<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Puasa &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/puasa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jan 2026 06:18:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>Puasa &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini yang Terjadi pada Tubuh ketika Puasa Gula Selama 14 Hari</title>
		<link>https://koranindopos.com/ini-yang-terjadi-pada-tubuh-ketika-puasa-gula-selama-14-hari/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/ini-yang-terjadi-pada-tubuh-ketika-puasa-gula-selama-14-hari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hanasa]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 06:15:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gula]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=111395</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com, JAKARTA &#8211; Gula secara umum bukanlah sesuatu yang berbahaya. Namun, konsumsi gula tambahan secara berlebihan dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit kronis. Kandungan gula, utamanya dari minuman manis, meningkatkan asupan kalori tanpa memberikan manfaat gizi. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas pada semua kelompok usia. Peningkatan berat badan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://koranindopos.com"><strong>koranindopos.com</strong></a>, <strong>JAKARTA</strong> &#8211; Gula secara umum bukanlah sesuatu yang berbahaya. Namun, konsumsi gula tambahan secara berlebihan dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit kronis.<br />
Kandungan gula, utamanya dari minuman manis, meningkatkan asupan kalori tanpa memberikan manfaat gizi. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas pada semua kelompok usia. Peningkatan berat badan tersebut kemudian dapat memperbesar risiko penyakit seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker.</p>
<p>Konsumsi gula tambahan secara berlebihan juga dikaitkan dengan masalah kesehatan gigi dan memengaruhi suasana hati, serta kejernihan berpikir. Sejumlah studi mengaitkan konsumsi gula berlebihan dengan meningkatnya risiko depresi dan kecemasan.</p>
<p>&#8220;Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa gula tidak sekadar menambah kalori. Gula secara diam-diam membajak nafsu makan, keinginan makan, insulin, dan lemak di hati. Itulah sebabnya saya meminta pasien mencoba 14 hari tanpa gula tambahan,&#8221; ujar gastroenterolog dr Saurabh Sethi, dikutip dari NDTV, Senin (5/1/2026).</p>
<p>Oleh karena itu, puasa makan gula tambahan sangat penting untuk tubuh. Menurut dr Sethi, puasa gula selama 14 hari dapat memberikan beberapa efek seperti perut lebih rata, tidur lebih nyenyak, hingga sinyal lapar yang lebih jelas. Puasa gula selama 14 hari juga bermanfaat untuk mengurangi dorongan ngemil dan memperbaki kadar gula darah puasa. &#8220;Menghindari gula tambahan selama 14 hari adalah reset metabolik, bukan sekadar tren penurunan berat badan,&#8221; katanya.</p>
<p>Beberapa manfaat lain yang bisa didapatkan meliputi:</p>
<p>Memperbaiki lonjakan insulin<br />
Mengurangi beban gula di hati<br />
Menurunkan retensi air<br />
Mengatur ulang sensitivitas rasa<br />
Mengurangi lemak visceral</p>
<p>dr Sethi menegaskan tidak seluruh gula harus dihindari. Buah-buahan masih boleh dikonsumsi karena kandungan gizinya dibutuhkan oleh tubuh. dr Sethi menjelaskan tubuh akan melakukan penyesuaian ketika melakukan puasa gula tambahan. Bagi sebagian orang, penyesuaian ini akan terasa berat.</p>
<p>Penyesuaian ini akan ditandai dengan keinginan makan (cravings), sakit kepala atau kelelahan, mudah marah, dan kabut otak (brain fog). Gejala tersebut akan secara perlahan menurun, energi lebih stabil, sehingga rasa lemas juga berkurang.</p>
<p>&#8220;Ini bukan gejala putus zat. Ini adalah proses otak Anda menyesuaikan ulang sinyal rasa senang,&#8221; tandasnya. (detikHealth/sh).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/ini-yang-terjadi-pada-tubuh-ketika-puasa-gula-selama-14-hari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Awal Puasa 2025 Berpotensi Beda, Ini Penjelasan dari Peneliti BRIN</title>
		<link>https://koranindopos.com/awal-puasa-2025-berpotensi-beda-ini-penjelasan-dari-peneliti-brin/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/awal-puasa-2025-berpotensi-beda-ini-penjelasan-dari-peneliti-brin/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Feb 2025 08:14:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=90691</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Jakarta. Penentuan awal Ramadan 2025 berpotensi berbeda antara beberapa organisasi Islam di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang menjelaskan faktor utama perbedaan ini berkaitan dengan metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah. Menurut peneliti BRIN, perbedaan awal puasa disebabkan oleh metode rukyatul hilal (pengamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://koranindopos.com">koranindopos.com</a></strong> &#8211; <strong>Jakarta</strong>. Penentuan awal Ramadan 2025 berpotensi berbeda antara beberapa organisasi Islam di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang menjelaskan faktor utama perbedaan ini berkaitan dengan metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah.</p>
<p>Menurut peneliti BRIN, perbedaan awal puasa disebabkan oleh metode rukyatul hilal (pengamatan bulan) dan hisab (perhitungan astronomi) yang digunakan oleh berbagai organisasi Islam di Indonesia. Metode rukyat mengharuskan hilal dapat terlihat secara kasat mata, sementara metode hisab menggunakan perhitungan astronomis yang memastikan posisi bulan sudah memenuhi kriteria tertentu.</p>
<ol start="1" data-spread="true">
<li><strong>Ketinggian Hilal</strong>
<ul data-spread="false">
<li>Berdasarkan perhitungan astronomi, ketinggian hilal di beberapa wilayah Indonesia pada saat maghrib di tanggal yang diperkirakan sebagai akhir Syaban masih berada di batas minimal visibilitas. Ini berarti ada kemungkinan hilal tidak terlihat di beberapa lokasi.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Kriteria Penetapan Hilal</strong>
<ul data-spread="false">
<li>Organisasi seperti Muhammadiyah biasanya menggunakan metode hisab yang lebih memastikan bahwa bulan baru telah memasuki kriteria wujudul hilal. Jika hilal sudah berada di atas ufuk, maka keesokan harinya dianggap sebagai awal Ramadan.</li>
<li>Sementara Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintah melalui Kementerian Agama mengacu pada metode rukyat. Jika hilal tidak terlihat, maka bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Perbedaan Referensi Global</strong>
<ul data-spread="false">
<li>Beberapa negara dan organisasi Islam internasional juga memiliki metode sendiri dalam menentukan awal bulan hijriah, yang kadang berbeda dengan metode yang digunakan di Indonesia. Ini bisa menyebabkan perbedaan dalam awal Ramadan antara Indonesia dan negara lain.</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p>Jika terjadi perbedaan dalam penetapan awal Ramadan, umat Islam di Indonesia akan menghadapi situasi yang serupa dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana ada sebagian yang berpuasa lebih awal dibandingkan lainnya. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap menghormati perbedaan dan menjalankan ibadah dengan penuh kekhusyukan.</p>
<p>Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadan 2025. Keputusan resmi akan diumumkan setelah sidang tersebut berlangsung, yang akan mempertimbangkan hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pengamatan di Indonesia.</p>
<p>Dengan adanya potensi perbedaan ini, masyarakat diharapkan tetap mengikuti keputusan organisasi keagamaannya masing-masing dan menjaga persatuan dalam menjalankan ibadah puasa.(dhil)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/awal-puasa-2025-berpotensi-beda-ini-penjelasan-dari-peneliti-brin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Tetapkan Kebijakan Libur Sekolah Awal Puasa 2025</title>
		<link>https://koranindopos.com/pemerintah-tetapkan-kebijakan-libur-sekolah-awal-puasa-2025/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/pemerintah-tetapkan-kebijakan-libur-sekolah-awal-puasa-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Feb 2025 06:15:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukatif & Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=90320</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Jakarta. Pemerintah telah menetapkan kebijakan terkait libur sekolah pada awal puasa 2025 melalui Surat Edaran Bersama (SEB) 3 Menteri tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi. Kebijakan ini mengatur pelaksanaan pembelajaran mandiri bagi peserta didik selama awal bulan puasa serta ketentuan libur dan kegiatan pembelajaran selama Ramadan. Dalam SEB 3 Menteri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://koranindopos.com">koranindopos.com</a></strong> &#8211; <strong>Jakarta</strong>. Pemerintah telah menetapkan kebijakan terkait libur sekolah pada awal puasa 2025 melalui Surat Edaran Bersama (SEB) 3 Menteri tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi. Kebijakan ini mengatur pelaksanaan pembelajaran mandiri bagi peserta didik selama awal bulan puasa serta ketentuan libur dan kegiatan pembelajaran selama Ramadan.</p>
<p>Dalam SEB 3 Menteri tersebut, kebijakan libur awal puasa hanya berlaku bagi peserta didik. Berikut adalah jadwal dan ketentuan pembelajaran awal Ramadan 2025:</p>
<ul data-spread="false">
<li><strong>Libur sekolah</strong>: 27 Februari &#8211; 5 Maret 2025.</li>
<li><strong>Pembelajaran mandiri</strong>: Dilaksanakan di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai dengan penugasan dari sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan.</li>
<li><strong>Masuk sekolah kembali</strong>: 6 &#8211; 25 Maret 2025.</li>
<li><strong>Pembelajaran dilakukan</strong>: Di sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan.</li>
<li><strong>Kegiatan bermanfaat</strong>: Meningkatkan iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, serta kegiatan sosial, seperti:
<ul data-spread="false">
<li>Untuk peserta didik beragama Islam: Tadarus Al-Quran, pesantren kilat, kajian keislaman, dan kegiatan keagamaan lainnya.</li>
<li>Untuk peserta didik beragama lain: Bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul data-spread="false">
<li><strong>Libur sekolah</strong>: 26 Maret &#8211; 8 April 2025.</li>
<li><strong>Silaturahmi</strong>: Diharapkan selama libur, peserta didik melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat untuk mempererat persaudaraan dan persatuan.</li>
<li><strong>Masuk sekolah kembali</strong>: 9 April 2025.</li>
<li><strong>Pembelajaran kembali normal</strong>: Dilaksanakan di sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan.</li>
</ul>
<p>Dokumen SEB 3 Menteri tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi dapat diakses dan diunduh melalui tautan resmi yang disediakan oleh pemerintah.</p>
<p>Kebijakan ini bertujuan untuk menyesuaikan pola pembelajaran selama bulan suci Ramadan agar tetap kondusif tanpa mengganggu hak peserta didik dalam menjalankan ibadah serta tetap menjaga kualitas pendidikan di Indonesia.(dhil)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/pemerintah-tetapkan-kebijakan-libur-sekolah-awal-puasa-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Bulan Rajab: Bulan Mulia untuk Meningkatkan Ibadah</title>
		<link>https://koranindopos.com/keutamaan-bulan-rajab-bulan-mulia-untuk-meningkatkan-ibadah/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/keutamaan-bulan-rajab-bulan-mulia-untuk-meningkatkan-ibadah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jan 2025 14:15:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukatif & Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[rajab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=88084</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Jakarta. Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu bulan haram (suci) dalam Islam, bersama Muharam, Zulkaidah, dan Zulhijah. Sebagai bulan mulia, Rajab memiliki keistimewaan tersendiri, termasuk menjadi saksi dari peristiwa besar Isra Miraj, di mana Allah SWT menetapkan kewajiban salat lima waktu kepada umat Islam melalui Nabi Muhammad SAW. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex-shrink-0 flex flex-col relative items-end">
<div>
<div class="pt-0">
<div class="gizmo-bot-avatar flex h-8 w-8 items-center justify-center overflow-hidden rounded-full">
<div class="relative p-1 rounded-sm flex items-center justify-center bg-token-main-surface-primary text-token-text-primary h-8 w-8"><strong><a href="http://koranindopos.com">koranindopos.com</a></strong> &#8211; <strong>Jakarta</strong>. Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu bulan haram (suci) dalam Islam, bersama Muharam, Zulkaidah, dan Zulhijah. Sebagai bulan mulia, Rajab memiliki keistimewaan tersendiri, termasuk menjadi saksi dari peristiwa besar <strong>Isra Miraj</strong>, di mana Allah SWT menetapkan kewajiban salat lima waktu kepada umat Islam melalui Nabi Muhammad SAW.</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="group/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex max-w-full flex-col flex-grow">
<div class="min-h-8 text-message flex w-full flex-col items-end gap-2 whitespace-normal break-words text-start [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="74085992-f8c0-480c-ac76-97caaff2ef5c" data-message-model-slug="gpt-4o">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light">
<p>Bulan Rajab merupakan waktu yang istimewa untuk memperbaiki dan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Bulan ini menjadi momen bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, menunjukkan rasa cinta kepada Allah SWT, dan memperkuat keimanan kepada Rasulullah SAW.</p>
<p>Allah SWT berfirman dalam Al-Qur&#8217;an mengenai bulan haram:</p>
<blockquote><p><em>“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.”</em><br />
(QS. At-Taubah: 36)</p></blockquote>
<p>Di bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, seperti berzikir, beristighfar, bersedekah, serta melaksanakan ibadah-ibadah sunah lainnya.</p>
<p>Salah satu amalan utama di bulan Rajab adalah <strong>puasa sunah</strong>. Puasa ini menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus melatih pengendalian diri. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:</p>
<blockquote><p><em>“Barang siapa yang berpuasa satu hari di bulan haram, maka baginya pahala puasa selama tiga puluh hari.”</em><br />
(HR. Thabrani)</p></blockquote>
<p>Meskipun hadis ini memiliki tingkatan yang berbeda-beda dalam riwayatnya, para ulama sepakat bahwa berpuasa di bulan Rajab adalah amalan yang baik dan dianjurkan, sebagai bentuk penghormatan terhadap keutamaan bulan ini.</p>
<p>Selain puasa, berikut adalah beberapa amalan yang dianjurkan selama bulan Rajab:</p>
<ol>
<li><strong>Memperbanyak Istighfar</strong><br />
Rajab adalah bulan yang penuh ampunan. Memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah SWT dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki diri.</li>
<li><strong>Membaca Al-Qur&#8217;an</strong><br />
Memperbanyak tilawah Al-Qur&#8217;an di bulan ini merupakan bentuk ibadah yang mendekatkan hati kepada Allah SWT.</li>
<li><strong>Bersedekah</strong><br />
Sedekah di bulan Rajab memiliki keutamaan tersendiri. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa bersedekah di waktu-waktu mulia membawa pahala yang lebih besar.</li>
<li><strong>Salat Malam</strong><br />
Melaksanakan salat malam, seperti tahajud, di bulan ini menjadi salah satu amalan yang dapat meningkatkan kualitas spiritual.</li>
</ol>
<p>Isra Miraj, yang terjadi pada bulan Rajab, merupakan salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam. Melalui perjalanan agung ini, Nabi Muhammad SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk melaksanakan salat lima waktu. Peristiwa ini mengajarkan betapa pentingnya salat sebagai tiang agama dan sarana komunikasi langsung dengan Allah SWT.</p>
<p>Rajab adalah kesempatan bagi setiap Muslim untuk merefleksikan diri dan memulai perjalanan spiritual yang lebih baik. Memanfaatkan bulan ini dengan ibadah dan amal saleh dapat menjadi langkah awal menuju ketakwaan yang lebih tinggi.</p>
<p>Semoga kita semua dapat memanfaatkan bulan Rajab ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan amal ibadah, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin.(Dhil)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/keutamaan-bulan-rajab-bulan-mulia-untuk-meningkatkan-ibadah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jadwal Puasa Ramadan 2025 menurut Muhammadiyah: 1 Maret 2025</title>
		<link>https://koranindopos.com/jadwal-puasa-ramadan-2025-menurut-muhammadiyah-1-maret-2025/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/jadwal-puasa-ramadan-2025-menurut-muhammadiyah-1-maret-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2025 05:40:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukatif & Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=86147</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Jakarta. Bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah bagi umat Islam, sudah semakin dekat. Menjelang bulan suci tersebut, umat Islam perlu mengetahui kapan dimulainya puasa Ramadan 2025 atau 1 Ramadan 1446 Hijriah. Berdasarkan penetapan yang dilakukan oleh Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, tanggal 1 Ramadan 1446 H akan jatuh pada Sabtu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex-shrink-0 flex flex-col relative items-end">
<div>
<div class="pt-0">
<div class="gizmo-bot-avatar flex h-8 w-8 items-center justify-center overflow-hidden rounded-full">
<div class="relative p-1 rounded-sm flex items-center justify-center bg-token-main-surface-primary text-token-text-primary h-8 w-8"><strong><a href="http://koranindopos.com">koranindopos.com</a> </strong>&#8211; <strong>Jakarta</strong>. Bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah bagi umat Islam, sudah semakin dekat. Menjelang bulan suci tersebut, umat Islam perlu mengetahui kapan dimulainya puasa Ramadan 2025 atau 1 Ramadan 1446 Hijriah. Berdasarkan penetapan yang dilakukan oleh Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, tanggal 1 Ramadan 1446 H akan jatuh pada <strong>Sabtu, 1 Maret 2025</strong>.</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="group/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex max-w-full flex-col flex-grow">
<div class="min-h-8 text-message flex w-full flex-col items-end gap-2 whitespace-normal break-words text-start [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="228b8fa8-9722-4ef3-a14c-66abbc764f92" data-message-model-slug="gpt-4o-mini">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light">
<p>Selain menentukan awal puasa, Muhammadiyah juga telah menetapkan bahwa <strong>Idul Fitri 1446 H</strong> atau hari raya Lebaran akan jatuh pada <strong>Minggu, 30 Maret 2025</strong>. Penetapan ini berdasarkan hasil perhitungan yang dituangkan dalam <strong>Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)</strong> 1446 H yang digunakan oleh Muhammadiyah.</p>
<p>Penetapan awal puasa oleh Muhammadiyah memberikan panduan kepada umat Islam dalam mempersiapkan diri untuk menjalani ibadah puasa yang dimulai pada awal Maret 2025. Meskipun ada perbedaan cara dalam menentukan awal Ramadan antara Muhammadiyah dan organisasi Islam lain seperti Nahdlatul Ulama (NU), penetapan ini tetap menjadi acuan bagi sebagian besar umat Islam di Indonesia.</p>
<p>Dengan adanya informasi ini, umat Islam di Indonesia dapat mulai mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah puasa dengan lebih matang, baik dari segi spiritual maupun fisik. Selain itu, penetapan ini juga memberi kesempatan bagi umat Islam untuk merencanakan kegiatan ibadah lainnya seperti salat tarawih dan amalan-amalan sunnah yang dianjurkan selama Ramadan.(dhil)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/jadwal-puasa-ramadan-2025-menurut-muhammadiyah-1-maret-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puasa Ramadhan 2025 diPerkirakan Jatuh Pada Bulan Maret</title>
		<link>https://koranindopos.com/puasa-ramadhan-2025-diperkirakan-jatuh-pada-bulan-maret/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/puasa-ramadhan-2025-diperkirakan-jatuh-pada-bulan-maret/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hana]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Nov 2024 16:03:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa Ramadhan 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=81292</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Jakarta. Puasa Ramadhan 2025 menjadi salah satu momen yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia, khususnya umat Muslim. Bulan Ramadhan selalu dianggap istimewa karena menjadi waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah dan amal kebaikan. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, bulan Ramadhan di Indonesia selalu dirayakan dengan semarak. Tradisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://koranindopos.com">koranindopos.com</a></strong> &#8211; <strong>Jakarta</strong>. Puasa Ramadhan 2025 menjadi salah satu momen yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia, khususnya umat Muslim. Bulan Ramadhan selalu dianggap istimewa karena menjadi waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah dan amal kebaikan.</p>
<p>Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, bulan Ramadhan di Indonesia selalu dirayakan dengan semarak. Tradisi keagamaan seperti puasa, shalat tarawih, dan berbuka bersama menjadi momen yang tak hanya memperkuat spiritualitas tetapi juga mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.</p>
<p>Uniknya, momen Ramadhan tidak hanya dirayakan oleh umat Muslim. Banyak masyarakat non-Muslim juga ikut merasakan kemeriahan Ramadhan, misalnya dengan membeli takjil atau makanan khas berbuka puasa. Fenomena ini terlihat jelas pada Ramadhan 2024 lalu, di mana antusiasme masyarakat lintas agama turut menyemarakkan suasana.</p>
<p>Berdasarkan Kalender Hijriah 1446 yang dirilis oleh Kementerian Agama pada 22 Oktober 2024, awal Ramadhan 2025 diperkirakan jatuh pada tanggal 1 Maret 2025. Namun, tanggal tersebut masih bersifat sementara dan akan dikonfirmasi melalui sidang isbat yang digelar pemerintah Indonesia menjelang Ramadhan.</p>
<p>Sidang isbat ini merupakan tradisi tahunan untuk menentukan awal puasa berdasarkan pengamatan hilal. Hasil keputusan sidang tersebut nantinya akan menjadi patokan resmi bagi seluruh umat Muslim di Indonesia.</p>
<p>Dengan estimasi tanggal awal puasa yang telah dikeluarkan, masyarakat Muslim diimbau untuk mempersiapkan diri, termasuk menyelesaikan hutang puasa sebelum Ramadhan 2025 tiba. Hal ini agar umat dapat menjalani ibadah puasa dengan khusyuk dan penuh berkah.</p>
<p>Puasa Ramadhan bukan sekadar kewajiban, tetapi juga menjadi momen yang menyatukan masyarakat Indonesia melalui nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan ketaatan kepada Allah SWT. Antusiasme menyambut Ramadhan 2025 mencerminkan semangat keberagaman dan religiositas yang selalu menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. (ana)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/puasa-ramadhan-2025-diperkirakan-jatuh-pada-bulan-maret/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Panduan Kalender Hijriah dan Jawa November 2024: Jadwal Puasa dan Tanggal Penting</title>
		<link>https://koranindopos.com/panduan-kalender-hijriah-dan-jawa-november-2024-jadwal-puasa-dan-tanggal-penting/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/panduan-kalender-hijriah-dan-jawa-november-2024-jadwal-puasa-dan-tanggal-penting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hana]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2024 06:54:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Edukatif & Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[hijriah]]></category>
		<category><![CDATA[kalender]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=78459</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Jakarta Di Indonesia, masyarakat memanfaatkan berbagai kalender sebagai pedoman aktivitas sehari-hari. Selain kalender Masehi, kalender Hijriah dan Jawa juga digunakan sebagai penanda hari-hari penting dalam kegiatan agama, budaya, dan tradisi. Kalender Hijriah, yang digunakan umat Islam, menjadi acuan penting untuk menjalankan ibadah sesuai dengan tuntunan agama. Sementara itu, kalender Jawa digunakan masyarakat untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex-1 overflow-hidden">
<div class="h-full">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-ecape-79elbk h-full">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-ecape-1n7m0yu">
<div class="flex flex-col text-sm md:pb-9">
<article class="w-full text-token-text-primary focus-visible:outline-2 focus-visible:outline-offset-[-4px]" dir="auto" data-testid="conversation-turn-11" data-scroll-anchor="true">
<div class="m-auto text-base py-[18px] px-3 md:px-4 w-full md:px-5 lg:px-4 xl:px-5">
<div class="mx-auto flex flex-1 gap-4 text-base md:gap-5 lg:gap-6 md:max-w-3xl lg:max-w-[40rem] xl:max-w-[48rem]">
<div class="flex-shrink-0 flex flex-col relative items-end">
<div>
<div class="pt-0">
<div class="gizmo-bot-avatar flex h-8 w-8 items-center justify-center overflow-hidden rounded-full">
<div class="relative p-1 rounded-sm flex items-center justify-center bg-token-main-surface-primary text-token-text-primary h-8 w-8"></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="group/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex max-w-full flex-col flex-grow">
<div class="min-h-8 text-message flex w-full flex-col items-end gap-2 whitespace-normal break-words [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="0cbe2028-a7d6-4bf2-9eb1-7e9cf58794c5" data-message-model-slug="gpt-4o">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light">
<div class="flex-1 overflow-hidden">
<div class="h-full">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-ecape-79elbk h-full">
<div class="react-scroll-to-bottom--css-ecape-1n7m0yu">
<div class="flex flex-col text-sm md:pb-9">
<article class="w-full text-token-text-primary focus-visible:outline-2 focus-visible:outline-offset-[-4px]" dir="auto" data-testid="conversation-turn-11" data-scroll-anchor="true">
<div class="m-auto text-base py-[18px] px-3 md:px-4 w-full md:px-5 lg:px-4 xl:px-5">
<div class="mx-auto flex flex-1 gap-4 text-base md:gap-5 lg:gap-6 md:max-w-3xl lg:max-w-[40rem] xl:max-w-[48rem]">
<div class="flex-shrink-0 flex flex-col relative items-end">
<div>
<div class="pt-0">
<div class="gizmo-bot-avatar flex h-8 w-8 items-center justify-center overflow-hidden rounded-full">
<div class="relative p-1 rounded-sm flex items-center justify-center bg-token-main-surface-primary text-token-text-primary h-8 w-8"><strong><a href="http://koranindopos.com">koranindopos.com</a></strong> &#8211;<strong> Jakarta</strong> Di Indonesia, masyarakat memanfaatkan berbagai kalender sebagai pedoman aktivitas sehari-hari. Selain kalender Masehi, kalender Hijriah dan Jawa juga digunakan sebagai penanda hari-hari penting dalam kegiatan agama, budaya, dan tradisi. Kalender Hijriah, yang digunakan umat Islam, menjadi acuan penting untuk menjalankan ibadah sesuai dengan tuntunan agama. Sementara itu, kalender Jawa digunakan masyarakat untuk menandai waktu dalam kepercayaan adat, seperti memilih hari baik untuk pernikahan atau acara penting lainnya.</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="group/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex max-w-full flex-col flex-grow">
<div class="min-h-8 text-message flex w-full flex-col items-end gap-2 whitespace-normal break-words [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="0cbe2028-a7d6-4bf2-9eb1-7e9cf58794c5" data-message-model-slug="gpt-4o">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light">
<p>Berikut ini adalah kalender Hijriah dan kalender Jawa bulan November 2024 yang mencakup tanggal penting serta jadwal puasa untuk umat Islam.</p>
<p><strong>1 November 2024 (Jumat)</strong></p>
<p>Tanggal Jawa: 28 Bakdomulud 1958 Za&#8217;</p>
<p>Tanggal Hijriah: 29 Rabiul Akhir 1446 H</p>
<p>Weton: Jumat Pahing</p>
<p><strong>2 November 2024 (Sabtu)</strong></p>
<p>Tanggal Jawa: 29 Bakdomulud 1958 Za&#8217;</p>
<p>Tanggal Hijriah: 30 Rabiul Akhir 1446 HWeton: Sabtu Pon</p>
<p><strong>3 November 2024 (Minggu)</strong></p>
<p>Tanggal Jawa: 1 Jumadilawal 1958 Za&#8217;</p>
<p>Tanggal Hijriah: 1 Jumadil Awal 1446 H</p>
<p>Weton: Minggu Wage</p>
<p>Lanjutkan mengikuti urutan tersebut hingga <strong>30 November 2024</strong>, dengan menyesuaikan tanggal-tanggal kalender Jawa dan Hijriah. Kalender ini merupakan panduan lengkap untuk menyesuaikan tanggal Masehi dengan tanggal-tanggal di kalender Hijriah dan Jawa.</p>
<p>Puasa Sunnah yang dapat dijalankan di bulan ini meliputi Puasa Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Puasa Daud. Berikut jadwal puasa sunnah pada November 2024 yang bisa dijadikan acuan:</p>
<p><strong>Senin, 4 November</strong> &#8211; Puasa Senin</p>
<p><strong>Kamis, 7 November</strong> &#8211; Puasa Kamis</p>
<p><strong>Senin, 11 November</strong> &#8211; Puasa Senin</p>
<p><strong>Kamis, 14 November</strong> &#8211; Puasa Kamis</p>
<p><strong>Jumat, 15 November</strong> &#8211; Puasa Ayyamul Bidh (13 Jumadil Awal 1446 H)</p>
<p><strong>Sabtu, 16 November</strong> &#8211; Puasa Ayyamul Bidh (14 Jumadil Awal 1446 H)</p>
<p><strong>Minggu, 17 November</strong> &#8211; Puasa Ayyamul Bidh (15 Jumadil Awal 1446 H)</p>
<p><strong>Senin, 18 November</strong> &#8211; Puasa Senin</p>
<p><strong>Kamis, 21 November</strong> &#8211; Puasa Kamis</p>
<p><strong>Senin, 25 November</strong> &#8211; Puasa Senin</p>
<p><strong>Kamis, 28 November</strong> &#8211; Puasa Kamis</p>
<p>Kalender Hijriah dan Jawa membantu masyarakat dalam menjalani kegiatan sehari-hari dan melestarikan budaya. Dalam Islam, kalender Hijriah sangat berguna untuk menentukan hari-hari penting seperti hari puasa, Maulid Nabi, serta hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Di sisi lain, kalender Jawa memungkinkan masyarakat untuk tetap terhubung dengan adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun, seperti weton untuk mencari hari baik dalam pernikahan atau upacara adat.</p>
<p>Dengan kalender lengkap ini, semoga masyarakat Indonesia dapat menjalani bulan November 2024 dengan lebih terarah, baik dalam menjalankan ibadah maupun dalam mengikuti adat budaya yang berharga.(dhil)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/panduan-kalender-hijriah-dan-jawa-november-2024-jadwal-puasa-dan-tanggal-penting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Tips Agar Tidak Lemas Saat Puasa</title>
		<link>https://koranindopos.com/5-tips-agar-tidak-lemas-saat-puasa/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/5-tips-agar-tidak-lemas-saat-puasa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hana]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Mar 2023 05:17:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=31541</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Jakarta. Selama menjalankan puasa di bulan Ramadan, tubuh memerlukan energi yang cukup agar tidak mudah lemas. Biasanya tubuh terasa lemas saat puasa memang hal yang biasa. Namun, jangan dianggap sepele, ya. Jika dibiarkan, badan yang lemas dapat menghambat aktivitas sehari-hari, bahkan bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan, lho. Yuk, cari tahu cara mencegah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://koranindopos.com"><strong>koranindopos.com</strong></a> &#8211; <strong>Jakarta</strong>. Selama menjalankan puasa di bulan Ramadan, tubuh memerlukan energi yang cukup agar tidak mudah lemas. Biasanya tubuh terasa lemas saat puasa memang hal yang biasa. Namun, jangan dianggap sepele, ya. Jika dibiarkan, badan yang lemas dapat menghambat aktivitas sehari-hari, bahkan bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan, <em>lho</em>. <em>Yuk</em>, cari tahu cara mencegah tubuh lemas saat puasa</p>
<p>1. Hidrasi<br />
Air menjadi sumber minuman terbaik untuk menghindari hidrasi tubuh, selain itu cairan ini bukan hanya air mineral. Anda dapat mengonsumsi sumber air dari berbagai makanan, seperti buah dan sayur.</p>
<p>2. Pilih makanan tepat<br />
Hindari makanan tinggi lemak dan natrium seperti makanan cepat saji, gorengan, maupun makanan instan. Kelebihan garam juga akan menarik cairan dari tubuh, sehingga membuat cepat haus.</p>
<p>3. Jangan lewatkan sahur<br />
Selama 30 hari berpuasa, pastikan untuk tidak melewatkan sahur. Sahur menjadi awal sebelum beraktivitas seharian, pastikan untuk mengisi energi dengan makanan yang tersedia.</p>
<p>4. Jangan makan berat saat buka puasa<br />
Konsumsi makanan yang ringan namun tetap bergizi seimbang. Misalnya mengonsumsi sayuran untuk menghindari terjadinya lonjakan gula.</p>
<p>5. Istirahat cukup<br />
Pastikan mendapatkan istirahat yang cukup selama bulan puasa. Dengan istirahat yang berkualitas, tubuh pun tetap bisa berfungsi dengan baik meski sedang berpuasa. (ana)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/5-tips-agar-tidak-lemas-saat-puasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjaga Kesehatan Dan Stamina Tubuh Saat Berpuasa</title>
		<link>https://koranindopos.com/menjaga-kesehatan-dan-stamina-tubuh-saat-berpuasa/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/menjaga-kesehatan-dan-stamina-tubuh-saat-berpuasa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hana]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2022 01:07:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Bulan Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Sahur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=10547</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, koranindopos.com -Puasa adalah salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim, terutama ketika berada di dalam masa bulan Ramadan. Rutinitas puasa biasanya dimulai dengan menyantap sahur yang biasanya dilakukan sebelum waktu sholat Subuh tiba, sampai dengan ketika waktu sholat Magrib datang. Menyantap sahur ketika puasa, selain memiliki makna ibadah yang dianjurkan, juga bermakna menjaga kesehatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="http://www.koranindopos.com"><em><strong>koranindopos.com</strong></em></a> -Puasa adalah salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim, terutama ketika berada di dalam masa bulan <a href="https://prsoloraya.pikiran-rakyat.com/tag/Ramadan" rel="nofollow noopener" target="_blank">Ramadan</a>. Rutinitas puasa biasanya dimulai dengan menyantap <a href="http://www.koranindopos.com">sahur</a> yang biasanya dilakukan sebelum waktu sholat Subuh tiba, sampai dengan ketika waktu sholat Magrib datang.</p>
<p>Menyantap <a href="http://www.koranindopos.com">sahur</a> ketika puasa, selain memiliki makna ibadah yang dianjurkan, juga bermakna menjaga kesehatan karena sepanjang hari berpuasa.</p>
<p>Ahli gizi lulusan Universitas Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dr. Putri Sakti Dwi Permanasari, M.Gizi, Sp. GK AIFO-K berpesan agar masyarakat tidak melewatkan sahur saat berpuasa di bulan Ramadhan demi menjaga kesehatan dan stamina tubuh.</p>
<p>&#8220;Penting untuk kita perhatikan agar tetap sehat selama bulan puasa dengan tidak melewatkan waktu makan saat sahur, tidak mengonsumsi makanan berlebih saat berbuka, dan tetap berolahraga serta tidur yang cukup,&#8221; imbuhnya kata dr. Putri dalam keterangan tertulis, Rabu, seperti yang dilansir dari Antara.</p>
<p>&#8220;Menjaga kesehatan di bulan Ramadhan itu tidak jauh berbeda dengan menjaga kesehatan di bulan lainnya. Di mana, yang membedakan hanyalah waktu saat kita makan,&#8221; kata dr. Putri.</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Putri mengatakan kiat lainnya adalah memperhatikan kombinasi gizi dan vitamin pada menu sahur dan berbuka.</p>
<p>&#8220;Saat sahur, utamakan mengkonsumsi karbohidrat kompleks karena akan lebih lama dicerna dan bisa memberi rasa kenyang lebih lama dan memberi energi yang lebih lama pula. Makanan kaya protein serta sayur dan buah juga jangan dilewatkan. Minum air putih yang cukup juga perlu,&#8221; kata dia.</p>
<p>Saat berbuka, diusahakan tidak langsung makan besar. Konsumsi dulu makanan atau minuman manis yang bukan dari gula; bisa dengan kurma, buah atau air kelapa. Setelah shalat maghrib, Anda bisa mengonsumsi makanan apa saja yang mengandung karbohidrat, protein hewani atau nabati, serat dan vitamin dari buah dan sayur juga lemak sehat.</p>
<p>dr. Putri mengatakan, jenis makanan yang dikonsumsi di bulan Ramadhan sangat perlu diperhatikan. Hindari untuk mengonsumsi makanan yang digoreng secara berlebih, makanan yang terlalu manis atau tinggi gula, terutama dengan pemanis buatan juga tidak dianjurkan.</p>
<p>&#8220;Makanan yang terlalu pedas apalagi bersantan atau makanan kemasan juga perlu dihindari. Selain itu, makanan berserat tinggi juga sebenarnya tidak dianjurkan, terutama untuk berbuka. Karena akan sulit dicerna ketika perut masih kosong,&#8221; kata dia.</p>
<p>Ada pula beberapa buah dan sayur yang dr. Putri rekomendasikan, yaitu sayur dan buah yang mengandung banyak air, antioksidan serta vitamin C seperti bayam, brokoli, semangka atau alpukat.</p>
<p>Selanjutnya, jangan lupa penuhi kebutuhan air harian walaupun ada keterbatasan waktu mengonsumsi makan dan minum di bulan Ramadhan.</p>
<p>Salah satu cara yang direkomendasikan oleh dr. Putri adalah menerapkan pola 2-4-2. Yaitu 2 gelas saat berbuka, 4 gelas saat makan malam dan 2 gelas lagi saat sahur.(ris)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/menjaga-kesehatan-dan-stamina-tubuh-saat-berpuasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenag : Vaksinasi Covid-19 Tidak Batalkan Puasa</title>
		<link>https://koranindopos.com/kemenag-vaksinasi-covid-19-tidak-batalkan-puasa/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/kemenag-vaksinasi-covid-19-tidak-batalkan-puasa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hairul]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2022 17:04:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=10531</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, koranindopos.com &#8211; Sebagian masyarakat bertanya, bagaimana hukum vaksin Covid-19 saat menjalani puasa Ramadan. Apakah membatalkan puasa ataukah tidak? Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin menegaskan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa. Hal itu menurutnya sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa,” tegas Kamaruddin Amin di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="http://www.koranindopos.com"><em><strong>koranindopos.com</strong></em></a> &#8211; Sebagian masyarakat bertanya, bagaimana hukum vaksin Covid-19 saat menjalani puasa Ramadan. Apakah membatalkan puasa ataukah tidak?</p>
<p>Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin menegaskan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa. Hal itu menurutnya sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).</p>
<p>“Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa,” tegas Kamaruddin Amin di Jakarta, Selasa (5/4/2022).</p>
<p>“Melakukan vaksinasi Covid-19 bagi umat Islam yang berpuasa dengan injeksi intramuscular hukumnya boleh sepanjang tidak menyebabkan bahaya (dlarar),” sambungnya.</p>
<p>Kamaruddin mengatakan, dua ketentuan itu tertuang dalam Fatwa MUI Nomor: 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa. Fatwa ini terbit pada 16 Maret 2021 dan ditandatangani oleh Ketua Komisi Fatwa saat itu, Alm Prof. Dr. H. Hasanuddin AF dan Sekretaris Komisi Fatwa Miftahul Huda, Lc. Ikut bertandatangan juga Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar dan Sekjen MUI Dr. H. Amirsyah Tambunan.</p>
<p>Dikatakan Kamaruddin, pihaknya sudah meminta kepada seluruh jajaran Kantor Kemenag Kanwil Provinsi, Kankemenag Kab/Kota, bahkan hingga Kantor Urusan Agama (KUA) yang ada di tiap kecamatan, untuk mensosialisasikan fatwa MUI terkait hukum vaksinasi Covid-19 saat berpuasa.</p>
<p>“KUA agar edukasi umat. Vaksinasi bukan penghalang dan tidak membatalkan puasa,” tegasnya.</p>
<p>Program vaksinasi terus didorong oleh pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19. MUI bahkan merekomendasikan bahwa Pemerintah dapat melakukan vaksinasi Covid-19 pada saat bulan Ramadan untuk mencegah penularan wabah Covid-19 dengan memperhatikan kondisi umat Islam yang sedang berpuasa.</p>
<p>“Umat Islam dalam rekomendasi fatwa MUI juga disebutkan, wajib berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan oleh Pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok dan terbebas dari wabah Covid-19,” tandasnya.(fai)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/kemenag-vaksinasi-covid-19-tidak-batalkan-puasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
