempatan bagi FUGUKU untuk memperkenalkan pendekatan desain sekaligus proses produksi berbasis kerajinan tangan kepada pengunjung. Rauf, perwakilan FUGUKU, menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka tidak hanya berfokus pada penampilan produk, tetapi juga memperluas pengenalan merek kepada calon mitra.</p>
<p>Selain fashion, Creativillage memberikan ruang bagi subsektor teknologi dan pengembangan gim melalui Village Two di MGP Space. Zona ini melibatkan sekitar 10 mitra industri, termasuk Apple Academy, WIPO, UniPin, Visinema, Tencent, dan Shopee. Aktivitas yang ditampilkan mencakup teknologi imersif, gim interaktif, hingga pertunjukan musik.</p>
<p>Salah satu peserta yang memanfaatkan kesempatan tersebut adalah Running Train, gim simulator kereta api semi-arcade berlatar Jepang yang dikembangkan oleh Rizky Nova dari Surabaya. Gim ini menggunakan visual fotorealistik untuk menghadirkan pengalaman menjadi masinis, dengan perhatian pada ketepatan waktu perjalanan dan kenyamanan penumpang. Melalui pameran interaktif, pengembang dapat memperoleh respons langsung dari pengunjung sekaligus memperkenalkan produknya kepada pemangku kepentingan internasional.</p>
<p>“Menjadi bagian dari Creativillage membuat gim kami dicoba langsung oleh pengunjung maupun pemangku kepentingan internasional. Peluang ini sangat berharga untuk mendapatkan masukan, membangun kesadaran publik, serta membuka potensi kolaborasi dengan pemain industri global,” ungkap Rizky.</p>
<p>Irene menuturkan bahwa Creativillage tidak hanya berorientasi pada pameran, tetapi juga diarahkan untuk mendorong kerja sama bisnis. Dengan mencakup 21 subsektor ekonomi kreatif dan ratusan produk, kegiatan ini turut menghadirkan skema business-to-business (B2B) matchmaking untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra. Pemerintah berharap pertemuan tersebut dapat berkembang menjadi transaksi serta membuka akses pasar yang lebih luas.</p>
<p>&#8220;Subsektor ada 21, karena ekraft sekarang ada 21 subsektor. Produk ratusan ya.Ini beneran gotong royong dari semua pihak sama Merauke. Kita showcase, namun ada B2B matchmaking ya. Dan kita berharap dari B2B matchmaking ini pertama kali kita lakukan di World Conference, ini bisa mendorong ke transaksi yang akan terjadi,&#8221; ujar Irene.</p>
<p>Rangkaian kegiatan berlanjut melalui WCCE Weekland di SCBD Park pada 24–25 Oktober 2026, yang menghadirkan bazar kreatif, instalasi seni, pertunjukan musik, dan ruang kolaborasi komunitas. Creativillage juga menjadi bagian dari rangkaian Hari Ekraf Nasional pada 24 Oktober. Melalui agenda ini, Kementerian Ekonomi Kreatif ingin memperkenalkan lebih banyak karya lokal kepada masyarakat dan mitra global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kolaborasi lintas sektor. (RIS/Hend)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/creativillage-wcce-2026-pamerkan-karya-kreatif-indonesia-dari-fashion-daur-ulang-hingga-gym-lokal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">130747</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
