<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mekaarpreneur &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/mekaarpreneur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 May 2026 11:21:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>Mekaarpreneur &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230925932</site>	<item>
		<title>​Modal Kepercayaan Angkat Derajat Perempuan Pengusaha Kriya di Cikarang Barat</title>
		<link>https://koranindopos.com/modal-kepercayaan-angkat-derajat-perempuan-pengusaha-kriya-di-cikarang-barat/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/modal-kepercayaan-angkat-derajat-perempuan-pengusaha-kriya-di-cikarang-barat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 11:21:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis kriya Bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[CariTauLangkahBaru]]></category>
		<category><![CDATA[Mekaarpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[modal tanpa jaminan]]></category>
		<category><![CDATA[pemberdayaan]]></category>
		<category><![CDATA[PNM Mekaar]]></category>
		<category><![CDATA[PNMPemberdayaanUMKM]]></category>
		<category><![CDATA[PNMuntukUMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Aryanti Nurafiah]]></category>
		<category><![CDATA[ultra mikro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=119761</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, ​Jakarta &#8211; Persoalan mendasar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil sering kali bukan terletak pada minimnya etos kerja, melainkan pada sulitnya memperoleh ruang kepercayaan dari lembaga pembiayaan formal. Selama ini, para pelaku usaha sektor ultra mikro, terutama kaum perempuan harus berjuang di ruang gerak yang sangat terbatas dengan pendapatan harian yang tidak menentu. Meskipun mereka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, ​Jakarta &#8211;</strong> Persoalan mendasar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil sering kali bukan terletak pada minimnya etos kerja, melainkan pada sulitnya memperoleh ruang kepercayaan dari lembaga pembiayaan formal. Selama ini, para pelaku usaha sektor ultra mikro, terutama kaum perempuan harus berjuang di ruang gerak yang sangat terbatas dengan pendapatan harian yang tidak menentu.</p>
<p>Meskipun mereka konsisten bekerja keras sejak fajar menyingsing hingga malam hari demi menjaga stabilitas dapur rumah tangga, akses modal tetap menjadi dinding pembatas yang tebal.</p>
<p>​Dalam realitas perbankan konvensional, bentuk kepercayaan komersial selalu diukur dengan parameter administratif yang kaku, seperti kepemilikan aset berharga dan riwayat kredit yang bersih.</p>
<p>Skema pembuktian kelayakan ini secara otomatis mengeliminasi masyarakat miskin yang bahkan belum mampu memenuhi kebutuhan pokok harian mereka secara stabil. Kondisi timpang tersebut membuat kelompok pelaku usaha mikro kerap kali mengalami kegagalan sebelum sempat mendapatkan kesempatan nyata untuk membuktikan kapasitas diri dalam mengelola sebuah usaha.</p>
<p>​Padahal, bagi para perempuan tangguh di sektor ultra mikro, kehadiran fasilitas pembiayaan modal tanpa jaminan memiliki makna psikologis yang jauh lebih mendalam daripada sekadar instrumen transaksi keuangan.</p>
<p>Bantuan pembiayaan tanpa agunan ini menjadi wujud nyata pengakuan struktural bahwa daya upaya mereka dihargai, kapasitas kerja mereka diakui, serta potensi pertumbuhan ekonomi mereka dipandang menjanjikan. Melalui paradigma baru inilah, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) hadir menyalurkan program stimulus guna memutus rantai kemiskinan dan keterbatasan modal.<br />
​<br />
​Dampak nyata dari intervensi permodalan tersebut dirasakan langsung oleh Sri Aryanti Nurafiah, seorang ibu rumah tangga yang terdaftar sebagai nasabah aktif PNM Mekaar di wilayah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.</p>
<p>Pada awalnya, Yanti tergerak untuk mendirikan usaha mandiri demi membantu menopang kondisi finansial keluarganya karena pendapatan sang suami dinilai belum mencukupi kebutuhan operasional harian. Dengan mengandalkan keahlian dasar yang ia miliki dalam merakit kerajinan tangan berupa gantungan kunci, Yanti membulatkan tekad untuk merintis sebuah lini bisnis kriya berskala rumahan.</p>
<p>​Kendati demikian, langkah awal pembangunan bisnis tersebut sempat dilingkupi oleh rasa bimbang dan keraguan yang besar akibat keterbatasan dana operasional yang ia miliki saat itu.<br />
​“Kalau hanya mengandalkan gaji suami saya rasa kurang cukup. Saya ingin membuka usaha kriya-kriya, tapi dengan keterbatasan modal saya bimbang,” ujar Sri Aryanti Nurafiah, nasabah PNM Mekaar Cikarang Barat.</p>
<p>​Titik balik perjuangan Yanti terjadi pada tahun 2022 ketika lembaga PNM secara resmi masuk memberikan kemudahan akses pembiayaan usaha komersial tanpa menuntut jaminan aset. Seluruh dana modal yang diterima Yanti langsung dialokasikan secara produktif untuk membeli berbagai bahan baku esensial guna mendukung kelancaran produksi kriyanya.</p>
<p>Langkah taktis tersebut terbukti membuahkan hasil positif, di mana usaha kerajinan tangan yang mulanya dikerjakan secara konvensional dari rumah kini perlahan menunjukkan grafik perkembangan yang signifikan.<br />
​Akselerasi Bisnis Lewat Inovasi dan Transformasi Digital</p>
<p>​Pencapaian luar biasa ini membawa perubahan besar dalam perjalanan hidup Yanti yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan akan berkembang sejauh ini.</p>
<p>​“Tak terpikirkan sebelumnya, ternyata usaha saya makin berkembang sampai saat ini. Modal saya juga makin ditambah oleh PNM, maka dari itu saya berani membuka lapak usaha saya,” katanya.</p>
<p>​Lebih dari sekadar penerimaan dana segar, nilai tambah utama dari ekosistem pembiayaan ini terletak pada program pendampingan intensif serta pelatihan berkala yang diselenggarakan oleh pihak manajemen. Melalui fasilitasi program bertajuk Mekaarpreneur, Yanti memperoleh pembekalan materi edukasi secara gratis yang mencakup teknik promosi produk, strategi branding, inovasi packaging, hingga teknik pemasaran digital. Berkat pembekalan tersebut, jangkauan pasar produk kriya Yanti kini sukses memperluas ekspansi penjualan ke platform e-commerce digital terkemuka seperti TikTok dan Shopee.</p>
<p>​Keberhasilan transformasi bisnis tersebut mengantarkan Sri Aryanti Nurafiah meraih prestasi gemilang sebagai Juara 2 Mekaarpreneur untuk kategori nasabah naik kelas di wilayah cakupan Bekasi-Jakarta.</p>
<p>Narasi sukses ini membuktikan secara gamblang bahwa masyarakat kelas bawah pada dasarnya tidak memerlukan santunan sosial atau belas kasihan semata, melainkan kesempatan aksesibilitas yang adil. Hambatan utama yang selama ini memasung produktivitas mereka bukanlah kemalasan, melainkan ketiadaan sistem pendukung yang inklusif serta minimnya rasa percaya dari institusi keuangan.</p>
<p>​Ketika instrumen pembiayaan inklusif berpadu dengan edukasi yang konsisten, dampak yang dihasilkan terbukti mampu meruntuhkan batas pesimisme dan memicu keberanian para pelaku usaha untuk bermimpi lebih besar.</p>
<p>Melalui langkah terintegrasi ini, PNM berkomitmen penuh untuk memperluas cakupan dampak sosial ekonomi serta terus membina nasabah-nasabah unggulan agar semakin mandiri dan berdaya di pasar nasional. (RIS/Hend)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>​:</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/modal-kepercayaan-angkat-derajat-perempuan-pengusaha-kriya-di-cikarang-barat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119761</post-id>	</item>
		<item>
		<title>​Strategi PNM Mekaarpreneur, Kunci Sukses Usaha Ultra Mikro Naik Kelas, Bukan Cuma Modal!</title>
		<link>https://koranindopos.com/strategi-pnm-mekaarpreneur-kunci-sukses-usaha-ultra-mikro-naik-kelas-bukan-cuma-modal/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/strategi-pnm-mekaarpreneur-kunci-sukses-usaha-ultra-mikro-naik-kelas-bukan-cuma-modal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 00:37:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[CariTauLangkahBaru]]></category>
		<category><![CDATA[Mekaarpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[pemberdayaan ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[PNMPemberdayaanUMKM]]></category>
		<category><![CDATA[PNMuntukUMKM]]></category>
		<category><![CDATA[PT PNM]]></category>
		<category><![CDATA[ultra mikro]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM naik kelas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=119647</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta &#8211; ​Di tengah bergulirnya pembahasan mengenai kemudahan akses pembiayaan bagi sektor ultra mikro di Indonesia, terdapat satu aspek krusial yang kerap kali terlupakan oleh publik. Modal finansial ternyata bukanlah satu-satunya instrumen tunggal yang dibutuhkan oleh para pelaku usaha rumahan agar bisnis mereka dapat bertumbuh secara berkelanjutan. Banyak dari unit usaha berskala rumah tangga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta &#8211; ​</strong>Di tengah bergulirnya pembahasan mengenai kemudahan akses pembiayaan bagi sektor ultra mikro di Indonesia, terdapat satu aspek krusial yang kerap kali terlupakan oleh publik. Modal finansial ternyata bukanlah satu-satunya instrumen tunggal yang dibutuhkan oleh para pelaku usaha rumahan agar bisnis mereka dapat bertumbuh secara berkelanjutan. Banyak dari unit usaha berskala rumah tangga ini sejatinya memiliki daya juang yang luar biasa tinggi, potensi produk yang menjanjikan, serta pangsa pasar yang masih terbuka lebar.</p>
<p>​Namun, realitas pahit di lapangan menunjukkan bahwa tanpa adanya akses pengetahuan, perluasan jejaring, rasa percaya diri, serta pendampingan yang intensif, bisnis mereka cenderung stagnan. Para pelaku usaha kecil ini sering kali membentur dinding pembatas yang membuat usaha mereka jalan di tempat.<br />
​<br />
​Kehadiran program Mekaarpreneur dari PNM ini menjadi sangat relevan karena tidak hanya berfokus pada urusan penyaluran pembiayaan semata. Dalam program ini, para nasabah melewati proses belajar yang matang, penguatan mentalitas dalam berwirausaha, peningkatan mutu produk, hingga strategi jitu dalam melihat peluang pasar secara lebih luas.</p>
<p>​Pembiayaan modal memang berfungsi sebagai pintu masuk utama, tetapi program pendampingan inilah yang menjadi jembatan kokoh menuju keberlanjutan usaha di masa depan. Ketika para nasabah PNM Mekaar diberikan akses terhadap materi pelatihan, bimbingan mentoring, serta perluasan jejaring baru, mereka tidak hanya sekadar bertahan hidup, melainkan memiliki peluang besar untuk berkembang.<br />
​<br />
​Dampak positif dari program pemberdayaan berskala nasional ini sekarang mulai terlihat nyata dan dirasakan langsung oleh para peserta di berbagai daerah. Salah satu contoh keberhasilan tersebut dibuktikan oleh Yuliana Dewi Putri, seorang pelaku usaha yang kini sukses membesarkan produk minuman herbal miliknya. Berkat keseriusannya dalam mengikuti rangkaian pelatihan serta inkubasi usaha dalam program Mekaarpreneur, ia berhasil keluar sebagai juara 1 untuk wilayah lingkup Bekasi – Jakarta.</p>
<p>​Melalui program ini, Yuliana mengaku mendapatkan banyak modal pengetahuan berharga yang mengubah cara pandangnya dalam mengelola bisnis rumahan. Ia kini memiliki pemahaman baru mengenai pentingnya aspek visual produk serta metode pemasaran modern yang berbasis digital. Rangkaian pelatihan intensif tersebut memberikan ruang bagi dirinya untuk mengeksplorasi potensi pasar yang jauh lebih luas daripada sebelumnya.<br />
​<br />
​“Saya mendapatkan ilmu banyak sekali, mendapatkan teman dan pengalaman luar biasa. saya diajarkan cara branding produk dan pemasaran digital. Produk saya juga bisa berkolaborasi dengan teman-teman yang lain. Ilmu yang saya dapat bisa saya share ke anggota kelompok,” ungkapnya bangga.</p>
<p>​Pencapaian gemilang yang diraih oleh para nasabah di berbagai wilayah ini menegaskan adanya progresivitas yang signifikan pada aspek keahlian serta pengetahuan mereka. Kemenangan dalam kompetisi Mekaarpreneur ini bukan sekadar sebuah seremonial penghargaan semata, melainkan menjadi simbol transformasi pola pikir para pelaku usaha. Mereka berkesempatan mendapatkan pengalaman berharga yang mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya, seperti mempresentasikan rencana bisnis di depan publik, menyusun strategi pemasaran, hingga membangun identitas merek yang kuat.<br />
​<br />
​Bagi komunitas pengusaha ultra mikro, interaksi langsung dalam ekosistem kewirausahaan yang profesional seperti ini memberikan dampak psikologis dan operasional yang jauh lebih mendalam. Adanya pendampingan yang konsisten membuat mereka merasa bahwa usaha kecil yang mereka rintis dari rumah sangat layak untuk diperjuangkan. Para pelaku usaha ini tidak lagi merasa berjalan sendirian karena telah difasilitasi ruang belajar yang suportif serta ekosistem yang memercayai potensi mereka.</p>
<p>​Dengan tagar #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, program strategis ini menjadi langkah lanjutan dari inisiatif serupa pada tahun sebelumnya yang bertajuk #CariTauLangkahBaru.</p>
<p>Melalui konsistensi ini, PNM berkomitmen untuk memperluas dampak positif dan terus membina nasabah unggulan agar semakin tangguh. Program Mekaarpreneur membuktikan bahwa penguatan kapasitas diri pelaku usaha mampu menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang kuat, karena yang mereka butuhkan bukan hanya modal, melainkan juga pengetahuan, keberanian, dan kesempatan untuk maju. (RIS/Hend)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>​</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/strategi-pnm-mekaarpreneur-kunci-sukses-usaha-ultra-mikro-naik-kelas-bukan-cuma-modal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119647</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PNM Dorong UMKM Jawa Barat Naik Kelas Lewat Program Mekaarpreneur</title>
		<link>https://koranindopos.com/pnm-dorong-umkm-jawa-barat-naik-kelas-lewat-program-mekaarpreneur/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/pnm-dorong-umkm-jawa-barat-naik-kelas-lewat-program-mekaarpreneur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 07:01:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Mekaarpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[PNM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=103234</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta &#8211; PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menunjukkan keseriusannya dalam mendukung pelaku usaha ultra mikro. Melalui program Mekaarpreneur, perusahaan pelat merah ini menghadirkan wadah inkubasi selama tiga bulan bagi para pelaku usaha di sektor kriya dan kuliner. Dari ratusan peserta yang ikut serta, hanya 10 nasabah terbaik dari Jawa Barat yang terpilih untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com, Jakarta &#8211; </strong>PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menunjukkan keseriusannya dalam mendukung pelaku usaha ultra mikro. Melalui program Mekaarpreneur, perusahaan pelat merah ini menghadirkan wadah inkubasi selama tiga bulan bagi para pelaku usaha di sektor kriya dan kuliner.</p>
<p>Dari ratusan peserta yang ikut serta, hanya 10 nasabah terbaik dari Jawa Barat yang terpilih untuk menjalani pelatihan intensif. Mereka mengikuti serangkaian pembelajaran mulai dari pemasaran digital, desain kemasan, hingga strategi komunikasi melalui media sosial.</p>
<p>Kegiatan yang dipusatkan di Rumah BUMN Bandung ini juga menghadirkan panelis dari Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha dan Sekretariat Perusahaan PNM. Pimpinan Cabang PNM Bandung turut hadir memberikan dukungan kepada para peserta.</p>
<p>Puncak acara digelar melalui demo day presentation, di mana finalis menampilkan transformasi usaha mereka setelah mengikuti proses inkubasi. Para peserta memperlihatkan inovasi produk sekaligus strategi bisnis yang mereka kembangkan.</p>
<p>Program Mekaarpreneur dinilai berhasil memberi ruang bagi pelaku usaha ultra mikro untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat daya saing. Lewat pendekatan digital dan pendampingan berkelanjutan, PNM mendorong para nasabah untuk naik kelas.</p>
<p>Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menegaskan pentingnya program ini bagi pengusaha ultra mikro. Ia menyampaikan bahwa kesuksesan nasabah tidak hanya diukur dari omzet semata, melainkan juga dari kemampuan beradaptasi dan berbagi ilmu.</p>
<p>“Bagi PNM, keberhasilan nasabah bukan hanya diukur dari omzet, tetapi dari bagaimana mereka mampu tumbuh, beradaptasi dengan pasar, dan menjadi lebih mandiri serta membagikan ilmunya kepada sesama. Kami optimis, melalui Mekaarpreneur, semakin banyak nasabah yang dapat naik kelas dan memberi dampak positif bagi lingkungannya,” ujar Dodot.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-103235" src="https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250821-WA0032.jpg" alt="IMG 20250821 WA0032 - PNM Dorong UMKM Jawa Barat Naik Kelas Lewat Program Mekaarpreneur" width="1280" height="756" title="PNM Dorong UMKM Jawa Barat Naik Kelas Lewat Program Mekaarpreneur 2" srcset="https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250821-WA0032.jpg 1280w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250821-WA0032-300x177.jpg 300w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250821-WA0032-1024x605.jpg 1024w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250821-WA0032-768x454.jpg 768w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250821-WA0032-750x443.jpg 750w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250821-WA0032-1140x673.jpg 1140w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>Dalam kompetisi final, Ely Herlina dari Cabang Bandung berhasil menyabet juara pertama lewat produk Cokelat Mones. Posisi kedua diraih oleh Lelly Aziz dengan produk Batagor Han Han, sementara juara ketiga ditempati Wawang asal Garut dengan olahan singkong.</p>
<p>Ely Herlina mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan. “Program ini benar-benar membuka mata saya bagaimana usaha kecil bisa berkembang besar dengan dukungan yang tepat dan kemauan yang kuat. Terima kasih PNM sudah mendampingi dan percaya pada saya,” ucapnya.</p>
<p>Keberhasilan para finalis menjadi bukti nyata bahwa pelaku usaha ultra mikro mampu bersaing di tengah pasar yang dinamis. PNM berharap Mekaarpreneur bisa menjadi pintu bagi lebih banyak pengusaha kecil untuk tumbuh, memperluas pasar, dan membawa manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. (Ris/Hend)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/pnm-dorong-umkm-jawa-barat-naik-kelas-lewat-program-mekaarpreneur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103234</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
