<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sampah Plastik &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/sampah-plastik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Oct 2026 17:36:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>Sampah Plastik &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230925932</site>	<item>
		<title>Atasi Krisis Sampah Plastik, Dosen Undip Ciptakan Dipofuel Gen 3: Mesin Pirolisis Pengubah Limbah Jadi Bahan Bakar</title>
		<link>https://koranindopos.com/atasi-krisis-sampah-plastik-dosen-undip-ciptakan-dipofuel-gen-3-mesin-pirolisis-pengubah-limbah-jadi-bahan-bakar/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/atasi-krisis-sampah-plastik-dosen-undip-ciptakan-dipofuel-gen-3-mesin-pirolisis-pengubah-limbah-jadi-bahan-bakar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2026 08:04:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukatif & Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan Bakar]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Plastik]]></category>
		<category><![CDATA[Undip]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=129836</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA &#8211; Persoalan sampah plastik masih menjadi tantangan lingkungan yang belum sepenuhnya terurai di Indonesia. Data Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH) mencatat proporsi sampah plastik di tanah air melonjak dari 11 persen pada tahun 2010 menjadi hampir 20 persen pada 2024. Jika tidak segera ditangani secara sistematis, jumlah limbah plastik diproyeksikan dapat menembus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="1"><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a></strong> &#8211; <strong>JAKARTA</strong> &#8211; Persoalan sampah plastik masih menjadi tantangan lingkungan yang belum sepenuhnya terurai di Indonesia. Data Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH) mencatat proporsi sampah plastik di tanah air melonjak dari 11 persen pada tahun 2010 menjadi hampir 20 persen pada 2024. Jika tidak segera ditangani secara sistematis, jumlah limbah plastik diproyeksikan dapat menembus 50 persen dari total volume sampah nasional pada 2050.</p>
<p data-path-to-node="2">Menjawab tantangan tersebut, perguruan tinggi terus melahirkan berbagai terobosan teknologi. Salah satu inovasi konkret datang dari Universitas Diponegoro (Undip) melalui <b data-path-to-node="2" data-index-in-node="171">Mesin Pirolisis Statis Dipofuel Generasi Ketiga (Gen 3)</b>—sebuah alat yang mampu menyulap limbah plastik menjadi bahan bakar cair.</p>
<p data-path-to-node="5">Inovasi ini dikembangkan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh dosen Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Undip, <b data-path-to-node="5" data-index-in-node="115">Prof. Ir. Didi Dwi Anggoro</b>. Prof. Didi merancang Dipofuel untuk mengikis timbunan sampah plastik sekaligus mengolahnya menjadi produk berdaya guna tinggi.</p>
<p data-path-to-node="6">Pengembangan teknologi ini melalui proses evaluasi yang panjang:</p>
<ul data-path-to-node="7">
<li>
<p data-path-to-node="7,0,0"><b data-path-to-node="7,0,0" data-index-in-node="0">Prototipe Gen 1:</b> Hanya mampu mengolah <b data-path-to-node="7,0,0" data-index-in-node="38">5 kg</b> plastik.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="7,1,0"><b data-path-to-node="7,1,0" data-index-in-node="0">Dipofuel Gen 2:</b> Kapasitas ditingkatkan menjadi <b data-path-to-node="7,1,0" data-index-in-node="47">100 kg</b> plastik.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="7,2,0"><b data-path-to-node="7,2,0" data-index-in-node="0">Dipofuel Gen 3:</b> Kapasitas pengolahan melonjak hingga <b data-path-to-node="7,2,0" data-index-in-node="53">200 kg</b> plastik dalam sekali proses produksi.</p>
</li>
</ul>
<p data-path-to-node="8">Mesin ini bekerja melalui metode <b data-path-to-node="8" data-index-in-node="33">pirolisis</b>, yaitu pemanasan limbah plastik tanpa oksigen di dalam reaktor tertutup berkapasitas 1.000 liter. Reaktor tersebut terbuat dari plat besi yang dilengkapi insulator <i data-path-to-node="8" data-index-in-node="207">fiber ceramic</i>, sistem pemanas berbasis biomassa, serta panel kontrol suhu dan tekanan yang dilengkapi alarm keselamatan.</p>
<blockquote data-path-to-node="9">
<p data-path-to-node="9,0">&#8220;Keunggulan generasi ketiga ini terutama pada kapasitasnya yang jauh lebih besar. Dari awalnya 5 kilogram, kemudian 100 kilogram, sekarang mencapai 200 kilogram sekali produksi,&#8221; tutur Prof. Didi, dikutip <b data-path-to-node="9,0" data-index-in-node="205">Jumat (16/10/2026)</b>.</p>
</blockquote>
<p data-path-to-node="12">Melalui proses pengolahan yang memakan waktu <b data-path-to-node="12" data-index-in-node="45">4 hingga 8 jam</b>, Dipofuel Gen 3 menyempurnakan sistem kondensasi/pengembunan bertingkat sehingga menghasilkan konversi limbah yang optimal:</p>
<ul data-path-to-node="13">
<li>
<p data-path-to-node="13,0,0"><b data-path-to-node="13,0,0" data-index-in-node="0">60%</b> Bahan Bakar Cair</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="13,1,0"><b data-path-to-node="13,1,0" data-index-in-node="0">20%</b> Gas Bakar</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="13,2,0"><b data-path-to-node="13,2,0" data-index-in-node="0">20%</b> Residu Karbon Padat / <i data-path-to-node="13,2,0" data-index-in-node="26">Wax</i> Padat</p>
</li>
</ul>
<p data-path-to-node="14">Tak hanya itu, gas bakar yang dihasilkan selama proses pirolisis dialirkan kembali ke sistem pemanas menggunakan <i data-path-to-node="14" data-index-in-node="113">blower</i>. Mekanisme sirkulasi ini membantu mempercepat pembakaran internal sekaligus menghemat penggunaan kayu bakar.</p>
<p data-path-to-node="17">Meski berpotensi menghasilkan bahan bakar alternatif, Prof. Didi menegaskan bahwa tujuan utama pengembangan Dipofuel Gen 3 bukan semata-mata mencari keuntungan ekonomi, melainkan menghadirkan solusi konkret atas penumpukan sampah plastik.</p>
<p data-path-to-node="18">Saat ini, inovasi ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat petani di Batang, Jawa Tengah, untuk menggerakkan mesin pompa irigasi pertanian. Selain itu, keandalan Dipofuel Gen 3 juga mulai menarik perhatian berbagai pihak, seperti lembaga pemasyarakatan, pondok pesantren di Jawa Timur, hingga PLTU di Sulawesi Selatan yang telah menjalin komunikasi awal terkait potensi kerja sama pengolahan limbah.</p>
<p data-path-to-node="21">Saat ini, mesin Dipofuel Gen 3 dipamerkan dalam rangkaian pameran <b data-path-to-node="21" data-index-in-node="66">Dies Natalis ke-69 Undip</b> di Muladi Dome, Kampus Undip Tembalang, Semarang. Usai pameran, mesin ini direncanakan langsung dioperasikan di lingkungan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Undip.</p>
<p data-path-to-node="22">Prof. Didi berharap teknologi ini dapat menjadi prototipe perintis yang dapat direplikasi secara masif, mulai dari tingkat paling dasar di masyarakat.</p>
<blockquote data-path-to-node="23">
<p data-path-to-node="23,0">&#8220;Harapan kami, mesin ini bisa menjadi prototipe pionir untuk pengolahan sampah, setidaknya pada skala kelurahan. Ke depan, kapasitasnya masih berpeluang dikembangkan hingga skala ton dan diterapkan di masyarakat maupun industri,&#8221; pungkasnya.</p>
</blockquote>
<p data-path-to-node="24">Kendati demikian, untuk penerapan skala besar, diperlukan dukungan holistik lintas sektor, mencakup keterlibatan pemerintah, kesiapan sumber daya manusia (SDM), serta pemenuhan regulasi dan perizinan yang berlaku.(dhil/dtk)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/atasi-krisis-sampah-plastik-dosen-undip-ciptakan-dipofuel-gen-3-mesin-pirolisis-pengubah-limbah-jadi-bahan-bakar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">129836</post-id>	</item>
		<item>
		<title>LOreal Indonesia Percepat Pengurangan Sampah Plastik lewat LOreal for The Future</title>
		<link>https://koranindopos.com/loreal-indonesia-percepat-pengurangan-sampah-plastik-lewat-loreal-for-the-future/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/loreal-indonesia-percepat-pengurangan-sampah-plastik-lewat-loreal-for-the-future/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hanasa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2022 10:07:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[LOreal for The Future]]></category>
		<category><![CDATA[Loreal Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Plastik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=24268</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Jakarta. Komitmen LOreal For The Future mengakselerasi strategi LOreal Indonesia dalam mengurangi dan menangani sampah plastik sebagai upaya untuk terus menghadirkan bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Melalui komitmen ini, LOreal Indonesia menargetkan untuk mencapai pengurangan 78% penggunaan virgin plastic dan 26% pengumpulan sampah kemasan melalui kolaborasi daur ulang di tahun 2025 serta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://koranindopos.com"><strong>koranindopos.com</strong></a> &#8211; <strong>Jakarta</strong>. Komitmen LOreal For The Future mengakselerasi strategi LOreal Indonesia dalam mengurangi dan menangani sampah plastik sebagai upaya untuk terus menghadirkan bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Melalui komitmen ini, LOreal Indonesia menargetkan untuk mencapai pengurangan 78% penggunaan virgin plastic dan 26% pengumpulan sampah kemasan melalui kolaborasi daur ulang di tahun 2025 serta optimis dapat melampaui target pengurangan sampah plastik yang ditetapkan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) No. 75 tahun 2019.</p>
<p>LOreal for the Future (L4TF) merupakan strategi pembangunan berkelanjutan dengan target berbasis sains dan memiliki komitmen jangka panjang hingga 2030 yang mencakup enam topik utama, diantaranya air, iklim, keanekaragaman hayati, pemberdayaan komunitas, dampak finansial, dan juga limbah.</p>
<p>Strategi L4TF ini terbagi menjadi tiga pilar utama, yaitu bertransformasi untuk memastikan aktivitas perusahaan kami menghormati batasan-batasan planet; memberdayakan ekosistem bisnis untuk bertransisi menghadirkan bisnis yang lebih berkelanjutan, serta berkontribusi mengatasi tantangan dunia, termasuk pemecahan isu sampah plastik di Indonesia.</p>
<p>“Di LOreal, kami memiliki tujuan yang sama untuk menciptakan kecantikan yang menggerakkan dunia. Hari ini kami menegaskan komitmen kami terhadap keberlanjutan melalui LOreal For The Future yang merupakan bagian tak terpisahkan dari LOreal Indonesia. Kami tidak memulai dari nol, kami telah menjadi salah satu pemimpin di industri kecantikan dalam praktik keberlanjutan selama bertahun-tahun,&#8221; ujar Junaid Murtaza, selaku Presiden Direktur LOreal Indonesia.</p>
<p>Strategi percepatan LOreal Indonesia dalam mengatasi sampah plastik sejalan dengan Peraturan Presiden No. 83 tahun 2018 tentang penanganan sampai laut dengan target pengurangan sampah laut sebesar 70% pada 2025. Limbah plastik yang dihasilkan Indonesia mencapai 66 juta ton per tahun dan 3,2 juta ton terbuang ke laut, jumlah ini akan terus bertambah jika kita tidak melakukan aksi apapun.</p>
<p>“Untuk mencapai target tersebut, pelaporan, pengumpulan data, dan pengawalan sangatlah diperlukan agar tercipta komitmen dan kontribusi nyata dalam pengelolaan sampah baik di darat maupun di laut melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat,” ujar Ujang Solihin Sidik, M.Sc., selaku Kasubdit Tata Laksana Produsen Direktorat Pengurangan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup &amp; Kehutanan.</p>
<p>Menyadari peran penting produsen dalam mengurangi timbulan sampah kemasan dan penanganan limbah paska konsumennya, L&#8217;Oréal Indonesia terus bertransformasi dan berinovasi menghadirkan produk kecantikan dengan kemasan yang semakin ramah lingkungan melalui tiga strategi utama, yakni:</p>
<p>Pembatasan, mengurangi 20% intensitas kemasan produk di 2030</p>
<p>Penggunaan daur ulang, menggunakan 100% bahan daur ulang pada kemasan plastik rigid di 2025</p>
<p>Pemanfaatan kembali, mengumpulkan kembali dan mendaur ulang sampah paska konsumen melalui kolaborasi Garnier x eRecycle dan kolaborasi bersama Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO).</p>
<p>Sejak Oktober 2022, L’Oréal Indonesia resmi menjadi anggota IPRO dan berfokus untuk mendaur ulang tipe plastik yang masih jarang di daur ulang di Indonesia, yaitu tipe plastik PP dan MLP (multi layered plastic). “Dari 66 juta ton limbah plastik kita, hanya 10% yang berhasil di daur ulang dan mayoritas tipe plastik yang banyak didaur ulang adalah tipe PET.</p>
<p>Sementara PP dan MLP yang materinya sulit terurai justru infrastrukturnya belum terbangun sempurna dan menyebabkan nilai ekonominya rendah. Disinilah LOreal sebagai salah satu anggota IPRO memiliki peran strategis untuk turut membangun infrastruktur daur ulang plastik PP dan MLP agar dapat meningkatkan pasokan serta permintaan kedua tipe plastik ini di Indonesia,” papar Zul Martini Indrawati selaku General Manager IPRO.</p>
<p>Ketiga strategi L4TF juga menjadi kunci utama LOreal Indonesia dalam menjawab Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) No. P.75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen dengan target pengurangan sebanyak 30% di 2029. “Kami berkomitmen untuk mengakselerasi upaya menuju zero virgin plastic dan upaya kolaborasi daur ulang sampah kemasan khususnya melalui keanggotaan IPRO. Di tahun 2025, kami menargetkan untuk mencapai pengurangan 78% penggunaan virgin plastic dan mencapai 26% pengumpulan sampah kemasan.</p>
<p>Melalui transformasi, inovasi, dan kolaborasi, kami optimis dapat melampaui target pengurangan sampah oleh produsen yang telah ditetapkan pada KLHK,” kata Mohamad Fikri, selaku Director of Corporate Responsibility, LOreal Indonesia.</p>
<p>LOreal Indonesia juga telah menjadi salah satu dari 40 perusahaan pertama yang mendeklarasikan peta jalan pengurangan sampah kami kepada KLHK. “Pengumpulan peta jalan ini merupakan bukti kontribusi LOreal dalam mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi isu sampah nasional sekaligus menjadi bagian penting dari upaya mengurangi jejak lingkungan kemasan kami. Dengan spirit LOreal For The Future, kami akan mengambil tanggung jawab lebih untuk membawa perubahan di sektor kecantikan dan memberdayakan seluruh ekosistem kami untuk mengambil peran dalam menghadirkan kecantikan yang menggerakkan Indonesia maju,” tutup Fikri.</p>
<p>Tentang LOreal Indonesia</p>
<p>LOreal hadir di Indonesia sejak tahun 1979, mendirikan PT LOreal Indonesia pada tahun 2000, dan telah mengoperasikan pusat manufaktur untuk wilayah Asia Tenggara di Indonesia sejak tahun 1986. LOreal di Indonesia mempekerjakan lebih dari 900 karyawan di kantor pusat, kantor regional, pabrik, pusat distribusi, akademi pelatihan tata rambut dan pusat evaluasi riset dan inovasi. Kami hadir di seluruh lini kategori di pasar kecantikan, mulai dari salon, butik, farmasi, klinik, distribusi massa, pusat perbelanjaan, hingga perdagangan elektronik.</p>
<p>Kami memiliki misi untuk menciptakan kecantikan yang menggerakkan dunia, mendefinisikan pendekatan kami sebagai kecantikan yang inklusif, etis, rendah hati, dan berkomitmen terhadap keberlanjutan sosial dan lingkungan. Dengan luasnya portofolio kami yang terdiri dari 15 merek internasional dan komitmen keberlanjutan yang ambisius dalam program ‘LOreal for the Future’, kami menawarkan kepada setiap orang di seluruh dunia yang terbaik dalam hal kualitas, kemanjuran, keamanan, ketulusan dan tanggung jawab, juga merayakan kecantikan dalam pluralitasnya yang tak terbatas. (ris)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/loreal-indonesia-percepat-pengurangan-sampah-plastik-lewat-loreal-for-the-future/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24268</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ekspansi INOV ke Medan untuk Daur Ulang Plastik Mulai Berjalan</title>
		<link>https://koranindopos.com/ekspansi-inov-ke-medan-untuk-daur-ulang-plastik-mulai-berjalan/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/ekspansi-inov-ke-medan-untuk-daur-ulang-plastik-mulai-berjalan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hanasa]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2022 02:58:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa Efek Indonesia (BEI)]]></category>
		<category><![CDATA[Daur Ulang Plastik]]></category>
		<category><![CDATA[PT Inocycle Technology Group Tbk ("INOV")]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Plastik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=19887</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Jakarta. PT Inocycle Technology Group Tbk (&#8220;INOV&#8221;), emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik (PET) menjadi Recycled Polyester Staple Fiber (RePSF), telah menyelesaikan konstruksi bangunan pabrik baru di Medan. Saat ini, Perseroan sedang dalam proses persiapan untuk pemasangan mesin-mesin daur ulang sampah botol plastik menjadi RePSF. Pabrik RePSF baru yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://koranindopos.com"><strong>koranindopos.com</strong></a> &#8211; <strong>Jakarta.</strong> PT Inocycle Technology Group Tbk (&#8220;INOV&#8221;), emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik (PET) menjadi Recycled Polyester Staple Fiber (RePSF), telah menyelesaikan konstruksi bangunan pabrik baru di Medan. Saat ini, Perseroan sedang dalam proses persiapan untuk pemasangan mesin-mesin daur ulang sampah botol plastik menjadi RePSF.</p>
<p>Pabrik RePSF baru yang diharapkan sudah dapat mulai beroperasi secara komersial pada akhir Maret 2023 tersebut, diperkirakan akan menambah 15% dari total kapasitas produksi Perseroan. Adapun total kapasitas produksi pabrik-pabrik milik INOV saat ini mencapai lebih dari 40.000 ton per tahun.</p>
<p>Sementara itu, di bawah bayang-bayang perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat tingginya tingkat inflasi akibat kenaikan harga berbagai komoditas, termasuk kenaikan harga bahan bakar terkait perang Rusia-Ukraina yang berlarut-larut, Perseroan telah melakukan penyesuaian target kinerja penjualan, dan tetap optimis penjualan dapat tumbuh secara positif di angka 15% pada tahun 2022. INOV optimis, permintaan produk daur ulang plastik akan terus bertumbuh seiring dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan produk daur ulang.</p>
<p>“Kami melihat pasar domestik sedang bertumbuh sehingga permintaan produk daur ulang plastik akan terus meningkat. Dengan demikian, target kenaikan penjualan sekitar 15% adalah hal yang masuk akal,” kata Direktur INOV, Victor Choi.</p>
<p>Pada Semester 1 2022, INOV mencatatkan penjualan sebesar Rp349,08 miliar atau naik 14,3% dari Rp305,40 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun di sisi laba kotor, Perseroan mencatatkan peningkatan 3.7% YoY menjadi Rp67.27 miliar, sementara pendapatan lain-lain naik 149.9% YoY menjadi Rp3.34 miliar. Namun, fluktuasi nilai tukar rupiah telah mengakibatkan kerugian selisih kurs yang cukup dalam sehingga mengakibatkan Perseroan mengalami rugi bersih Rp6,65 miliar pada Semester 1 2022. Pada periode sebelumnya, INOV mencatatkan laba bersih Rp 7,90 miliar.</p>
<p>Sekilas mengenai PT Inocycle Technology Group Tbk (“INOV”)</p>
<p>INOV adalah perusahaan Clean-Tech di Indonesia yang berfokus dalam mengolah dan mendaur ulang botol PET dan sampah plastik lainnya menjadi produk daur ulang serat staple buatan/Recycle Polyester Staple Fiber (re-PSF). Saat ini, INOV mengoperasikan tiga pabrik pembuatan produk daur ulang serat staple buatan di Tangerang, Solo, dan Mojokerto dengan pabrik pengolahan sampah botol plastik/washing facility di Solo, Mojokerto, Medan, dan Gowa, Makassar. Selain itu INOV juga mengoperasikan dua pabrik untuk industri bukan tenunan (non-woven) di Salatiga dan Palembang. Pada tahun 2021, INOV menambah dua pabrik bukan tenunan (NonWoven) di Kabupaten Gowa dan Takalar, serta washing facility di kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.</p>
<p>Tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 10 Juli 2019, PT Inocycle Technology Group Tbk (“INOV”) adalah emiten pertama untuk produk daur ulang serat staple buatan yang menghadirkan solusi global untuk masalah lokal, yakni mengubah sampah menjadi sumber daya baru. Untuk Sertifikasi Sustainability (ESG) INOV dari Planet Mark, dapat dilihat pada tautan sebagai berikut: https://www.planetmark.com/member/inocycle/. (ris)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/ekspansi-inov-ke-medan-untuk-daur-ulang-plastik-mulai-berjalan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">19887</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jangan Bakar Plastik</title>
		<link>https://koranindopos.com/jangan-bakar-plastik/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/jangan-bakar-plastik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hairul]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jun 2022 15:26:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan Bakar]]></category>
		<category><![CDATA[Bakar Plastik]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Plastik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=14036</guid>

					<description><![CDATA[Oleh Nyoman Parta Mohon tulisan ini dibaca utuh dan tuntas agar kita bisa berpikir jernih kemudian mencari solusi yang tepat. Saya bukan sarjana lingkungan, saya hanya senang dalam gerakan merawat lingkungan, sering bertanya dan berguru. pada mereka yang memiliki pengetahuan tentang lingkungan termasuk tentang residu khususnya plastik. Dari berbagai diskusi, sumber dan refrensi yang saya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Nyoman Parta</strong></p>
<p>Mohon tulisan ini dibaca utuh dan tuntas agar kita bisa berpikir jernih kemudian mencari solusi yang tepat.</p>
<p>Saya bukan sarjana lingkungan, saya hanya senang dalam gerakan merawat lingkungan, sering bertanya dan berguru. pada mereka yang memiliki pengetahuan tentang lingkungan termasuk tentang residu khususnya plastik.</p>
<p>Dari berbagai diskusi, sumber dan refrensi yang saya dapatkan , saya coba menuliskan, terutama sekali berkaitan dengan tungku pembakar plastik yang disebut incenerator yang mulai muncul dibeberapa tempat seperti Perean, Badung dan juga di Padang Sambian, Denpasar.</p>
<p>Kurangi timbulan dan pilah disumber</p>
<p>Sesungguhnya dua Pergub Bali nomor 97 tahun 2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai dan Pergub Bali nomor 47 tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber adalah Pergub yang sudah sangat tepat, tinggal komitmen semua pihak dan konsisten, plus harus sabar. Ayoo terus sosialisasikan dan aplikasikan kedua Pergub diatas.</p>
<p>Jangan instan dan panikan</p>
<p>Menyelesaikan problem sampah tidak bisa instan, panikan serta tidak boleh selalu membahas sampah di hilir dan tidak konsisten bangun kesadaran di hulunya. Mau cepat, sehingga hilang kesabaran minim informasi , pragmatis lalu solusinya bakar-bakar.</p>
<p>Itulah pentingnya memiliki pemahaman yang cukup dan utuh tidak mudah goyah dengan tawaran-tawaran penyelesaian persoalan sampah dengan cara pragmatis</p>
<p>Ingat persoalan sampah di hulu adalah persoalan manusia, jadi edukasi terus menerus manusianya yang tidak boleh putus waktunya akan lama, tapi hasilnya akan maksimal dan tuntas.</p>
<p>Manusia yg akan membentuk hebit, secara komunal manusia yang menjadikan budaya.</p>
<p>Budaya bersih adalah tujuan yang kita ingin capai, selanjutnya peradaban bersih adalah warisan untuk anak cucu dan generasi</p>
<p>Jangan Bakar Plastik</p>
<p>Kenapa harus diindari bakar plastik? plastik itu berasal dari residu minyak bumi, jadi sejak awal bahan pembuatnya beracun</p>
<p>Kalau bensin yang terbuat dari minyak bumi saja hasil pembakaranya kita sebut polusi, Apalagi residunya?</p>
<p>Ditambah plastik itu sejenisnya ada banyak sekali. Dan sebagian besar plastik yang kita gunakan sudah ditambah berbagai bahan, misal pewarna.</p>
<p>Proses pembakaran yang tidak sempurna akan menghasilkan reaksi kimia yang sulit ditangani dan mudah terbawa udara</p>
<p>Ketika pembakaran yang tidak sempurna lepas ke udara. Dioksin akan sulit sekali ditangani karena ukuranya sangat kecil, yaitu micron atau nano.</p>
<p>Apa bisa ditangkap, bisa! Tapi dengan membran yang tentu biayanya tidak murah, Dioksin itu tidak tunggal ada ratusan bahkan ribuan jenisnya.</p>
<p>Hasil pembakaran plastic tidak sempurna itu menghasilkan dioksin yang jumlah jenisnya tidak kita ketahui.</p>
<p>Karena dia senyawa beracun dengan bentuk yang beragam. Dia mudah masuk ketubuh manusia menyebabkan berbagai penyakit kronis termasuk kanker. Yang mana sulit diobati karena kita tidak tau dia dioksin yang mana</p>
<p>Kalau incenerator model seperti ini sama saja dengan bakar sampah biasa. Tidak cocok di tempatkan di lokasi padat penduduk, di desa-desa.</p>
<p>Disamping harus memenuhi perijinan untuk beroperasi juga harus lolos uji emisi, atau uji baku mutu, disamping itu juga tetap saja mesin ini harus di rawat dengan proper serta air filternya harus rutin di cek, kalau bocor, itu beracun sekali untuk udara sekitar</p>
<p>Biaya maintenance dan operasi cukup merogoh kocek Desa, butuh SOP dan pengawasan yang ketat ,,seharusnnya ini tidak disodorkan ke desa-desa.</p>
<p>Jika sangat terpaksa yang bakar-bakar, sebaiknya dibuat central saja di satu lokasi untuk membakar residu saja, yaitu di TPA. Itupun jalan terakhir kalau seandainya TPA tetap overload, membakar adalah tindakan terakhir dan terpaksa itupun dengan mesin yang canggih dengan suhu panas sampai 800c ke atas, incenerator yang benar-benar aman dan tertutup</p>
<p>Jadi contoh yang ada di Desa Padang Sambian seperti gambar video tidak mungkin sampai suhu panas 800cc apalagi harus di buka berulang kali untuk memasukkan sampah kering. Suhu pasti tidak stabil, karena sistem incenerator yang benar dan aman itu tertutup dengan frekwensi memasukan limbah residu, sekali lagi residu, bukan semua plastik dan sampah di bakar, dengan rentang waktu yang lama dan yang keluar dari ujung tiang tungku bukan asap seperi dalam video.</p>
<p>Saya sempat telepon Pak Gus Tre, Kadis lingkungan hidup Kota Denpasar apakah tungku pembakar sampah di Desa Padang Sambian itu sudah ada ijin operasional dan apakah sudah ada hasil uji baku mutu tentang emisi? Pak Kadis menjawab, belum.</p>
<p>Lho belum berijin, belum uji baku mutu kok sudah beroperasi? ditengah pemukiman pula., lalu bagaemana melakukan monitoring dan pengawasan</p>
<p>Saya juga komunikasi dengan Bapak Novrisal Tahar kepala bidang penanganan sampah dan limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup, beliu dengan tegas menyampaikan untuk Bali inscenerator model diatas tidak direkomendasikan.</p>
<p>Saya mengapresiasi dan menghormati semangat Pemerintah Desa , namun selusinya harus runut mengajak. memilah dan membakar itu kurang nyambung</p>
<p>Ayo diskusi bareng cari solusi, agar kita dapat solusi yang aman dan jangka panjang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Penulis adalah seorang Pegiat lingkungan yg juga anggota DPRRI dari Fraksi PDI Perjuangan</em></strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/jangan-bakar-plastik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">14036</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Unilever Indonesia dan QYOS Hadirkan Refill Station Sebagai Alternatif Belanja Minim Plastik</title>
		<link>https://koranindopos.com/unilever-indonesia-dan-qyos-hadirkan-refill-station-sebagai-alternatif-belanja-minim-plastik/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/unilever-indonesia-dan-qyos-hadirkan-refill-station-sebagai-alternatif-belanja-minim-plastik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hana]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Mar 2022 09:40:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[PT Unilever Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[QYOS]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Plastik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=9329</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, koranindopos.com &#8211; PT Unilever Indonesia, Tbk. (Unilever Indonesia) senantiasa berupaya untuk terus berinovasi, menghadirkan pilihan belanja yang lebih ramah lingkungan bagi konsumen. Kali ini, Unilever Indonesia berkolaborasi dengan QYOS menghadirkan refill station di dua lokasi strategis yang ramai pengunjung yaitu di Apartemen Kalibata City, Jakarta, dan Pasar Modern BSD, Tangerang. Keduanya menyediakan isi ulang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-9330 size-full" src="https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2022/03/Unilever-Indonesia-x-Qyos-Refill-Station-Pasar-Modern-BSD-9_rsz-750x400-1.jpg" alt="Unilever Indonesia x Qyos Refill Station Pasar Modern BSD 9 rsz 750x400 1 - Unilever Indonesia dan QYOS Hadirkan Refill Station Sebagai Alternatif Belanja Minim Plastik" width="750" height="400" title="Unilever Indonesia dan QYOS Hadirkan Refill Station Sebagai Alternatif Belanja Minim Plastik 2" srcset="https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2022/03/Unilever-Indonesia-x-Qyos-Refill-Station-Pasar-Modern-BSD-9_rsz-750x400-1.jpg 750w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2022/03/Unilever-Indonesia-x-Qyos-Refill-Station-Pasar-Modern-BSD-9_rsz-750x400-1-300x160.jpg 300w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p>
<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="http://www.koranindopos.com"><em><strong>koranindopos.com</strong></em></a> &#8211; PT Unilever Indonesia, Tbk. (Unilever Indonesia) senantiasa berupaya untuk terus berinovasi, menghadirkan pilihan belanja yang lebih ramah lingkungan bagi konsumen. Kali ini, Unilever Indonesia berkolaborasi dengan QYOS menghadirkan refill station di dua lokasi strategis yang ramai pengunjung yaitu di Apartemen Kalibata City, Jakarta, dan Pasar Modern BSD, Tangerang. Keduanya menyediakan isi ulang produk perawatan rumah tangga favorit keluarga yaitu Rinso dan Sunlight.</p>
<p>Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI menyebutkan bahwa total sampah nasional pada 2021 meningkat menjadi 68,5 juta ton. Mirisnya lagi, dari jumlah tersebut, timbunan sampah plastik merangkak naik dari 11% di 2010 menjadi 17 % di 2021 (sekitar 11,6 juta ton). Upaya bersama seluruh pihak, dari para pemangku kepentingan hingga masyarakat sebagai pengguna akhir menjadi sangat penting guna menemukan solusi terbaik untuk mengurangi dan mengolah sampah.</p>
<p><strong>Maya Tamimi, Head of Sustainable Environment Unilever Indonesia Foundation </strong>melalui siaran persnya hari ini, Jumat (18/03), menjelaskan, “Unilever berkomitmen untuk membangun planet yang lebih lestari. Komitmen tersebut kami terapkan dari hulu ke hilir melalui serangkaian inovasi produk, kemitraan dengan berbagai pihak, serta program-program yang secara konsisten melibatkan partisipasi masyarakat dan konsumen kami. Upaya ini sejalan dengan strategi besar perusahaan yaitu ‘The Unilever Compass’, untuk terus menumbuhkan bisnis secara berkelanjutan dan bertanggung jawab”.</p>
<p>Sebagai komitmen di hulu rantai bisnis, Unilever Indonesia terus melakukan sejumlah terobosan Less Plastic, Better Plastic, dan No Plastic agar tersedia pilihan produk dengan kemasan yang lebih bijak dalam penggunaan plastik. Di antaranya Less Plastic dengan menggunakan pendekatan teknologi material serta optimasi ukuran kemasan untuk mengurangi penggunaan plastik; Better Plastic dengan menggunakan plastik hasil daur ulang atau kemasan yang dapat di daur ulang; hingga No Plastic dengan memberikan pilihan berbelanja produk tanpa penggunaan kemasan plastik.</p>
<p>“Kolaborasi bersama QYOS untuk menyediakan alternatif berbelanja sambil mengurangi penggunaan kemasan plastik kepada konsumen melalui refill station merupakan langkah nyata kami pada sisi hulu, khususnya ‘No Plastic’, dan tengah rantai bisnis kami untuk turut mengedukasi masyarakat sembari mendorong partisipasi aktif mereka,” lanjut Maya.</p>
<p>QYOS merupakan start-up berbasis digital yang berdiri pada tahun 2020, yang kini telah resmi memiliki tujuh stasiun refill otomatis – dua di antaranya merupakan kolaborasi dengan Unilever Indonesia – yang didukung mesin canggih dengan sistem antarmuka dari Algramo, perusahaan teknologi isi ulang ramah lingkungan asal Chile.</p>
<p>Kolaborasi bersama Qyos telah dimulai sejak penghujung 2021 di Apartemen Kalibata City dan berhasil mendapatkan respons yang sangat positif dari konsumen. Untuk mengajak lebih banyak masyarakat, pada awal Maret ini, Unilever Indonesia menambah satu lagi titik refill station Qyos di salah satu destinasi belanja utama di wilayah Tangerang Selatan, yaitu di Pasar Modern BSD.</p>
<p><strong>Fazrin Rahman, CEO dan co-founder QYOS</strong>, mengungkapkan, “Sama halnya dengan Unilever Indonesia, kami percaya penumpukan sampah plastik dapat dihindari melalui hal sederhana, yaitu dengan mengubah cara kita berbelanja. Selama dua tahun mengusung misi #REFILLution, kami telah menjangkau ribuan pelanggan, dimana lebih dari setengahnya rutin mengisi ulang kembali. Kami juga telah menghemat lebih dari 400 kg kemasan sekali pakai sepanjang 2021. Harapannya, kehadiran stasiun QYOS Unilever Indonesia di Pasar Modern BSD dapat memperkenalkan dan menyediakan akses kepada masyarakat secara inklusif untuk perlahan-lahan beralih ke gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dengan cara yang mudah dan menyenangkan.”</p>
<p>Kolaborasi antara produsen dan pelaku bisnis isi ulang ini sangat diapresiasi oleh Ecoxyztem, komunitas penggerak para ecopreneurs yang bertujuan untuk mencari solusi dalam menyelesaikan tantangan perubahan iklim. Andreas Pandu Wirawan, Chief Commercial Officer Ecoxyztem mengatakan, “Semenjak pandemi COVID-19, ancaman dan tantangan terhadap bumi kian meningkat. Upaya kolektif yang menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dengan memprioritaskan aspek 5P yaitu People (Orang), Planet, Prosperity (Kesejahteraan), Peace (Kedamaian), dan Partnership (Kemitraan), perlu dilakukan secara konsisten untuk membawa perubahan yang berdampak besar. Semoga kolaborasi antara QYOS dan Unilever Indonesia dapat menginspirasi produsen lain, memfasilitasi konsumen untuk mengubah perilakunya, dan tentunya menjaga agar lingkungan kita tetap hijau dan sehat.”</p>
<p>Selain untuk menjaga lingkungan, kehadiran refill station juga memungkinkan konsumen menghemat hingga 20% dari harga retail. Konsumen yang ingin melakukan isi ulang Rinso dan Sunlight dapat datang langsung ke Apartemen Kalibata City, Tower Ebony Unit 9AT, Kios Indah Bazaar Street Food dan Pasar Modern BSD, Toko Kembar Mutiara, Blok K 210, setiap harinya pada pukul 08:00 – 15:00 WIB.</p>
<p>Untuk memanfaatkan layanan refill station, konsumen cukup membawa botol kosong ke QYOS, mendaftarkan nomer ponsel, memilih jumlah volume pengisian, dan membayar dengan memindai QR Code. Dalam rangka pembukaan stasiun terbaru di Pasar Modern BSD, 100 liter Sunlight akan dibagikan secara gratis kepada komunitas dan pedagang UMKM di sekitar lokasi sebagai bentuk upaya bersama mengurangi sampah plastik.</p>
<p>“Unilever Indonesia berharap dapat terus menggandeng berbagai pihak untuk menjadi bagian dari solusi permasalahan sampah plastik dan bersama-sama menjadi #GenerasiPilahPlastik, generasi yang lebih peduli lingkungan dan bertanggung jawab, terutama terhadap kemasan plastik, guna mewujudkan Indonesia yang lebih hijau, sehat, bersih dan lestari,” tutup Maya. (Red/rls)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/unilever-indonesia-dan-qyos-hadirkan-refill-station-sebagai-alternatif-belanja-minim-plastik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9329</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
