<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Diah permatasari &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/diah-permatasari/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Sep 2026 11:34:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>Diah permatasari &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Diah Permatasari Punya Kesibukan Baru, Bawa Wastra Indonesia ke Los Angeles</title>
		<link>https://koranindopos.com/diah-permatasari-punya-kesibukan-baru-bawa-wastra-indonesia-ke-los-angeles/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/diah-permatasari-punya-kesibukan-baru-bawa-wastra-indonesia-ke-los-angeles/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 11:34:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film dan Musik]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Diah permatasari]]></category>
		<category><![CDATA[Los Angeles]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=126980</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta &#8211; Diah Permatasari mulai memperluas aktivitasnya di luar dunia hiburan. Aktris senior tersebut kini terlibat dalam upaya memperkenalkan wastra dan produk budaya Indonesia kepada masyarakat di Amerika Serikat. Diah dipercaya menjadi project director dalam kegiatan budaya yang digelar KJRI Los Angeles untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia akan mengatur sejumlah agenda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta &#8211;</strong> Diah Permatasari mulai memperluas aktivitasnya di luar dunia hiburan. Aktris senior tersebut kini terlibat dalam upaya memperkenalkan wastra dan produk budaya Indonesia kepada masyarakat di Amerika Serikat.</p>
<p>Diah dipercaya menjadi project director dalam kegiatan budaya yang digelar KJRI Los Angeles untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia akan mengatur sejumlah agenda yang melibatkan diaspora Indonesia di Los Angeles.</p>
<p>Kesempatan tersebut tidak lepas dari ketertarikan Diah terhadap wastra Nusantara. Perempuan yang lahir dan besar di Solo, Jawa Tengah, itu mengaku sudah beberapa kali mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan budaya Indonesia sejak 2014.</p>
<p>&#8220;Awal mulanya, memang mungkin saya di sini sebagai public figure ya. Sebagai public figure yang beberapa kali saya juga sudah men-support acara-acara wastra. Dan memang saya itu cinta sekali dengan wastra,&#8221; ujar Diah Permatasari di kawasan Jakarta Selatan, Senin (7/9/2026).</p>
<p>Meski sudah memiliki pengalaman mengikuti berbagai kegiatan kebudayaan, Diah mengaku posisi sebagai project director merupakan hal baru baginya.</p>
<p>&#8220;Ini sebenarnya saya sudah dapat sedikit pengalaman tetapi sebagai project director-nya saya baru pertama kali. Jadi saya banyak belajar dari yang sudah-sudah,&#8221; kata Diah.</p>
<p>Diah berharap keterlibatannya kali ini tidak berhenti pada pengenalan budaya. Ia juga ingin kegiatan tersebut membuka kesempatan bagi UMKM Indonesia untuk memperluas pasar hingga ke luar negeri.</p>
<p>&#8220;Kayaknya sudah waktunya ya saya ini ingin berkontribusi untuk negara ini. Apa sih yang saya bisa lakukan gitu? Mungkin selama ini saya kan kebanyakan di dunia film dan sinetron, saya ingin membantu negara kita untuk mempromosikan wastra ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Diah, figur publik memiliki ruang untuk membantu memperkenalkan produk Indonesia kepada masyarakat internasional. Ia pun ingin mengambil bagian dalam upaya tersebut.</p>
<p>&#8220;Ingin memajukan UMKM ke kancah internasional gitu. Dan alhamdulillah insyaallah kita hampir satu langkah lagi nih ya, maju ke sana gitu. Siapa lagi kalau bukan kita? Sebagai public figure kita harus support Indonesia,&#8221; tutur Diah.</p>
<p>Salah satu agenda yang akan digelar adalah Panggung Gembira pada 12 September. Kegiatan tersebut akan diisi dengan berbagai acara, mulai dari bazar makanan Indonesia, booth, fashion show hingga pertunjukan seni.</p>
<p>Diah menyebut sendratari juga menjadi bagian dari acara tersebut.</p>
<p>&#8220;Kita akhirnya dipercaya untuk membuat sebuah acara yaitu pagelaran fashion show dan juga wastra bazar, bazar Nusantara. Dan kita ada tadi&#8230; sendratari juga,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dalam fashion show tersebut, mahasiswa Indonesia yang berada di Los Angeles juga akan dilibatkan. Mereka mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari peragaan busana sekaligus ikut memperkenalkan budaya Indonesia di lingkungan internasional.</p>
<p>Untuk mempersiapkan acara, Diah bekerja bersama tim yang memiliki pengalaman menangani kegiatan serupa di sejumlah negara. Ia berharap kolaborasi tersebut menghasilkan kegiatan yang membawa manfaat bagi Indonesia.</p>
<p>Diah juga melihat aktivitas ini sebagai kesempatan untuk mengajak perempuan tetap produktif. Menurutnya, perempuan yang sudah memasuki usia matang tetap bisa membuat kegiatan yang bermanfaat.</p>
<p>&#8220;Kita maunya ibu muda terus biar muda selamanya. Jadi daripada kita tidak mempunyai kegiatan yang positif tongkrong-tongkrong kopi-kopi nggak jelas, mending kita berkreativitas. Apa sih yang bisa kita buat buat negara kita yang bermanfaat?&#8221; katanya.</p>
<p>Bagi Diah, tanggung jawab tersebut tidak bisa dijalani dengan setengah hati. Ia menyadari dirinya bersama tim membawa nama Indonesia selama menjalankan kegiatan di Los Angeles.</p>
<p>&#8220;Kita di sana kan bukan cuma mau ngecek-ngecek, bukan cuma mau piknik. Kita ada misinya harus kerja. Harus ada hasilnya karena kita membawa nama bangsa, jadi itu taruhannya,&#8221; pungkasnya.(BRG/Kul)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/diah-permatasari-punya-kesibukan-baru-bawa-wastra-indonesia-ke-los-angeles/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Mencekam Kosan Angker di Malang: ‘Rego Nyowo’, Horor Baru Rizal Mantovani dari Cerita Viral</title>
		<link>https://koranindopos.com/kisah-mencekam-kosan-angker-di-malang-rego-nyowo-horor-baru-rizal-mantovani-dari-cerita-viral/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/kisah-mencekam-kosan-angker-di-malang-rego-nyowo-horor-baru-rizal-mantovani-dari-cerita-viral/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2025 03:37:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film dan Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Diah permatasari]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Rego nyowo]]></category>
		<category><![CDATA[Rizal mantovani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=101535</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; Jakarta. Dunia perfilman horor Indonesia kembali bergemuruh lewat karya terbaru dari sutradara kenamaan Rizal Mantovani. Kali ini, ia mengangkat cerita viral berjudul Kosan Berdarah yang sempat ramai di platform X (dahulu Twitter) menjadi sebuah film berjudul Rego Nyowo. Dengan latar kota Malang yang dikenal sejuk namun menyimpan sisi kelam, film ini menawarkan nuansa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com &#8211; Jakarta.</strong> Dunia perfilman horor Indonesia kembali bergemuruh lewat karya terbaru dari sutradara kenamaan Rizal Mantovani. Kali ini, ia mengangkat cerita viral berjudul Kosan Berdarah yang sempat ramai di platform X (dahulu Twitter) menjadi sebuah film berjudul Rego Nyowo. Dengan latar kota Malang yang dikenal sejuk namun menyimpan sisi kelam, film ini menawarkan nuansa horor yang lebih segar, sarat misteri, dan dibalut atmosfer kos-kosan mahasiswa yang akrab bagi penonton muda.</p>
<p>Diproduksi oleh Hitmaker Studios yang sebelumnya melahirkan sejumlah film horor box office, Rego Nyowo hadir bukan hanya dengan cerita menegangkan, tetapi juga jajaran pemain lintas generasi yang memperkuat daya tarik film ini. Mulai dari aktor dan aktris muda seperti Sandrinna Michelle, Ari Irham, Cassandra Lee, hingga nama-nama senior seperti Diah Permatasari dan Erwin Moron, semua bersatu dalam cerita yang kental akan kearifan lokal serta teror supranatural yang merambat perlahan ke psikologis para tokohnya.</p>
<p>Film ini mengisahkan Lena (Sandrinna Michelle), seorang mahasiswi yang pindah dari Jakarta ke Malang untuk kuliah, bersama kakaknya Benhur (Ari Irham). Mereka tinggal di sebuah rumah kos yang dikelola pasangan suami istri, Bu Astri (Diah Permatasari) dan Pak Wiryo (Erwin Moron), yang pada awalnya tampak ramah dan menyenangkan. Namun, kenyamanan itu tak bertahan lama. Para penghuni mulai dihantui mimpi aneh dan kejadian-kejadian tak masuk akal, hingga salah satu dari mereka menyebutkan keberadaan makhluk menyeramkan: pocong gantung.</p>
<p>Ketegangan dalam Rego Nyowo tak hanya hadir dalam cerita, tetapi juga terasa selama proses produksi. Diah Permatasari, yang berperan sebagai Bu Astri, mengaku mengalami banyak tantangan saat syuting, khususnya ketika harus menyelesaikan adegan di daerah Padalarang yang terbilang terpencil dan jauh dari fasilitas produksi.</p>
<p>&#8220;Jadi saya terakhir-terakhir itu menghabiskan scene saya di Padalarang. Saya di Padalarang itu sendiri kurang lebih seminggu. Sebenarnya lebih dari seminggu. Saya ada di hampir semua (adegan) di Padalarang,&#8221; ungkap Diah.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-101536" src="https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250726-WA0015-scaled.jpg" alt="IMG 20250726 WA0015 scaled - Kisah Mencekam Kosan Angker di Malang: ‘Rego Nyowo’, Horor Baru Rizal Mantovani dari Cerita Viral" width="2560" height="1441" title="Kisah Mencekam Kosan Angker di Malang: ‘Rego Nyowo’, Horor Baru Rizal Mantovani dari Cerita Viral 2" srcset="https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250726-WA0015-scaled.jpg 2560w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250726-WA0015-300x169.jpg 300w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250726-WA0015-1024x577.jpg 1024w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250726-WA0015-768x432.jpg 768w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250726-WA0015-1536x865.jpg 1536w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250726-WA0015-2048x1153.jpg 2048w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250726-WA0015-750x422.jpg 750w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250726-WA0015-1140x642.jpg 1140w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p>Menurut Diah, lokasi yang berupa hutan dan kebun pisang menghadirkan tantangan besar. &#8220;Kendalanya itu ada cuaca. Karena itu di hutan, bener-bener di hutan,&#8221; katanya. Ketika hujan turun, medan menjadi licin, becek, dan penuh lumpur. Tenda yang menjadi tempat berteduh para kru pun kerap bocor dan tidak cukup menahan terpaan hujan deras.</p>
<p>Namun demikian, suasana kebersamaan di lokasi syuting membuat segala tantangan bisa dihadapi dengan semangat. “Kita semua itu stick together, kita kompak banget,” tambah Diah.</p>
<p>Tak hanya dari sisi lokasi, akting emosional juga menjadi beban tersendiri bagi Diah. Ia mengungkap bahwa adegan-adegan yang dilakoninya membutuhkan tenaga besar dan emosi mendalam. “Di situ adegannya sangat berat. Di situ, saya menguras emosi saya, tenaga juga. Dan kita kan syuting kelar jam enam pagi, sampai matahari terbit,” jelasnya.</p>
<p>Salah satu elemen yang paling membuat penasaran dalam film ini adalah sosok pocong gantung yang menjadi pusat teror. Dalam sesi wawancara, Diah dan Cassandra Lee kompak mengakui betapa menyeramkannya makhluk tersebut.</p>
<p>&#8220;Ini memang benar serem. Bukan cuma manusia dikasih makeup hitam sama dikasih tisu atau kain. Tapi memang dibikin setan,&#8221; kata Cassandra, memberi gambaran bagaimana film ini serius menampilkan sosok makhluk halus dengan sangat meyakinkan.</p>
<p>Diah bahkan mengaku ketakutan saat pertama kali melihat pocong di lokasi syuting. &#8220;Sutradaranya aja takut. Serem banget. &#8216;Kamu udah ketemu pocongnya belum? Serem banget&#8217;,&#8221; tuturnya menirukan ucapan Rizal Mantovani. “Waktu ketemu, saya langsung ketemu di set kan. Waktu ketemu, ketakutan banget jadi itu enggak akting sebetulnya. Ketakutan asli itu, sebenarnya.&#8221;</p>
<p>Film ini semakin terasa autentik berkat atmosfer khas karya Rizal Mantovani—gelap, mencekam, dan penuh kejutan visual. Rego Nyowo menjanjikan sinematografi yang mendukung suasana horor lokal secara maksimal, dengan mengangkat setting Malang sebagai latar utama, kota yang selama ini jarang dijadikan tempat cerita horor di film layar lebar.</p>
<p>Selain Diah Permatasari dan Cassandra Lee, film ini juga dibintangi oleh Erwin Moron, Robert Chaniago Timor, Rassya Hidayah, Sinyo Reza, Sheva Audrey, Zoe Jireh, Zasa Zefanya, Zayyan Shaka, dan Michael Russel. Mereka berperan sebagai para penghuni kos yang masing-masing akan mengalami pengalaman menyeramkan dengan intensitas berbeda, menciptakan lapisan ketegangan yang saling berkait.</p>
<p>Rego Nyowo dijadwalkan tayang mulai 31 Juli 2025 di seluruh bioskop Indonesia. Dengan kombinasi cerita viral yang telah lebih dulu membekas di benak warganet, jajaran pemain solid, dan arahan seorang maestro horor, film ini diantisipasi menjadi salah satu tontonan wajib bagi pencinta film supranatural Tanah Air. Jangan lewatkan pengalaman mencekam yang mungkin membuat Anda berpikir dua kali sebelum masuk ke kamar kos malam-malam.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/kisah-mencekam-kosan-angker-di-malang-rego-nyowo-horor-baru-rizal-mantovani-dari-cerita-viral/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
