<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sampah organik &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/sampah-organik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Nov 2026 18:24:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>sampah organik &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230925932</site>	<item>
		<title>Manfaatkan Sampah Organik, Mama-mama di Teluk Wondama Mulai Tanam Sayuran untuk Dukung Swasembada Pangan</title>
		<link>https://koranindopos.com/manfaatkan-sampah-organik-mama-mama-di-teluk-wondama-mulai-tanam-sayuran-untuk-dukung-swasembada-pangan/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/manfaatkan-sampah-organik-mama-mama-di-teluk-wondama-mulai-tanam-sayuran-untuk-dukung-swasembada-pangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2026 02:29:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[sampah organik]]></category>
		<category><![CDATA[teluk wondama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=132251</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA &#8211; Pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk mulai membawa perubahan bagi masyarakat di kawasan transmigrasi Teluk Wondama, Papua Barat. Melalui pendampingan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI), mama-mama di wilayah tersebut kini mulai menanam berbagai jenis sayuran di pekarangan rumah dengan memanfaatkan sampah rumah tangga. Program ini membantu warga mengatasi persoalan tanah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank"><strong>Koranindopos.com</strong></a> &#8211; <strong>JAKARTA</strong> &#8211; Pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk mulai membawa perubahan bagi masyarakat di kawasan transmigrasi Teluk Wondama, Papua Barat. Melalui pendampingan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI), mama-mama di wilayah tersebut kini mulai menanam berbagai jenis sayuran di pekarangan rumah dengan memanfaatkan sampah rumah tangga.</p>
<p>Program ini membantu warga mengatasi persoalan tanah yang kurang subur sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia yang harganya relatif mahal.</p>
<p>Salah satu peserta pendampingan, Mama Olhal Netennya, mengaku senang karena sampah dapur yang sebelumnya dibuang kini dapat diolah menjadi bahan penyubur tanaman.</p>
<p>&#8220;Sekarang, sampah di rumah sudah tidak dibuang lagi. Setelah adik-adik datang, sampah kami olah untuk menyuburkan tanaman di pekarangan dan juga mengurangi kotoran,&#8221; ujar Mama Olhal, Jumat (6/11/2026).</p>
<p>Ia berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat dibagikan kepada masyarakat lainnya agar semakin banyak warga yang tertarik bercocok tanam.</p>
<p>Pendampingan tersebut berawal dari tingginya semangat masyarakat di Tamoge untuk menanam sayuran. Namun, keinginan tersebut terkendala kondisi tanah yang kurang subur serta mahalnya sarana pertanian.</p>
<p>Anggota TEP UI, Rathalia, mengatakan pihaknya kemudian berinisiatif memanfaatkan sampah rumah tangga sebagai bahan baku pupuk organik untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah.</p>
<p>&#8220;Warga sangat bersemangat menanam sayur jika difasilitasi, tetapi tanahnya kurang subur. Oleh karena itu, kami berinisiatif mengolah sampah rumah tangga agar bermanfaat untuk menyuburkan tanah,&#8221; kata Rathalia.</p>
<p>Kegiatan ini diikuti oleh 20 mama-mama dari Satuan Permukiman (SP) 1 dan 2 Tamoge, Kawasan Transmigrasi Werianggi. Wilayah tersebut berjarak sekitar empat jam perjalanan dari Wasior sebagai kota terdekat.</p>
<p>Sebelum pendampingan dilakukan, masyarakat setempat juga belum pernah mendapatkan sosialisasi maupun pendampingan pengelolaan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajarkan mengolah sampah dapur, seperti kulit buah dan potongan sayuran, menjadi ekoenzim.</p>
<p>Proses pembuatannya dimulai dengan melarutkan 100 gram gula merah ke dalam satu liter air. Setelah itu, sebanyak 300 gram sampah organik yang telah dipotong kecil-kecil dimasukkan ke dalam campuran tersebut.</p>
<p>Campuran kemudian disimpan dalam wadah tertutup dan ditempatkan di lokasi teduh selama tiga bulan. Selama proses fermentasi, tutup wadah sesekali dibuka untuk mengeluarkan gas yang terbentuk.</p>
<p>Ekoenzim yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk membantu menyuburkan tanaman, membersihkan lantai, serta mengurangi bau pada tempat sampah.</p>
<p>Selain itu, sampah organik lainnya juga diolah bersama daun-daun kering menjadi kompos. Kini, para mama mulai mempraktikkan ilmu yang diperoleh dengan menanam berbagai jenis sayuran, seperti cabai, tomat, terong, dan sawi di pekarangan rumah masing-masing.</p>
<p>Pemanfaatan sampah organik tersebut tidak hanya membantu mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendorong kemandirian masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.</p>
<p>Upaya ini sekaligus sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat kemandirian pupuk sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.</p>
<p>Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pupuk impor agar sektor pertanian nasional semakin mandiri.</p>
<p>&#8220;Begitu kita (Indonesia) lepas dari ketergantungan pupuk dari luar negeri, kita akan menjadi bangsa yang sangat-sangat kuat, Saudara-saudara,&#8221; ujar Prabowo dalam acara Panen Raya Jagung Serentak dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, Selasa (16/6/2026).</p>
<p>Pendampingan TEP UI di Teluk Wondama menjadi salah satu contoh bagaimana pemanfaatan sumber daya lokal dapat menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Melalui pengolahan sampah organik menjadi pupuk, warga tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga mulai membangun kemandirian pangan dari pekarangan rumah sendiri.(dhil/kmps)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/manfaatkan-sampah-organik-mama-mama-di-teluk-wondama-mulai-tanam-sayuran-untuk-dukung-swasembada-pangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132251</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
