<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>IPO &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/ipo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Aug 2026 14:43:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>IPO &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Purbaya Unggul dalam Survei Kinerja Menteri, MBG Perlu Dilanjutkan</title>
		<link>https://koranindopos.com/purbaya-unggul-dalam-survei-kinerja-menteri-mbg-perlu-dilanjutkan/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/purbaya-unggul-dalam-survei-kinerja-menteri-mbg-perlu-dilanjutkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hairul]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2026 14:43:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[IPO]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=125046</guid>

					<description><![CDATA[&#160; Koranindopos.com, JAKARTA – Persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah menunjukkan dinamika yang beragam di tengah perhatian publik terhadap kondisi ekonomi nasional dan pelaksanaan sejumlah program prioritas. Berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO) bertajuk Evaluasi Kebijakan Publik dan Stabilitas Sosial-Politik Nasional Periode Agustus 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi menteri dengan penilaian kinerja positif tertinggi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank"><strong>Koranindopos.com</strong></a>, <strong>JAKARTA</strong> – Persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah menunjukkan dinamika yang beragam di tengah perhatian publik terhadap kondisi ekonomi nasional dan pelaksanaan sejumlah program prioritas. Berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO) bertajuk Evaluasi Kebijakan Publik dan Stabilitas Sosial-Politik Nasional Periode Agustus 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi menteri dengan penilaian kinerja positif tertinggi dibandingkan sejumlah menteri lainnya.</p>
<p>Survei yang dirilis di Jakarta, Sabtu (8/8/2026), tersebut dilakukan untuk mengukur tingkat kepuasan, penerimaan, kepercayaan, serta persepsi masyarakat terhadap berbagai kebijakan dan program pemerintah.</p>
<p>Dalam survei menggunakan metode multi stage random sampling itu, Purbaya Yudhi Sadewa memperoleh apresiasi publik sebesar 42,8 persen sebagai menteri yang dinilai bekerja dengan baik. Angka tersebut menempatkannya di posisi teratas, mengungguli Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan 33,5 persen, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebesar 32,0 persen, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebesar 30,9 persen.</p>
<p>Selain mendapatkan penilaian positif atas kinerja, tingkat pengenalan publik terhadap Purbaya juga tercatat tinggi. Sebanyak 43,5 persen responden menyatakan mengetahui nama Menteri Keuangan tersebut, menjadikannya figur menteri dengan tingkat popularitas tertinggi dalam daftar yang diuji melalui pertanyaan top of mind.</p>
<p>Tingkat pengenalan Purbaya berada di atas Teddy Indra Wijaya sebesar 41,0 persen, Bahlil Lahadalia 32,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 30,4 persen, dan Zulkifli Hasan 26,1 persen.</p>
<p>Temuan survei menunjukkan bahwa tingkat visibilitas publik terhadap Purbaya tidak hanya berhenti pada pengenalan nama, tetapi juga diikuti oleh persepsi positif terhadap kinerjanya sebagai pejabat pemerintah.</p>
<p>Persepsi Pemerintah Masih Menghadapi Tantangan</p>
<p>Meski sejumlah menteri memperoleh penilaian positif, survei IPO juga menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap pemerintah secara umum masih menghadapi tantangan.</p>
<p>Sebanyak 24 persen responden menilai kondisi pemerintahan baik atau sangat baik. Sementara itu, 64 persen responden memberikan penilaian tidak baik atau sangat tidak baik.</p>
<p>Dari kelompok masyarakat yang memberikan penilaian positif, faktor yang paling banyak disebut adalah adanya terobosan program Presiden dengan angka 46,8 persen, disusul Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 29,5 persen.</p>
<p>Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan program pemerintah menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan.</p>
<p>MBG Dikenal Luas, Namun Kepuasan Publik Masih Perlu Ditingkatkan</p>
<p>Selain menyoroti kinerja para menteri, survei IPO juga mengukur persepsi masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah.</p>
<p>Hasil survei menunjukkan tingkat pengenalan masyarakat terhadap MBG cukup tinggi. Sebanyak 77 persen responden mengetahui keberadaan program tersebut, baik sebagai penerima manfaat, bukan penerima, maupun melalui informasi dari pihak lain.</p>
<p>Rinciannya, sebanyak 22 persen responden mengetahui sekaligus menjadi penerima MBG, 41 persen mengetahui tetapi bukan penerima, dan 14 persen mengetahui karena melihat pihak lain menerima manfaat program.</p>
<p>Namun, tingkat pengenalan tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kepuasan. Hanya 26 persen responden yang menyatakan puas atau sangat puas terhadap pelaksanaan MBG. Sementara itu, sebanyak 63 persen responden menyatakan tidak puas atau sangat tidak puas.</p>
<p>Survei tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama MBG saat ini bukan lagi pada aspek pengenalan program, melainkan pada kualitas implementasi serta pengalaman masyarakat dalam menerima manfaat program tersebut.</p>
<p>Mayoritas Publik Dukung Keberlanjutan MBG</p>
<p>Meski tingkat kepuasan masih menjadi perhatian, dukungan masyarakat terhadap keberlanjutan MBG masih cukup kuat.</p>
<p>Sebanyak 65 persen responden menyatakan program tersebut perlu dilanjutkan. Sebagian responden menilai program perlu diteruskan dengan evaluasi, ada yang melihat kebutuhan besar siswa terhadap program tersebut, serta sebagian lainnya mendukung keberlanjutan dengan berbagai penyempurnaan mekanisme pelaksanaan.</p>
<p>Sementara itu, terdapat sebagian responden yang menilai MBG tidak perlu dilanjutkan karena dianggap berpotensi menjadi pemborosan, menghadapi berbagai persoalan, atau memiliki risiko penyimpangan.</p>
<p>Survei juga mencatat sebanyak 65 persen responden yakin atau sangat yakin MBG dapat bertahan hingga akhir masa pemerintahan Presiden Prabowo. Sebaliknya, 17 persen menyatakan tidak yakin atau sangat tidak yakin, sedangkan 18 persen tidak memberikan jawaban atau tidak mengetahui.</p>
<p>Dari sisi kualitas menu, penilaian penerima manfaat MBG cenderung lebih positif. Sebanyak 58 persen responden penerima MBG yang mengetahui atau pernah melihat menu menilai makanan yang diberikan telah memenuhi standar gizi yang baik. Sementara 35 persen menilai kualitas menu belum memenuhi harapan dan 7 persen tidak memberikan penilaian.</p>
<p>Hasil survei IPO menunjukkan bahwa pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah dalam meningkatkan kepuasan publik terhadap berbagai program prioritas. Di sisi lain, tingginya dukungan terhadap keberlanjutan sejumlah program menunjukkan adanya ruang bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi, perbaikan pelaksanaan, serta memperkuat komunikasi publik agar manfaat kebijakan semakin dirasakan masyarakat. (hai/infopublik)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/purbaya-unggul-dalam-survei-kinerja-menteri-mbg-perlu-dilanjutkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terjadi Perlambatan Dramatis dalam Aktivitas IPO Global Setelah Tahun Rekor 2021</title>
		<link>https://koranindopos.com/terjadi-perlambatan-dramatis-dalam-aktivitas-ipo-global-setelah-tahun-rekor-2021/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/terjadi-perlambatan-dramatis-dalam-aktivitas-ipo-global-setelah-tahun-rekor-2021/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hanasa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jul 2022 23:40:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[IPO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=15203</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Jakarta, Momentum IPO terus melambat dari Q1 ke Q2, mengakibatkan penurunan yang cukup besar pada jumlah transaksi dan perolehan dana. Meningkatnya volatilitas yang disebabkan oleh ketegangan geopolitik dan faktor makroekonomi, penurunan valuasi, dan kinerja harga saham pasca-IPO yang buruk menyebabkan banyak penundaan IPO selama kuartal tersebut. Perlambatan dramatis dalam aktivitas IPO di year-to-date [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://koranindopos.com/berita-terkini-hari-ini/"><strong>koranindopos.com</strong></a> &#8211; <strong>Jakarta</strong>, Momentum IPO terus melambat dari Q1 ke Q2, mengakibatkan penurunan yang cukup besar pada jumlah transaksi dan perolehan dana. Meningkatnya volatilitas yang disebabkan oleh ketegangan geopolitik dan faktor makroekonomi, penurunan valuasi, dan kinerja harga saham pasca-IPO yang buruk menyebabkan banyak penundaan IPO selama kuartal tersebut. Perlambatan dramatis dalam aktivitas IPO di year-to-date (YTD) 2022 setelah tahun rekor pada 2021 dialami di sebagian besar pasar utama.</p>
<p>Untuk Q2 2022, pasar IPO global mencatat 305 transaksi sejumlah US$40,6 miliar, turun masing-masing 54% dan 65%, dari tahun ke tahun (YOY). Sejak YTD 2022, ada total 630 IPO yang menghasilkan US$95,4 miliar, menunjukkan penurunan masing-masing 46% dan 58%, YOY.</p>
<p>10 IPO terbesar berdasarkan perolehan pendanaan mengumpulkan US$40 miliar, dengan sektor energi mendominasi tiga dari empat IPO teratas, menggantikan sektor teknologi sebagai penggalangan dana IPO teratas. Sektor teknologi terus memimpin berdasarkan jumlah, tetapi ukuran transaksi IPO rata-rata turun dari US$293 juta menjadi US$137 juta. Sedangkan sektor energi telah mengambil alih dan memimpin perolehan dengan ukuran transaksi rata-rata meningkat dari US$191 juta menjadi US$680 juta YOY</p>
<p>Terlepas masuknya pasar baru, IPO perusahaan akuisisi tujuan khusus (SPAC) turun secara signifikan sejalan dengan aktivitas IPO tradisional. Pasar SPAC mendapat tantangan tahun ini sebagai akibat dari kondisi pasar yang lebih luas, ketidakpastian peraturan, dan peningkatan penebusan. Sejumlah SPAC yang ada saat ini secara aktif mencari target, dimana sebagian besar menghadapi potensi kedaluwarsa di tahun depan. Namun, kinerja pasar dan kejelasan peraturan kemungkinan akan mendorong aliran transaksi di masa depan.</p>
<p>Sejalan dengan penurunan tajam dalam aktivitas IPO global, terjadi penurunan yang cukup besar pada aktivitas lintas batas yang dipengaruhi oleh tekanan geopolitik dan kebijakan pemerintah terkait pencatatan di luar negeri. Temuan ini dan beserta temuan lainnya dipublikasikan pada EY Global IPO Trends Q2 2022.</p>
<p><strong>Kinerja keseluruhan regional: investor kembali fokus pada aspek fundamental</strong><br />
Wilayah Amerika menyelesaikan 41 transaksi pada Q2 2022 dan mengumpulkan perolehan sejumlah US$2,5 miliar. Hal ini merupakan penurunan 73% dalam jumlah transaksi dan penurunan 95% dalam perolehan YOY. Wilayah Asia-Pasifik mencatat 181 IPO yang menghasilkan US$23,3 miliar di Triwulan ke-2, yaitu penurunan YOY sebesar 37% untuk volume dan 42% dalam perolehan. Aktivitas IPO pasar EMEIA di Q2 2022 mendapati 83 transaksi yang menghasilkan US$14,8 miliar, yaitu penurunan YOY masing-masing sebesar 62% dan 44%.</p>
<p>Mengingat likuiditas pasar yang ketat dan penurunan harga saham yang signifikan dari banyak perusahaan ekonomi baru yang go public selama dua tahun terakhir, investor menjadi lebih selektif dan memfokuskan kembali pada aspek fundamental perusahaan daripada sekadar wacana dan proyeksi &#8220;pertumbuhan&#8221;, misalnya, keuntungan berkelanjutan dan arus kas bebas.</p>
<p>Paul Go, EY Global IPO Leader, mengatakan:<br />
“Setiap momentum awal yang dibawa dari rekor IPO tahun 2021 cepat hilang dalam menghadapi peningkatan volatilitas pasar dari meningkatnya ketegangan geopolitik, faktor ekonomi makro yang tidak menguntungkan, melemahnya pasar/valuasi saham, dan kinerja pasca-IPO yang mengecewakan, yang pada akhirnya menghalangi sentimen investor IPO. Dengan pengetatan likuiditas pasar, investor menjadi lebih selektif dan memfokuskan kembali pada perusahaan yang menunjukkan model bisnis yang tangguh dan pertumbuhan yang menguntungkan, sambil menanamkan ESG (lingkungan, sosial dan tata kelola) sebagai bagian dari nilai bisnis inti mereka.”</p>
<p>Pasar IPO Asia-Pasifik melemah di tahun 2022<br />
Wilayah Asia-Pasifik menutup kuartal dengan penurunan 42% dalam perolehan dan penurunan 37% dalam jumlah transaksi YOY. Namun, kinerja pasar Asia-Pasifik relatif lebih baik dengan memanfaatkan dua IPO global terbesar YTD. Di kawasan ini terdapat 181 IPO yang berhasil pengumpulan dana sebesar US$23,3 miliar selama Triwulan ke-2, dan 367 IPO meningkatkan perolehan sebesar US$66,0 pada tahun 2022. Dalam hal aktivitas sektor YTD, sektor material memimpin dengan 78 IPO, diikuti oleh sektor industri dengan 77 IPO. YTD, Bursa Efek Shenzhen memiliki jumlah transaksi tertinggi sejumlah 82 IPO, yang merupakan 13% dari IPO global. Sementara itu, Shanghai Stock Exchange memiliki perolehan tertinggi sejumlah US$32,8 miliar yang merupakan 34% dari IPO global YTD.</p>
<p>YTD 2022, China mengalami penurunan YOY sebesar 36% dalam transaksi (191) dan penurunan perolehan sebesar 16% (US$51,2 miliar). Faktor konvergensi (pembatasan COVID-19, kerusuhan geopolitik, pasar saham yang melemah, ketidakpastian ekonomi dan kenaikan suku bunga) berdampak negatif pada aktivitas IPO di Hong Kong. Dengan pencabutan pembatasan COVID-19 di Shanghai dan Beijing, bersama dengan 33 kebijakan dan langkah-langkah stabilisasi Dewan Negara, ekonomi China diperkirakan akan pulih secara signifikan pada Q3 2022 dan meningkatkan sentimen investor.</p>
<p>Jepang mengalami 37 IPO, mengumpulkan total perolehan dana sebesar US$0,5 miliar YTD, turun 84% dalam perolehan dan 31% dalam transaksi, YOY. Memburuknya sentimen investor terutama didorong oleh konflik geopolitik, kenaikan harga energi, dan depresiasi yen Jepang. Tokyo Stock Exchange (TSE) telah direstrukturisasi menjadi tiga segmen pasar baru – Prime, Standard, dan Growth – untuk meningkatkan sentimen investor dan mendapatkan pangsa pasar global.</p>
<p>YOY, Aktivitas IPO Australia dan Selandia Baru mengalami penurunan YTD dalam jumlah IPO (3%), namun mengalami penurunan pendapatan yang cukup besar (76%). Hal ini dapat dikaitkan dengan beberapa IPO besar yang ditunda hingga Q3/Q4 2022. Sementara kegiatan penggalangan dana telah melambat sebagian besar karena sentimen investor yang buruk, terdapat beberapa kegiatan M&amp;A, termasuk transaksi demerger dan IPO untuk carved-out businesses.</p>
<p>YTD, Asean mendapati total 54 IPO sejumlah US$2,4 miliar, turun 2% dalam jumlah transaksi dan 55% dalam perolehan YOY. Penurunan pendapatan yang mencolok disebabkan oleh kurangnya mega IPO (IPO dengan pendapatan sama dengan atau lebih besar dari US$1 miliar) di YTD 2022, dibandingkan dengan tiga mega IPO di YTD 2021 sejumlah US$3,9 miliar. Bursa Asean yang paling aktif adalah Indonesia (22 IPO sejumlah US$1,3 miliar), Thailand (13 IPO sejumlah US$0,3 miliar), dan Filipina (7 IPO sejumlah US$0,3 miliar), diikuti oleh Malaysia (6 IPO sejumlah US$0,5 miliar) dan Singapura (6 IPO sejumlah US$33 juta).</p>
<p>Ringo Choi, EY Asia-Pacific IPO Leader, mengatakan:<br />
“Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi, mulai dari pembatasan COVID-19 dan perang di Eropa hingga kenaikan tingkat inflasi dan ketegangan AS/China yang telah melemahkan pasar IPO Asia-Pasifik pada paruh pertama tahun 2022. Namun serangkaian perkembangan ekonomi positif dan kebijakan baru pemerintah di China akan menghasilkan optimisme baru dan membangkitkan aktivitas IPO di seluruh kawasan Asia-Pasifik untuk sisa tahun ini.”</p>
<p>Indonesia memimpin IPO di Asean meskipun terjadi penurunan yang mencolok di regional<br />
Jumlah kegiatan penggalangan dana di pasar modal Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang kuat, didukung oleh keberlanjutan pemulihan ekonomi secara keseluruhan pada tahun 2022. Sementara inflasi telah mengalami peningkatan sepanjang YTD 2022, Bank Indonesia telah mempertahankan suku bunga yang merupakan kebijakan utamanya – 7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) – pada titik terendah sepanjang masa sebesar 3,5%.</p>
<p>Pertumbuhan aktivitas jasa, harga ekspor komoditas yang tinggi, dan perbaikan prospek investasi secara keseluruhan telah berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara. Pemerintah juga telah mempercepat pengeluarannya untuk meningkatkan konsumsi dan permintaan, didukung oleh langkah-langkah fiskal utama untuk melawan inflasi.</p>
<p>Pada periode yang sama, pasar modal Indonesia terus mengalami pertumbuhan dalam hal penggalangan dana. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan 22 transaksi dengan total perolehan sebesar US$1,3 miliar pada Q2 2022. Dibandingkan dengan Q2 2021 yang memiliki lebih banyak transaksi (23) tetapi perolehan secara signifikan lebih rendah sebesar US$0,5 miliar.</p>
<p>Namun, beberapa saham hasil IPO pada Q2 2022 mengalami penurunan harga sebagai dampak dari kenaikan suku bunga The Fed.  Rekam jejak pertumbuhan dan profitabilitas yang terbukti merupakan bahan pertimbangan yang penting bagi investor mengingat dinamika pasar saat ini. Menuju Q3/Q4 2022, BEI diperkirakan masih akan melihat lebih banyak kegiatan IPO dari perusahaan yang ingin go public dan mengumpulkan dana. Perusahaan-perusahaan ini termasuk perusahaan di sektor energi, transportasi, logistik, teknologi dan pertanian, di antara beberapa lainnya.</p>
<p>Sahala Situmorang, Lead Advisory &#8211; Strategy and Transactions Partner, PT Ernst &amp; Young Indonesia, mengatakan:<br />
“Beberapa sektor utama mengalami pertumbuhan tinggi di tengah pandemi dan memanfaatkan momentum untuk melihat level baru pertumbuhan yang lebih tinggi. Prospek IPO tetap positif mengingat banyaknya jumlah perusahaan yang siap mengakses pasar publik di kuartal mendatang. Selain itu, kesinambungan pemulihan ekonomi secara keseluruhan ditambah dengan meningkatnya jumlah investor akan semakin memacu pertumbuhan aktivitas penggalangan dana di pasar modal.”</p>
<p>Prospek Q3 2022: ketidakpastian dan volatilitas kemungkinan akan tetap ada<br />
Ada banyak mega IPO yang ditunda pada paruh pertama tahun 2022. Mereka mewakili pipeline yang sehat dan kemungkinan akan masuk ke pasar ketika ketidakpastian dan volatilitas saat ini mereda. Namun, tantangan kuat dari ketidakpastian saat ini dan volatilitas pasar kemungkinan akan tetap ada, termasuk ketegangan geopolitik, faktor ekonomi makro, kinerja pasar modal yang lemah, dan dampak dari pandemi yang masih berlangsung pada perjalanan global dan sektor terkait.</p>
<p>Sektor teknologi kemungkinan akan terus menjadi sektor utama dalam segi jumlah transaksi yang masuk ke pasar. Namun, dengan fokus yang lebih besar pada sumber energi terbarukan dalam menghadapi kenaikan harga minyak, sektor energi diperkirakan akan terus memimpin dengan hasil dari transaksi yang lebih besar.</p>
<p>ESG akan terus menjadi tema utama dari sektor-agnostik (perusahaan ekuitas swasta atau bank investasi yang tidak berspesialisasi dalam industri tertentu) bagi investor dan kandidat IPO. Ketika perubahan iklim global dan kendala pasokan energi meningkat, perusahaan yang telah menanamkan ESG ke dalam nilai bisnis inti dan operasi mereka harus menarik lebih banyak investor dan penilaian yang lebih tinggi.(ris)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/terjadi-perlambatan-dramatis-dalam-aktivitas-ipo-global-setelah-tahun-rekor-2021/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>OJK Harus Selidiki Proses Pembelian Saham GoTo</title>
		<link>https://koranindopos.com/ojk-harus-selidiki-proses-pembelian-saham-goto/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/ojk-harus-selidiki-proses-pembelian-saham-goto/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hairul]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2022 07:01:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Gojek]]></category>
		<category><![CDATA[Goto]]></category>
		<category><![CDATA[IPO]]></category>
		<category><![CDATA[Tokopedia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=13353</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, koranindopos.com &#8211; Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyelidiki proses pembelian saham atau Initial Public Offering (IPO) terhadap PT GoTo (Gojek-Tokopedia) oleh Telkomsel. Pasalnya, kata dia, Telkomsel yang merupakan anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Telkom Indonesia menginvestasikan Rp 6,7 triliun kepada PT GoTo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://koranindopos.com/"><em><strong>koranindopos.com</strong></em></a> &#8211; Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyelidiki proses pembelian saham atau Initial Public Offering (IPO) terhadap PT GoTo (Gojek-Tokopedia) oleh Telkomsel. Pasalnya, kata dia, Telkomsel yang merupakan anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Telkom Indonesia menginvestasikan Rp 6,7 triliun kepada PT GoTo, yang sejak berdiri pada 2010 masih merugi.</p>
<p>Puteri menduga hal itu terjadi lantaran karena adanya konflik kepentingan antara kakak kandung dari Menteri BUMN yang merupakan Komisaris Utama dari PT GoTo tersebut. “OJK harus segera menyelidiki persoalan itu, sehingga apabila ditemukan pelanggaran, OJK akan segera mengambil tindakan tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena, tak hanya entitas BUMN saja yang berpotensi dirugikan, tetapi juga masyarakat umum selaku investor yang memiliki saham GoTo,” jelas Puteri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/6/2022).</p>
<p>Oleh karena itu, Puteri mengajak seluruh jajaran penyelenggara negara dan pejabat lainnya untuk ke depannya lebih menerapkan pencegahan dan penanganan konflik kepentingan.  “Bukan hanya karena untuk memelihara kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik, tetapi juga karena konflik kepentingan sesungguhnya merupakan akar dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang dapat merugikan banyak pihak lain,” kata politisi Partai Golkar tersebut.</p>
<p>Lebih lanjut, Puteri menjelaskan arti konflik kepentingan menurut Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Menurut UU tersebut, konflik kepentingan adalah kondisi pejabat pemerintah yang memiliki kepentingan pribadi untuk menguntungkan diri sendiri dan/atau orang lain dalam penggunaan wewenang, sehingga dapat mempengaruhi netralitas dan kualitas keputusan dan/atau Tindakan yang dibuat dan/atau dilakukannya.</p>
<p>Sementara itu, dalam pedoman yang disusun oleh <em>organization for economic co-operation and development</em>(OECD), dikatakan bahwa situasi konflik kepentingan yang dibiarkan dapat mengakibatkan penyalahgunaan wewenang oleh pejabat. Selain itu, dikatakan dalam OECD, situasi konflik kepentingan yang tidak dikelola secara memadai di sisi pejabat publik akan melemahkan kepercayaan masyarakat pada institusi publik.(hai)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/ojk-harus-selidiki-proses-pembelian-saham-goto/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
