<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jajanan viral &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/jajanan-viral/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 14:00:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>jajanan viral &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jajanan Viral La Tiao dari China Sebabkan Keracunan, BPOM Tarik Produk dari Peredaran Sementara</title>
		<link>https://koranindopos.com/jajanan-viral-la-tiao-dari-china-sebabkan-keracunan-bpom-tarik-produk-dari-peredaran-sementara/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/jajanan-viral-la-tiao-dari-china-sebabkan-keracunan-bpom-tarik-produk-dari-peredaran-sementara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hana]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Nov 2024 14:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan viral]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[lat tiao]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=78666</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Jakarta Jajanan pedas asal China, La Tiao, yang viral di Indonesia kini marak diperbincangkan karena beberapa kasus keracunan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengungkapkan adanya tujuh kasus kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan yang terkait dengan camilan ini. La Tiao dikenal digemari oleh anak-anak dan remaja, namun kini menjadi perhatian serius [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex-1 overflow-hidden">
<div class="h-full">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-alafj-79elbk h-full">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-alafj-1n7m0yu">
<div class="flex flex-col text-sm md:pb-9">
<article class="w-full text-token-text-primary focus-visible:outline-2 focus-visible:outline-offset-[-4px]" dir="auto" data-testid="conversation-turn-11" data-scroll-anchor="true">
<div class="m-auto text-base py-[18px] px-3 md:px-4 w-full md:px-5 lg:px-4 xl:px-5">
<div class="mx-auto flex flex-1 gap-4 text-base md:gap-5 lg:gap-6 md:max-w-3xl lg:max-w-[40rem] xl:max-w-[48rem]">
<div class="group/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex max-w-full flex-col flex-grow">
<div class="min-h-8 text-message flex w-full flex-col items-end gap-2 whitespace-normal break-words [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="9a85b335-38d0-4370-80ff-547c35e51bb4" data-message-model-slug="gpt-4o">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light">
<div class="flex-1 overflow-hidden">
<div class="h-full">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-alafj-79elbk h-full">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-alafj-1n7m0yu">
<div class="flex flex-col text-sm md:pb-9">
<article class="w-full text-token-text-primary focus-visible:outline-2 focus-visible:outline-offset-[-4px]" dir="auto" data-testid="conversation-turn-11" data-scroll-anchor="true">
<div class="m-auto text-base py-[18px] px-3 md:px-4 w-full md:px-5 lg:px-4 xl:px-5">
<div class="mx-auto flex flex-1 gap-4 text-base md:gap-5 lg:gap-6 md:max-w-3xl lg:max-w-[40rem] xl:max-w-[48rem]">
<div class="group/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex max-w-full flex-col flex-grow">
<div class="min-h-8 text-message flex w-full flex-col items-end gap-2 whitespace-normal break-words [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="9a85b335-38d0-4370-80ff-547c35e51bb4" data-message-model-slug="gpt-4o">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light">
<p><strong><a href="http://koranindopos.com">koranindopos.com</a> </strong>&#8211; <strong>Jakarta</strong> Jajanan pedas asal China, La Tiao, yang viral di Indonesia kini marak diperbincangkan karena beberapa kasus keracunan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengungkapkan adanya tujuh kasus kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan yang terkait dengan camilan ini. La Tiao dikenal digemari oleh anak-anak dan remaja, namun kini menjadi perhatian serius akibat kandungan bakteri yang ditemukan di dalamnya.</p>
<p>Dari hasil pengujian laboratorium, BPOM menemukan bahwa beberapa produk La Tiao mengandung bakteri Bacillus cereus, yang dapat menyebabkan gejala keracunan seperti mual, muntah, diare, dan dalam kasus lebih serius, sesak napas. Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa 73 produk La Tiao yang terdaftar di BPOM akan ditarik sementara dari peredaran untuk diuji lebih lanjut dan memastikan keamanan produk sebelum kembali diedarkan.</p>
<p>Penarikan ini diperkirakan akan berlangsung selama sepekan, hingga hasil evaluasi keamanan pangan selesai. BPOM terus mengimbau masyarakat, terutama orang tua, untuk lebih berhati-hati dalam memilih jajanan anak dan memperhatikan label keamanan produk.</p>
<p>BPOM juga sedang menyelidiki sumber cemaran bakteri Bacillus cereus dalam La Tiao. Cemaran bakteri ini biasanya ditemukan dalam produk yang tidak terjaga kebersihan atau higienitasnya, khususnya pada camilan yang memiliki kadar air tinggi atau dikemas dalam kondisi yang kurang steril.</p>
<p>Masyarakat diminta waspada dan tidak mengonsumsi produk La Tiao hingga ada kepastian keamanan dari BPOM. Badan ini juga mengingatkan bahwa cemaran pangan seperti ini bisa dicegah dengan menghindari produk yang tidak memenuhi standar keamanan dan menghindari produk-produk yang berisiko tinggi terkena kontaminasi.</p>
<p>BPOM bersama Dinas Kesehatan akan terus memantau kesehatan para korban serta melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan pangan. Upaya penarikan produk ini adalah bentuk antisipasi agar insiden keracunan pangan tidak meluas dan konsumen terlindungi dari risiko produk pangan yang tidak aman.(dhil)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/jajanan-viral-la-tiao-dari-china-sebabkan-keracunan-bpom-tarik-produk-dari-peredaran-sementara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
