<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>eddy soeparno &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/eddy-soeparno/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Aug 2026 14:24:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>eddy soeparno &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Eddy Soeparno Dorong Perluas Kemitraan Indonesia–China di Bidang Transisi Energi dan Ekonomi Hijau</title>
		<link>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-dorong-perluas-kemitraan-indonesia-china-di-bidang-transisi-energi-dan-ekonomi-hijau/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-dorong-perluas-kemitraan-indonesia-china-di-bidang-transisi-energi-dan-ekonomi-hijau/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hairul]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2026 08:21:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[eddy soeparno]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=124687</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta &#8211; Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan China perlu memasuki babak baru yang tidak hanya bertumpu pada perdagangan dan investasi, tetapi juga diarahkan untuk mempercepat transisi energi, memperkuat ketahanan energi nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hijau. Hal tersebut disampaikan Eddy saat menjadi pembicara dalam Track [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a>, Jakarta</strong> &#8211; Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan China perlu memasuki babak baru yang tidak hanya bertumpu pada perdagangan dan investasi, tetapi juga diarahkan untuk mempercepat transisi energi, memperkuat ketahanan energi nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hijau.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Eddy saat menjadi pembicara dalam Track 1.5 Indonesia–China Dialogue on Cooperation in a Changing Global Order yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).</p>
<p>Forum tersebut turut menghadirkan Founder FPCI Dino Patti Djalal dan Utusan Khusus Pemerintah China Bidang Perubahan Iklim Liu Zhenmin.</p>
<p>Menurut Eddy, perubahan tatanan global akibat ketegangan geopolitik, perubahan iklim, dan transformasi ekonomi dunia menuntut Indonesia membangun kemitraan internasional yang berorientasi pada penciptaan nilai tambah, transfer teknologi, serta penguatan kapasitas industri nasional.</p>
<p>&#8220;Indonesia membutuhkan mitra strategis yang mampu mempercepat transformasi ekonomi rendah karbon. Dalam konteks tersebut, kerja sama dengan China harus diarahkan untuk menghasilkan investasi berkualitas, transfer teknologi, pengembangan industri dalam negeri, serta penciptaan lapangan kerja hijau,&#8221; ujar Eddy.</p>
<p>Eddy menjelaskan bahwa krisis iklim bukan lagi sekedar menjadi isu lingkungan melainkan telah menjadi tantangan pembangunan nasional.</p>
<p>&#8220;Berbagai dampak perubahan iklim mulai dirasakan melalui banjir, kekeringan, kebakaran hutan, hingga terganggunya produktivitas sektor pertanian,&#8221;</p>
<p>&#8220;Situasi ini membutuhkan langkah mitigasi yang jauh lebih progresif melalui transisi energi dan penguatan sektor kehutanan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dalam forum tersebut, Eddy juga menyoroti pengalaman China yang berhasil membangun kepemimpinan global di sektor energi baru dan terbarukan.</p>
<p>Saat ini China menguasai sekitar 90 persen produksi panel surya dunia, 70 persen sistem penyimpanan energi berbasis baterai (_battery energy storage system_), serta 65 persen manufaktur turbin angin, sekaligus menjadi produsen kendaraan listrik terbesar di dunia.</p>
<p>Di sisi lain, China tetap mempertahankan penggunaan energi fosil sebagai bagian dari strategi menjaga keandalan sistem energi selama proses transisi berlangsung.</p>
<p>&#8220;Pengalaman China menunjukkan bahwa transisi energi harus dijalankan secara realistis. Indonesia perlu mempercepat pengembangan energi terbarukan tanpa mengorbankan ketahanan energi, keterjangkauan harga, maupun keandalan pasokan listrik,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sebagai bagian dari strategi tersebut, Eddy menekankan pentingnya perencanaan hingga implementasi Program Pembangunan 100 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai fondasi menuju kemandirian energi nasional.</p>
<p>Program tersebut diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar USD100 miliar, terdiri atas sekitar USD70 miliar dari sektor swasta dan USD30 miliar dari pemerintah, sekaligus menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia melalui integrasi PLTS dan sistem penyimpanan energi berbasis baterai (BESS).</p>
<p>&#8220;Keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kepastian regulasi, percepatan proses pengadaan proyek, kepastian tarif, serta skema pembiayaan yang kompetitif agar mampu menarik investasi berskala besar,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Ia juga menilai kerja sama Indonesia-China telah berkembang secara konkret melalui berbagai proyek strategis, mulai dari pengembangan industri baterai kendaraan listrik, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, penguatan jaringan transmisi, hingga pengolahan sampah menjadi energi.</p>
<p>Menutup paparannya, Eddy menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi hijau dunia. Sebaliknya, Indonesia harus menjadi pusat pertumbuhan industri energi bersih di kawasan dengan memanfaatkan sumber daya alam, potensi energi terbarukan, serta kemitraan strategis bersama negara-negara sahabat.</p>
<p>&#8220;Indonesia memiliki modal yang sangat besar untuk menjadi kekuatan baru energi bersih di Asia. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, kepastian investasi, dan kemitraan strategis yang saling menguntungkan, termasuk dengan China, kita dapat membangun ketahanan energi sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045,&#8221; pungkas Eddy.(hai)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-dorong-perluas-kemitraan-indonesia-china-di-bidang-transisi-energi-dan-ekonomi-hijau/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Duka Eddy Soeparno atas Berpulangnya Anggota DPR RI H. Bakri</title>
		<link>https://koranindopos.com/duka-eddy-soeparno-atas-berpulangnya-anggota-dpr-ri-h-bakri/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/duka-eddy-soeparno-atas-berpulangnya-anggota-dpr-ri-h-bakri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hairul]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2026 15:15:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[eddy soeparno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=124282</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, JAKARTA &#8211; Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyampaikan duka cita atas berpulangnya Anggota DPR RI Fraksi PAN H.A Bakri. Diketahui, H.A Bakri yang merupakan Anggota Komisi V DPR RI dari Daerah Pemilihan Jambi meninggal dunia pada Selasa 28 Juli 2026 di RS Siloam. &#8220;Innailillahi wa inailaihirojiun. Kami turut berduka cita yang mendalam atas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a>, JAKARTA</strong> &#8211; Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyampaikan duka cita atas berpulangnya Anggota DPR RI Fraksi PAN H.A Bakri.</p>
<p>Diketahui, H.A Bakri yang merupakan Anggota Komisi V DPR RI dari Daerah Pemilihan Jambi meninggal dunia pada Selasa 28 Juli 2026 di RS Siloam.</p>
<p>&#8220;Innailillahi wa inailaihirojiun. Kami turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya sahabat kami H.A Bakri,&#8221; kata Eddy.</p>
<p>Waketum PAN ini mengatakan selama ini mengenal sosok H. Bakri sebagai pribadi yang selalu ringan tangan membantu sesama sekaligus konsisten pada amanah sebagai wakil rakyat.</p>
<p>Saya bersaksi bahwa beliau adalah orang yang baik dan selalu ringan tangan membantu sesama. Sosok yang amanah pada jabatan dan menunaikan tugas sebaik-sebaiknya pada konstituen di daerah,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Eddy menyampaikan bahwa H. Bakri juga merupakan salah satu kader terbaik dengan pengalaman panjang baik di daerah maupun ketika berkiprah sebagai tokoh nasional.</p>
<p>&#8220;Almarhum adalah salah seorang kader unggulan Partai Amanat Nasional dengan berbagai capaiannya dan pengalaman panjang dalam pengabdian di partai,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Kami mendoakan semoga Beliau husnul khatimah, diberikan tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan,&#8221; tutupnya. (hai)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/duka-eddy-soeparno-atas-berpulangnya-anggota-dpr-ri-h-bakri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Eddy Soeparno: Transisi Energi Merupakan Kebutuhan Jangka Panjang, Bukan Sekadar Respons Konflik Geopolitik</title>
		<link>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-transisi-energi-merupakan-kebutuhan-jangka-panjang-bukan-sekadar-respons-konflik-geopolitik/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-transisi-energi-merupakan-kebutuhan-jangka-panjang-bukan-sekadar-respons-konflik-geopolitik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2026 05:05:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[eddy soeparno]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=124236</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; Jakarta – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa transisi energi merupakan kebutuhan strategis jangka panjang bagi Indonesia dan tidak boleh dipandang hanya sebagai respons sesaat terhadap konflik geopolitik global, termasuk ketegangan yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan Eddy saat menjadi pembicara utama dalam forum [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot">
<div class="" data-turn-id-container="request-6a631848-2afc-83ec-8fc2-a9ebded98dc6-25" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-6a631848-2afc-83ec-8fc2-a9ebded98dc6-25" data-turn-id-container="request-6a631848-2afc-83ec-8fc2-a9ebded98dc6-25" data-testid="conversation-turn-54" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-15 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" data-conversation-screenshot-content="">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" tabindex="0" data-message-author-role="assistant" data-message-id="4a6f3fbd-8427-48bd-a1c9-5a42e712694a" data-message-model-slug="gpt-5-5" data-turn-start-message="true">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full dark markdown-new-styling">
<p data-start="111" data-end="427"><strong data-start="111" data-end="122"><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; Jakarta</strong> – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa transisi energi merupakan kebutuhan strategis jangka panjang bagi Indonesia dan tidak boleh dipandang hanya sebagai respons sesaat terhadap konflik geopolitik global, termasuk ketegangan yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.</p>
<p data-start="429" data-end="664">Pernyataan tersebut disampaikan Eddy saat menjadi pembicara utama dalam forum <strong data-start="507" data-end="525">Ekoniklim 2026</strong> yang diselenggarakan CNBC Indonesia bersama Climate Policy Initiative (CPI) di Wisma Habibie–Ainun, Kuningan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).</p>
<p data-start="666" data-end="970">Menurut Eddy, konflik di Timur Tengah memang menjadi pengingat bahwa sistem energi dunia masih sangat rentan terhadap gangguan geopolitik. Namun, ia menilai pembangunan sistem energi yang lebih tangguh dan berkelanjutan tetap harus menjadi prioritas, terlepas dari situasi global yang sedang berlangsung.</p>
<p data-start="972" data-end="1225">&#8220;Konflik di Timur Tengah memang mengingatkan kita betapa rentannya sistem energi global terhadap gejolak geopolitik. Namun, ada ataupun tidak ada konflik tersebut, transisi energi tetap menjadi kebutuhan sekaligus keniscayaan bagi Indonesia,&#8221; ujar Eddy.</p>
<p data-start="1227" data-end="1468">Ia menambahkan bahwa meskipun konflik internasional suatu saat dapat mereda, kebutuhan Indonesia untuk membangun sistem energi yang lebih bersih, tangguh, dan kompetitif akan terus menjadi agenda penting dalam mendukung pembangunan nasional.</p>
<p data-start="1525" data-end="1768">Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia itu menilai kebijakan energi nasional tidak boleh hanya berfokus pada penyelesaian krisis jangka pendek, seperti lonjakan harga minyak atau ancaman gangguan pasokan energi akibat konflik internasional.</p>
<p data-start="1770" data-end="1959">Menurutnya, Indonesia membutuhkan visi energi yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi hingga beberapa dekade ke depan, sejalan dengan target pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p data-start="1961" data-end="2209">&#8220;Kalau orientasi kita hanya pada krisis hari ini, maka kebijakan energi kita akan selalu bersifat reaktif. Yang diperlukan adalah visi jangka panjang hingga 2045, 2060, bahkan seterusnya, bukan sekadar merespons situasi global tahun 2026,&#8221; katanya.</p>
<p data-start="2275" data-end="2494">Eddy menjelaskan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam ekonomi hijau dunia. Potensi energi baru dan terbarukan (EBT) nasional diperkirakan mencapai sekitar <strong data-start="2470" data-end="2493">3.600 gigawatt (GW)</strong>.</p>
<p data-start="2496" data-end="2815">Selain itu, Indonesia juga memiliki cadangan hutan, lahan gambut, dan ekosistem mangrove yang sangat luas, serta peluang pengembangan teknologi <strong data-start="2640" data-end="2676">Carbon Capture and Storage (CCS)</strong> dan <strong data-start="2681" data-end="2732">Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS)</strong> yang dapat mendukung pengembangan ekonomi karbon sekaligus menarik investasi baru.</p>
<p data-start="2817" data-end="2969">Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia saat ini masih relatif kecil dibandingkan dengan potensi yang dimiliki.</p>
<p data-start="3038" data-end="3257">Eddy menekankan bahwa Indonesia tidak boleh mempertentangkan antara ketahanan energi dan transisi energi. Menurutnya, kedua aspek tersebut justru saling melengkapi dalam membangun sistem energi nasional yang lebih kuat.</p>
<p data-start="3259" data-end="3437">Ia mengingatkan bahwa ketergantungan yang tinggi terhadap energi fosil membuat suatu negara rentan terhadap fluktuasi harga energi global maupun gejolak geopolitik internasional.</p>
<p data-start="3439" data-end="3695">&#8220;Negara yang terlalu bergantung pada energi fosil akan selalu rentan terhadap fluktuasi harga dan ketidakpastian geopolitik. Karena itu, transisi energi yang dirancang secara bertahap dan matang merupakan fondasi ketahanan energi jangka panjang,&#8221; jelasnya.</p>
<p data-start="3745" data-end="3964">Lebih lanjut, Eddy menegaskan bahwa proses transisi energi harus dilakukan secara bertahap dengan tetap menjaga keseimbangan antara ketersediaan energi, keterjangkauan harga, serta keandalan sistem kelistrikan nasional.</p>
<p data-start="3966" data-end="4143">Dengan pendekatan tersebut, menurutnya, Indonesia dapat mewujudkan sistem energi yang lebih berkelanjutan tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat.</p>
<p data-start="4145" data-end="4372" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Ia berharap pembangunan sektor energi nasional ke depan mampu memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global sekaligus menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan dinamika geopolitik internasional.(Dhil)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-transisi-energi-merupakan-kebutuhan-jangka-panjang-bukan-sekadar-respons-konflik-geopolitik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Eddy Soeparno: Transisi Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia</title>
		<link>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-transisi-energi-jadi-kunci-ketahanan-nasional-dan-pertumbuhan-ekonomi-indonesia/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-transisi-energi-jadi-kunci-ketahanan-nasional-dan-pertumbuhan-ekonomi-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2026 08:17:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[eddy soeparno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=123844</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; Jakarta – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa percepatan transisi energi menjadi langkah strategis yang harus segera dilakukan Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Menurutnya, kemandirian energi tidak hanya penting untuk menjaga pasokan energi nasional, tetapi juga menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot">
<div class="" data-turn-id-container="request-6a631848-2afc-83ec-8fc2-a9ebded98dc6-0" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-6a631848-2afc-83ec-8fc2-a9ebded98dc6-0" data-turn-id-container="request-6a631848-2afc-83ec-8fc2-a9ebded98dc6-0" data-testid="conversation-turn-4" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-15 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" data-conversation-screenshot-content="">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" tabindex="0" data-message-author-role="assistant" data-message-id="ebd748f3-ac9f-405a-a31b-cb702d5bf641" data-message-model-slug="gpt-5-5" data-turn-start-message="true">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full dark markdown-new-styling">
<p data-start="98" data-end="494"><strong data-start="98" data-end="109"><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; Jakarta</strong> – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, <strong data-start="148" data-end="165">Eddy Soeparno</strong>, menegaskan bahwa percepatan transisi energi menjadi langkah strategis yang harus segera dilakukan Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Menurutnya, kemandirian energi tidak hanya penting untuk menjaga pasokan energi nasional, tetapi juga menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.</p>
<p data-start="496" data-end="729">Pernyataan tersebut disampaikan Eddy saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi <strong data-start="576" data-end="613">DBS-CNBC Indonesia Morning Coffee</strong> bertajuk <em data-start="623" data-end="729">&#8220;Ketahanan Energi Indonesia di Tengah Krisis Geopolitik Global: Tantangan, Potensi, dan Arah Kebijakan.&#8221;</em></p>
<p data-start="731" data-end="1014">Dalam forum tersebut, Eddy menyoroti dampak konflik dan ketegangan geopolitik yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, berbagai gejolak internasional telah membuktikan bahwa ketahanan energi kini tidak dapat dipisahkan dari ketahanan ekonomi maupun ketahanan nasional.</p>
<blockquote data-start="1016" data-end="1287">
<p data-start="1018" data-end="1287">&#8220;Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, Indonesia tidak boleh terus bergantung pada energi impor. Kemandirian energi harus menjadi prioritas nasional karena menyangkut stabilitas ekonomi, daya saing industri, dan kesejahteraan masyarakat,&#8221; tegas Eddy.</p>
</blockquote>
<p data-start="1337" data-end="1501">Eddy menjelaskan bahwa transisi energi bukan sekadar agenda lingkungan, melainkan instrumen strategis yang mampu mencapai beberapa tujuan nasional secara bersamaan.</p>
<p data-start="1503" data-end="1816">Pertama, transisi energi dapat memperkuat ketahanan energi melalui diversifikasi sumber energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor energi fosil. Dengan pasokan energi yang lebih mandiri, Indonesia dinilai akan lebih tahan menghadapi gejolak harga energi global maupun gangguan rantai pasok internasional.</p>
<p data-start="1818" data-end="2143">Kedua, menurut Wakil Ketua Umum PAN tersebut, pengembangan energi bersih berpotensi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional menuju target pertumbuhan sebesar 8 persen. Hal itu dapat dicapai melalui masuknya investasi baru, percepatan hilirisasi industri, serta penciptaan lapangan kerja hijau di berbagai sektor.</p>
<p data-start="2145" data-end="2321">Sementara itu, tujuan ketiga adalah mendukung komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi karbon sekaligus mempercepat proses dekarbonisasi menuju pembangunan yang berkelanjutan.</p>
<p data-start="2323" data-end="2492">Eddy menegaskan bahwa ketiga sasaran tersebut bukanlah agenda yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan secara beriringan apabila didukung kebijakan yang tepat.</p>
<p data-start="2544" data-end="2693">Menurut Eddy, jalan menuju kemandirian energi harus dimulai dengan mempercepat pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan yang dimiliki Indonesia.</p>
<p data-start="2695" data-end="2976">Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar dari berbagai sumber energi bersih, mulai dari tenaga surya, panas bumi, tenaga air (hidro), angin, hingga bioenergi. Potensi tersebut harus dimanfaatkan secara optimal agar ketergantungan terhadap energi fosil impor dapat terus ditekan.</p>
<p data-start="2978" data-end="3184">Dengan memaksimalkan sumber daya energi domestik, Indonesia tidak hanya mampu meningkatkan ketahanan energi, tetapi juga membuka peluang investasi dan pengembangan industri baru yang bernilai tambah tinggi.</p>
<p data-start="3223" data-end="3429">Selain pengembangan energi terbarukan, Eddy juga menekankan pentingnya reformasi tata kelola sektor energi agar sistem energi nasional menjadi lebih efisien dan tangguh menghadapi berbagai tantangan global.</p>
<p data-start="3431" data-end="3681">Beberapa langkah yang menurutnya perlu segera dilakukan antara lain penyusunan neraca minyak dan gas nasional, penyempurnaan mekanisme <strong data-start="3566" data-end="3602">Domestic Market Obligation (DMO)</strong>, peningkatan kepastian investasi, serta penguatan perencanaan energi nasional.</p>
<p data-start="3683" data-end="3849">Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus memastikan pembangunan sektor energi berjalan secara berkelanjutan.</p>
<blockquote data-start="3851" data-end="4078">
<p data-start="3853" data-end="4078">&#8220;Ketahanan energi dibangun dengan menambah kapasitas produksi sekaligus membenahi tata kelola yang baik, kepastian regulasi, dan perencanaan jangka panjang agar Indonesia siap menghadapi berbagai tantangan global,&#8221; ujar Eddy.</p>
</blockquote>
<p data-start="4126" data-end="4346">Eddy menilai, di tengah perubahan lanskap geopolitik dunia, Indonesia harus menjadikan transisi energi sebagai strategi pembangunan nasional yang mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.</p>
<p data-start="4348" data-end="4656" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan memanfaatkan potensi energi terbarukan yang melimpah, memperbaiki tata kelola sektor energi, serta menciptakan kepastian investasi, Indonesia diyakini dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor energi sekaligus mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.(Dhil)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-transisi-energi-jadi-kunci-ketahanan-nasional-dan-pertumbuhan-ekonomi-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Eddy Soeparno: Reformasi Subsidi dan Transisi Energi Harus Berjalan Beriringan</title>
		<link>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-reformasi-subsidi-dan-transisi-energi-harus-berjalan-beriringan/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-reformasi-subsidi-dan-transisi-energi-harus-berjalan-beriringan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 04:26:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[eddy soeparno]]></category>
		<category><![CDATA[reformasi subsidi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=123696</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; Jakarta – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menegaskan bahwa reformasi subsidi energi dan percepatan transisi energi merupakan dua agenda yang berbeda, tetapi harus dijalankan secara bersamaan agar mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan keadilan sosial. Hal tersebut disampaikan Eddy saat menjadi pembicara dalam Diskusi Kompas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="82" data-end="407"><strong data-start="82" data-end="93"><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; Jakarta</strong> – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menegaskan bahwa reformasi subsidi energi dan percepatan transisi energi merupakan dua agenda yang berbeda, tetapi harus dijalankan secara bersamaan agar mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan keadilan sosial.</p>
<p data-start="409" data-end="627">Hal tersebut disampaikan Eddy saat menjadi pembicara dalam Diskusi Kompas Institute bertajuk <strong data-start="502" data-end="627">&#8220;Reformasi Subsidi Energi: Mewujudkan Kebijakan yang Tepat Sasaran untuk Ketahanan Energi dan Transisi Energi Indonesia.&#8221;</strong></p>
<p data-start="629" data-end="993">Menurut Eddy, reformasi subsidi tidak semata-mata bertujuan mengurangi beban anggaran negara, melainkan memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Sementara itu, transisi energi merupakan strategi jangka panjang untuk mengurangi emisi karbon sekaligus membangun sistem energi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan.</p>
<p data-start="1027" data-end="1260">Eddy menyoroti masih adanya persoalan mendasar dalam penyaluran subsidi energi, yakni belum tepat sasaran. Ia menilai sebagian subsidi justru lebih banyak dinikmati oleh kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik.</p>
<p data-start="1262" data-end="1487">&#8220;Di sinilah pentingnya melihat reformasi subsidi bukan soal mengurangi perlindungan, tetapi mengubah cara negara melindungi rakyatnya, sehingga kelompok rentan benar-benar mendapatkan haknya secara adil dan efisien,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-start="1489" data-end="1748">Karena itu, ia mendorong pemerintah menerapkan prinsip <strong data-start="1544" data-end="1560">right-sizing</strong> dan <strong data-start="1565" data-end="1584">right-targeting</strong>, sehingga alokasi anggaran negara dapat digunakan secara lebih efektif untuk melindungi masyarakat rentan sekaligus mendukung pembangunan sektor energi masa depan.</p>
<p data-start="1792" data-end="1973">Salah satu solusi yang ditawarkan Eddy adalah mengubah pola subsidi dari berbasis komoditas menjadi subsidi langsung kepada masyarakat penerima manfaat berdasarkan data yang akurat.</p>
<p data-start="1975" data-end="2161">Menurutnya, skema tersebut tidak hanya meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan, tetapi juga membuka ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk membiayai investasi strategis.</p>
<p data-start="2163" data-end="2356">&#8220;Reformasi subsidi adalah strategi untuk mengalihkan sumber daya negara dari konsumsi yang tidak tepat sasaran menuju investasi produktif, termasuk untuk mempercepat transisi energi,&#8221; jelasnya.</p>
<p data-start="2402" data-end="2660">Eddy menjelaskan bahwa penghematan anggaran dari subsidi energi fosil yang lebih tepat sasaran dapat dialihkan untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat infrastruktur energi, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.</p>
<p data-start="2662" data-end="2799">Menurutnya, tanpa pembenahan subsidi, proses transisi menuju energi bersih berpotensi menghadapi kendala pembiayaan dalam jangka panjang.</p>
<p data-start="2801" data-end="3069">&#8220;Kalau reformasi subsidi berjalan sendiri tanpa transisi energi, kita hanya menghemat tanpa mengubah struktur. Tapi kalau transisi energi berjalan tanpa reformasi subsidi, kita akan menghadapi tekanan fiskal yang berat. Keduanya harus berjalan beriringan,&#8221; tegas Eddy.</p>
<p data-start="3109" data-end="3345">Eddy juga menilai dinamika geopolitik internasional semakin memperkuat urgensi reformasi kebijakan energi nasional. Ketergantungan terhadap impor energi membuat Indonesia rentan terhadap gejolak harga minyak dan gangguan pasokan global.</p>
<p data-start="3347" data-end="3552">Dalam kondisi tersebut, reformasi subsidi dapat membantu mengurangi tekanan terhadap anggaran negara, sementara transisi energi menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan kemandirian energi nasional.</p>
<p data-start="3554" data-end="3854">&#8220;Dalam situasi seperti ini, reformasi subsidi dapat mengurangi beban fiskal, sementara transisi energi memperkuat kemandirian energi dalam jangka panjang. Kita juga harus memperbaiki struktur kebijakan, termasuk subsidi. Di situlah titik temu urgensi pembenahan subsidi dan transisi energi,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-start="3893" data-end="4099">Selain memperkuat ketahanan energi, Eddy melihat transisi energi juga membuka peluang besar bagi Indonesia untuk membangun industri hijau yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi dan lapangan kerja baru.</p>
<p data-start="4101" data-end="4292">Menurutnya, pengembangan energi bersih tidak hanya akan mengurangi ketergantungan pada impor energi, tetapi juga mendorong lahirnya sektor industri yang lebih kompetitif dan ramah lingkungan.</p>
<p data-start="4294" data-end="4565">&#8220;Kita memiliki peluang besar untuk membangun industri hijau yang menyerap tenaga kerja hijau. Jadi, <em data-start="4394" data-end="4412">green industries</em> dan <em data-start="4417" data-end="4429">green jobs</em> bukan sekadar jargon, tetapi mampu kita realisasikan melalui transisi energi yang berbasis pengembangan industri nasional,&#8221; pungkasnya.</p>
<p data-start="4567" data-end="4829" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan pendekatan yang terintegrasi antara reformasi subsidi dan percepatan transisi energi, Eddy berharap Indonesia mampu membangun sistem energi yang lebih efisien, berkeadilan, sekaligus berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.(dhil)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-reformasi-subsidi-dan-transisi-energi-harus-berjalan-beriringan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di SDG’S Youth Summit, Eddy Soeparno Paparkan Program Prioritas Ketahanan Energi Nasional</title>
		<link>https://koranindopos.com/di-sdgs-youth-summit-eddy-soeparno-paparkan-program-prioritas-ketahanan-energi-nasional/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/di-sdgs-youth-summit-eddy-soeparno-paparkan-program-prioritas-ketahanan-energi-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hairul]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 23:25:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Di SDG’S Youth Summit]]></category>
		<category><![CDATA[eddy soeparno]]></category>
		<category><![CDATA[MPR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=122515</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com , JAKARTA &#8211; Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN menegaskan bahwa pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan mencapai 8 persen harus berjalan seiring dengan penguatan ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Eddy saat memberikan keynote speech pada Indonesia Youth SDGs Summit 2026 yang diselenggarakan Universitas Bakrie mengusung tema “Next-Gen Solutions for [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://koranindopos.com">koranindopos.com</a> , JAKARTA</strong> &#8211; Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN menegaskan bahwa pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan mencapai 8 persen harus berjalan seiring dengan penguatan ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Eddy saat memberikan keynote speech pada Indonesia Youth SDGs Summit 2026 yang diselenggarakan Universitas Bakrie mengusung tema “Next-Gen Solutions for Energy and Food Security”.</p>
<p>Acara tersebut turut dihadiri oleh tokoh lingkungan hidup Indonesia Prof. Emil Salim, yang pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup, serta Rektor Universitas Bakrie Prof. Sofia Alisjahbana, bersama para akademisi, mahasiswa, dan pemuda dari berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p>Dalam paparannya, Eddy Soeparno menekankan bahwa dunia tengah menghadapi tantangan besar akibat krisis iklim dan meningkatnya ketegangan geopolitik yang berdampak langsung terhadap ketahanan energi, rantai pasok global, serta stabilitas ekonomi.</p>
<p>Menurutnya, situasi tersebut harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat fondasi pembangunan nasional melalui implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) yang selaras dengan amanat Pasal 33 UUD 1945.</p>
<p>“Keberlanjutan bukan hanya sekedar pilihan namun juga menjadi prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang tangguh. Ketahanan energi, ketahanan pangan, dan pembangunan rendah karbon harus dipandang sebagai investasi strategis untuk menjaga daya saing Indonesia di masa depan,” ujar Eddy.</p>
<p>Doktor Ilmu Politik UI ini menjelaskan bahwa berbagai bencana akibat perubahan iklim yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan besarnya biaya ekonomi yang harus ditanggung apabila pembangunan tidak memperhatikan aspek keberlanjutan.</p>
<p>Karena itu, implementasi SDGs perlu diposisikan sebagai instrumen pembangunan nasional yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Eddy juga menyoroti dampak konflik geopolitik di Timur Tengah terhadap pasokan energi dunia. Menurutnya, ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak dan LPG masih menjadi tantangan serius bagi ketahanan nasional.</p>
<p>“Paradoksnya, Indonesia merupakan negara yang kaya sumber daya energi, namun masih sangat rentan terhadap gejolak pasokan global. Ketahanan energi harus menjadi bagian dari strategi ketahanan nasional sehingga kita tidak terus bergantung pada dinamika geopolitik internasional,” tegasnya.</p>
<p>Untuk menjawab tantangan tersebut, Eddy menilai transisi energi harus dilaksanakan secara realistis dan bertahap. Ia menolak pendekatan yang hanya berorientasi pada pengurangan energi fosil tanpa mempertimbangkan kebutuhan pembangunan nasional.</p>
<p>“Indonesia memerlukan transisi energi yang berkeadilan. Energi baru terbarukan harus terus dipercepat, tetapi pada saat yang sama kita tetap membutuhkan gas sebagai bridging fuel, peningkatan eksplorasi energi domestik, pengembangan bioenergi, hingga pemanfaatan teknologi Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS),” jelas Waketum PAN ini.</p>
<p>Lebih lanjut, Eddy memaparkan tiga prioritas penguatan ketahanan energi nasional. Dalam jangka pendek, pemerintah perlu memperkuat kapasitas kilang nasional, mempercepat elektrifikasi, serta melakukan substitusi energi untuk mengurangi ketergantungan impor.</p>
<p>Pada jangka menengah, Indonesia harus mengoptimalkan pengembangan bioenergi yang memanfaatkan keunggulan nasional seperti biodiesel, bioetanol, biogas, hingga Sustainable Aviation Fuel (SAF). Sementara itu, pada jangka panjang, pengembangan energi baru seperti hidrogen dan pembangkit listrik tenaga nuklir perlu dipersiapkan sebagai bagian dari strategi menuju net-zero emissions.</p>
<p>Secara khusus, ia mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam mewujudkan transformasi tersebut.</p>
<p>“Anak-anak muda adalah aktor utama yang akan menentukan arah pembangunan Indonesia. Inovasi, riset, kewirausahaan hijau, dan kepemimpinan generasi muda akan menjadi faktor penentu keberhasilan Indonesia mencapai target pembangunan berkelanjutan,” katanya.</p>
<p>Menutup pidatonya, Eddy menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengikut dalam agenda transisi energi global.</p>
<p>“Kita harus menjadi policy shaper, bukan sekadar policy taker. Indonesia memiliki sumber daya alam, potensi energi terbarukan, dan modal demografi yang sangat besar. Dengan strategi yang tepat, kita mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kuat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang,” tutup Anggota Komisi XII DPR RI ini. (hai)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/di-sdgs-youth-summit-eddy-soeparno-paparkan-program-prioritas-ketahanan-energi-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Eddy Soeparno Apresiasi Tarif Listrik Tetap, Nilai Kebijakan Prabowo Jaga Daya Beli dan Stabilitas Ekonomi</title>
		<link>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-apresiasi-tarif-listrik-tetap-nilai-kebijakan-prabowo-jaga-daya-beli-dan-stabilitas-ekonomi/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-apresiasi-tarif-listrik-tetap-nilai-kebijakan-prabowo-jaga-daya-beli-dan-stabilitas-ekonomi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2026 08:47:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[eddy soeparno]]></category>
		<category><![CDATA[Tarif Listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=122299</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan tarif listrik. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis yang menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat di tengah tekanan yang masih membayangi sektor energi, baik dari dalam maupun luar negeri. Eddy menilai keputusan mempertahankan tarif listrik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koraanindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; JAKARTA</strong> – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, <strong>Eddy Soeparno</strong>, mengapresiasi keputusan Presiden <strong>Prabowo Subianto</strong> untuk tidak menaikkan tarif listrik. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis yang menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat di tengah tekanan yang masih membayangi sektor energi, baik dari dalam maupun luar negeri.</p>
<p>Eddy menilai keputusan mempertahankan tarif listrik bukan sekadar menjaga biaya konsumsi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah fluktuasi harga energi global dan tantangan pasokan bahan bakar pembangkit.</p>
<p>&#8220;Saya mengapresiasi bahwa tarif listrik ini tidak akan naik. Karena kita lihat bahwa hari ini kita mengalami dua tantangan terbesar. Satu, tantangan untuk memberikan suplai batu bara sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas pembangkit-pembangkit PLN. Kedua, ketersediaan pasokan gas, karena batu bara dan gas merupakan dua sumber energi utama untuk menggerakkan pembangkit listrik kita saat ini,&#8221; ujar Eddy.</p>
<p>Menurut Eddy, sektor ketenagalistrikan Indonesia masih sangat bergantung pada batu bara dan gas sebagai sumber utama pembangkit listrik. Kondisi tersebut membuat sistem kelistrikan nasional rentan terhadap gejolak harga komoditas global maupun gangguan rantai pasok akibat dinamika geopolitik.</p>
<p>Di tengah situasi tersebut, keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif listrik dinilai mampu memberikan kepastian bagi masyarakat sekaligus dunia usaha.</p>
<p>Ia menegaskan, apabila tarif listrik dinaikkan di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan, dampaknya bisa meluas terhadap kenaikan biaya produksi, inflasi, hingga penurunan daya beli masyarakat.</p>
<p>Eddy menilai kebijakan mempertahankan tarif listrik harus dipandang sebagai instrumen stabilisasi ekonomi, bukan sekadar langkah populis.</p>
<p>Menurutnya, intervensi pemerintah dalam menjaga tarif listrik tetap stabil memiliki peran penting untuk mengendalikan tekanan inflasi dan menjaga aktivitas ekonomi nasional tetap berjalan.</p>
<p>Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pemerintah tetap perlu menyiapkan skema penyesuaian tarif yang adil apabila kondisi di masa depan mengharuskannya.</p>
<p>&#8220;Yang perlu ditekankan adalah agar kenaikan harga listrik, kalau pun suatu ketika terjadi, tetap memperhatikan listrik untuk masyarakat kalangan ekonomi kelas bawah. Terutama mereka yang berada di kelas 450 VA, 900 VA, dan mungkin juga 1.300 VA. Untuk sektor industri, khususnya UMKM kecil dengan kapasitas 2.200 VA, itu juga perlu diperhatikan,&#8221; katanya.</p>
<p>Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia itu juga mendorong pemerintah melakukan pembenahan terhadap sistem subsidi energi agar semakin tepat sasaran.</p>
<p>Menurut Eddy, tantangan utama kebijakan subsidi selama ini bukan hanya besarnya anggaran yang dialokasikan, tetapi juga akurasi penerima manfaat sehingga bantuan benar-benar dinikmati oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p>Ia mendukung integrasi data antarlembaga sebagai dasar penyusunan kebijakan subsidi yang lebih efektif, transparan, dan berkeadilan.</p>
<p>Eddy juga menilai kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi yang lebih tinggi seharusnya tidak lagi menikmati subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat rentan.</p>
<p>&#8220;Untuk golongan yang besar-besar, saya kira sama dengan analogi BBM; untuk Pertamax memang harus disesuaikan, Pertamax Turbo disesuaikan, tetapi Pertalite tetap dipertahankan. Jadi untuk UMKM serta masyarakat kelas ekonomi bawah, itu tetap dipertahankan. Bahkan kalau bisa, diskon listrik yang selama ini mereka nikmati juga tetap diteruskan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Selain menjaga tarif listrik tetap stabil, Eddy menilai pemerintah perlu memanfaatkan momentum ini untuk mempercepat transformasi sektor energi nasional.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap batu bara dan gas melalui diversifikasi sumber energi, termasuk mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan.</p>
<p>Langkah tersebut dinilai akan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi dampak fluktuasi harga energi global terhadap perekonomian Indonesia.</p>
<p>&#8220;Ke depan, kita tidak bisa terus-menerus berada dalam siklus menahan harga setiap kali terjadi tekanan. Harus ada upaya membangun sistem energi yang lebih tahan terhadap guncangan global, sekaligus tetap menjamin akses energi yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia,&#8221; tutup Eddy.</p>
<p>Dengan tetap mempertahankan tarif listrik sekaligus memperbaiki tata kelola subsidi dan mempercepat diversifikasi energi, pemerintah diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan terhadap masyarakat, keberlanjutan fiskal, dan ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.(dhil)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-apresiasi-tarif-listrik-tetap-nilai-kebijakan-prabowo-jaga-daya-beli-dan-stabilitas-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
