<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sawah &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/sawah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Nov 2026 00:05:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>sawah &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230925932</site>	<item>
		<title>Rehabilitasi Sawah di Aceh Timur Mulai Berbuah Panen, Hasil Capai 6 Ton per Hektar</title>
		<link>https://koranindopos.com/rehabilitasi-sawah-di-aceh-timur-mulai-berbuah-panen-hasil-capai-6-ton-per-hektar/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/rehabilitasi-sawah-di-aceh-timur-mulai-berbuah-panen-hasil-capai-6-ton-per-hektar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2026 00:05:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[rehabilitasi]]></category>
		<category><![CDATA[sawah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=131594</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; JAKARTA – Upaya pemulihan lahan pertanian terdampak bencana di Kabupaten Aceh Timur, Aceh, mulai menunjukkan hasil positif. Sejumlah sawah yang telah direhabilitasi kini kembali produktif, dengan hasil panen rata-rata mencapai 6 ton per hektar. Panen tersebut berlangsung di Gampong Paya Demam Sa, Kecamatan Pante Bidari. Dari total 30 hektar lahan yang telah dipulihkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank"><strong>Koranindopos.com</strong></a> &#8211; <strong>JAKARTA</strong> – Upaya pemulihan lahan pertanian terdampak bencana di Kabupaten Aceh Timur, Aceh, mulai menunjukkan hasil positif. Sejumlah sawah yang telah direhabilitasi kini kembali produktif, dengan hasil panen rata-rata mencapai 6 ton per hektar.</p>
<p>Panen tersebut berlangsung di Gampong Paya Demam Sa, Kecamatan Pante Bidari. Dari total 30 hektar lahan yang telah dipulihkan di wilayah tersebut, sekitar 10 hektar di antaranya sudah memasuki masa panen.</p>
<p>Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Timur, Erwin Atnizar, mengatakan rehabilitasi sawah terus dilakukan agar petani dapat kembali mengolah lahan dan melanjutkan kegiatan budi daya padi setelah terdampak bencana hidrometeorologi.</p>
<p>Menurut Erwin, sekitar 30 persen dari total 1.770 hektar sawah dengan kategori rusak sedang telah selesai direhabilitasi dan kembali ditanami padi.</p>
<p>“Beberapa selesai rehab pada Juli dan langsung tanam,” kata Erwin dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (31/10/2026).</p>
<p>Pemulihan sawah masih menghadapi kendala Capaian panen tersebut menjadi salah satu tanda pemulihan produksi pertanian di Aceh Timur setelah bencana hidrometeorologi mengurangi luas lahan yang dapat digarap petani.</p>
<p>Meski demikian, proses pemulihan belum sepenuhnya selesai. Sebagian lahan pertanian dilaporkan hilang akibat perubahan alur sungai, sedangkan lahan lainnya tertutup endapan lumpur tebal sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut sebelum dapat kembali digunakan.</p>
<p>Pemerintah daerah pun memprioritaskan rehabilitasi lahan yang masih memungkinkan untuk digarap. Selain perbaikan kondisi lahan dan optimalisasi pertanian, ketersediaan air menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan kegiatan tanam.</p>
<p>Erwin menilai distribusi air antara wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur perlu diperkuat, terutama untuk menghadapi periode di luar musim hujan. Perbaikan sistem irigasi diperlukan agar pasokan air dapat menjangkau persawahan secara lebih merata.</p>
<p>Panen diperkirakan berlanjut hingga Desember 2026 Pemerintah memperkirakan panen dari lahan hasil optimalisasi dan rehabilitasi akan berlangsung secara bertahap pada November hingga Desember 2026.</p>
<p>Namun, masih terdapat sejumlah lahan yang belum bisa ditanami karena keterbatasan sumber air. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang perlu diselesaikan agar pemulihan pertanian dapat berjalan lebih merata.</p>
<p>“Jadi itu semua untuk Aceh Timur, baik yang oplah kemudian yang rehab itu di bulan 12 kita insyaallah panen. Cuma memang ada progres yang belum bisa ditanami karena itu terkait dengan sumber air,” ujar Erwin.</p>
<p>Optimalisasi lahan atau oplah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian agar dapat kembali mendukung produksi pangan.</p>
<p>Dengan rehabilitasi yang terus berjalan, pemerintah berharap semakin banyak lahan pertanian yang dapat ditanami kembali dan menghasilkan panen dalam beberapa bulan mendatang.</p>
<p>Harga gabah bantu pemulihan pendapatan petani Selain perbaikan lahan, harga gabah di tingkat petani turut menjadi faktor yang mendukung pemulihan usaha tani di Aceh Timur.</p>
<p>Erwin menyebut harga gabah saat ini berada pada kisaran Rp7.000 hingga Rp7.500 per kilogram. Harga tersebut diharapkan dapat membantu petani memulihkan pendapatan setelah kegiatan pertanian mereka terganggu akibat bencana.</p>
<p>Di sisi lain, Wakil Kepala Perencanaan, Pengendalian, Analisis, dan Evaluasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR), Imran, mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Timur memperkuat koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera I Aceh.</p>
<p>Koordinasi tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan irigasi serta mencari solusi bagi lahan pertanian yang belum memperoleh pasokan air secara memadai.</p>
<p>Perbaikan jaringan irigasi diharapkan dapat mempercepat pemulihan sawah yang masih terkendala air, sehingga kegiatan tanam dan panen dapat berlangsung secara berkelanjutan.</p>
<p>Dengan hasil panen awal mencapai 6 ton per hektar, rehabilitasi sawah di Aceh Timur mulai memberikan harapan bagi pemulihan ekonomi petani sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan di wilayah tersebut.(dhil/kmps)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/rehabilitasi-sawah-di-aceh-timur-mulai-berbuah-panen-hasil-capai-6-ton-per-hektar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">131594</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
