<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PEFINDO &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/pefindo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Jul 2023 05:44:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>PEFINDO &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230925932</site>	<item>
		<title>Pefindo Gelar Acara The 4th Asia Credit Reporting Network (ACRN) Conference</title>
		<link>https://koranindopos.com/pefindo-gelar-acara-the-4th-asia-credit-reporting-network-acrn-conference/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/pefindo-gelar-acara-the-4th-asia-credit-reporting-network-acrn-conference/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Akula]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jul 2023 05:44:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[PEFINDO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=38951</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; Jakarta. The 4th Asia Credit Reporting Network (ACRN) Conference baru saja diadakan di Jakarta pada tanggal 13 Juli 2023 lalu. Acara tersebut mengambil tema &#8220;Unlocking the Power of Credit Reporting: Enhancing Innovative Financial Services&#8221; dan diselenggarakan oleh PEFINDO Biro Kredit IdSore. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang peran laporan kredit dalam memacu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Koranindopos.com &#8211; Jakarta.</strong> The 4th Asia Credit Reporting Network (ACRN) Conference baru saja diadakan di Jakarta pada tanggal 13 Juli 2023 lalu. Acara tersebut mengambil tema &#8220;Unlocking the Power of Credit Reporting: Enhancing Innovative Financial Services&#8221; dan diselenggarakan oleh PEFINDO Biro Kredit IdSore.</p>
<p>Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang peran laporan kredit dalam memacu inovasi layanan keuangan dan mencari solusi atas tantangan yang dihadapi.</p>
<p>Seperti diketahui, ACRN adalah organisasi industri pelaporan kredit di Asia yang anggotanya terdiri dari lembaga penyedia infrastruktur pelaporan kredit dari sembilan negara termasuk PEFINDO Biro Kredit IdScore yang mewakili Indonesia.</p>
<p>ACRN berperan dalam memajukan industri pelaporan kredit dengan fokus pada isu-isu terkini dan membantu anggotanya mengambil langkah proaktif dalam menghadapi perubahan lingkungan yang terus berkembang.</p>
<p>&#8220;Inovasi lembaga keuangan dapat lebih kreatif dan leluasa dengan pemahaman mendalam tentang profil nasabah dan risikonya yang ada di laporan kredit historis&#8221; ungkap Yohanes Arts Abimanyu, Direktur Utama PEFINDO Biro Kredit IdSore di sela sela acara yang dihadiri oleh praktisi industri jasa keuangan.</p>
<p>Lebih jauh Abimanyu menjelaskan bahwa pemanfaatan laporan kredit juga mampu meningkatkan kemampuan deteksi dan pencegahan fraud di sektor layanan keuangan. Dengan mengkombinasikan data laporan kredit dan data lainnya, lembaga keuangan dapat mendeteksi potensi terjadinya fraud.</p>
<p>Hal ini tentu saja akan memperkuat aspek keamanan dan melindungi lembaga keuangan dari terjadinya risiko transaksi ilegal.</p>
<p>“Akses informasi kredit yang komprehensif dari sumber terpercaya memungkinkan inovasi lembaga keuangan lebih mudah diwujudkan untuk mendukung pengembangan strategi bisnis ke depan.Tidak hanya itu, dengan memanfaatkan data laporan kredit, lembaga dapat menggali peluang baru, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan mengembangkan solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang,&#8221; beber Abimanyu.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/pefindo-gelar-acara-the-4th-asia-credit-reporting-network-acrn-conference/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">38951</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jamkrindo Kembali Raih Peringkat idAA+ dari Pefindo</title>
		<link>https://koranindopos.com/jamkrindo-kembali-raih-peringkat-idaa-dari-pefindo/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/jamkrindo-kembali-raih-peringkat-idaa-dari-pefindo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2023 01:38:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bumn]]></category>
		<category><![CDATA[Jamkrindo]]></category>
		<category><![CDATA[kredit usaha rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[PEFINDO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=28224</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com, Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) sebagai lembaga pemeringkat, beri peringkat idAA+ untuk PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), dengan prospek stabil untuk periode 27 Desember 2022 sampai dengan 1 Desember 2023. Pefindo menyatakan, perusahaan penjaminan dengan peringkat idAA memiliki karakteristik keamanan keuangan yang sangat kuat dibandingkan perusahaan lainnya di Indonesia, dengan hanya sedikit perbedaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #3366ff"><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a>, Jakarta</span></strong> – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) sebagai lembaga pemeringkat, beri peringkat idAA+ untuk PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), dengan prospek stabil untuk periode 27 Desember 2022 sampai dengan 1 Desember 2023.</p>
<p>Pefindo menyatakan, perusahaan penjaminan dengan peringkat idAA memiliki karakteristik keamanan keuangan yang sangat kuat dibandingkan perusahaan lainnya di Indonesia, dengan hanya sedikit perbedaan dibandingkan peringkat yang lebih tinggi.  Adapun tanda tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori.</p>
<p>Direktur Utama PT Jamkrindo Hendro Padmono mengungkapkan raihan peringkat tersebut akan menjadi motivasi perusahaan untuk bekerja lebih keras dalam menghasilkan kinerja terbaik. Perolehan peringkat tersebut, tidak terlepas dari komitmen, integritas dan kolaborasi semua pihak, khususnya Insan Jamkrindo dalam melaksanakan strategi dan kebijakan perusahaan dengan tata kelola bisnis, keuangan dan operasional yang prudent berlandaskan prinsip good corporate governance.</p>
<p>“Peringkat tersebut mencerminkan peran perusahaan yang penting bagi pemerintah Indonesia. Dengan posisi usaha yang sangat kuat di bidang bisnis jasa penjaminan kredit dan  tingkat permodalan yang juga kuat, Jamkrindo dapat berkontribusi optimal dalam mendukung program-program strategis Pemerintah antara lain penjaminan kredit program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Modal Kerja dalam rangka Pemulihan Ekonomi (KMK PEN),” ujar Hendro.</p>
<p>Adapun menyambut tahun 2023, Jamkrindo optimis dapat meraih kinerja baik di tahun 2023. Hal ini mengingat pengalaman perusahaan yang berhasil menorehkan kinerja positif di tahun-tahun menantang khususnya di masa pandemi Covid-19.  Di tahun 2023 ini, Jamkrindo menetapkan tema “Retained Growth and Profitability” yang berfokus mempertahankan pertumbuhan dan profitabilitas bisnis penjaminan, serta mengembangkan/memperkuat jejaring dan peran dalam pengembangan UMKMK dan industri penjaminan. “Di tahun 2023 kami optimis dapat memperoleh volume penjaminan sebesar Rp 340 triliun, yang didukung dengan peningkatan volume penjaminan KUR, dan volumen penjaminan non KUR,” ujarnya.</p>
<p>Adapun realisasi volume penjaminan Jamkrindo di tahun 2022 ialah sebesar Rp 312,36 triliun, yang terdiri dari jumlah penjaminan KUR sebesar Rp 201,30 triliun dan jumlah penjaminan Non KUR sebesar Rp 111,05 triliun. (riz)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/jamkrindo-kembali-raih-peringkat-idaa-dari-pefindo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">28224</post-id>	</item>
		<item>
		<title>AFPI Luncurkan IdFintechScore dengan PEFINDO dan Business Matching bersama BNI</title>
		<link>https://koranindopos.com/afpi-luncurkan-idfintechscore-dengan-pefindo-dan-business-matching-bersama-bni/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/afpi-luncurkan-idfintechscore-dengan-pefindo-dan-business-matching-bersama-bni/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hanasa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2022 03:13:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[AFPI]]></category>
		<category><![CDATA[BNI]]></category>
		<category><![CDATA[IDFINTECH]]></category>
		<category><![CDATA[PEFINDO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=24802</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Yogyakarta. Memanfaatkan momen penyelenggaraan 4th Indonesia Fintech Summit dan Bulan Fintech Nasional 2022, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) berkolaborasi bersama PT PEFINDO Biro Kredit sebagai Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan, meluncurkan IdFintechScore, produk scoring untuk memperkuat mitigasi risiko kredit sektor konsumtif di industri fintech lending. Ketua Umum AFPI sekaligus CEO dan co-founder Investree, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://koranindopos.com"><strong>koranindopos.com</strong></a> &#8211; <strong>Yogyakarta</strong>. Memanfaatkan momen penyelenggaraan 4th Indonesia Fintech Summit dan Bulan Fintech Nasional 2022, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) berkolaborasi bersama PT PEFINDO Biro Kredit sebagai Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan, meluncurkan IdFintechScore, produk scoring untuk memperkuat mitigasi risiko kredit sektor konsumtif di industri fintech lending.</p>
<p>Ketua Umum AFPI sekaligus CEO dan co-founder Investree, Adrian Gunadi mengatakan dikesempatan penutupan Bulan Fintech Nasional (BFN) 2022, AFPI memaksimalkan kolaborasi dengan sejumlah ekosistem pendukung industri fintech lending.  Kali ini melakukan peluncuran IdFintechScore hasil kolaborasi dengan PEFINDO untuk memperkuat industri fintech lending khususnya untuk memitigasi risiko terkait credit scoring.</p>
<p>“Keberadaan IdFintechScore ini diharapkan memperkuat industri fintech lending dari kredit macet, dimana saat ini AFPI juga sudah memiliki Fintech Data Center (FDC). Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kualitas pinjaman khususnya kepada borrower yang memiliki credit scoring yang baik,” kata Adrian saat peluncuran di Yogyakarta, Selasa (13/12/2022).</p>
<p>Direktur Utama PEFINDO Biro Kredit IdScore, Yohanes Arts Abimanyu mengungkapkan, fintech lending sektor konsumtif saat ini bisa membidik peluang penyaluran pinjaman yang lebih tinggi lagi dengan memanfaatkan credit scoring yang didesain khusus sesuai karakteristik bisnisnya. Hasil analisa akan lebih spesifik, akurat dan tajam guna menjaga kualitas portfolio pinjaman sekaligus membuka potensi bisnis ke depan.</p>
<p>Keunggulan produk ini terletak pada scoring model yang menggunakan parameter dan variable spesifik untuk mendalami karakter peminjam, seperti payment behaviour, recent over-indebtedness dan tingkat utilisasi fasilitas yang dimiliki.  Terlebih bisnis fintech lending terutama sektor konsumtif memiliki karakteristik yang berbeda dengan pinjaman konvensional di perbankan. Perbedaan itu mencakup sisi fitur dan jenis produk, segmen dan target pasar, pengukuran risiko termasuk tingkat kolektibilitas borrower.</p>
<p>“Untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan credit scoring di lingkungan fintech lending, perlu dilakukan penyesuaian scoring model guna mempertajam akurasi agar hasil analisa sesuai dengan risk appetite, proses bisnis, dan segmen pasar,” pungkas Abimanyu.</p>
<p><strong>Business Matching dengan BNI</strong></p>
<p>Seiring penutupan momen Bulan Fintech Nasional 2022, AFPI juga berkolaborasi dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dalam bentuk Business Matching untuk menjadi financial gate atau chanelling kepada masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan.</p>
<p>“Pendekatan kolaborasi dengan berbagai lembaga jasa keuangan dapat menjadikan industri fintech lending sebagai pemain penting yang mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi khususnya sebagai financial gate bagi masyarakat melalui akselerasi layanan keuangan digital,” kata Sekretaris Jenderal AFPI sekaligus CEO Dompet Kilat, Sunu Widyatmoko.</p>
<p>Melalui kegiatan Business Matching ini, lanjut Sunu, AFPI akan mempertemukan perusahaan penyelenggara fintech lending dengan produk-produk yang dimiliki oleh Bank BNI beserta ekosistemnya baik untuk 102 anggota AFPI maupun nasabah dari penyelenggara fintech lending.</p>
<p>“Pelaksanaan Business Matching dengan BNI ini bertujuan untuk menciptakan sumber daya kolaboratif yang diharapkan dapat mendorong pemanfaatan fintech lending untuk membantu masyarakat secara lebih luas. Kolaborasi ini juga menjadi komitmen bersama dalam meningkatkan inklusi keuangan melalui inovasi keuangan digital,” kata Sunu.</p>
<p>Sunu menambahkan AFPI secara gencar melakukan langkah-langkah inisiatif untuk mendukung pertumbuhan positif industri fintech lending, sehingga dapat memaksimalkan fungsinya dalam memperluas akses keuangan masyarakat unbanked dan underserved.</p>
<p>Tentang AFPI</p>
<p>Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) merupakan organisasi yang mewadahi pelaku usaha Fintech Peer to Peer (P2P) Lending atau Fintech Pendanaan Online di Indonesia. AFPI ditunjuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai asosiasi resmi penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi di Indonesia, berdasarkan surat No. S-5/D.05/2019.</p>
<p>Didalam Fintech P2P Lending sendiri terdiri dari tiga jenis penyelenggara pendanaan online, yakni Fintech P2P Pendanaan Produktif, Fintech P2P Pendanaan Multiguna dan Fintech P2P Pendanaan Syariah. AFPI dibentuk dari kesadaran bahwa harus ada perlindungan bagi para pengguna layanan Fintech P2P Lending, baik peminjam maupun pemberi pinjaman.</p>
<p>AFPI menyiapkan Posko Pengaduan Layanan Pendanaan Online yang dapat diakses dengan menghubungi call center di 150 505 (bebas pulsa) di jam kerja, Senin-Jumat pukul 08.00–17.00 WIB, juga emailpengaduan@afpi.or.id. Website www.afpi.or.id. (ris)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/afpi-luncurkan-idfintechscore-dengan-pefindo-dan-business-matching-bersama-bni/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24802</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
