<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gizi &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/gizi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Feb 2026 13:53:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>Gizi &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>​Sinergi Badan Gizi Nasional dan Jupnas Gizi Indonesia dalam Sosialisasi Ketahanan Pangan Nasional</title>
		<link>https://koranindopos.com/sinergi-badan-gizi-nasional-dan-jupnas-gizi-indonesia-dalam-sosialisasi-ketahanan-pangan-nasional/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/sinergi-badan-gizi-nasional-dan-jupnas-gizi-indonesia-dalam-sosialisasi-ketahanan-pangan-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 13:53:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=114212</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, ​Jakarta – Upaya penguatan ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat Indonesia memasuki babak baru melalui sinergi strategis antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Letjen TNI (HOR) Lodewyk Pusung, secara resmi menerima audiensi dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Forum Jupnas Gizi Indonesia di Gedung Badan Gizi Nasional, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, ​Jakarta – </strong>Upaya penguatan ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat Indonesia memasuki babak baru melalui sinergi strategis antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Letjen TNI (HOR) Lodewyk Pusung, secara resmi menerima audiensi dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Forum Jupnas Gizi Indonesia di Gedung Badan Gizi Nasional, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, baru-baru ini.</p>
<p>​Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Forum Jupnas Gizi Indonesia, Rival Achmad Labbaika, S.H., beserta jajaran pengurus pusat. Agenda utama audiensi ini adalah melaporkan perkembangan organisasi yang telah bergerak cepat sejak dideklarasikan pada 21 November 2025 lalu. Fokus utama mereka adalah mengawal implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran dan dipahami luas oleh masyarakat.</p>
<p>​Dalam laporannya, Rival Achmad Labbaika memaparkan bahwa Forum Jupnas Gizi Indonesia telah membangun infrastruktur komunikasi yang masif melalui peluncuran MBG TV. Media ini dirancang khusus sebagai saluran televisi edukatif nasional yang berfokus pada penyiaran informasi seputar gizi, sosialisasi kebijakan pemerintah, dan edukasi publik terkait pola makan sehat demi mencetak generasi unggul.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-114213" src="https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260220-WA0035-300x176.jpg" alt="IMG 20260220 WA0035 - ​Sinergi Badan Gizi Nasional dan Jupnas Gizi Indonesia dalam Sosialisasi Ketahanan Pangan Nasional" width="300" height="176" title="​Sinergi Badan Gizi Nasional dan Jupnas Gizi Indonesia dalam Sosialisasi Ketahanan Pangan Nasional 2" srcset="https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260220-WA0035-300x176.jpg 300w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260220-WA0035-1024x599.jpg 1024w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260220-WA0035-768x449.jpg 768w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260220-WA0035-750x439.jpg 750w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260220-WA0035-1140x667.jpg 1140w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260220-WA0035.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>​Hingga saat ini, penetrasi MBG TV telah mencapai skala yang signifikan dengan menggandeng 15 jaringan televisi terestrial. Siaran edukasi ini kini dapat dinikmati masyarakat di 13 provinsi, mulai dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Tercatat, sebanyak 98 kabupaten/kota di seluruh penjuru Indonesia kini berada dalam jangkauan siaran yang informatif tersebut.</p>
<p>​Tidak hanya mengandalkan siaran konvensional, Forum Jupnas Gizi Indonesia juga mengadopsi teknologi digital untuk memperluas akses informasi. Masyarakat di wilayah yang belum terjangkau sinyal terestrial dapat mengakses konten edukasi gizi secara nasional melalui layanan live streaming di portal resmi JupnasGizi.com. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan literasi kesehatan.</p>
<p>​Menanggapi inisiatif tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Lodewyk Pusung, memberikan apresiasi yang tinggi. Beliau menilai keberadaan MBG TV dan gerakan Jupnas Gizi merupakan katalisator penting bagi kesuksesan program pemerintah. Pusung menegaskan bahwa tanpa pemahaman masyarakat yang baik, program distribusi pangan bergizi tidak akan mencapai hasil maksimal bagi pembangunan sumber daya manusia.</p>
<p>​“Saya berterima kasih dan bangga atas inisiatif dan kerja nyata dari Forum Jupnas Gizi Indonesia. Organisasi yang berperan aktif seperti ini dapat menjadi contoh bagi organisasi lain dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Pusung.</p>
<p>​Lebih lanjut, Lodewyk Pusung menekankan bahwa edukasi publik adalah pilar utama dalam membangun fondasi manusia Indonesia. Ia berpendapat bahwa gizi berkualitas bukan sekadar masalah perut, melainkan investasi jangka panjang untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia. Dukungan media seperti MBG TV dianggap sangat relevan dalam menyebarkan kesadaran kolektif tentang pentingnya asupan nutrisi yang benar sejak dini.</p>
<p>​Pertemuan di ruang kerja Wakil Kepala Badan Gizi Nasional ini juga dihadiri oleh struktur lengkap pengurus DPN Forum Jupnas Gizi Indonesia, termasuk para Sekretaris Jenderal dari wilayah Barat, Tengah, hingga Timur. Kehadiran para pimpinan wilayah ini menunjukkan kesolidan organisasi dalam mengawal program gizi dari Sabang sampai Merauke secara terintegrasi dan profesional. (BRG/Hend)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/sinergi-badan-gizi-nasional-dan-jupnas-gizi-indonesia-dalam-sosialisasi-ketahanan-pangan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menkes Budi Gunadi: Gizi Jadi Salah Satu Masalah Besar di Indonesia</title>
		<link>https://koranindopos.com/menkes-budi-gunadi-gizi-jadi-salah-satu-masalah-besar-di-indonesia/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/menkes-budi-gunadi-gizi-jadi-salah-satu-masalah-besar-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hairul]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Oct 2024 08:42:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=76336</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Jakarta, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti masalah gizi sebagai salah satu penyakit besar yang dihadapi Indonesia, di samping penyakit serius lainnya seperti stroke, jantung, dan kanker. Hal ini disampaikan oleh Menkes pada Senin (14/10/24), dengan penekanan bahwa gizi menjadi isu krusial yang mencakup dua kondisi, yaitu kelebihan dan kekurangan gizi. &#8220;Salah satu masalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://koranindopos.com"><strong>koranindopos.com</strong></a><em> &#8211; </em><strong>Jakarta</strong><em>,</em> Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti masalah gizi sebagai salah satu penyakit besar yang dihadapi Indonesia, di samping penyakit serius lainnya seperti stroke, jantung, dan kanker. Hal ini disampaikan oleh Menkes pada Senin (14/10/24), dengan penekanan bahwa gizi menjadi isu krusial yang mencakup dua kondisi, yaitu kelebihan dan kekurangan gizi.</p>
<p>&#8220;Salah satu masalah atau penyakit paling besar di Indonesia itu bukan hanya stroke, jantung, dan kanker, tapi gizi,&#8221; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Menkes menjelaskan bahwa persoalan gizi di Indonesia bervariasi antara kelebihan gizi, yang umumnya dialami oleh orang tua, dan kekurangan gizi, yang sering terjadi pada balita dan ibu hamil. Kondisi kelebihan gizi sering kali terlihat dari gejala fisik seperti perut buncit pada orang tua, sementara kekurangan gizi banyak dialami oleh kelompok yang lebih rentan, terutama balita.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes Budi mengingatkan bahwa masalah gizi bukan hanya soal jumlah, tetapi juga keragaman jenis makanan yang dikonsumsi. &#8220;Kekurangan atau kebanyakan gizi ini bukan dari jumlahnya, tapi juga dari ragamnya. Itu sebabnya pada saat menyajikan makanan itu jumlahnya harus pas, ragamnya harus pas,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Menkes menekankan bahwa kebutuhan gizi antara anak-anak, balita, ibu hamil, dan orang tua berbeda, baik dari segi jumlah maupun keragamannya. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus dalam menyesuaikan porsi dan jenis gizi untuk setiap kelompok umur.</p>
<p>&#8220;Itu sebabnya harus dibuat rumah produksi pangan yang mengetahui cara membuat makanan gizi yang jumlah dan ragamnya pas untuk kelompok umur tertentu,&#8221; tambah Menkes.</p>
<p>Sebagai upaya mengatasi masalah ini, Menkes Budi memberikan apresiasi kepada <strong>Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI</strong> yang telah meluncurkan program sinergi dalam pembinaan <strong>Desa Panggungharjo</strong> sebagai Desa Pangan Aman. Desa ini juga telah mendirikan rumah produksi pangan yang berperan penting dalam memastikan makanan yang dihasilkan aman dan bernutrisi.</p>
<p>&#8220;Sehingga para ibu-ibu bisa diajari oleh BPOM sebagai ahlinya, prosedur membuat makanan yang bersih bagaimana, jumlahnya pas seperti apa, ragamnya seperti apa, agar balita kita, ibu hamil kita tidak berpenyakit atau kekurangan gizi,&#8221; harap Menkes.</p>
<p>Melalui sinergi ini, diharapkan masalah gizi di Indonesia dapat ditangani dengan lebih efektif, terutama dalam mendukung kesehatan ibu hamil dan balita agar terhindar dari kekurangan gizi yang berdampak pada perkembangan anak-anak di masa depan. (hai)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/menkes-budi-gunadi-gizi-jadi-salah-satu-masalah-besar-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tangsel Klaim Tekan Stunting Jadi 9 Persen</title>
		<link>https://koranindopos.com/tangsel-klaim-tekan-stunting-jadi-9-persen/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/tangsel-klaim-tekan-stunting-jadi-9-persen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hanasa]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jun 2023 04:53:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[tangsel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=36898</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Tangerang. Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mengklaim berhasil menurunkan angka stunting dari 19,9 persen menjadi 9 persen. Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, seluruh pihak harus tetap berjuang untuk mewujudkan Kota Tangsel dengan zero stunting. Agar nantinya seluruh anak di Provinsi Banten dapat bertumbuh kembang dengan baik. ’’Kalau masalah ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://koranindopos.com"><strong>koranindopos.com</strong></a> &#8211; <strong>Tangerang</strong>. Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mengklaim berhasil menurunkan angka stunting dari 19,9 persen menjadi 9 persen. Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, seluruh pihak harus tetap berjuang untuk mewujudkan Kota Tangsel dengan zero stunting. Agar nantinya seluruh anak di Provinsi Banten dapat bertumbuh kembang dengan baik. ’’Kalau masalah ini enggak dihadapi akan berdampak buruk pada kemampuan cara berpikir anak. Kita berjuang menekan angka stunting hingga zero,’’ kata Pilar di kawasan Ciputat pada Minggu (18/6/2023).</p>
<p>Pilar menuturkan, untuk menekan angka hingga zero diperlukan kerja sama dengan seluruh pihak. Termasuk Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK). Sebagai tim penggerak, lanjut Pilar,  juga harus bisa tetap memperhatikan lingkungan di sekitar. Dalam menangani stunting tidak hanya melihat ibu hamil dan anak-anak saja. ’’Tapi, lihat juga sanitasi lingkungan yang buruk,’’ ujarnya.</p>
<p>Karena itu, pihaknya sedang mendorong bagaimana menciptakan lingkungan dan sanitasi yang layak. Menurutnya, program itu merupakan salah satu upaya penanganan stunting di Kota Tangsel. ’’Kita ada program Kampung Membangun. Program ini dapat mengajarkan kita membuat sanitasi yang baik dan lingkungan yang baik,’’ ucapnya.</p>
<p>Selain itu, upaya yang dilakukan oleh Pemkot Tangsel dalam menangani stunting juga dengan membuat ruang publik sebagai tempat berolahraga. Tahun ini pihaknya baru saja meresmikan Alun-Alun Pamulang. ’’Tahun ini lagi bangun taman kota di Pondok Aren dan Serpong Utara buat olahraga masyarakat dan ibu hamil,’’ tambahnya.</p>
<p>Dia menambahkan, pihaknya berharap Pemkot Tangsel dengan TP PKK  mampu berjuang dan menjadi tim penggerak yang kompak. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, harapannya bisa menciptakan generasi yang unggul. ’’Sebagai tim penggerak harus kompak. Kalau punya program bisa kita gerakan. dan semoga bisa menciptakan generasi anak di masa depan yang cerdas,’’ paparnya. (rik/mmr)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/tangsel-klaim-tekan-stunting-jadi-9-persen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dokter Hasto Sampaikan Tiga Manfaat Audit Kasus Stunting</title>
		<link>https://koranindopos.com/dokter-hasto-sampaikan-tiga-manfaat-audit-kasus-stunting/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/dokter-hasto-sampaikan-tiga-manfaat-audit-kasus-stunting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2022 08:54:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[BKKBN]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[PKK]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=20817</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, JAKARTA — Kepala BKKBN Dr (H.C) dr. Hasto Wardoyo Sp.OG (K) saat membuka Coaching Audit Kasus Stunting Sesi V yang digelar secara hybrid dan diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh daerah di Indonesia, Senin (17/10/2022). Hadir pada kesempatan itu, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Nopian Andustri, S.E., M.T, Bupati Halmahera Barat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, JAKARTA</strong> — Kepala BKKBN Dr (H.C) dr. Hasto Wardoyo Sp.OG (K) saat membuka Coaching Audit Kasus Stunting Sesi V yang digelar secara hybrid dan diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh daerah di Indonesia, Senin (17/10/2022).</p>
<p>Hadir pada kesempatan itu, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Nopian Andustri, S.E., M.T, Bupati Halmahera Barat James Uang, S. Pd. M.M dan Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Drs H Soemarjono.</p>
<p>“Jadi kalau gerakan-gerakan seperti yang kita lakukan hari ini sukses dilakukan, maka akan menurunkan kematian ibu, menurunkan kematian bayi dan menurunkan angka stunting sekaligus menurunkan kemiskinan ekstrem karena banyak sekali variabel-variabel penyebab stunting itu adalah kemiskinan ekstrem yang lingkungannya kumuh, sanitasnya tidak bagus. Kemudian bisa diatasi akhirnya juga beririsan dengan kemiskinan ekstrem,” kata Dokter Hasto.</p>
<p>Dokter Hasto menjelaskan, audit kasus stunting merupakan suatu kegiatan untuk diskusi dan menggali kasus-kasus stunting yang sulit diatasi dengan melibatkan ahli seperti Dokter Spesialis Anak, Dokter Spesialis Kebidanan, Dokter Spesialis Gizi, hingga Psikolog.</p>
<p>Ketika ditemukan masalah stunting di suatu wilayah, maka tim audit stunting bisa segera bergerak untuk mendata dan menyampaikannya kepada ahli agar segera mendapat rekomendasi.</p>
<p>Dia mencontohkan, jika ditemukan bayi yang berat dan tinggi badannya tidak kunjung naik padahal usianya sudah memasuki 1-2 tahun, maka bayi tersebut wajib mendapat perhatian dari dokter ahli.</p>
<p>“Kemudian didiskusikan disitu sehingga ketemu masalahnya ada penyakit yang melatarbelakangi misalkan TB pada anak atau penyakit kronis lainnya. Akhirnya Dokter Spesialis Anak merekomendasikan untuk dilakukan apa. Ada juga karena anak itu terlantar, perhatian orangtua kurang bagus sehingga dia jadi anak yang tidak happy sehingga ahli psikolog akan memberikan rekomendasi apa,” ujarnya.</p>
<p>Kendati demikian, Dokter Hasto meminta agar catatan-catatan dalam audit kasus stunting ini tidak disebarluaskan kepada masyarakat seperti audit pada umumnya. Sebab hal tersebut menyangkut soal kode etik dan rahasia individu.</p>
<p>“Justru hasil audit dibawa ke tim kecil, mungkin tim medisnya, keluarganya, tim pendamping keluarga. Jadi apa yang harus dilakukan ke depannya,” ucapnya.</p>
<p>Dokter Hasto menuturkan, audit kasus stunting sendiri memiliki tiga manfaat. Pertama, anak yang mengalami stunting akan dengan mudah mendapatkan penanganan oleh ahli dan bisa segera dicari tahu penyebab terjadinya stunting.</p>
<p>Kedua, sambung Dokter Hasto, kegiatan ini bisa menambah pengetahuan dan pengalaman bagi tim percepatan penurunan stunting di daerah karena dapat mendengarkan paparan dari ahli mengenai apa yang harus dilakukan untuk menekan angka stunting di daerah tersebut.</p>
<p>“Ternyata tidak cukup diberikan makanan gizi seimbang, lingkungannya ternyata juga harus bersih, orangtua harus bisa berikan parenting yang baik sehingga kita melek apa itu stunting. Stunting itu ada tiga masalahnya loh yaitu suboptimal health, suboptimal nutrition karena gizinya kurang seimbang lalu satu lagi parenting mungkin kurang bagus. Sehingga kita tahu ternyata setelah diaudit tambah ilmu karena ada ahli-ahli yang bicara,” ungkap Hasto.</p>
<p>Lalu yang terakhir, para ahli dapat memanfaatkan kasus stunting di setiap daerah sebagai materi pembelajaran untuk mengetahui peta penyebaran stunting dan tindaklanjut ke depannya untuk meminimalisasi risiko stunting yang lebih tinggi lagi.</p>
<p>“Ini kan sebenarnya kasus-kasus, case by case satu per satu akan terbuka. Oh di desa sana ada kasus gini. Aneh-aneh kasusnya karena ini kasus ekstrem yang diambil akan membuka matanya para ahli, Dokter ahli anak, Dokter ahli kebidanan, ahli parenting, psikolog, ahli gizi akan terbuka juga, oh banyak case yang bisa dipakai sebagai studi,” ujar Hasto.</p>
<p>Terakhir Hasto berpesan kepada seluruh kepala daerah untuk memanfaatkan dana audit stunting yang telah diberikan pemerintah agar kegiatan ini benar-benar terealisasi dengan baik di lapangan. Sebab, berdasarkan catatannya, dana audit stunting yang ada di daerah belum terserap maksimal. Dokter Hasto bahkan mengatakan anggaran baru terserap 20% saja.</p>
<p>“Padahal masing-masing kabupaten sudah dikasih anggarannya masihg-masing Rp20 juta. Dua kali audit stunting jadi Rp40 juta. Tapi hingga hari ini belum terserap,” ungkapnya.</p>
<p>Dengan waktu yang tersisa hanya 1,5 bulan ini, Dokter Hasto berharap pemerintah daerah mau melakukan kegiatan yang bermanfaat. Jika ada kendala mengenai dana yang terbatas, kata Dokter Hasto, maka bisa mendatangkan ahli secara virtual sehingga bisa meminimalisasi pengeluaran audit kasus stunting.</p>
<p>“Sehingga tidak ada alasan audit kasus stunting tidak jalan, karena uang sudah disediakan melaui BOKB (Bantuan Operasional Keluarga Berencana),” ujar Hasto.</p>
<p>Audit Kasus stunting adalah upaya penguatan deteksi dini dan intervensi spesifik dan sensitif yang tepat bagi kelompok sasaran berisiko stunting yang bertujuan untuk mengidentifikasi, dan menyeleksi kasus stunting dengan memanfaatkan sumber data yang tersedia sebelum pelaksanaan kegiatan desiminasi hasil kajian.</p>
<p>Audit stunting sendiri dilaksanakan dengan dasar aturan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 dan instruksi langsung dari Kepala BKKBN pusat dalam upaya mengejar target nasional prevalensi stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024.</p>
<p>Sementara itu Program Officer Satgas Percepatan Penurunan Stunting Pusat DR. dr. Lucy Widasari, M.Si mengatakan bahwa Indonesia masih ditemukan banyak kasus kelahiran prematur dan BBLR yang merupakan penyebab kematian terbanyak pada neonatus.</p>
<p>“Prematur ini membutuhkan asupan gizi yang tepat untuk kejar tumbuh kembang bayi. Namun manajemen asupan gizi menjadi tantangan akibat adanya imaturitas fisik hingga perlu pendampingan rutin untuk monitoring tumbuh kembang dan juga dibutuhkan stimulasi yang tepat untuk mendukung perkembangan bayi prematur, kemudian monitoring status gizi bayi prematur perlu dilakukan secara berkala,” kata Lucy.</p>
<p>Dalam Audit Kasus Stunting di lima wilayah meliputi Kabupaten Halmahera Barat dan Kabupaten Taliabu di Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir di Provinsi Sumatera Selatan, Kota Serang di Provinsi Banten, dan Kota Malang di Provinsi Jawa Timur, itu juga dilakukan pengukuhan Orang Tua Hebat.</p>
<p>Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengukuhkan Bupati Halmahera Barat James Uang dan Ketua Tim Penggerak PKK Halmahera Barat Meri Uang Popala sebagai Orang Tua Hebat. (why/rls)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/dokter-hasto-sampaikan-tiga-manfaat-audit-kasus-stunting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ASI Eksklusif Selama 6 Bulan Mampu Mencegah Stunting</title>
		<link>https://koranindopos.com/asi-eksklusif-selama-6-bulan-mampu-mencegah-stunting/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/asi-eksklusif-selama-6-bulan-mampu-mencegah-stunting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2022 08:32:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[BKKBN]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=20289</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, JAKARTA — Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) membuka Webinar dengan tema “Peran dan Manfaat Klinis ASI Eksklusif dalam Menurunkan Angka Stunting di Indonesia Serta Strategi Lulus MengASIhi” yang diselenggarakan oleh Klik KB, Jumat, 07 Oktober 2022. &#8220;Ini menunjukan bahwa upaya enam bulan pertama itu serius sekali untuk betul-betul ASI [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, JAKARTA</strong> — Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) membuka Webinar dengan tema “Peran dan Manfaat Klinis ASI Eksklusif dalam Menurunkan Angka Stunting di Indonesia Serta Strategi Lulus MengASIhi” yang diselenggarakan oleh Klik KB, Jumat, 07 Oktober 2022.</p>
<p>&#8220;Ini menunjukan bahwa upaya enam bulan pertama itu serius sekali untuk betul-betul ASI eksklusif menjadi suatu jawaban mengkoreksi kekurangan-kekurangan bayi baru lahir, salah satunya enam bulan pertama adalah harus dengan ASI eksklusif. Oleh karena itu, kita masih harus berupaya keras untuk meningkatkan promosi ASI di satu forum-forum kegiatan seperti ini,” kata Dokter Hasto.</p>
<p>Sementara itu, CEO Mom Uung dan Konselor Menyusui Jonathan Handoko menyebutkan, selama tiga tahun terakhir perhatian Ibu tentang ASI ekskusif sudah mulai meningkat.</p>
<p>Setelah ditelusuri lebih jauh, masalahnya ternyata lantaran kurangnya pengetahuan dan edukasi mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif. Sebab selama hamil mereka hanya fokus melahirkan saja tapi belum pada tahap memikirkan ASI eksklusif.</p>
<p>&#8220;Karena itu, semoga dari acara ini kita bisa menjangkau lebih banyak, bisa membantu lebih banyak, dan semoga bola salju yang kita lakukan bisa di bantu oleh kalian sehingga bisa menggelinding kebawah semakin besar dan semakin menjangkau angka kelahiran di Indonesia,” ucap Jonathan.</p>
<p>Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PPIBI)  dr. Emi Nurjasmi, M.Kes menambahkan, pemberian ASI eksklusif merupakan bagian stimulasi utama antara Ibu dan bayi serta meningkatkan data tahan tubuh.</p>
<p>“Kemudian mengajak bicara, inilah stimulasi untuk meningkatkan kecerdasan perkembangan motoriknya dan sensoriknya. Menyusui dini adalah langkah awal keberhasilan ASI eksklusif,” ujarnya.</p>
<p>Dokter Emi merinci, berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 jumlah kematian bayi di Indonesia sebanyak 72 ribu atau 15% terjadi pada neonatal. Lalu bayi 24% ada 151.200 kematian.</p>
<p>&#8220;Lalu target saat ini menjadi 10 persen untuk neonatal dan untuk bayi menjadi 12 persen. Kematian bayi itu terjadi pada usia satu bulan, ini yang paling tinggi,” tuturnya.</p>
<p>&#8220;Jadi pada periode kelahiran atau mulai dari hamilnya, persalinannya, sampai kepada masa nifas atau masa 42 hari. Ini ada hubungannya dengan periode pertolongan persalinan, tentu saja ada hubungan dengan persiapan persalinan dan pada masa kehamilan,” sambungnya.</p>
<p>Oleh karena itu Dokter Emi menaruh perhatian penuh kepada seluruh bidan agar dapat memberikan pelayanan yang sesuai standar agar memberikan kontribusi yang maksimal terhadap penurunan angka kematian pada bayi-balita termasuk penurunan angka stunting. Angka kematian bayi terjadi paling tinggi di rumah sakit yakni 67%. Sisanya di rumah atau Fasyankes seperti Puskesmas dan klinik. (why)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/asi-eksklusif-selama-6-bulan-mampu-mencegah-stunting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BKKBN Jawa Barat Kampanye Cegah Stunting Berbasis Panganan Lokal</title>
		<link>https://koranindopos.com/bkkbn-jawa-barat-kampanye-cegah-stunting-berbasis-panganan-lokal/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/bkkbn-jawa-barat-kampanye-cegah-stunting-berbasis-panganan-lokal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2022 00:32:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[BKKBN]]></category>
		<category><![CDATA[cegah stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[provinsi jawa barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=19864</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, BANDUNG &#8211; Berbalut kegiatan sunmori atau Sunday Morning Ride, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat ikut mengkampanyekan pencegahan stunting kepada masyarakat  dalam Lomba Inovasi Berbasis Pangan Lokal tingkat Provinsi Jawa Barat di Kiara Artha Park, Kota Bandung, pada Minggu pagi (02/10). Anggota Komisi IV DPR-RI Ono Surono saatmembuka kegiatan tersebut mengatakan Lomba Inovasi Menu Berbasis Pangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, BANDUNG</strong> &#8211; Berbalut kegiatan sunmori atau Sunday Morning Ride, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat ikut mengkampanyekan pencegahan stunting kepada masyarakat  dalam Lomba Inovasi Berbasis Pangan Lokal tingkat Provinsi Jawa Barat di Kiara Artha Park, Kota Bandung, pada Minggu pagi (02/10).</p>
<p>Anggota Komisi IV DPR-RI Ono Surono saatmembuka kegiatan tersebut mengatakan Lomba Inovasi Menu Berbasis Pangan Lokal itu ditujukan agar Indonesia bebas dari stunting.</p>
<p>&#8220;Event ini merupakan rangkaian dari Ekspedisi Trisakti yang digagas bersama, salah satunya untuk menuju Indonesia Bebas Stunting. Kami juga telah melakukan eksplorasi tumbuhan endemik beserta potensi pemanfaatannya, dan hari ini juga kita menggelar lomba inovasi menu berbasis pangan lokal non-beras. Ini merupakan salah satu upaya kita dalam menghadapi krisis pangan akibat pandemi Covid-19 sekaligus dengan seluruh potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia ini harus menjadi kekuatan besar yang harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk ketahanan pangan keluarga. Agar keluarga sehat, terbebas dari ancaman stunting,&#8221; kata Ono.</p>
<p>Kegiatan itu juga menampilkan sesi talkshow yang diisi langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Wahidin, Duta Genre Nasional tahun 2020 Fiqih Aghniyan Hidayat, Duta Genre Jawa Barat tahun 2021 Feni Nur&#8217;aeni, serta Pengurus Forum Genre Jawa Barat.</p>
<p>Wahidin mengatakan bahwa BKKBN terus mengkampanyekan program Bangga Kencana yakni Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana, serta telah dipercaya menjadi leading sector upaya percepatan penurunan stunting.</p>
<p>“Bapak Presiden Joko Widodo telah memberi kepercayaan kepada BKKBN untuk menjadi leading sector dalam upaya mempercepat menurunkan prevalensi stunting. Terlebih Jawa Barat yang penduduknya hampir 50 juta. Angka stunting berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia tahun 2021 pada angka 24,5%, atau selisih 0,1 dengan prevalensi nasional yang berada di angka 24,4%. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Bandung yang pagi ini berolahraga di Kiara Artha Park, agar dapat memahami serta peduli terhadap tanda-tanda keluarga yang berisiko stunting sehingga keluarga kita terhindar dari bahaya stunting,&#8221; kata Wahidin.</p>
<p>Tim Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat menyajikan menu Jagung Susu Keju, Sandwich Telur, Perkedel Kentang Panggang dan Es Semangka Selasih. Menu-menu tersebut bisa menjadi alternatif makanan pokok selain nasi bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Selain tinggi protein, bahan menu tersebut bisa dibeli dengan harga murah, tapi tetap kaya akan gizi.</p>
<p>Bagi Entin misalnya, ibu rumah tangga yang berasal dari Kiaracondong tersebut menuturkan, bahwa setelah mencicipi beberapa olahan makanan, dirinya menjadi terinspirasi dengan beberapa resep masakan untuk dicoba di rumah.</p>
<p>&#8220;Kebetulan tadi saya mampir ke stand DASHAT, mencoba beberapa makanan, ternyata bahan-bahannya gampang didapat, tapi tetap enak dan begizi. Terima kasih juga atas informasi mengenai pencegahan stunting dari narasumber BKKBN Jabar, sedikitnya saya menjadi faham mengenai bahaya stunting,&#8221; ujar Entin.</p>
<p>Selain itu, kegiatan sosialisasi juga diisi berbagai aktivitas seru seperti kuis dengan hadiah merchandise menarik, juga sharing session dari para Duta Generasi Berencana mengenai pencegahan stunting dari hulu, yaitu sejak remaja. Serta aktivitas lainnya seperti senam cegah stunting bersama Forum Genre Jawa Barat. (why)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/bkkbn-jawa-barat-kampanye-cegah-stunting-berbasis-panganan-lokal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penduduk Bunaken Berjuang Melawan Ancaman Stunting</title>
		<link>https://koranindopos.com/penduduk-bunaken-berjuang-melawan-ancaman-stunting/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/penduduk-bunaken-berjuang-melawan-ancaman-stunting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2022 08:15:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[BKKBN]]></category>
		<category><![CDATA[bunaken]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=19749</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, MANADO &#8211; Berdasarkan hasil Pendataan Keluarga tahun 2021 (PK-21) yang dilaksanakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tercatat 1.603 keluarga tinggal di Kecamatan Kepulauan Bunaken. Dari jumlah tersebut, sebanyak 489 keluarga berisiko stunting. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara Diano Tino Tandayu dalam kunjungan ke Bunaken, Jumat (30/09/2022) mengatakan fokus dan tugas  BKKBN adalah untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, MANADO</strong> &#8211; Berdasarkan hasil Pendataan Keluarga tahun 2021 (PK-21) yang dilaksanakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tercatat 1.603 keluarga tinggal di Kecamatan Kepulauan Bunaken. Dari jumlah tersebut, sebanyak 489 keluarga berisiko stunting.</p>
<p>Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara Diano Tino Tandayu dalam kunjungan ke Bunaken, Jumat (30/09/2022) mengatakan fokus dan tugas  BKKBN adalah untuk mencegah dan menurunkan prevalensi stunting di mulai dari hulu.</p>
<p>“Masalah stunting merupakan masalah kompleks yang harus kita tuntaskan. Karena itu perlu perhatian dan kerjasama dari berbagai pihak. Kami berharap pemberian bantuan dan penyuluhan kepada masyarakat dengan potensi stunting akan terus dilakukan di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Utara bersama-sama dengan mitra dan semua pihak terkait agar masalah stunting dapat diselesaikan. Sesuai target prevalensi stunting turun jadi 14 persen pada tahun 2024,” kata Diano Tandayu.</p>
<p>Karena itu, Diano Tandayu beserta jajaran Kantor Perwakilan BKKBN Sulawaesi Utara bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Satgas Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Provinsi Sulawesi Utara dan OPD KB Kota Manado bersama perwakilan dari perusahaan menyerahkan bantuan berupa beras dan biskuit kepada 29 keluarga yang memiliki balita stunting. Penyerahan itu disaksikan langsung oleh Pemerintah Kecamatan Kepulauan Bunaken.</p>
<p>Bantuan ini diberikan secara bertahap setiap tiga bulan kepada keluarga-keluarga yang berisiko stunting. Selain itu akan diberikan penyuluhan dan pendampingan secara terus menerus oleh Penyuluh Keluarga Berencana dan kader sehingga dapat mengubah pola pikir dan gaya hidup masyarakat. Harapannya, masyarakat untuk lebih memperhatikan kebutuhan gizi untuk ibu dan calon bayi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).</p>
<p>Bantuan kepada keluarga berisiko stunting di Bunaken itu merupakan penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan. Ada dua perusahaan setempat yang memberi bantuan untuk upaya percepatan penurunan stunting, yakni PT. Meares Soputan Mining (MSM) dan PT. Tambang Tondano Nusajaya (TTN).</p>
<p>Kedua perusahaan ini telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan BKKBN untuk membantu upaya percepatan penurunan stunting dalam peringatan ke-29 Hari Keluarga Nasional pada 29 Juni lalu yang diadakan di Pulau Bunaken. (why)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/penduduk-bunaken-berjuang-melawan-ancaman-stunting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produk Proactive Health Hadir untuk Menjawab Kebutuhan Konsumen</title>
		<link>https://koranindopos.com/produk-proactive-health-hadir-untuk-menjawab-kebutuhan-konsumen/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/produk-proactive-health-hadir-untuk-menjawab-kebutuhan-konsumen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2022 01:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Proactive Health]]></category>
		<category><![CDATA[suplemen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=19380</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta – Sejak terjadinya pandemi Covid-19 kepedulian dan perhatian  masyarakat terhadap kesehatannya semakin tinggi. Menurut survei, 68% masyarakat Indonesia memerhatikan kesehatan pribadi dan kesehatan orang-orang terdekatnya kemudian 40% dari masyarakat Indonesia mengonsumsi lebih banyak suplemen untuk meningkatkan kesehatan fisik mereka selama beberapa tahun terakhir. Berdasarkan survei di atas, permintaan atas suplemen kesehatan, baik fisik maupun mental meningkat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta</strong> – Sejak terjadinya pandemi Covid-19 kepedulian dan perhatian  masyarakat terhadap kesehatannya semakin tinggi. Menurut survei, 68% masyarakat Indonesia memerhatikan kesehatan pribadi dan kesehatan orang-orang terdekatnya kemudian 40% dari masyarakat Indonesia mengonsumsi lebih banyak suplemen untuk meningkatkan kesehatan fisik mereka selama beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Berdasarkan survei di atas, permintaan atas suplemen kesehatan, baik fisik maupun mental meningkat di beberapa tahun terakhir. Adapun para pelaku usaha farmasi dan produsen panganan sehat dituntut untuk lebih inovatif dalam pemilihan bahan-bahan yang dilatarbelakangi oleh pengembangan sains.</p>
<p>Hal ini dipaparkan pada webinar Update on Functional Ingredients for Health &amp; Wellness yang diadakan pada 14 September 2022 lalu. Webinar ini diadakan oleh Foodreview Indonesia dan didukung oleh Kerry dengan menghadirkan pembicara dari BPOM, Departemen Gizi Masyarakat, serta perwakilan dari Kerry. Pada acara ini para pembicara memberikan informasi terkini, pengetahuan terkait keamanan pangan, serta aturan atas panganan fungsional yang berlaku kepada para pelaku usaha yang bergerak di kesehatan dan kebugaran.</p>
<p>Jackie Ng, Strategic Marketing Director Applied Health &amp; Nutrition dari Kerry APMEA mengatakan, “Kami mengajak pelanggan kami untuk masuk ke pasar kesehatan dengan produk yang didukung oleh bahan-bahan yang kredibel dan ditunjang oleh pengembangan sains yang inovatif. Kerry menghadirkan ProActive Health dimana setiap merek dari ProActive Health tersebut menawarkan pengelolaan kesehatan dengan nutrisi positif yang divalidasi melalui penelitian klinis. Semua merek dibawah ProActive Health dapat digunakan oleh pelaku bisnis untuk mengembangkan inovasi dibidang suplemen,”. Produk dari Proactive Health sendiri hadir untuk menjawab kebutuhan konsumen mulai dari Wellmune</p>
<p>untuk memperkuat sistem imun, Sensoril Ashwaganda untuk kesehatan kognitif, Capros untuk kesehatan jantung dan Ayuflex untuk memelihara kesehatan sendi.</p>
<p>Adapun kaitannya dengan panganan, Dr. Rimbawan dari Departemen Gizi Masyarakat Universitas IPB mengatakan bahwa komponen fungsional yang memiliki manfaat kesehatan lebih dari fungsi utamanya kerap disebut sebagai panganan fungsional, yang telah menjadi istilah yang umum digunakan oleh para pelaku komoditas dan industri. “Meskipun ada manfaat kesehatan, namun panganan fungsional tidak boleh mengubah perilaku makan kita dan yang dikonsumsi juga tetap harus dalam jumlah wajar,” tambah Rimbawan.</p>
<p>Bagi para pelaku bisnis, Dr. Rimbawan juga memiliki tips dalam memilih <em><i>functional ingredient</i></em> yaitu dengan meminta basis data pemasok selengkap mungkin dan yang penting adalah teruji secara klinis. “Tentunya, uji klinis juga harus dilakukan di Indonesia agar sesuai dengan metabolisme dan fisik orang Indonesia yang mungkin berbeda dengan negara lain. Apabila hal ini sudah dilakukan, maka tentunya ini akan bisa diakomodir,” tambah Dr. Rimbawan. (why)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/produk-proactive-health-hadir-untuk-menjawab-kebutuhan-konsumen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Angka Stunting di Tangsel Sentuh Standar WHO</title>
		<link>https://koranindopos.com/angka-stunting-di-tangsel-sentuh-standar-who/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/angka-stunting-di-tangsel-sentuh-standar-who/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hairul]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2022 02:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilar Saga Ichsan]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[tangsel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=13770</guid>

					<description><![CDATA[KOTA TANGSEL, koranindopos.com – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang menjadi salah satu ikon kota modern di tanah air tak selaras dengan kesejahteraan warganya. Hal itu tercermin dari angka kasus stunting yang cukup tinggi. Berdasar data terakhir, angkanya hampir menyentuh standar WHO, yakni 20 persen. Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, pihaknya baru saja membentuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA TANGSEL</strong>, <a href="https://koranindopos.com/"><em><strong>koranindopos.com</strong></em></a> – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang menjadi salah satu ikon kota modern di tanah air tak selaras dengan kesejahteraan warganya. Hal itu tercermin dari angka kasus <em>stunting</em> yang cukup tinggi. Berdasar data terakhir, angkanya hampir menyentuh standar WHO, yakni 20 persen.</p>
<p>Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, pihaknya baru saja membentuk Forum Pembina Anak Usia Dini (PAUD) Kota Tangsel. Forum tersebut merupakan organisasi masyarakat yang terdiri atas beragam elemen masyarakat. Mulai praktisi hingga akademisi.</p>
<p>Dengan demikian, forum itu memiliki peran yang sangat strategis. Terutama dalam memberikan wawasan, pengalaman, dan pengetahuan dalam mendidik anak.</p>
<p>’’Forum PAUD diharapkan ambil bagian dalam memberikan edukasi kepada orang tua, juga tumbuh kembang peserta didik. Kolaborasi dengan orang tua peserta didik harus dilakukan,’’ katanya kepada awak media di Puspemkot Tangsel, Ciputat, pada Kamis (23/6).</p>
<p>Pilar menyampaikan, ada juga tugas yang harus dilakukan melalui forum PAUD. Yaitu, menurunkan angka kasus <em>stunting</em> di Kota Tangsel. ’’Walaupun, saat ini, angka prevalensi <em>stunting</em> di Tangsel masih di bawah rata-rata nasional maupun provinsi. Tapi, Tangsel harus menjadi kota layak anak,’’ terang Pilar.</p>
<p>Karena itu, kata Pilar, pendidikan anak usia dini sangat penting. Terutama dalam pengembangan karakter, kapasitas, dan efektivitas kemampuan otak anak dengan berbagai program dan kegiatan yang akan membuat perkembangan otak anak semakin optimal.</p>
<p>’’Tugas kita semua untuk menjadikan Kota Tangerang Selatan menjadi layak anak. Walaupun, di dinas, ada satgas perlindungan anak. Tapi, mereka juga harus menjadi mata dan telinga akan kejadian-kejadian yang berkaitan. Termasuk bila ada kekerasan anak, segera laporkan,’’ tegas Pilar.</p>
<p>Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, berdasar data survei status gizi balita Indonesia (SSGBI), angka kasus <em>stunting</em> sekarang sebesar 19,9 persen dari yang sebelumnya hanya 16 persen.</p>
<p>’’Dari 22 ribu balita <em>sampling</em> dengan rumus, ditemukan 19,9 persen. Itu yang dilansir 2020. Nah, 2021 harusnya sudah survei. Tapi, karena pandemi Covid-19, jadi <em>nggak</em> ada. Biasanya di Mei, tapi belum juga. Data itu dilansir pada 2021. Saya pernah kasih tahu se-Banten paling rendah 16 koma, tapi justru ini naik. Maksimalnya harus 20 persen,’’ katanya.</p>
<p>Menurut Allin, ada dua faktor penyebab masih banyaknya kasus <em>stunting</em> di wilayahnya. Yakni, asupan gizi yang kurang, terutama protein, dan pola asuh yang kurang tepat.</p>
<p>’’Faktor penyebab 80 persen karena mereka kurang asupan, ya. Tapi, 20 persen soal pola asuh. Jadi, pola asuh dalam artian kita sering dengar ASI eksklusif ini yang mesti digencarkan. Jadi, mungkin ada pola makan yang salah dari awal. Banyak yang diasuh bukan oleh ibu. Jadi, terjadi ketidakseimbangan antara tinggi badan dan umur,’’ terangnya. (bnk/mmr)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/angka-stunting-di-tangsel-sentuh-standar-who/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Nutrisi Penting yang Dibutuhkan Tumbuh Kembang Anak Usia PraSekolah</title>
		<link>https://koranindopos.com/ini-nutrisi-penting-yang-dibutuhkan-tumbuh-kembang-anak-usia-prasekolah/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/ini-nutrisi-penting-yang-dibutuhkan-tumbuh-kembang-anak-usia-prasekolah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hanasa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jun 2022 23:12:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Nutrisi]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Kembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=13564</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, koranindopos.com &#8211; Anak usia 3-5 tahun yang dikenal sebagai anak usia prasekolah, merupakan masa dimana anak-anak sudah semakin aktif dan banyak belajar hal baru, mulai dari kemampuan bahasa, kognitif, motorik, hingga sosial dan emosionalnya.  Untuk mendukung keaktifannya, anak di usia ini masih sangat memerlukan nutrisi yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang maksimalnya. Terutama terkait [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://koranindopos.com/"><em><strong>koranindopos.com</strong></em></a> &#8211; Anak usia 3-5 tahun yang dikenal sebagai anak usia prasekolah, merupakan masa dimana anak-anak sudah semakin aktif dan banyak belajar hal baru, mulai dari kemampuan bahasa, kognitif, motorik, hingga sosial dan emosionalnya.  Untuk mendukung keaktifannya, anak di usia ini masih sangat memerlukan nutrisi yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang maksimalnya. Terutama terkait perkembangan kognitif anak, dimana perkembangan koginitif anak akan terus berkembang pesat hingga mencapai 90% sampai usia lima tahun.</p>
<p>Namun sayangnya, perhatian orang tua terhadap kebutuhan nutrisi sering kali agak terabaikan begitu anak menginjak usia prasekolah, karena ada persepsi yang keliru. Saat anak memasuki usia tiga tahun keatas, tidak jarang orang tua beranggapan bahwa anak sudah tidak membutuhkan perhatian khusus untuk asupan nutrisinya.</p>
<p>Artinya, bisa disamakan dengan menu orang dewasa di rumah karena dianggap anak sudah semakin besar dan terlihat baik-baik saja. Tapi, orang tua harus memahami bahwa nutrisi merupakan asupan penting bagi tumbuh kembang maksimal seorang anak. Tidak hanya pada masa emas pertumbuhan atau sampai usia 2 tahun saja, nutrisi mutlak diperlukan hingga tahapan usia selanjutnya. Terlebih di usia prasekolah, dimana anak semakin aktif untuk mulai belajar, bermain, dan bereksplorasi.</p>
<p>Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Dian Permatasari, M.Gizi, SpGK mengatakan, “Harus diakui, penyebab masalah nutrisi pada anak paling umum adalah karena ketidaktahuan orang tua tentang kebutuhan nutrisi dalam setiap tahapan tumbuh kembang anak.</p>
<p>Meskipun selalu menyiapkan makanan secara teratur, tidak jarang orang tua kurang memperhatikan apa saja dan berapa banyak nutrisi penting yang dibutuhkan bagi tumbuh kembang anak di setiap tahapan usianya. Terutama saat anak sudah menginjak usia 3 tahun ke atas atau prasekolah.</p>
<p>Bagi kebanyakan orang tua, selama anak mau makan dengan lahap serta anak terlihat sehat dan aktif, itu sudah lebih dari cukup. Pentingnya makanan bernutrisi seperti sayuran, buah, dan susu dalam menu makanan anak pun terabaikan. Akibatnya, nutrisi yang masuk ke dalam tubuh anak tidak cukup untuk mendukung tumbuh kembang maksimalnya. Untuk itu, agar anak tumbuh maksimal, orang tua harus dapat memenuhi kelengkapan nutrisi sesuai tahapan usianya, termasuk pada saat anak memasuki usia prasekolah.”</p>
<p>Dokter Spesialis Anak, dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A juga menjelaskan, “Penting untuk dipahami oleh para orangtua, meskipun anak pada usia prasekolah semakin aktif secara fisik, namun asupan nutrisi untuk perkembangan kognitif anak juga harus tetap diperhatikan. Sebab pada usia 3 tahun, 80% perkembangan kognitif anak berkembang pesat terutama dalam lonjakan kosakata, ,  selanjutnya, menginjak usia 5 tahun perkembangan kognitif semakin pesat bahkan mencapai 90%.</p>
<p>Sehingga kebutuhan nutrisi penting untuk perkembangan maksimal kognitif seperti Omega-3 (DHA)  masih sangat dibutuhkan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa 8 dari 10 anak berusia 4-12 tahun di Indonesia, masih kekurangan asupan Omega-3 (DHA).  Padahal dengan kemampuan kognitif yang optimal dapat membantu anak usia prasekolah untuk mulai belajar hal baru.”</p>
<p>Lebih lanjut dr. Ardi menjelaskan, “Pentingnya nutrisi bagi perkembangan anak jangan sampai disepelekan, terutama untuk nutrisi untuk memaksimalkan perkembangan kognitif saat anak memasuki usia prasekolah. Pasalnya, tidak terlengkapinya nutrisi yang diperlukan untuk perkembangan kognitif dapat membuat tumbuh kembang anak menjadi terhambat. Bahkan pada beberapa kasus, masalah kekurangan nutrisi dapat berakibat fatal bagi anak.</p>
<p>Untuk itu, orang tua jangan hanya melihat dari porsi makanan yang dikonsumsi anak, tapi juga harus memperhatikan kualitas asupan nutrisinya. Karena, kebutuhan nutrisi anak cenderung tidak tercukupi dengan baik hanya dari menu makanan sehari-hari.</p>
<p>Dalam memenuhi kebutuhan makanan anak sehari-hari, selain memperhatikan menu makan dengan gizi seimbang, sebaiknya bisa didukung juga dengan asupan nutrisi yang mudah diserap tubuh seperti dari susu pertumbuhan terfortifikasi yang mengandung berbagai nutrisi penting untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian anak.  Sebab pada usia prasekolah, anak yang mulai aktif  juga harus memenuhi nutrisi yang sesuai dengan aktivitas fisik dan perkembangan kognitifnya.</p>
<p>“Untuk mendukung aktivitas fisik dan tumbuh kembang anak usia prasekolah, pastikan anak mendapat energi yang cukup dari sumber makanan yang kaya karbohidrat dan lemak. Selain itu, mereka juga membutuhkan nutrisi untuk perkembangan kognitifnya seperti Omega 3 (DHA), Omega 6, dan zat besi, yang dibutuhkan agar dapat mulai belajar dengan lebih baik.</p>
<p>Bukan hanya itu, setidaknya ada beberapa nutrisi lainnya yang harus dipenuhi oleh anak-anak setiap harinya, mulai dari protein, lemak sehat, kalsium, vitamin C dan D  yang berperan penting dalam pertumbuhan tulang, dan gigi serta mengatur fungsi syaraf dan jaringan otot. Untuk melengkapi berbagai kebutuhan nutrisi tersebut, orang tua harus memperhatikan menu makan dengan gizi seimbang dan jika perlu bisa dilengkapi dengan mengonsumsi susu pertumbuhan,” tambah, dr. Dian.</p>
<p>Senior Brand Manager SGM Eksplor 3 Plus, Shiera Syabila Maulidya mengatakan “Kami menyadari bahwa setiap orang tua, pasti ingin memberikan yang terbaik untuk kemajuan anaknya. Termasuk dalam hal pemenuhan nutrisi. Oleh karena itu, SGM Eksplor terus berkomitmen mendukung kemajuan anak Indonesia dengan mengembangkan inovasi produk susu bubuk pertumbuhan SGM Eksplor 3 Plus Pro-gress Maxx, yang dilengkapi DHA, Minyak Ikan, Omega 3&amp;6, Tinggi Kalsium, Vitamin D, serta IronC, nutrisi tepat untuk dukung si Kecil siap belajar.”</p>
<p>SGM Eksplor merupakan salah satu produk susu pertumbuhan bernutrisi tepat yang telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia selama lebih dari 65 tahun. “Melalui komitmen kami dalam pengembangan dan menyediakan produk bernutrisi tepat yang terjangkau, kami berharap dapat terus mendampingi para Bunda di Indonesia dalam mendukung kelengkapan nutrisi bagi si Kecil, dengan usia prasekolah atau anak di atas 3 tahun agar mampu memaksimalkan potensi prestasi dan bisa menjadi bagian dari Anak Generasi Maju. SGM Eksplor 3 Plus Pro-gress Maxx, teruskan nutrisi si Kecil dan siapkan,” tutup Shiera.(ris)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/ini-nutrisi-penting-yang-dibutuhkan-tumbuh-kembang-anak-usia-prasekolah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
