<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>LITERAIA 2026 &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/literaia-2026/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Oct 2026 22:53:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>LITERAIA 2026 &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>LITERAIA 2026 Angkat Peluang Karya Sastra Indonesia Tembus Industri Film dan Kreatif</title>
		<link>https://koranindopos.com/literaia-2026-angkat-peluang-karya-sastra-indonesia-tembus-industri-film-dan-kreatif/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/literaia-2026-angkat-peluang-karya-sastra-indonesia-tembus-industri-film-dan-kreatif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2026 22:53:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film dan Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[LITERAIA 2026]]></category>
		<category><![CDATA[literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=129701</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta – Karya sastra kini memiliki peluang untuk berkembang melampaui halaman buku dan menjangkau berbagai sektor industri kreatif. Potensi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam LITERAIA 2026, festival literasi yang mempertemukan penulis, penerbit, komunitas, serta pelaku industri kreatif di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Festival yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Negeri Elok ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta –</strong> Karya sastra kini memiliki peluang untuk berkembang melampaui halaman buku dan menjangkau berbagai sektor industri kreatif. Potensi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam LITERAIA 2026, festival literasi yang mempertemukan penulis, penerbit, komunitas, serta pelaku industri kreatif di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.</p>
<p>Festival yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Negeri Elok ini berlangsung pada 11, 13, dan 14 Oktober 2026. Kegiatan tersebut didukung oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Museum Nasional Indonesia, dan Kementerian Kebudayaan. Melalui tiga program utama, yakni Bincang, Workshop, dan Membaca Bersama Putra-Putri Indonesia, LITERAIA membuka ruang diskusi mengenai perkembangan literasi sekaligus peluang pengembangan karya tulis.</p>
<p>Salah satu isu yang diangkat dalam LITERAIA 2026 adalah pemanfaatan karya sastra sebagai sumber inspirasi bagi produk kreatif lainnya. Sejumlah tema yang dibahas mencakup adaptasi buku ke film, perkembangan industri buku anak, peluang bisnis agensi naskah, hingga strategi menulis novel dan mengikuti pitching profesional.</p>
<p>Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai sastra mempunyai posisi penting dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis penceritaan atau storynomics. Menurutnya, buku tidak hanya berfungsi sebagai media untuk membaca, tetapi juga dapat menjadi titik awal pengembangan kekayaan intelektual ke berbagai format yang memiliki nilai ekonomi.</p>
<p>“Sastra adalah fondasi dari ekonomi kreatif berbasis penceritaan atau storynomics. Karena itu, hilirisasi dan komersialisasi kekayaan intelektual menjadi penting agar karya para penulis Indonesia terus berkembang, menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi para kreatornya,” ujar Menteri Ekraf.</p>
<p>LITERAIA 2026 mengusung tema “Literasi Sumatera” dengan menghadirkan diskusi, lokakarya, dan instalasi seni literasi. Tema tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan aktivitas literasi dengan pengembangan karya tulis ke berbagai medium kreatif. Festival ini juga menyediakan ruang bagi penulis, penerbit, dan komunitas untuk bertukar gagasan serta menjajaki peluang kerja sama.</p>
<p>Bagi penulis dan kreator, pembahasan mengenai proses penerbitan, pengembangan naskah, serta adaptasi karya membuka wawasan tentang tahapan yang dapat ditempuh sebuah cerita sebelum menjangkau audiens yang lebih luas. Sementara itu, diskusi mengenai aspek hukum penerbitan turut mengangkat pentingnya pemahaman terhadap hak cipta dan pengelolaan kekayaan intelektual dalam industri buku.</p>
<p>Selain membahas peluang bisnis dari karya sastra, pemerintah juga menyoroti aspek kesejahteraan penulis. Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Kementerian Keuangan dan kementerian serta lembaga terkait tengah mendorong perubahan kebijakan perpajakan royalti buku menjadi Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 1,5 persen. Kebijakan tersebut masih berada dalam tahap harmonisasi, sehingga belum dapat diperlakukan sebagai ketentuan yang sudah berlaku.</p>
<p>Perubahan yang diusulkan diharapkan dapat memberikan kepastian perpajakan sekaligus mendukung pendapatan penulis dan keberlanjutan industri penerbitan nasional. Pemerintah juga menyatakan terus mendorong perlindungan hak cipta, akses pembiayaan, dan perluasan pasar agar karya sastra Indonesia memiliki kesempatan berkembang di tingkat nasional maupun global.</p>
<p>“Kami terus memperkuat ekosistem penerbitan melalui perlindungan hak cipta, komersialisasi kekayaan intelektual, serta perluasan akses pembiayaan dan pasar. Harapan kami, semakin banyak karya sastra Indonesia yang berkembang menjadi IP unggulan dan mampu menjangkau pasar nasional maupun global,” pungkas Menteri Ekraf.</p>
<p>Caption: LITERAIA 2026 di Museum Nasional Indonesia membahas peluang karya sastra masuk industri film dan kreatif serta rencana perubahan pajak royalti buku.</p>
<p>Tag: LITERAIA 2026, Teuku Riefky Harsya, Kementerian Ekonomi Kreatif, festival literasi, industri buku, sastra Indonesia, ekonomi kreatif, storynomics, pajak royalti buku, Museum Nasional Indonesia (BRG/Hend)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/literaia-2026-angkat-peluang-karya-sastra-indonesia-tembus-industri-film-dan-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
