<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MPR RI &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/mpr-ri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Aug 2026 21:50:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>MPR RI &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jadi Co-Promotor Sidang Proposal Disertasi Doktor Hukum, Bamsoet Dorong Digitalisasi Pengawasan Satpam</title>
		<link>https://koranindopos.com/jadi-co-promotor-sidang-proposal-disertasi-doktor-hukum-bamsoet-dorong-digitalisasi-pengawasan-satpam/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/jadi-co-promotor-sidang-proposal-disertasi-doktor-hukum-bamsoet-dorong-digitalisasi-pengawasan-satpam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hairul]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2026 21:50:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bamsoet]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=124805</guid>

					<description><![CDATA[&#160; Koranindopos.com, JAKARTA &#8211; Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan dosen Pascasarjana Universitas Borobudur, Universitas Pertahanan dan Universitas Jayabaya Bambang Soesatyo (Bamsoet), menuturkan sistem pengawasan Satuan Pengamanan (Satpam) di Indonesia memerlukan pembaruan agar mampu menjawab tantangan keamanan di era digital. Data Korbinmas Baharkam Polri menunjukkan jumlah Satpam yang resmi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a>, JAKARTA</strong> &#8211; Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan dosen Pascasarjana Universitas Borobudur, Universitas Pertahanan dan Universitas Jayabaya Bambang Soesatyo (Bamsoet), menuturkan sistem pengawasan Satuan Pengamanan (Satpam) di Indonesia memerlukan pembaruan agar mampu menjawab tantangan keamanan di era digital. Data Korbinmas Baharkam Polri menunjukkan jumlah Satpam yang resmi terdaftar mencapai sekitar 849.750 personel, terdiri atas 806.151 Gada Pratama, 28.616 Gada Madya, dan 14.983 Gada Utama. Besarnya jumlah tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat keamanan nasional. Namun, masih adanya praktik penggunaan identitas Satpam palsu, lemahnya verifikasi administrasi, serta belum terintegrasinya data nasional menunjukkan perlunya reformasi pengawasan berbasis teknologi informasi.</p>
<p>&#8220;Satpam merupakan bagian penting dari sistem pengamanan nasional sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas. Karena itu, pengawasannya harus mengedepankan kepastian hukum, profesionalisme, akuntabilitas, dan pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat memperoleh perlindungan keamanan yang optimal,&#8221; ujar Bamsoet di Kampus Fakultas Hukum Universitas Borobudur Jakarta, Senin (3/8/26).</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan Bamsoet saat menjadi penguji sekaligus Co-Promotor dalam sidang proposal disertasi mahasiswa doktoral ilmu hukum Universitas Borobudur Kombes Pol. Achmad Muchtarom, dengan judul disertasi &#8220;Rekontruksi Pengawasan Satuan Pengamanan( Satpam) Berbasis Verifikasi Data Elektronik Dalam Perspektif Hukum Progresif Polri Yang Berkepastian Hukum dan Berkemanfaatan&#8221;. Turut hadir sebagai penguji Prof. Dr. Faisal Santiago, Prof. Dr. Zainal Arifin Hoesein dan Dr. Tina Amelia.</p>
<p>Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola ancaman keamanan. Kejahatan kini semakin canggih, memanfaatkan identitas palsu, pemalsuan dokumen, hingga penyalahgunaan atribut resmi Satpam. Dalam situasi seperti itu, pola pengawasan yang ada masih mengandalkan administrasi manual semakin sulit menjamin keakuratan identitas personel Satpam. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengamanan swakarsa yang selama ini menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan lingkungan.</p>
<p>&#8220;Kasus pemalsuan Kartu Tanda Anggota Satpam di berbagai daerah menjadi peringatan bahwa sistem verifikasi yang ada masih memiliki banyak celah. Pemerintah harus menghadirkan sistem elektronik yang mampu memverifikasi identitas, kompetensi, sertifikasi, hingga riwayat penugasan setiap anggota Satpam secara cepat dan akurat,&#8221; kata Bamsoet.</p>
<p>Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini memaparkan, sejumlah kasus menunjukkan bahwa penggunaan atribut Satpam oleh pihak yang tidak memiliki legalitas dapat menimbulkan risiko serius. Mulai dari penyalahgunaan kewenangan, tindak pidana yang memanfaatkan atribut keamanan, hingga kerugian bagi masyarakat dan dunia usaha. Persoalan tersebut bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan menyangkut kepastian hukum, perlindungan masyarakat, dan kredibilitas institusi keamanan. Karena itu, transformasi digital dalam sistem pengawasan harus menjadi prioritas kebijakan nasional.</p>
<p>&#8220;Membangun sistem verifikasi data elektronik nasional yang terintegrasi antara Polri, Badan Usaha Jasa Pengamanan, lembaga pendidikan Satpam, dan perusahaan pengguna jasa keamanan bisa menjadi solusi. Setiap personel Satpam harus memiliki identitas digital yang dapat diverifikasi secara real time sehingga peluang penyalahgunaan identitas dapat ditekan semaksimal mungkin,&#8221; tutur Bamsoet.</p>
<p>Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran ini menilai, penguatan pengawasan Satpam akan memberikan manfaat yang luas bagi iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi. Dunia usaha membutuhkan kepastian bahwa tenaga pengamanan yang bekerja di kawasan industri, pusat perbelanjaan, perbankan, rumah sakit, kawasan permukiman maupun objek vital benar-benar memiliki kompetensi dan legalitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Sistem pengawasan yang modern juga akan memperkuat sinergi Polri dengan pengamanan swakarsa dalam menghadapi dinamika keamanan yang terus berkembang.</p>
<p>&#8220;Modernisasi pengawasan Satpam merupakan investasi jangka panjang bagi keamanan nasional. Ketika legalitas, kompetensi, dan pengawasan berjalan secara digital, transparan, serta terintegrasi, maka kepastian hukum semakin kuat, kepercayaan masyarakat meningkat, dunia usaha memperoleh rasa aman, dan Indonesia memiliki sistem pengamanan swakarsa yang semakin profesional serta mampu menjawab tantangan keamanan masa depan,&#8221; pungkas Bamsoet. (hai)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/jadi-co-promotor-sidang-proposal-disertasi-doktor-hukum-bamsoet-dorong-digitalisasi-pengawasan-satpam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pimpinan MPR RI Undang Presiden Prabowo Hadiri Sidang Tahunan MPR RI 2026</title>
		<link>https://koranindopos.com/pimpinan-mpr-ri-undang-presiden-prabowo-hadiri-sidang-tahunan-mpr-ri-2026/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/pimpinan-mpr-ri-undang-presiden-prabowo-hadiri-sidang-tahunan-mpr-ri-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2026 09:27:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[pimpinan mpr ri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=124765</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; Jakarta – Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama jajaran Pimpinan MPR RI melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/8/2026). Pertemuan tersebut bertujuan menyampaikan undangan resmi kepada Presiden untuk menghadiri Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2026 sekaligus membahas sejumlah agenda strategis kenegaraan, termasuk konsep Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot">
<div class="" data-turn-id-container="request-6a6b853a-0794-83ec-b3f9-2d4bbfd6dfde-42" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-6a6b853a-0794-83ec-b3f9-2d4bbfd6dfde-42" data-turn-id-container="request-6a6b853a-0794-83ec-b3f9-2d4bbfd6dfde-42" data-testid="conversation-turn-88" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-8 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" data-conversation-screenshot-content="">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" tabindex="0" data-message-author-role="assistant" data-message-id="950ede66-1be2-4238-8e1a-6c9db969c660" data-message-model-slug="gpt-5-5" data-turn-start-message="true">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full dark markdown-new-styling">
<p data-start="77" data-end="481"><strong data-start="77" data-end="88"><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; Jakarta</strong> – Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama jajaran Pimpinan MPR RI melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/8/2026). Pertemuan tersebut bertujuan menyampaikan undangan resmi kepada Presiden untuk menghadiri Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2026 sekaligus membahas sejumlah agenda strategis kenegaraan, termasuk konsep Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).</p>
<p data-start="483" data-end="919">Dalam pertemuan itu, Ahmad Muzani didampingi para Wakil Ketua MPR RI, yakni Rusdi Kirana, Bambang Wuryanto, Lestari Moerdijat, Hidayat Nur Wahid, Eddy Soeparno, dan Abcandra Muhammad Akbar Supratman. Turut hadir pula Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, Deputi Bidang Administrasi MPR RI Heri Herawan, Kepala Biro Sekretariat Pimpinan MPR RI Hendry, serta Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi MPR RI Budi Muliawan.</p>
<p data-start="978" data-end="1221">Ketua MPR RI Ahmad Muzani menjelaskan bahwa pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebangsaan. Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan bagian dari tradisi silaturahmi sekaligus konsultasi antara pimpinan lembaga negara.</p>
<p data-start="1223" data-end="1377">&#8220;Kedatangan kami bertemu dengan Presiden merupakan bagian dari silaturahmi kebangsaan dan konsultasi di antara para pemimpin lembaga negara,&#8221; ujar Muzani.</p>
<p data-start="1379" data-end="1574">Ia menegaskan komunikasi antarlembaga negara menjadi bagian penting dalam menjaga sinergi penyelenggaraan pemerintahan sekaligus memperkuat pelaksanaan tugas konstitusional masing-masing lembaga.</p>
<p data-start="1627" data-end="1827">Pada kesempatan tersebut, Ahmad Muzani secara resmi mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada <strong data-start="1800" data-end="1826">Jumat, 14 Agustus 2026</strong>.</p>
<p data-start="1829" data-end="2056">Sidang Tahunan MPR RI merupakan agenda kenegaraan yang menjadi forum penyampaian laporan tahunan mengenai pelaksanaan tugas dan kinerja lembaga-lembaga negara, termasuk laporan Presiden kepada rakyat melalui lembaga perwakilan.</p>
<p data-start="2058" data-end="2331">Selain Sidang Tahunan MPR RI, pimpinan MPR juga mengundang Presiden menghadiri peringatan <strong data-start="2148" data-end="2167">Hari Konstitusi</strong> yang diperingati setiap 18 Agustus serta <strong data-start="2209" data-end="2236">Hari Ulang Tahun MPR RI</strong>. Kedua agenda tersebut direncanakan diselenggarakan secara bersamaan pada <strong data-start="2311" data-end="2330">29 Agustus 2026</strong>.</p>
<p data-start="2378" data-end="2585">Selain menyampaikan undangan, pimpinan MPR RI juga menyerahkan konsep Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) kepada Presiden sebagai bagian dari proses konsultasi mengenai arah pembangunan nasional jangka panjang.</p>
<p data-start="2587" data-end="2733">&#8220;Kami menyerahkan konsep tersebut kepada Presiden Republik Indonesia dan berdiskusi tentang beberapa hal yang berkaitan dengan PPHN,&#8221; kata Muzani.</p>
<p data-start="2735" data-end="2957">Menurutnya, penyusunan PPHN bertujuan menghadirkan pedoman pembangunan nasional yang mampu menjadi acuan lintas pemerintahan sehingga arah pembangunan Indonesia tetap terjaga meski terjadi pergantian kepemimpinan nasional.</p>
<p data-start="3015" data-end="3137">Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto disebut memberikan dukungan terhadap upaya MPR RI dalam menyusun PPHN.</p>
<p data-start="3139" data-end="3328">Muzani menjelaskan bahwa Presiden berpandangan PPHN tidak ditujukan untuk kepentingan satu periode pemerintahan semata, melainkan sebagai pedoman pembangunan nasional yang berkesinambungan.</p>
<p data-start="3330" data-end="3605">&#8220;Presiden pada prinsipnya menyerahkan kepada MPR RI untuk menjadikan PPHN itu menjadi sebuah pedoman bagi lintas pemerintahan, karena PPHN ini tidak dimaksudkan untuk pemerintahan sementara, melainkan menjadi arah bagi perjalanan pemerintahan melintasi periodisasi,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-start="3660" data-end="3825">Dalam diskusi tersebut, Presiden juga memberikan sejumlah masukan terhadap substansi PPHN, khususnya terkait penguatan demokrasi dan tata kelola pemerintahan daerah.</p>
<p data-start="3827" data-end="4085">Salah satu perhatian Presiden adalah tingginya biaya penyelenggaraan demokrasi di tingkat daerah yang dinilai masih belum sebanding dengan kualitas tata kelola pemerintahan. Presiden juga menyoroti masih banyaknya kepala daerah yang tersandung kasus korupsi.</p>
<p data-start="4087" data-end="4415">&#8220;Beliau menilai penyelenggaraan pemerintahan daerah melalui mekanisme demokrasi memerlukan biaya besar dan proses yang rumit. Selain itu, Presiden prihatin karena banyak kepala daerah terjerat korupsi. Oleh karena itu, beliau meminta agar masalah ini menjadi perhatian serius dalam merumuskan kebijakan ke depan,&#8221; ungkap Muzani.</p>
<p data-start="4417" data-end="4628">Masukan tersebut, lanjutnya, akan menjadi salah satu bahan penting dalam penyempurnaan konsep PPHN agar mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional, termasuk reformasi tata kelola pemerintahan daerah.</p>
<p data-start="4667" data-end="4819">Ahmad Muzani menegaskan bahwa pembahasan konsep PPHN akan terus dilanjutkan melalui mekanisme konstitusional di MPR RI dengan melibatkan berbagai pihak.</p>
<p data-start="4821" data-end="5073">Ia berharap dokumen tersebut nantinya mampu menjadi pedoman pembangunan nasional yang berkelanjutan, menjaga kesinambungan kebijakan strategis negara, serta memastikan arah pembangunan Indonesia tetap konsisten meskipun terjadi pergantian pemerintahan.</p>
<p data-start="5075" data-end="5350" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan adanya konsultasi antara pimpinan MPR RI dan Presiden, diharapkan penyusunan PPHN dapat menghasilkan rumusan yang mampu memperkuat sistem ketatanegaraan sekaligus menjadi fondasi bagi pembangunan nasional yang berorientasi pada kepentingan bangsa dalam jangka panjang.(Dhil)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/pimpinan-mpr-ri-undang-presiden-prabowo-hadiri-sidang-tahunan-mpr-ri-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jutaan Distribusi Buku Harus Dibarengi Gerakan Nasional Tingkatkan Minat Baca</title>
		<link>https://koranindopos.com/jutaan-distribusi-buku-harus-dibarengi-gerakan-nasional-tingkatkan-minat-baca/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/jutaan-distribusi-buku-harus-dibarengi-gerakan-nasional-tingkatkan-minat-baca/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hairul]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2026 08:55:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=124757</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa program pendistribusian jutaan buku bacaan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia harus diiringi strategi yang mampu menumbuhkan minat baca masyarakat. Menurutnya, peningkatan akses terhadap bahan bacaan berkualitas perlu dibarengi upaya membangun budaya literasi agar mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas pendidikan nasional. &#8220;Pendistribusian buku adalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1></h1>
<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a>, JAKARTA</strong> – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa program pendistribusian jutaan buku bacaan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia harus diiringi strategi yang mampu menumbuhkan minat baca masyarakat. Menurutnya, peningkatan akses terhadap bahan bacaan berkualitas perlu dibarengi upaya membangun budaya literasi agar mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas pendidikan nasional.</p>
<p>&#8220;Pendistribusian buku adalah langkah awal yang penting untuk mengatasi salah satu problem utama literasi, yaitu rendahnya akses terhadap bahan bacaan bermutu. Namun, tanpa diikuti upaya peningkatan minat dan budaya baca, program ini dikhawatirkan tidak akan mencapai tujuan utamanya,&#8221; ujar Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulis, Senin (3/8/2026).</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pendistribusian secara simbolis sebanyak <strong>5,54 juta eksemplar buku bacaan</strong> ke <strong>24.609 sekolah</strong> di seluruh Indonesia oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu&#8217;ti di Kudus, Jawa Tengah, pada akhir pekan lalu. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar.</p>
<p>Lestari, yang akrab disapa Rerie, menilai langkah pemerintah memperluas akses terhadap buku bacaan patut diapresiasi. Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan literasi tidak cukup hanya dengan menyediakan bahan bacaan, melainkan juga harus didukung ekosistem yang mampu mendorong masyarakat gemar membaca.</p>
<p>Menurutnya, tantangan literasi di Indonesia masih cukup besar. Berdasarkan <strong>Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM)</strong> yang dirilis Perpustakaan Nasional pada Maret 2026, skor nasional baru mencapai <strong>40,6</strong>, yang masih berada dalam kategori rendah.</p>
<p>Selain itu, hasil <strong>Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025</strong> menunjukkan kemampuan pemahaman tekstual siswa baru mencapai <strong>49,21 persen</strong>, sedangkan kemampuan memahami makna secara inferensial hanya <strong>43,21 persen</strong>. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa fondasi literasi peserta didik masih perlu diperkuat.</p>
<p>Rerie menilai rendahnya tingkat literasi dipengaruhi berbagai persoalan yang selama ini belum sepenuhnya teratasi. Mulai dari kesenjangan akses pendidikan antardaerah, masih kuatnya budaya lisan, harga buku yang relatif mahal, hingga kurangnya dukungan lingkungan keluarga dalam membangun kebiasaan membaca.</p>
<p>Ia juga menyoroti tantangan literasi digital yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan. Meskipun tingkat penggunaan internet di Indonesia terus meningkat, kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara produktif masih perlu diperkuat.</p>
<p>&#8220;Bahkan dengan penetrasi internet yang tinggi, skor indeks literasi digital nasional pada 2025 masih stagnan di angka 44,53. Akses teknologi saja tidak cukup tanpa dibarengi peningkatan kemampuan literasi digital itu sendiri,&#8221; tegas Anggota Komisi X DPR RI tersebut.</p>
<p>Sebagai Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem, Rerie menegaskan bahwa peningkatan literasi tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, komunitas literasi, hingga masyarakat untuk membangun budaya membaca secara berkelanjutan.</p>
<p>Ia berharap berbagai program literasi yang selama ini dijalankan dapat terintegrasi sehingga memberikan dampak yang lebih besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.</p>
<p>&#8220;Bangsa dengan tingkat literasi yang rendah akan kesulitan bersaing di tingkat global. Momentum pendistribusian jutaan buku ini harus dimanfaatkan untuk menggerakkan seluruh elemen bangsa dalam meningkatkan budaya membaca. Tidak ada jalan instan. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi yang berkelanjutan agar setiap anak Indonesia memiliki kemampuan literasi yang semakin baik,&#8221; pungkas Rerie. (hai)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/jutaan-distribusi-buku-harus-dibarengi-gerakan-nasional-tingkatkan-minat-baca/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setjen MPR RI Pertahankan Opini WTP, Tegaskan Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan</title>
		<link>https://koranindopos.com/setjen-mpr-ri-pertahankan-opini-wtp-tegaskan-komitmen-transparansi-dan-akuntabilitas-pengelolaan-keuangan/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/setjen-mpr-ri-pertahankan-opini-wtp-tegaskan-komitmen-transparansi-dan-akuntabilitas-pengelolaan-keuangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2026 07:50:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[setjen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=124753</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; Jakarta – Sekretariat Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (Setjen MPR RI) kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Komitmen tersebut ditandai dengan keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) setelah menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (LKKL) Tahun Anggaran 2025 dari Badan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot">
<div class="" data-turn-id-container="request-6a6b853a-0794-83ec-b3f9-2d4bbfd6dfde-40" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-6a6b853a-0794-83ec-b3f9-2d4bbfd6dfde-40" data-turn-id-container="request-6a6b853a-0794-83ec-b3f9-2d4bbfd6dfde-40" data-testid="conversation-turn-84" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-8 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" data-conversation-screenshot-content="">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" tabindex="0" data-message-author-role="assistant" data-message-id="a4fba21c-ac4a-44b5-a908-cc7ad285f99d" data-message-model-slug="gpt-5-5" data-turn-start-message="true">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full dark markdown-new-styling">
<p data-start="110" data-end="594"><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; Jakarta</strong> – Sekretariat Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (Setjen MPR RI) kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Komitmen tersebut ditandai dengan keberhasilan mempertahankan opini <strong data-start="402" data-end="436">Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)</strong> setelah menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (LKKL) Tahun Anggaran 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.</p>
<p data-start="596" data-end="819">Penyerahan LHP berlangsung di Auditorium Gedung Tower Lantai 2 Kantor BPK RI, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026), dalam acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara (Ditjen PKN) VIII BPK RI.</p>
<p data-start="821" data-end="1171">Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BPK RI Dr. Isma Yatun, Wakil Ketua BPK RI Dr. Budi Prijono, serta pimpinan dan perwakilan sejumlah kementerian dan lembaga negara, di antaranya MPR RI, DPR RI, DPD RI, Kementerian Pertahanan, Badan Gizi Nasional (BGN), Badan Intelijen Negara (BIN), serta jajaran TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.</p>
<p data-start="1173" data-end="1425">Mewakili Setjen MPR RI, Deputi Bidang Administrasi Setjen MPR RI, Heri Herawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bekerja keras dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangan negara sehingga opini WTP kembali berhasil dipertahankan.</p>
<p data-start="1427" data-end="1640">Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh unit kerja dan satuan kerja (satker) yang telah menjalankan program sesuai ketentuan serta menyusun laporan keuangan secara tertib dan akuntabel.</p>
<p data-start="1642" data-end="2161">&#8220;Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh unit Eselon II dan Satuan Kerja (Satker) yang telah melaksanakan berbagai kegiatan sesuai dengan ketentuan serta menyusun laporan keuangan secara baik. Terutama kepada Kepala Unit Kerja dan para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang telah bersama-sama bekerja di bawah kepemimpinan Ibu Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, sehingga seluruh proses berjalan dengan baik dan kita kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),&#8221; ujar Heri.</p>
<p data-start="2163" data-end="2438">Ia menambahkan, keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari peran Inspektorat Setjen MPR RI sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang secara konsisten melakukan pengawasan, pendampingan, serta pembinaan kepada seluruh satuan kerja dalam pengelolaan anggaran.</p>
<p data-start="2485" data-end="2774">Heri menilai prosesi penyerahan LHP tahun anggaran 2025 memiliki nuansa yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, pimpinan BPK RI memberikan apresiasi kepada kementerian dan lembaga yang tetap mampu menjaga kualitas laporan keuangan meski menghadapi berbagai tantangan.</p>
<p data-start="2776" data-end="2941">Ia menyebut arahan dari Ketua dan Wakil Ketua BPK RI menjadi motivasi bagi seluruh instansi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan negara.</p>
<p data-start="2943" data-end="3359">&#8220;Penyampaian arahan dari Ketua dan Wakil Ketua BPK RI tahun ini terasa berbeda. Beliau memberikan apresiasi kepada seluruh kementerian/lembaga beserta entitas di bawahnya yang mampu menunjukkan komitmen kuat dalam menyusun laporan keuangan. Hal ini menjadi bukti bahwa demi menjaga kehormatan bangsa dan negara, seluruh instansi mampu mengesampingkan berbagai kendala dan tetap menunjukkan kinerja terbaik,&#8221; katanya.</p>
<p data-start="3403" data-end="3663">Meski kembali meraih opini WTP, Setjen MPR RI menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti pada pencapaian tersebut. Heri mengatakan seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan BPK akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya memperkuat prinsip <em data-start="3645" data-end="3662">good governance</em>.</p>
<p data-start="3665" data-end="3990">Koordinasi antara seluruh unit kerja dengan Inspektorat Setjen MPR RI akan terus diperkuat guna mempercepat penyelesaian tindak lanjut atas setiap rekomendasi hasil pemeriksaan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari budaya pengawasan yang bersifat preventif sekaligus mendorong perbaikan tata kelola secara berkelanjutan.</p>
<p data-start="3992" data-end="4339">&#8220;MPR RI akan terus memberikan perhatian serius terhadap penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan. Dalam laporan keuangan masih terdapat beberapa rekomendasi yang harus diselesaikan. Karena itu, kami berkomitmen untuk menuntaskan seluruh tindak lanjut atas temuan Tahun Anggaran 2025 maupun tahun-tahun sebelumnya secara tepat waktu,&#8221; tegasnya.</p>
<p data-start="4383" data-end="4589">Di akhir keterangannya, Heri mengajak seluruh jajaran Setjen MPR RI untuk terus menjaga kualitas pengelolaan keuangan negara sesuai standar akuntansi pemerintahan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p data-start="4591" data-end="4781">Menurutnya, mempertahankan opini WTP bukan hanya menjadi target administratif, tetapi juga wujud tanggung jawab dalam mengelola keuangan negara secara profesional, transparan, dan akuntabel.</p>
<p data-start="4783" data-end="5139" data-is-last-node="" data-is-only-node="">&#8220;BPK memiliki standar bahwa laporan keuangan yang baik adalah laporan yang disusun sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan standar akuntansi pemerintahan. Komitmen ini harus terus kita jaga agar kualitas tata kelola keuangan tetap terpelihara dan opini Wajar Tanpa Pengecualian dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang,&#8221; pungkas Heri/(Dhil)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/setjen-mpr-ri-pertahankan-opini-wtp-tegaskan-komitmen-transparansi-dan-akuntabilitas-pengelolaan-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membebaskan sektor Riil dari Tekanan Merawat Independensi Bank Central</title>
		<link>https://koranindopos.com/membebaskan-sektor-riil-dari-tekanan-merawat-independensi-bank-central/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/membebaskan-sektor-riil-dari-tekanan-merawat-independensi-bank-central/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hairul]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2026 15:18:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[bamsoet]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=124608</guid>

					<description><![CDATA[Catatan Politik Bamsoet Bambang Soesatyo, Anggota DPR RI/Ketua MPR RI ke-15/Ketua DPR RI ke-20/Ketua komisi III DPR RI ke-7/Dosen Pascasarjana (S3) Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya dan Universitas Pertahanan (Unhan) Koranindopos.com &#8211; MENGGANGGU independensi Bank Indonesia (BI) yang terukur dan mengedepankan kepentingan bangsa negara sama artinya mengeskalasi persoalan ekonomi negara. Sektor riil yang sedang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Catatan Politik Bamsoet</strong></p>
<p>Bambang Soesatyo,<br />
Anggota DPR RI/Ketua MPR RI<br />
ke-15/Ketua DPR RI ke-20/Ketua komisi III DPR RI ke-7/Dosen Pascasarjana (S3) Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya dan Universitas Pertahanan (Unhan)</p>
<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a></strong> &#8211; MENGGANGGU independensi Bank Indonesia (BI) yang terukur dan mengedepankan kepentingan bangsa negara sama artinya mengeskalasi persoalan ekonomi negara. Sektor riil yang sedang menghadapi tekanan teramat berat juga butuh perhatian ekstra. Karena itu, jangan menambah persoalan dengan mengganggu independensi BI. Biarkan BI fokus mengendalikan nilai tukar rupiah dan laju inflasi, sementara Kementerian Keuangan dan para pihak terkait hendaknya fokus membenahi kebijakan fiskal, serta merumuskan kebijakan yang solutif untuk memulihkan kinerja sektor riil dan UMKM.</p>
<p>Ketika sektor riil dalam negeri belum menemukan jalan untuk keluar dari tekanan seperti sekarang, mengganggu independensi sektor moneter yang terukur hanya menambah persoalan. Dinamika sektor riil hari-hari ini diwarnai dengan kebangkrutan banyak perusahaan manufaktur maupun UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah). Konsekuensi dari rentetan kebangkrutan itu adalah keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berkelanjutan. Gelembung pengangguran terus membesar.</p>
<p>Sedangkan sektor moneter harus menghadapi gejolak nilai tukar rupiah terhadap sejumlah valuta utama dunia, khususnya dolar AS. Nilai tukar rupiah di kisaran 18.000 per dolar AS di pekan terakhir Juli 2026, sedangkan laju inflasi per Juni 2026 tercatat 3,34 persen. Cadangan devisa di BI, per Mei 2026, tercatat 144,9 miliar dolar AS. Jumlah ini menjelaskan bahwa cadangan devisa nasional sudah terkuras 10,3 miliar dolar AS, baik untuk intervensi pasar demi stabilisasi nilai rupiah, maupun pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri.</p>
<p>Tak hanya mengelola kerentanan nilai tukar rupiah, sektor moneter juga fokus mengendalikan inflasi, merawat stabilitas makro melalui pengaturan jumlah uang beredar dan mengelola suku bunga acuan (BI rate) yang selalu berkonsekuensi pada turun-naiknya daya beli masyarakat.</p>
<p>Sementara itu, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Juni 2026 sebesar Rp 196,5 triliun pun menjadi bukti sektor fiskal tak luput dari masalah. Defisit APBN tahun berjalan dikhawatirkan terus melebar jika manajemen pembiayaan program-program prioritas –seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)&#8211; tidak segera dibenahi. Alokasi anggaran untuk kedua program ini mencapai ratusan triliun rupiah. Dan, sudah terbukti bahwa realisasi kedua program itu diwarnai dengan penggunaan anggaran yang jauh dari prinsip efisiensi dan efektivitas. Dan itu harus segera dibenahi.</p>
<p>Itulah permasalahan yang nyata-nyata mengemuka saat ini di sektor moneter maupun fiskal. Idealnya, di tengah ketidakpastian global yang berkelanjutan seperti sekarang ini, BI dan institusi lain yang menaungi wilayah fiskal fokus pada tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing. Kelaziman dan dinamika seperti itu rupanya tidak berproses sebagaimana seharusnya. Lalu, BI pun membuat kejutan. Pada 27 Juli 2026, Perry Warjiyo menyatakan mundur dari jabatan selaku Gubernur Bank Indonesia. Pengunduran diri dari jabatan itu dituangkan dalam sepucuk surat yang dikirimkan kepada Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>Sambil menunggu terpilihnya Gubernur BI yang baru &#8212; dan sesuai ketentuan yang berlaku&#8211; kepemimpinan BI dilanjutkan oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti. Wajar jika apa yang terjadi di BI menjadi perhatian publik. Sambil menunggu terpilihnya gubernur BI yang baru, pertanyaan pun bermunculan, utamanya tentang apa yang melatarbelakangi mundurnya Perry. Publik hanya diberitahu bahwa Perry mundur sukarela karena alasan pribadi.</p>
<p>Dimamika sektor moneter dengan sektor fiskal mulai terlihat ketika Kementerian Keuangan berinisiatif menarik sebagian dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari BI sebesar Rp 400 triliun dalam beberapa tahap. Dana itu ditempatkan pada Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) seperti Bank Mandiri, BRI, BNI serta Bank DKI. Tujuannya, memperkuat likuiditas perbankan. Kendati hak kementerian keuangan untuk menarik SAL dari BI, namun pertanyaan timbul ketika terjadi pelambatan pada penggunaan atau penempatan dana di sistem perbankan dengan tujuan penguatan likuiditas demi pertumbuhan kredit.</p>
<p>Sejauh yang dipahami, pengaturan likuiditas dan jumlah uang beredar adalah wewenang atau area kerja bank sentral, dalam hal ini BI. Namun, penguatan likuiditas perbankan saat itu justru diinisiasi oleh Kementerian Keuangan. Sempat terjadi tarik ulur. Penempatan dana SAL di Himbara itu sempat ditarik dan dikembalikan ke BI, tetapi kementerian keuangan menarik lagi SAL itu dan ditempatkan di Himbara.</p>
<p>Niat pemerintah memperkuat likuiditas perbankan demi pertumbuhan kredit ke sektor bisnis patut diapresiasi. Sayangnya, kemampuan sektor bisnis atau sektor riil menyerap tawaran kredit dari perbankan saat itu sedang lemah. Pada periode penguatan likuiditas di Himbara itu, dunia usaha juga sedang dibanjiri penawaran kredit bank-bank di luar Himbara, termasuk penawaran kredit dari institusi keuangan non-bank. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa total utang masyarakat Indonesia dari pinjaman online sudah mencapai Rp 103,73 triliun pada Mei 2026.</p>
<p>Kendati tertarik, tawaran kredit dari perbankan, termasuk dari Himbara, banyak ditolak karena masyarakat tidak tahu pinjaman dari dari bank itu akan digunakan untuk apa. Adalah fakta bahwa dunia usaha dalam negeri sedang dihadapkan pada permintaan pasar yang nyaris sangat lemah, akibat menurunnya daya beli masyarakat. Apalagi, pada saat yang sama, para calon debitur menyaksikan atau menyimak kebangkrutan sejumlah perusahaan skala besar maupun skala kecil, termasuk gelombang PHK yang berkelanjutan.</p>
<p>Penguatan likuiditas perbankan untuk mendorong pertumbuhan kredit ke sektor bisnis memang penting. Namun, penguatan likuiditas perbankan tetap tidak produktif jika membiarkan sektor riil dalam negeri mati suri seperti sekarang. Selain penguatan likuiditas perbankan, tak kalah pentingnya adalah upaya yang lebih sungguh-sungguh memulihkan kinerja sektor riil. Patut untuk disadari bahwa sektor riil dalam negeri saat ini menghadapi tekanan beruntun. Lonjakan harga energi saat ini menyebabkan tingginya biaya produksi. Gelembung pengangguran menyebabkan permintaan pasar terus melemah. Belum lagi faktor tingginya suku bunga pinjaman.</p>
<p>Faktor lain yang ikut melemahkan kinerja sektor riil dalam negeri adalah penyelundupan produk-produk manufaktur yang terlihat semakin masif. Penyelundupan produk manufaktur ke pasar Indonesia bukan lagi ancaman, tetapi sudah menjadi faktor yang menghancurkan industri dalam negeri, termasuk bangkrutnya jutaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).</p>
<p>Komoditas manufaktur yang paling banyak diselundupkan ke pasar dalam negeri meliputi produk tekstil dan garmen, produk elektronik, mainan anak serta kosmetik. Industri dalam negeri dan UMKM tak mampu bertahan karena banjir penyelundupan pakaian bekas dan garmen ilegal itu dijual dengan harga dumping di pasar dalam negeri, jauh di bawah biaya produksi lokal. Fenomena ini menjadi penyebab bangkrutnya konveksi lokal dan PHK.</p>
<p>Maka, selain penguatan likuiditas perbankan, sektor riil dalam negeri yang mati suri saat ini juga butuh perhatian ekstra. Pemulihan kinerja sektor riil patut diupayakan secara berkelanjutan, komprehensif dan koordinasi lintas sektor. Ketika pemulihan sektor riil terwujud, penawaran kredit dari perbankan akan terserap.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/membebaskan-sektor-riil-dari-tekanan-merawat-independensi-bank-central/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Ada Hasil Instan, SMAN 3 Painan Raih Juara LCC Empat Pilar MPR RI Sumatera Barat dan Lolos ke Tingkat Nasional</title>
		<link>https://koranindopos.com/tak-ada-hasil-instan-sman-3-painan-raih-juara-lcc-empat-pilar-mpr-ri-sumatera-barat-dan-lolos-ke-tingkat-nasional/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/tak-ada-hasil-instan-sman-3-painan-raih-juara-lcc-empat-pilar-mpr-ri-sumatera-barat-dan-lolos-ke-tingkat-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2026 09:28:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[lcc empat pilar]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[sman 3 painan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=124576</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA – Kesabaran, kerja keras, dan proses evaluasi yang dilakukan secara konsisten akhirnya mengantarkan SMA Negeri 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, meraih prestasi membanggakan. Sekolah tersebut berhasil keluar sebagai Juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Sumatera Barat, sekaligus memastikan tiket menuju Final Nasional yang akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot">
<div class="" data-turn-id-container="request-6a6b853a-0794-83ec-b3f9-2d4bbfd6dfde-24" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-6a6b853a-0794-83ec-b3f9-2d4bbfd6dfde-24" data-turn-id-container="request-6a6b853a-0794-83ec-b3f9-2d4bbfd6dfde-24" data-testid="conversation-turn-52" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-8 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" data-conversation-screenshot-content="">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" tabindex="0" data-message-author-role="assistant" data-message-id="68a01c59-ed57-4c62-a9d2-6bc8e65a5678" data-message-model-slug="gpt-5-5" data-turn-start-message="true">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full dark markdown-new-styling">
<p data-start="118" data-end="588"><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a></strong> &#8211; <strong>JAKARTA</strong> – Kesabaran, kerja keras, dan proses evaluasi yang dilakukan secara konsisten akhirnya mengantarkan <strong data-start="229" data-end="279">SMA Negeri 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan</strong>, meraih prestasi membanggakan. Sekolah tersebut berhasil keluar sebagai <strong data-start="352" data-end="451">Juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Sumatera Barat</strong>, sekaligus memastikan tiket menuju Final Nasional yang akan digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada <strong data-start="565" data-end="587">23–28 Agustus 2026</strong>.</p>
<p data-start="590" data-end="858">Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa tidak ada hasil yang diraih secara instan. Setelah memperbaiki berbagai kekurangan dari kompetisi tahun sebelumnya, SMAN 3 Painan akhirnya sukses menjadi wakil Sumatera Barat untuk bersaing dengan para juara dari seluruh Indonesia.</p>
<p data-start="892" data-end="1121">Babak final berlangsung sengit dengan mempertemukan tiga sekolah terbaik di Sumatera Barat. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, <strong data-start="1024" data-end="1053">Grup B dari SMAN 3 Painan</strong> berhasil mengumpulkan <strong data-start="1076" data-end="1087">80 poin</strong> dan keluar sebagai juara pertama.</p>
<p data-start="1123" data-end="1308">Posisi kedua diraih <strong data-start="1143" data-end="1179">SMA IT Insan Cendekia Payakumbuh</strong> (Grup C) dengan <strong data-start="1196" data-end="1207">75 poin</strong>, sementara <strong data-start="1219" data-end="1236">SMAN 1 Padang</strong> (Grup A) harus puas di peringkat ketiga setelah mengoleksi <strong data-start="1296" data-end="1307">65 poin</strong>.</p>
<p data-start="1310" data-end="1655">Penilaian dilakukan secara objektif oleh tiga dewan juri yang terdiri dari <strong data-start="1385" data-end="1423">Dr. Wachid Nugroho, S.I.P., M.I.P.</strong> selaku Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI, <strong data-start="1514" data-end="1533">Muspardi, M.Pd.</strong> dari Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, serta <strong data-start="1596" data-end="1623">Dr. Monica Tiara, M.Pd.</strong> dari Universitas Negeri Padang.</p>
<p data-start="1724" data-end="1883">Salah satu dewan juri, <strong data-start="1747" data-end="1769">Dr. Wachid Nugroho</strong>, mengapresiasi semangat para peserta yang telah mengikuti kompetisi mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi.</p>
<p data-start="1885" data-end="2039">Menurutnya, penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR RI setiap tahun selalu menghadirkan kisah perjuangan yang menginspirasi dari berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p data-start="2041" data-end="2387">&#8220;Banyak cerita yang kami temui selama pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026. Ada peserta di wilayah perbatasan yang harus menempuh perjalanan lima jam menuju ibu kota kabupaten untuk mengikuti seleksi. Bahkan di Kepulauan Riau ada peserta yang harus berlayar selama tiga hari tiga malam untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-start="2389" data-end="2531">Ia menegaskan bahwa MPR RI terus berupaya memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh pelajar Indonesia untuk mengikuti kompetisi tersebut.</p>
<p data-start="2533" data-end="2821">&#8220;Ikhtiar MPR RI adalah memberikan kesempatan dan keadilan bagi seluruh siswa SMA di Indonesia agar dapat mengikuti LCC Empat Pilar MPR RI dengan akses dan fasilitas yang semakin merata. Mudah-mudahan pada tahun-tahun mendatang kesempatan itu dapat dirasakan oleh seluruh daerah,&#8221; katanya.</p>
<p data-start="2823" data-end="3032">Wachid juga mengapresiasi kualitas peserta asal Sumatera Barat yang dinilai tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI dalam menjawab berbagai persoalan.</p>
<p data-start="3034" data-end="3303">&#8220;Di babak final, soal dirancang untuk menguji kemampuan bernalar dan mengimplementasikan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI, bukan sekadar menghafal. Saya bangga karena peserta dari Sumatera Barat mampu mengartikulasikan nilai-nilai tersebut dengan sangat baik,&#8221; ungkapnya.</p>
<p data-start="3343" data-end="3531">Guru pendamping SMAN 3 Painan, <strong data-start="3374" data-end="3403">Rini Ludia Fathira, S.Pd.</strong>, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses panjang yang dipenuhi latihan intensif dan evaluasi berkelanjutan.</p>
<p data-start="3533" data-end="3763">&#8220;Kata yang paling tepat menggambarkan proses ini adalah kesabaran dan perjuangan. Tidak ada hasil yang instan. Kami melatih siswa agar mampu menjawab dengan cepat sekaligus tepat, karena itulah kunci dalam kompetisi ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-start="3765" data-end="3883">Menurut Rini, keberhasilan tim tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga kekompakan seluruh anggota.</p>
<p data-start="3885" data-end="4098">&#8220;Ini bukan tentang siapa yang paling pintar, tetapi bagaimana kemampuan setiap anggota dapat dipadukan menjadi kekuatan tim. Kerja sama, optimisme, rasa percaya diri, dan fokus menjadi modal utama kami,&#8221; jelasnya.</p>
<p data-start="4100" data-end="4287">Ia juga mengungkapkan bahwa prestasi tahun ini merupakan hasil evaluasi dari capaian sebelumnya. Pada LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2025, SMAN 3 Painan hanya mampu finis di posisi keempat.</p>
<p data-start="4289" data-end="4521">&#8220;Tahun lalu kami belajar dari berbagai kekurangan. Kami melakukan evaluasi dan memperbaiki banyak hal. Alhamdulillah, usaha tersebut membuahkan hasil. Tahun ini kami dipercaya mewakili Sumatera Barat pada tingkat nasional,&#8221; katanya.</p>
<p data-start="4558" data-end="4726">Perwakilan tim SMAN 3 Painan, <strong data-start="4588" data-end="4615">Muhammad Alfarish Tamel</strong>, mengaku pengalaman mengikuti kompetisi tahun sebelumnya menjadi bekal penting dalam menghadapi LCC tahun ini.</p>
<p data-start="4728" data-end="4956">&#8220;Ini bukan pengalaman pertama kami mengikuti LCC Empat Pilar MPR RI. Dari tim tahun lalu masih ada dua orang yang bertahan sehingga pengalaman tersebut menjadi bekal bagi kami dalam mempersiapkan tim yang lebih matang,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-start="4958" data-end="5088">Tim menjalani latihan intensif selama dua pekan sebelum perlombaan dengan pendampingan khusus dari pelatih yang disiapkan sekolah.</p>
<p data-start="5090" data-end="5242">Meski harus membagi waktu antara latihan dan kegiatan akademik di lingkungan boarding school, seluruh anggota tetap berkomitmen memberikan yang terbaik.</p>
<p data-start="5244" data-end="5517">&#8220;Tantangan terbesar kami adalah membagi waktu karena kami berada di lingkungan boarding school. Kami beberapa kali harus berlatih saat jam pelajaran sehingga ada materi yang harus kami kejar kembali. Namun kami bersyukur seluruh perjuangan itu akhirnya terbayar,&#8221; tuturnya.</p>
<p data-start="5568" data-end="5726">Menghadapi Final Nasional di Jakarta, Alfarish memastikan timnya akan meningkatkan intensitas latihan serta memperdalam pemahaman mengenai Empat Pilar MPR RI.</p>
<p data-start="5728" data-end="5959">&#8220;Kami akan terus memperluas wawasan mengenai Empat Pilar MPR RI, memperkuat penguasaan materi, meningkatkan kerja sama tim, serta mengikuti arahan pelatih agar dapat memberikan hasil terbaik bagi Provinsi Sumatera Barat,&#8221; tegasnya.</p>
<p data-start="5961" data-end="6263">Selain menetapkan para juara, panitia juga memberikan penghargaan <strong data-start="6027" data-end="6046">Yel-Yel Terbaik</strong> kepada peserta pada setiap sesi penyisihan. Penghargaan tersebut diraih <strong data-start="6119" data-end="6135">SMAN 1 Solok</strong> pada Penyisihan I, <strong data-start="6155" data-end="6177">SMAN 2 Bukittinggi</strong> pada Penyisihan II, serta <strong data-start="6204" data-end="6242">MAN Insan Cendekia Padang Pariaman</strong> pada Penyisihan III.</p>
<p data-start="6265" data-end="6479" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas, kekompakan, dan semangat sportivitas para peserta yang turut memeriahkan penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Sumatera Barat.(dhil)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/tak-ada-hasil-instan-sman-3-painan-raih-juara-lcc-empat-pilar-mpr-ri-sumatera-barat-dan-lolos-ke-tingkat-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bangkit dari Kegagalan, SMAN 2 Nabire Juarai LCC Empat Pilar MPR RI Papua Tengah dan Melaju ke Final Nasional</title>
		<link>https://koranindopos.com/bangkit-dari-kegagalan-sman-2-nabire-juarai-lcc-empat-pilar-mpr-ri-papua-tengah-dan-melaju-ke-final-nasional/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/bangkit-dari-kegagalan-sman-2-nabire-juarai-lcc-empat-pilar-mpr-ri-papua-tengah-dan-melaju-ke-final-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2026 09:23:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[lcc empat pilar]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[sman 2 nabire]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=124572</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA – Perjuangan yang tak kenal menyerah akhirnya membuahkan hasil. Setelah gagal meraih gelar pada penyelenggaraan tahun lalu, SMA Negeri 2 Nabire sukses bangkit dan keluar sebagai juara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Papua Tengah. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan sekolah tersebut menjadi wakil Papua Tengah pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot">
<div class="" data-turn-id-container="request-6a6b853a-0794-83ec-b3f9-2d4bbfd6dfde-23" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-6a6b853a-0794-83ec-b3f9-2d4bbfd6dfde-23" data-turn-id-container="request-6a6b853a-0794-83ec-b3f9-2d4bbfd6dfde-23" data-testid="conversation-turn-50" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-8 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" data-conversation-screenshot-content="">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" tabindex="0" data-message-author-role="assistant" data-message-id="3aae2a7c-f7fc-40b7-90c8-2ff0ef5375cb" data-message-model-slug="gpt-5-5" data-turn-start-message="true">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full dark markdown-new-styling">
<p data-start="113" data-end="619"><strong><a href="http://Koranaindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a></strong> &#8211; <strong>JAKARTA</strong> – Perjuangan yang tak kenal menyerah akhirnya membuahkan hasil. Setelah gagal meraih gelar pada penyelenggaraan tahun lalu, <strong data-start="248" data-end="271">SMA Negeri 2 Nabire</strong> sukses bangkit dan keluar sebagai juara <strong data-start="312" data-end="401">Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Papua Tengah</strong>. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan sekolah tersebut menjadi wakil Papua Tengah pada <strong data-start="490" data-end="531">Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI</strong> yang akan berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pertengahan Agustus 2026.</p>
<p data-start="621" data-end="1049">Kompetisi yang digelar di Aula Gereja Katolik KSK, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Sabtu (1/8/2026), mempertemukan sembilan sekolah terbaik hasil seleksi tingkat kabupaten/kota di Provinsi Papua Tengah. Para peserta bersaing menunjukkan pemahaman mengenai Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.</p>
<p data-start="1051" data-end="1344">Kesembilan sekolah yang berlaga adalah <strong data-start="1090" data-end="1317">SMAN 2 Nabire, SMAN 1 Nabire, SMAN 1 Plus KPG Nabire, SMA Kristen Anak Panah Nabire, SMKN 1 Agribisnis dan Agro Teknologi Nabire, SMKS Kristen Anak Panah Tik Nabire, SMKN 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire, SMA YPPK Adhi Luhur</strong>, serta <strong data-start="1325" data-end="1343">SMAN 1 Wanggar</strong>.</p>
<p data-start="1389" data-end="1630">Kompetisi berlangsung ketat sejak babak penyisihan hingga semifinal. Setiap regu harus menjawab berbagai pertanyaan mengenai wawasan kebangsaan, konstitusi, hingga nilai-nilai persatuan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.</p>
<p data-start="1632" data-end="1812">Memasuki babak final, tiga sekolah terbaik berhasil mengamankan tiket ke fase penentuan, yakni <strong data-start="1727" data-end="1811">SMAN 2 Nabire (Grup A), SMAN 1 Nabire (Grup B), dan SMA YPPK Adhi Luhur (Grup C)</strong>.</p>
<p data-start="1814" data-end="2053">Ketegangan semakin terasa ketika memasuki babak rebutan. Para peserta dituntut berpikir cepat dan tepat dalam menjawab setiap soal, sementara para pendukung yang memenuhi arena perlombaan terus memberikan semangat kepada tim masing-masing.</p>
<p data-start="2055" data-end="2325">Setelah seluruh rangkaian soal selesai, <strong data-start="2095" data-end="2112">SMAN 2 Nabire</strong> berhasil mengumpulkan <strong data-start="2135" data-end="2147">125 poin</strong> dan dinobatkan sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih <strong data-start="2206" data-end="2229">SMA YPPK Adhi Luhur</strong> dengan <strong data-start="2237" data-end="2249">110 poin</strong>, sedangkan <strong data-start="2261" data-end="2278">SMAN 1 Nabire</strong> menempati peringkat ketiga dengan <strong data-start="2313" data-end="2324">85 poin</strong>.</p>
<p data-start="2327" data-end="2730">&#8220;Dengan demikian, Regu A dari SMA Negeri 2 Nabire keluar sebagai pemenang pada babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Papua Tengah. Selamat kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya,&#8221; ujar Dewan Juri Daerah sekaligus Kepala Seksi Pendidikan Akademi Komunitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, <strong data-start="2695" data-end="2730">Ebit Rusali, S.Pd., M.Pd., M.M.</strong></p>
<p data-start="2771" data-end="3024">Meski belum berhasil menjadi juara, para finalis tetap menunjukkan sikap sportif. Perwakilan <strong data-start="2864" data-end="2881">SMAN 1 Nabire</strong> mengaku bersyukur dapat mengikuti kompetisi tersebut karena memberikan pengalaman sekaligus memperdalam pemahaman mengenai Empat Pilar MPR RI.</p>
<p data-start="3026" data-end="3378">&#8220;Kami mengucapkan terima kasih kepada MPR RI yang telah menyelenggarakan lomba ini sehingga kami dapat menambah wawasan mengenai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kami mohon maaf kepada seluruh pendukung karena belum mampu memberikan hasil terbaik. Namun kami percaya, apa yang sudah tertakar tidak akan tertukar,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-start="3380" data-end="3579">Hal serupa juga disampaikan perwakilan <strong data-start="3419" data-end="3442">SMA YPPK Adhi Luhur</strong>. Menurutnya, keberhasilan melangkah hingga babak final merupakan pengalaman berharga yang akan menjadi bekal untuk kompetisi berikutnya.</p>
<p data-start="3581" data-end="3825">&#8220;Kami bersyukur dapat berdiri hingga di titik ini. Terima kasih kepada panitia, guru pendamping, dan seluruh peserta. Menang dan kalah hanyalah hasil akhir, tetapi semangat belajar dan pengalaman yang kami peroleh jauh lebih berharga,&#8221; katanya.</p>
<p data-start="3864" data-end="4011">Keberhasilan SMAN 2 Nabire menjadi juara merupakan buah dari perjuangan panjang yang dimulai sejak kegagalan pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.</p>
<p data-start="4013" data-end="4195">Guru pendamping <strong data-start="4029" data-end="4064">Risiputri Budi Nuradelia, S.Pd.</strong>, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian para siswa yang berhasil mewujudkan impian membawa Papua Tengah ke tingkat nasional.</p>
<p data-start="4197" data-end="4489">&#8220;Tahun lalu kami belum berhasil meraih juara. Namun tahun ini anak-anak tampil luar biasa. Mereka bekerja keras demi mewujudkan impian dapat mewakili Papua Tengah ke tingkat nasional di Jakarta. Bagi kami yang berada di Papua, kesempatan itu merupakan kebanggaan yang sangat besar,&#8221; tuturnya.</p>
<p data-start="4491" data-end="4683">Ia mengakui bahwa proses persiapan tidak berjalan mudah. Di tengah padatnya aktivitas mengajar, ia bersama guru pendamping lainnya tetap meluangkan waktu untuk mendampingi latihan setiap sore.</p>
<p data-start="4685" data-end="4965">&#8220;Sebagai guru yang juga seorang ibu dari dua balita, saya bahkan beberapa kali membawa anak-anak ke sekolah agar tetap dapat mendampingi latihan. Bersama Ibu Rani, kami mendampingi mereka hingga sore hari karena melihat semangat belajar yang luar biasa dari anak-anak,&#8221; ungkapnya.</p>
<p data-start="4967" data-end="5153">Selain keterbatasan waktu, tantangan lain datang dari kondisi geografis serta minimnya fasilitas pendukung. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para siswa untuk terus berlatih.</p>
<p data-start="5197" data-end="5333">Menghadapi Final Nasional di Jakarta, SMAN 2 Nabire akan meningkatkan intensitas latihan menjadi setiap hari setelah jam pelajaran usai.</p>
<p data-start="5335" data-end="5439">Risiputri optimistis anak didiknya mampu bersaing dengan para juara dari berbagai provinsi di Indonesia.</p>
<p data-start="5441" data-end="5723">&#8220;Saya sangat optimistis. Tahun lalu kami hanya menjadi penonton setelah gagal di babak penyisihan. Hari ini kami membuktikan bahwa kami mampu menjadi juara tingkat provinsi. Kami akan bekerja lebih keras lagi agar dapat mengharumkan nama Papua Tengah di tingkat nasional,&#8221; tegasnya.</p>
<p data-start="5725" data-end="5880">Sementara itu, salah satu anggota tim, <strong data-start="5764" data-end="5792">Lionel Alexander Woraday</strong>, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju gelar juara dipenuhi perjuangan dan pengorbanan.</p>
<p data-start="5882" data-end="6125">&#8220;Ada masa ketika kami merasa sangat lelah karena harus belajar secara intensif. Kami bahkan beberapa kali mendapatkan dispensasi dari sekolah agar dapat memperbanyak waktu latihan. Semua itu kami jalani demi memberikan hasil terbaik,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-start="6127" data-end="6201">Kini Lionel dan rekan-rekannya menatap babak final dengan penuh keyakinan.</p>
<p data-start="6203" data-end="6422">&#8220;Kalau hari ini kami membawa nama sekolah, keluarga, dan Kabupaten Nabire, maka di tingkat nasional kami membawa nama Provinsi Papua Tengah. Karena itu kami akan mempersiapkan diri jauh lebih maksimal lagi,&#8221; pungkasnya.</p>
<p data-start="6424" data-end="6724">LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Papua Tengah sebelumnya dibuka oleh Anggota MPR RI Kelompok DPD Daerah Pemilihan Papua Tengah, <strong data-start="6559" data-end="6595">Eka Kristina Yeimo, S.Pd., M.Si.</strong> Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah serta Sekretariat Jenderal MPR RI.</p>
<p data-start="6726" data-end="6978" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Penilaian lomba dilakukan secara objektif oleh tiga dewan juri yang berasal dari unsur biro hukum pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, sehingga seluruh tahapan kompetisi berlangsung transparan dan menjunjung tinggi sportivitas.(dhil)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/bangkit-dari-kegagalan-sman-2-nabire-juarai-lcc-empat-pilar-mpr-ri-papua-tengah-dan-melaju-ke-final-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Eddy Soeparno: Pembangunan Tak Boleh Mengorbankan Pohon dan Ruang Terbuka Hijau</title>
		<link>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-pembangunan-tak-boleh-mengorbankan-pohon-dan-ruang-terbuka-hijau/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-pembangunan-tak-boleh-mengorbankan-pohon-dan-ruang-terbuka-hijau/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hairul]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2026 11:03:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=124680</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, mengecam penebangan sedikitnya sepuluh pohon berukuran besar di kawasan perempatan Jalan RE Martadinata dan Jalan Cihapit, Kota Bandung. Penebangan yang terjadi di depan sebuah lapangan padel dan kafe itu dinilai bertentangan dengan upaya pelestarian lingkungan hidup serta mengancam kualitas udara di kawasan perkotaan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1></h1>
<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a>, JAKARTA</strong> – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, mengecam penebangan sedikitnya sepuluh pohon berukuran besar di kawasan perempatan Jalan RE Martadinata dan Jalan Cihapit, Kota Bandung. Penebangan yang terjadi di depan sebuah lapangan padel dan kafe itu dinilai bertentangan dengan upaya pelestarian lingkungan hidup serta mengancam kualitas udara di kawasan perkotaan.</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan Eddy saat menghadiri <strong>Indonesia Net-Zero Summit 2026</strong> di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (1/8). Ia menegaskan bahwa pohon-pohon yang telah tumbuh puluhan tahun memiliki fungsi ekologis yang sangat penting dan tidak dapat digantikan hanya dengan penanaman bibit baru.</p>
<p>Menurut Eddy, pohon besar berperan sebagai penyerap emisi karbon, penghasil oksigen, peneduh kawasan perkotaan, pengendali limpasan air hujan, sekaligus benteng alami dalam menghadapi peningkatan suhu akibat perubahan iklim.</p>
<p>&#8220;Di tengah tantangan polusi udara, suhu perkotaan yang terus meningkat, dan semakin terbatasnya ruang terbuka hijau, penebangan pohon besar harus menjadi pilihan terakhir. Jangan sampai kepentingan komersial mengorbankan kepentingan publik dan keberlanjutan lingkungan,&#8221; tegas Eddy.</p>
<p>Wakil Ketua Umum PAN itu juga mengingatkan bahwa setiap pembangunan harus sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Karena itu, ia mendukung penuh kebijakan moratorium penebangan pohon yang telah dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.</p>
<p>Menurutnya, kebijakan tersebut harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola ruang terbuka hijau, memperketat pengawasan terhadap izin penebangan pohon, serta memastikan setiap tindakan penebangan memiliki dasar teknis dan pertimbangan ekologis yang dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>&#8220;Saya mendukung penuh moratorium penebangan pohon di Jawa Barat. Kebijakan ini harus menjadi momentum memperbaiki tata kelola ruang hijau, memperketat pengawasan terhadap izin penebangan, dan memastikan setiap pohon yang ditebang benar-benar memenuhi alasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis maupun ekologis,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Eddy juga mendorong Pemerintah Kota Bandung melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap proses penebangan pohon tersebut, mulai dari aspek perizinan, kesesuaian dengan aturan perlindungan pohon, hingga kepatuhan terhadap regulasi lingkungan hidup.</p>
<p>Ia menegaskan, apabila ditemukan adanya pelanggaran prosedur atau penyalahgunaan izin, pemerintah daerah harus bertindak tegas melalui penegakan hukum.</p>
<p>&#8220;Saya mendukung langkah Wali Kota Kang Farhan untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Penegakan hukum yang tegas akan menjadi pesan bahwa setiap pembangunan di Kota Bandung harus menghormati hukum dan mengedepankan keberlanjutan lingkungan,&#8221; katanya.</p>
<p>Eddy, yang juga merupakan Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia dan Anggota Komisi XII DPR RI, menilai memburuknya kualitas udara di berbagai kota besar menjadi pengingat penting bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak pohon dan ruang terbuka hijau.</p>
<p>Menurutnya, keberadaan pohon harus dipandang sebagai bagian dari infrastruktur ekologis yang memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan masyarakat, menyeimbangkan ekosistem, serta menjadi warisan lingkungan bagi generasi mendatang.</p>
<p>&#8220;Pohon adalah infrastruktur ekologis yang melindungi kesehatan masyarakat, menjaga keseimbangan lingkungan, dan menjadi warisan bagi generasi mendatang,&#8221; pungkas Eddy. (hai)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-pembangunan-tak-boleh-mengorbankan-pohon-dan-ruang-terbuka-hijau/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Eddy Soeparno Dorong Perluas Kemitraan Indonesia–China di Bidang Transisi Energi dan Ekonomi Hijau</title>
		<link>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-dorong-perluas-kemitraan-indonesia-china-di-bidang-transisi-energi-dan-ekonomi-hijau/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-dorong-perluas-kemitraan-indonesia-china-di-bidang-transisi-energi-dan-ekonomi-hijau/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hairul]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2026 08:21:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[eddy soeparno]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=124687</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta &#8211; Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan China perlu memasuki babak baru yang tidak hanya bertumpu pada perdagangan dan investasi, tetapi juga diarahkan untuk mempercepat transisi energi, memperkuat ketahanan energi nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hijau. Hal tersebut disampaikan Eddy saat menjadi pembicara dalam Track [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a>, Jakarta</strong> &#8211; Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan China perlu memasuki babak baru yang tidak hanya bertumpu pada perdagangan dan investasi, tetapi juga diarahkan untuk mempercepat transisi energi, memperkuat ketahanan energi nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hijau.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Eddy saat menjadi pembicara dalam Track 1.5 Indonesia–China Dialogue on Cooperation in a Changing Global Order yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).</p>
<p>Forum tersebut turut menghadirkan Founder FPCI Dino Patti Djalal dan Utusan Khusus Pemerintah China Bidang Perubahan Iklim Liu Zhenmin.</p>
<p>Menurut Eddy, perubahan tatanan global akibat ketegangan geopolitik, perubahan iklim, dan transformasi ekonomi dunia menuntut Indonesia membangun kemitraan internasional yang berorientasi pada penciptaan nilai tambah, transfer teknologi, serta penguatan kapasitas industri nasional.</p>
<p>&#8220;Indonesia membutuhkan mitra strategis yang mampu mempercepat transformasi ekonomi rendah karbon. Dalam konteks tersebut, kerja sama dengan China harus diarahkan untuk menghasilkan investasi berkualitas, transfer teknologi, pengembangan industri dalam negeri, serta penciptaan lapangan kerja hijau,&#8221; ujar Eddy.</p>
<p>Eddy menjelaskan bahwa krisis iklim bukan lagi sekedar menjadi isu lingkungan melainkan telah menjadi tantangan pembangunan nasional.</p>
<p>&#8220;Berbagai dampak perubahan iklim mulai dirasakan melalui banjir, kekeringan, kebakaran hutan, hingga terganggunya produktivitas sektor pertanian,&#8221;</p>
<p>&#8220;Situasi ini membutuhkan langkah mitigasi yang jauh lebih progresif melalui transisi energi dan penguatan sektor kehutanan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dalam forum tersebut, Eddy juga menyoroti pengalaman China yang berhasil membangun kepemimpinan global di sektor energi baru dan terbarukan.</p>
<p>Saat ini China menguasai sekitar 90 persen produksi panel surya dunia, 70 persen sistem penyimpanan energi berbasis baterai (_battery energy storage system_), serta 65 persen manufaktur turbin angin, sekaligus menjadi produsen kendaraan listrik terbesar di dunia.</p>
<p>Di sisi lain, China tetap mempertahankan penggunaan energi fosil sebagai bagian dari strategi menjaga keandalan sistem energi selama proses transisi berlangsung.</p>
<p>&#8220;Pengalaman China menunjukkan bahwa transisi energi harus dijalankan secara realistis. Indonesia perlu mempercepat pengembangan energi terbarukan tanpa mengorbankan ketahanan energi, keterjangkauan harga, maupun keandalan pasokan listrik,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sebagai bagian dari strategi tersebut, Eddy menekankan pentingnya perencanaan hingga implementasi Program Pembangunan 100 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai fondasi menuju kemandirian energi nasional.</p>
<p>Program tersebut diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar USD100 miliar, terdiri atas sekitar USD70 miliar dari sektor swasta dan USD30 miliar dari pemerintah, sekaligus menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia melalui integrasi PLTS dan sistem penyimpanan energi berbasis baterai (BESS).</p>
<p>&#8220;Keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kepastian regulasi, percepatan proses pengadaan proyek, kepastian tarif, serta skema pembiayaan yang kompetitif agar mampu menarik investasi berskala besar,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Ia juga menilai kerja sama Indonesia-China telah berkembang secara konkret melalui berbagai proyek strategis, mulai dari pengembangan industri baterai kendaraan listrik, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, penguatan jaringan transmisi, hingga pengolahan sampah menjadi energi.</p>
<p>Menutup paparannya, Eddy menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi hijau dunia. Sebaliknya, Indonesia harus menjadi pusat pertumbuhan industri energi bersih di kawasan dengan memanfaatkan sumber daya alam, potensi energi terbarukan, serta kemitraan strategis bersama negara-negara sahabat.</p>
<p>&#8220;Indonesia memiliki modal yang sangat besar untuk menjadi kekuatan baru energi bersih di Asia. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, kepastian investasi, dan kemitraan strategis yang saling menguntungkan, termasuk dengan China, kita dapat membangun ketahanan energi sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045,&#8221; pungkas Eddy.(hai)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/eddy-soeparno-dorong-perluas-kemitraan-indonesia-china-di-bidang-transisi-energi-dan-ekonomi-hijau/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sarasehan MPR RI: Identitas Tau Samawa Dibentuk oleh Partisipasi Sosial, Bukan Sekadar Keturunan</title>
		<link>https://koranindopos.com/sarasehan-mpr-ri-identitas-tau-samawa-dibentuk-oleh-partisipasi-sosial-bukan-sekadar-keturunan/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/sarasehan-mpr-ri-identitas-tau-samawa-dibentuk-oleh-partisipasi-sosial-bukan-sekadar-keturunan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hairul]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2026 02:01:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=124596</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Sumbawa – Sarasehan Kebudayaan MPR RI bertema “Budaya dan Identitas Tau Samawa” menghadirkan diskusi mendalam mengenai bagaimana identitas masyarakat Sumbawa terbentuk dan dipertahankan di tengah perubahan zaman. Kegiatan yang difasilitasi Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI sekaligus Sekretaris Fraksi PKS MPR RI, H. Johan Rosihan, S.T., M.H., menghadirkan budayawan Iqbal Sanggo dan akademisi Rusli [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a>, Sumbawa</strong> – Sarasehan Kebudayaan MPR RI bertema “Budaya dan Identitas Tau Samawa” menghadirkan diskusi mendalam mengenai bagaimana identitas masyarakat Sumbawa terbentuk dan dipertahankan di tengah perubahan zaman. Kegiatan yang difasilitasi Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI sekaligus Sekretaris Fraksi PKS MPR RI, H. Johan Rosihan, S.T., M.H., menghadirkan budayawan Iqbal Sanggo dan akademisi Rusli Cahyadi, Ph.D. sebagai narasumber.</p>
<p>Dalam paparannya, Rusli Cahyadi menjelaskan bahwa identitas Tau Samawa bukanlah identitas yang bersifat statis ataupun semata-mata diwariskan karena kelahiran. Mengacu pada penelitian antropolog Peter R. Goethals mengenai Desa Rarak di Sumbawa, identitas dipahami sebagai proses sosial yang terus dibangun melalui keterlibatan seseorang dalam kehidupan masyarakat.</p>
<p>Menurut Rusli, penelitian Goethals menemukan sedikitnya dua belas indikator yang menunjukkan seseorang benar-benar menjadi bagian dari komunitas, mulai dari hubungan kekerabatan, kepemilikan tanah, keterlibatan dalam pertanian, aktivitas keagamaan, hingga partisipasi dalam kewajiban sosial seperti ronda, pembayaran pajak, dan keterlibatan dalam kehidupan adat. Keseluruhan unsur tersebut menunjukkan bahwa identitas budaya lahir dari praktik hidup sehari-hari, bukan sekadar status administratif.</p>
<p>Rusli juga mengangkat konsep lokal *“Satama Djiwa dalam Karang.. Nyenan”,* yaitu ungkapan yang menggambarkan seseorang telah “memasukkan jiwanya” ke dalam komunitas. Konsep ini menunjukkan bahwa penerimaan sebagai bagian dari masyarakat diperoleh melalui pengabdian, keterlibatan, dan pengakuan sosial, sehingga identitas budaya merupakan sesuatu yang terus dinegosiasikan dalam kehidupan bersama.</p>
<p>Sementara itu, Seniman Sumbawa Iqbal Sanggo menekankan bahwa kebudayaan Tau Samawa tidak boleh dipandang hanya sebagai peninggalan masa lalu, melainkan sebagai sumber inspirasi untuk membangun masa depan. Menurutnya, nilai gotong royong, penghormatan terhadap adat, religiusitas, dan solidaritas sosial merupakan modal budaya yang harus diwariskan kepada generasi muda agar tetap relevan menghadapi tantangan globalisasi.</p>
<p>Iqbal mengingatkan bahwa modernisasi bukan alasan untuk meninggalkan identitas lokal. Sebaliknya, masyarakat perlu menjadikan kebudayaan sebagai fondasi dalam membangun karakter sekaligus memperkuat daya saing daerah di tengah perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat.</p>
<p>Sebagai fasilitator kegiatan, Johan Rosihan menyampaikan bahwa MPR RI memandang kebudayaan sebagai bagian penting dari penguatan karakter bangsa. Karena itu, ruang-ruang dialog seperti sarasehan kebudayaan perlu terus dihadirkan agar nilai-nilai lokal dapat didokumentasikan, dikaji secara ilmiah, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.</p>
<p>“Keberagaman budaya merupakan kekuatan bangsa Indonesia. MPR RI berkepentingan agar nilai-nilai lokal seperti yang dimiliki masyarakat Tau Samawa terus hidup dan menjadi bagian dari pembangunan karakter kebangsaan,” ujar Johan.</p>
<p>Sarasehan tersebut diikuti oleh 150 peserta berasal tokoh masyarakat, akademisi, budayawan, mahasiswa, serta pegiat budaya, dan diharapkan menjadi titik awal lahirnya kajian-kajian lanjutan mengenai identitas budaya Tau Samawa sebagai bagian dari kekayaan kebudayaan nasional. Budaya dan Identitas Tau Samawa sebagai bagian dari kekayaan kebudayaan nasional Indonesia. (hai)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/sarasehan-mpr-ri-identitas-tau-samawa-dibentuk-oleh-partisipasi-sosial-bukan-sekadar-keturunan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
