<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Satelit &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/satelit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Feb 2026 05:53:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>Satelit &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230925932</site>	<item>
		<title>SpaceX Akan Luncurkan 1 Juta Satelit Untuk Dukung Komputasi AI Global</title>
		<link>https://koranindopos.com/spacex-ajukan-rencana-luncurkan-hingga-1-juta-satelit-untuk-dukung-komputasi-ai-global/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/spacex-ajukan-rencana-luncurkan-hingga-1-juta-satelit-untuk-dukung-komputasi-ai-global/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 04:33:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AI global]]></category>
		<category><![CDATA[Satelit]]></category>
		<category><![CDATA[spaceX]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=112874</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Jakarta. Perusahaan antariksa SpaceX milik Elon Musk mengajukan permohonan ambisius untuk meluncurkan hingga satu juta satelit ke orbit Bumi. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memenuhi lonjakan kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang terus meningkat secara global. Dalam dokumen yang diajukan kepada Komisi Komunikasi Federal (Federal Communications Commission/FCC) Amerika Serikat pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="195" data-end="494"><strong><a href="http://koranindopos.com">koranindopos.com</a> </strong>&#8211; <strong>Jakarta</strong>. Perusahaan antariksa SpaceX milik Elon Musk mengajukan permohonan ambisius untuk meluncurkan hingga satu juta satelit ke orbit Bumi. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memenuhi lonjakan kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang terus meningkat secara global.</p>
<p data-start="496" data-end="922">Dalam dokumen yang diajukan kepada Komisi Komunikasi Federal (Federal Communications Commission/FCC) Amerika Serikat pada Jumat lalu, SpaceX memperkenalkan konsep baru yang mereka sebut sebagai <em data-start="690" data-end="712">orbital data centers</em> atau pusat data orbital. Menurut SpaceX, sistem ini berpotensi menjadi solusi paling hemat biaya dan energi untuk menopang kebutuhan daya komputasi AI di masa depan, seperti dikutip detik.com dari BBC, Senin (2/2/2026).</p>
<p data-start="924" data-end="1243">Selama ini, pusat data konvensional beroperasi di Bumi dalam bentuk gudang berskala besar yang dipenuhi komputer berkinerja tinggi untuk memproses dan menyimpan data. Namun SpaceX menilai pertumbuhan pesat teknologi AI telah mendorong permintaan komputasi melampaui kapasitas infrastruktur terestrial yang ada saat ini.</p>
<p data-start="1245" data-end="1533">Dengan menempatkan pusat data di orbit, SpaceX berargumen bahwa sistem tersebut dapat memanfaatkan energi matahari secara lebih optimal, mengurangi ketergantungan pada sumber listrik di Bumi, serta menekan biaya pendinginan yang selama ini menjadi tantangan utama pusat data konvensional.</p>
<p data-start="1535" data-end="1887">Meski demikian, rencana peluncuran satelit dalam jumlah sangat besar ini memunculkan berbagai pertanyaan dan kekhawatiran, mulai dari kepadatan orbit Bumi, risiko sampah antariksa, hingga dampaknya terhadap astronomi dan lingkungan luar angkasa. FCC diperkirakan akan melakukan kajian mendalam sebelum memberikan persetujuan terhadap proposal tersebut.</p>
<p data-start="1889" data-end="2128">Jika disetujui, proyek ini akan menjadi salah satu inisiatif paling radikal dalam sejarah infrastruktur digital global, sekaligus memperkuat posisi SpaceX dan Elon Musk dalam perlombaan teknologi AI dan ekonomi berbasis data di masa depan.<strong>(dtk/afy)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/spacex-ajukan-rencana-luncurkan-hingga-1-juta-satelit-untuk-dukung-komputasi-ai-global/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">112874</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kominfo Berikan Hak Labuh Satelit Starlink Ke Telkomsat</title>
		<link>https://koranindopos.com/kominfo-berikan-hak-labuh-satelit-starlink-ke-telkomsat/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/kominfo-berikan-hak-labuh-satelit-starlink-ke-telkomsat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hanasa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2022 00:51:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kominfo]]></category>
		<category><![CDATA[PT Telkom Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Satelit]]></category>
		<category><![CDATA[Starlink]]></category>
		<category><![CDATA[Telkomsat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=13298</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, koranindopos.com &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika belum lama ini telah memberikan Hak Labuh Satelit Starlink kepada Telkomsat, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang bergerak sebagai penyedia layanan satelit yang ahli dalam memberikan layanan hulu ke hilir yang berkualitas tinggi dan berstandar internasional. Hak labuh satelit Starlink tersebut merupakan lisensi bagi Telkomsat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://koranindopos.com/"><em><strong>koranindopos.com</strong></em></a> &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika belum lama ini telah memberikan Hak Labuh Satelit Starlink kepada Telkomsat, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang bergerak sebagai penyedia layanan satelit yang ahli dalam memberikan layanan hulu ke hilir yang berkualitas tinggi dan berstandar internasional.</p>
<p>Hak labuh satelit Starlink tersebut merupakan lisensi bagi Telkomsat untuk memberikan layanan pada jaringan perantara yang menghubungkan infrastruktur backbone telekomunikasi milik TelkomGroup dengan tower Base Transceiver Station/ tower WiFi/ perangkat distribusi akses melalui fiber optik.</p>
<p>Layanan ini hanya ada dalam penyelenggaraan jaringan tetap tertutup, bukan untuk layanan retailpelanggan akses internet secara langsung. Dengan telah diterimanya Hak Labuh Starlink tersebut, Telkomsat semakin siap mendukung program pemerataan pembangunan jaringan telekomunikasi broadband dalam rangka memperkecil kesenjangan layanan digital di seluruh wilayah Indonesia.</p>
<p>Sebagai upaya untuk akselerasi lingkungan dan masyarakat digital di Indonesia, ketersediaan layanan telekomunikasi broadband yang merata di seluruh wilayah menjadi suatu keharusan, baik di daerah urban, suburban hingga rural. Berbagai opsi teknologi yang tersedia oleh provider dalam negeri maupun dari providernegara lain bisa dikombinasikan untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi broadband di area yang berbeda.</p>
<p>Penggunaan fixed broadband mayoritas untuk melayani area urban dan sebagian kecil area suburban. Sedangkan mobile broadband tersedia secara baik di area urban dan suburban serta sebagian kecil area rural. Sedangkan solusi rural perlu dibantu dengan Satelit Broaband namun dengan harga yang lebih affordable.</p>
<p>Dengan kondisi geografis Indonesia sangat menantang bagi program pemerataan pembangunan jaringan fiber optik ke seluruh wilayah Indonesia. Starlink hadir sebagai solusi yang tepat untuk mengisi kebutuhan jaringan backhaul di wilayah wilayah yang belum terjangkau fiber optik sampai tersedianya solusi yang lebih permanen.</p>
<p>Starlink merupakan layanan berbasis sistem konstelasi Satelit Non Geostationer milik SpaceX dengan orbit rendah (LEO /Low Earth Orbit) dengan ketinggian 500-1.400 km yang mampu memberikan layanan dengan latency rendah, throughput tinggi dan didukung oleh perangkat stasiun bumi yang mudah diinstalasi dan portable. Hal tersebut dapat menjadi solusi terhadap keterbatasan jaringan backhaul di dalam penyelenggaraan layanan telekomunikasi.</p>
<p>Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd Rauf mengatakan, “TelkomGroup melihat dan menyambut kehadiran Starlink sebagai complement terhadap layanan bisnis telekomunikasi broadband di Indonesia dan juga dapat membantu percepatan penetrasi maupun pemerataan layanan telekomunikasi di Indonesia, khususnya segmen pasar B2B.”</p>
<p>Sebelumnya Telkomsat memang telah melakukan penjajakan untuk bersinergi dengan SpaceX. Hingga pada kuartal 1/2021, Telkomsat dan SpaceX sepakat untuk bekerja sama dalam pemanfaatan layanan Starlink. “Dengan adanya hak labuh Starlink ini, kami harapkan TelkomGroup dapat terus mengakselerasi terwujudnya lingkungan dan masyarakat digital Indonesia. Karena kami meyakini dengan digitalisasi, Indonesia ke depannya bisa menjadi lebih baik,” tutup Lukman.</p>
<p>Telkom memandang bahwa kerja sama Telkomsat dengan SpaceX yang telah dan sedang dibangun untuk menjalankan layanan Starlink merupakan langkah yang strategis dan sinergi dengan perjalanan TelkomGroup untuk mempercepat pembangunan Infrastruktur dan platform digital cerdas yang berkelanjutan, ekonomis, dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat.(ris)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/kominfo-berikan-hak-labuh-satelit-starlink-ke-telkomsat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">13298</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Siapkan Pengadaan HBS, Layani Kebutuhan Telekomunikasi Nasional dan ASEAN</title>
		<link>https://koranindopos.com/pemerintah-siapkan-pengadaan-hbs-layani-kebutuhan-telekomunikasi-nasional-dan-asean/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/pemerintah-siapkan-pengadaan-hbs-layani-kebutuhan-telekomunikasi-nasional-dan-asean/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hana]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Mar 2022 01:11:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Kominfo]]></category>
		<category><![CDATA[Satelit]]></category>
		<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=9052</guid>

					<description><![CDATA[&#160; JAKARTA, koranindopos.com &#8211; Pemerintah Republik Indonesia akan segera meluncurkan High Throughput Satellite (HTS) yang kedua. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan Hot Backup Satellite (HBS) itu dapat digunakan untuk layanan telekomunikasi Indonesia serta kepentingan masyarakat ASEAN.  “Dalam pertemuan dengan beberapa Menteri ASEAN, Indonesia menyatakan memilih HTS untuk menjaga independensi layanan satelit sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_9053" aria-describedby="caption-attachment-9053" style="width: 800px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-9053 size-full" src="https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2022/03/kominfo-menteri-johnny-hyatt-konferensi-pers-pengadaan-HBS-AYH-1.jpg" alt="kominfo menteri johnny hyatt konferensi pers pengadaan HBS AYH 1 - Pemerintah Siapkan Pengadaan HBS, Layani Kebutuhan Telekomunikasi Nasional dan ASEAN" width="800" height="537" title="Pemerintah Siapkan Pengadaan HBS, Layani Kebutuhan Telekomunikasi Nasional dan ASEAN 1" srcset="https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2022/03/kominfo-menteri-johnny-hyatt-konferensi-pers-pengadaan-HBS-AYH-1.jpg 800w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2022/03/kominfo-menteri-johnny-hyatt-konferensi-pers-pengadaan-HBS-AYH-1-300x201.jpg 300w, https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2022/03/kominfo-menteri-johnny-hyatt-konferensi-pers-pengadaan-HBS-AYH-1-768x516.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-9053" class="wp-caption-text">Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate (tengah), didampingi Direktur Utama BAKTI Anang Latif (kanan), dan Direktur Utama PT. Satelit Nusantara 5 Agus Budi Cahyono (kiri) dalam konferensi pers Penandatanganan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa Penyediaan Hot Backup Satelite (HBS), dan Jasa Pengoperasian dari Kempinski Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (15/03/2022). &#8211; (AYH)</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p class="p1"><strong>JAKARTA</strong>, <a href="http://www.koranindopos.com"><em><strong>koranindopos.com</strong></em></a> &#8211; Pemerintah Republik Indonesia akan segera meluncurkan <em>High Throughput Satellite </em>(HTS) yang kedua. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan <em>Hot Backup Satellite </em>(HBS) itu dapat digunakan untuk layanan telekomunikasi Indonesia serta kepentingan masyarakat ASEAN.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p class="p1">“Dalam pertemuan dengan beberapa Menteri ASEAN, Indonesia menyatakan memilih HTS untuk menjaga independensi layanan satelit sebagai kepentingan transformasi digital nasional, namun juga agar Indonesia mendapat layanan intenet yang lebih kompetitif dan lebih efisien,” ungkapnya dalam Konferensi Pers Penandatanganan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa Penyediaan <em>Hot Backup Satellite </em>(HBS) dan Jasa Pengoperasian yang berlangsung hibrida dari Kempinski Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (15/03/2022).</p>
<p class="p1">Menteri Johnny menyatakan HBS yang diluncurkan juga untuk memenuhi kebutuhan Negara ASEAN dalam kerangka kerja sama infrastruktur.<span class="Apple-converted-space">  </span>“Kepada saya disampaikan bahwa (satelit)<em> backup</em> tidak saja untuk memenuhi kebutuhan Indonesia, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan ASEAN dalam rangka kerjasama infrastruktur TIK ASEAN,” tandasnya</p>
<p class="p1">Menurut Menkominfo, HBS akan digunakan untuk melengkapi kebutuhan layanan publik di Indonesia. “Satu satelit besar dengan kapasitas 150 Gbps, yang nanti akan digunakan untuk melengkapi kebutuhan layanan satelit bagi titik-titik layanan publik di Indonesia,” jelasnya.</p>
<p class="p1">Setelah Satelit Republik Indonesia (SATRIA) 1 dengan kapasitas 150 Gbps, hari ini Menteri Johnny menyaksikan penandatanganan pengadaan HBS dengan kapasitas yang sama. “Jadi satelit Indonesia ini salah satu yang terbesar di Asia. Tadi kita menyaksikan bersama-sama penandatanganan kontrak pengadaan <em>Hot Backup Satellite</em>,” tuturnya.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p class="p1">Menkominfo berharap HBS bisa mengorbit sesuai jadwal pada kuartal pertama tahun 2023. Menteri Johnny juga mengharapkan agar HBS dapat beroperasi dengan cepat.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p class="p1">“Satelit yang ditandangani hari ini adalah satelit buatan Boeing dan kita akan memiliki dua jenis satelit. Satu buatan Thales Alenia Space Prancis, dan yang kedua buatan Boeing Amerika Serikat. Dua-duanya akan diluncurkan dengan roket pendorong Falcon 9-5500 milik perusahaan <em>aerospace</em> Elon Musk, SpaceX, dan diluncurkan melalui peluncuran Cape Canaveral di Florida,” jelasnya.</p>
<p class="p1">Menkominfo menyatakan, pada saat yang bersamaan, proses produksi Satelit SATRIA-1 saat ini sudah mencapai sekitar 70%.<span class="Apple-converted-space">  </span>“Menurut pabrikan pembuat satelit Thales Alenia Space, akan diluncurkan masih sesuai jadwal yaitu pada Juni tahun 2023 dan beroperasi komersial di tahun 2023 kuartal keempat,” ungkapnya.</p>
<p class="p1">Menkominfo menyatakan saat ini, sudah ada 350 ribu titik layanan publik yang mendapat layanan jaringan pita lebar. Menurut Menteri Johnny, sisa titik layanan publik perlu dilayani dengan pengadaan satelit telekomunikasi.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p class="p1">“Dengan jumlahnya saat ini tidak kurang dari 150 ribu titik, yang belum mendapat layanan internet dari 500 ribu titik layanan publik. Dengan demikian, maka satelit yang dibangun untuk kepentingan Indonesia sebesar 300 Gbps,” jelasnya.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p class="p1">Rata-rata <em>benchmark </em>harga sewa kapasitas satelit di dunia berkisar USD400 per Mbps per bulan. Dari waktu ke waktu harga sewa itu terus mengalami penurunan. Menurut Menkominfo, saat ini<span class="Apple-converted-space">  </span>harga sewa berada di kisaran USD150 per Mbps per bulan.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p class="p1">“Namun demikian, Satelit SATRIA dan Hot <em>Backup</em> mampu membuatnya menjadi lebih efisien dengan biaya sekitar USD45 per Mbps per bulan. Jadi jauh lebih efiesien, itulah salah satu kombinasi pilihan jenis-jenis satelit. Kita memilih satelit telekomunikasi yang besar agar biaya per Mbps menjadi lebih efisien,” tandasnya (dni)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/pemerintah-siapkan-pengadaan-hbs-layani-kebutuhan-telekomunikasi-nasional-dan-asean/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9052</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
