<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Orangutan &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/orangutan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Aug 2026 00:39:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>Orangutan &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Orangutan Didi Berhasil Dievakuasi dalam 30 Menit Oleh Kemenhut dan Solo Safari</title>
		<link>https://koranindopos.com/orangutan-didi-berhasil-dievakuasi-dalam-30-menit-oleh-kemenhut-dan-solo-safari/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/orangutan-didi-berhasil-dievakuasi-dalam-30-menit-oleh-kemenhut-dan-solo-safari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 00:39:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[kemenhut]]></category>
		<category><![CDATA[Orangutan]]></category>
		<category><![CDATA[orangutan didi]]></category>
		<category><![CDATA[solo safari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=125764</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com, SOLO – Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah memastikan seekor orangutan jantan bernama Didi yang sempat keluar dari area exhibit Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ)/Solo Safari telah berhasil dievakuasi dengan cepat dan aman. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Tim TSTJ/Solo Safari segera melakukan penanganan sesuai prosedur. Dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://koranindopos.com">koranindopos.com</a>, SOLO</strong> – Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah memastikan seekor orangutan jantan bernama Didi yang sempat keluar dari area exhibit Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ)/Solo Safari telah berhasil dievakuasi dengan cepat dan aman.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Tim TSTJ/Solo Safari segera melakukan penanganan sesuai prosedur. Dalam waktu sekitar 30 menit, tepatnya pada pukul 15.30 WIB, Didi berhasil dievakuasi dan dikembalikan ke area perawatan yang aman.</p>
<p>Didi merupakan orangutan jantan berusia sekitar 30 tahun. Berdasarkan pemeriksaan awal, satwa tersebut berada dalam kondisi sehat.</p>
<p>Keberhasilan penanganan dalam waktu singkat tersebut menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan pengelola lembaga konservasi serta koordinasi dengan unit teknis Kementerian Kehutanan.</p>
<p>Solo Safari langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap area exhibit orangutan. Langkah pengamanan juga diperkuat melalui penambahan sistem pembatas pada area exhibit serta pemangkasan pohon-pohon yang berpotensi menjadi akses bagi orangutan untuk keluar dari area tersebut.</p>
<p>BKSDA Jawa Tengah juga telah meminta pengelola melakukan evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh area pemeliharaan satwa. Langkah ini diperlukan untuk memastikan sarana dan sistem pengamanan memenuhi standar keselamatan, kesejahteraan satwa, serta perlindungan pengunjung dan petugas.</p>
<p>Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa pengelolaan lembaga konservasi harus senantiasa mengutamakan kesejahteraan satwa, keamanan fasilitas, kesiapan personel, dan penerapan prosedur penanganan kedaruratan secara konsisten.</p>
<p>Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Jawa Tengah akan terus mengawal pelaksanaan evaluasi dan penguatan sistem pengamanan di TSTJ/Solo Safari. (Riz)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/orangutan-didi-berhasil-dievakuasi-dalam-30-menit-oleh-kemenhut-dan-solo-safari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kerjasama KLHK-USAID Dimulai Dari Orangutan Taman Nasional Tanjung Puting</title>
		<link>https://koranindopos.com/kerjasama-klhk-usaid-dimulai-dari-orangutan-taman-nasional-tanjung-puting/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/kerjasama-klhk-usaid-dimulai-dari-orangutan-taman-nasional-tanjung-puting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jul 2023 01:33:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian LHK]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri siti nurbaya]]></category>
		<category><![CDATA[Orangutan]]></category>
		<category><![CDATA[USAID]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=39820</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Pangkalan Bun &#8211; Usai penandatanganan Perjanjian Bilateral Kerangka Kerja Indonesia’s Folu Net Sink 2030 Senin (17/7) lalu, Menteri LHK Siti Nurbaya bersama delegasi Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) melanjutkan agenda kunjungan kerja di Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. &#8220;Melalui kunjungan ini kami mengajak delegasi USAID untuk melihat bukti nyata keberhasilan upaya konservasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #3366ff"><strong><a style="color: #3366ff" href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a>, Pangkalan Bun</strong></span> &#8211; Usai penandatanganan Perjanjian Bilateral Kerangka Kerja Indonesia’s Folu Net Sink 2030 Senin (17/7) lalu, Menteri LHK Siti Nurbaya bersama delegasi Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) melanjutkan agenda kunjungan kerja di Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.</p>
<p>&#8220;Melalui kunjungan ini kami mengajak delegasi USAID untuk melihat bukti nyata keberhasilan upaya konservasi kawasan dan keanekaragaman hayati, termasuk melindungi spesies ikonik Indonesia seperti orangutan,” ujar Menteri Siti.</p>
<p>Selama dua hari, rombongan diagendakan mengunjungi sejumlah tempat diantaranya kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) dan Istana Kuning yang berada di pusat kota Pangkalan Bun.</p>
<p>Pada Sabtu (22/7), rombongan menuju kawasan TNTP menggunakan speed boat. Agenda pertama, Menteri Siti bersama delegasi USAID melakukan pelepasliaran dua individu orangutan di Beguruh, Sungai Sekonyer. Orangutan bernama Sydney (jantan, 19 tahun, 61 Kg) dan Bella (betina, 26 tahun, 35 Kg) tersebut masing-masing telah menjalani masa rehabilitasi selama kurang lebih 18 dan 20 tahun sebelum dinyatakan siap untuk dilepasliarkan.</p>
<p>Kemudian rombongan bergeser menuju Pondok Tanggui untuk kembali melepasliarkan dua individu orangutan bernama Anna (betina, 18 tahun, 45 Kg) dan Jay (jantan, 19 tahun, 62 Kg).</p>
<p>Usai pelepasliaran empat individu orangutan, rombongan menuju Tanjung Harapan. Di sana, Menteri Siti dan delegasi USAID melakukan penanaman bibit pohon endemik jenis Nyatoh dan Kerantungan, yang dilanjut dengan meninjau demplot anggrek dan tumbuhan obat.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Menteri Siti juga memberikan nama untuk enam individu orangutan yang lahir di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Empat bayi orangutan berasal dari indukan Salsa, Cheping, Fatimah dan Miki. Sementara dua bayi orangutan lainnya berasal dari orangutan liar.</p>
<p>Agenda rombongan dilanjutkan dengan tracking menuju lokasi Feeding Tanjung Harapan. Di sana rombongan berkesempatan untuk menyaksikan orangutan menyantap pakan yang telah disiapkan.</p>
<p>Kunjungan kerja Menteri Siti dan delegasi USAID hari itu diakhiri dengan menyusuri Sungai Sekonyer seraya mengamati satwa liar di sepanjang perjalanan dengan menggunakan perahu klotok wisata.</p>
<p>Pada kunjungannya kali ini, Menteri Siti didampingi oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Satyawan Pudyatmoko, Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi Ditjen KSDAE Jefry Susyafrianto beserta para Kepala UPT KLHK di Kalimantan Tengah.</p>
<p>Sementara, delegasi USAID terdiri dari Asisten Administrator Biro untuk Asia Michael Schiffer, Direktur USAID Indonesia Jeffery P. Cohen, didampingi dua orang dari Kedubes AS.  (why)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/kerjasama-klhk-usaid-dimulai-dari-orangutan-taman-nasional-tanjung-puting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
