<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sawit &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/sawit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Dec 2025 06:35:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>Sawit &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>DPR Dorong Pemerintah Lawan Kampanye Negatif Global terhadap Sawit Indonesia</title>
		<link>https://koranindopos.com/dpr-dorong-pemerintah-lawan-kampanye-negatif-global-terhadap-sawit-indonesia/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/dpr-dorong-pemerintah-lawan-kampanye-negatif-global-terhadap-sawit-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hairul]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 06:35:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sawit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=111158</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Jakarta. Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, mendorong pemerintah untuk lebih agresif membangun diplomasi internasional sekaligus melawan disinformasi global terkait industri kelapa sawit Indonesia. Ia menilai, selama ini Indonesia kerap berada dalam posisi defensif akibat narasi negatif yang tidak selalu berbasis data dan kepentingan nasional. “Kita tidak boleh terus minta dimengerti. Kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://koranindopos.com">koranindopos.com</a> &#8211; Jakarta.</strong> Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, mendorong pemerintah untuk lebih agresif membangun diplomasi internasional sekaligus melawan disinformasi global terkait industri kelapa sawit Indonesia. Ia menilai, selama ini Indonesia kerap berada dalam posisi defensif akibat narasi negatif yang tidak selalu berbasis data dan kepentingan nasional.</p>
<p data-start="452" data-end="671">“Kita tidak boleh terus minta dimengerti. Kita harus bicara tegas, berbasis data, dan membela kepentingan petani serta bangsa kita sendiri,” kata Firman dalam keteranganya, Selasa (30/12/2025).</p>
<p data-start="673" data-end="888">Firman menyebut industri sawit Indonesia sering menjadi sasaran kampanye hitam yang dibungkus isu lingkungan, namun sarat kepentingan ekonomi dan proteksionisme dagang negara-negara maju, khususnya di kawasan Eropa.</p>
<p data-start="890" data-end="1143">Menurutnya, tudingan yang menyebut sawit sebagai penyebab utama deforestasi, kerusakan lingkungan, hingga pelanggaran hak asasi manusia kerap disampaikan secara sepihak tanpa mempertimbangkan konteks global maupun fakta pembanding dengan komoditas lain.</p>
<p data-start="1145" data-end="1381">“Kalau bicara lingkungan, harus adil. Jangan hanya sawit yang disorot, sementara kedelai, bunga matahari, atau rapeseed yang membutuhkan lahan jauh lebih luas justru tidak pernah dipersoalkan,” ujar Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia itu.</p>
<p data-start="1383" data-end="1713">Meski demikian, Firman menegaskan bahwa isu keberlanjutan tetap penting untuk menjadi perhatian bersama. Ia menilai Indonesia tidak tinggal diam dan telah menerapkan berbagai kebijakan, mulai dari sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), moratorium izin baru perkebunan sawit, hingga penguatan transparansi tata kelola.</p>
<p data-start="1715" data-end="1923">“Indonesia dan Malaysia sudah bergerak ke arah industri sawit berkelanjutan. Ini fakta yang sering diabaikan oleh NGO dan negara-negara pengkritik,” tutur legislator daerah pemilihan Jawa Tengah III tersebut.</p>
<p data-start="1925" data-end="2178">Firman juga menepis anggapan bahwa sawit selalu identik dengan kerusakan lingkungan. Menurutnya, dengan pengelolaan yang tepat, perkebunan sawit justru dapat memberikan kontribusi ekologis, termasuk dalam penyerapan karbon dan perbaikan tata guna lahan.</p>
<p data-start="2180" data-end="2409" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Yang harus kita lawan bukan sawitnya, tapi praktik buruknya. Kalau dikelola dengan benar, sawit justru bisa menjadi solusi, bukan masalah yang mesti kita khawatirkan,” tegas politisi yang juga anggota Badan Legislasi DPR RI ini. (hai)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/dpr-dorong-pemerintah-lawan-kampanye-negatif-global-terhadap-sawit-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BPDPKS Gelar Sosialisasi dan Inkubasi Malam Sawit</title>
		<link>https://koranindopos.com/bpdpks-gelar-sosialisasi-dan-inkubasi-malam-sawit/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/bpdpks-gelar-sosialisasi-dan-inkubasi-malam-sawit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hanasa]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 May 2024 04:57:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[Sawit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=61542</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos &#8211; Jakarta. Malam batik berbasis sawit merupakan produk sintesis dan turunan minyak sawit. Salah satu produk pengolahan sawit adalah minyak sawit yang memiliki dua bentuk fraksi, yaitu padat dan cair. Memahami akan peran malam sawit atas perkembangan dan kelestarian batik yang telah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, Badan Pengelola Dana Perkebunan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://koranindopos.com"><strong>Koranindopos</strong></a> &#8211; <strong>Jakarta</strong>. Malam batik berbasis sawit merupakan produk sintesis dan turunan minyak sawit. Salah satu produk pengolahan sawit adalah minyak sawit yang memiliki dua bentuk fraksi, yaitu padat dan cair.</p>
<p>Memahami akan peran malam sawit atas perkembangan dan kelestarian batik yang telah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dengan menghadirkan CV. Smart Batik Indonesia sebagai narasumber, menyelenggarakan Sosialisasi dan Inkubasi Malam Sawit yang dilaksanakan pada tanggal 2 &#8211; 3 Mei 2024 di KPPN Kota Cirebon, sebagai lanjutan rangkaian kegiatan serupa yang telah sukses diadakan di Yogyakarta pada 8 Maret 2024 lalu. Kegiatan ini diikuti para pengrajin batik Cirebon dan sekitarnya.</p>
<p>Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah mengatakan, “Kami memahami pentingnya perkembangan industri batik di Indonesia, oleh karena itu workshop ini diselenggarakan sebagai wujud nyata komitmen BPDPKS dalam menyosialisasikan industri batik sawit ke berbagai daerah. Kami pun berharap para peserta dapat membawa ilmu yang mereka dapat selama workshop serta mengembangkan dan menerapkannya di daerah masing-masing,”.</p>
<p>Kegiatan berikut diawali dengan sosialisasi malam batik pada para peserta bertempat di KPPN Cirebon bertujuan memperkenalkan lebih dalam malam sawit kepada para peserta serta potensinya dalam mendukung perkembangan industri batik. Dalam kesempatan ini para peserta pun akan diberikan kesempatan melakukan praktik langsung atas ilmu yang telah diterima selama workshop. Pentingnya pemahaman batik sawit merupakan alasan utama BPDPKS menggandeng Sm-art Batik dalam rangkaian acara berikut. Sm-art Batik dikenal sebagai pioner batik sawit yang konsisten yang tidak hanya mampu memproduksi malam sawit sendiri, namun juga mengembangkan motif-motif sawit.</p>
<p>“Setiap peserta akan dibekali pemahaman yang menyeluruh akan batik sawit yang diawali dengan pembuatan malam sawit, berkolaborasi dengan Balai Batik, hingga pembuatan batik dengan malam sawit hingga selesai. Para peserta dapat mempraktikkan langsung kreasi batik dengan menggunakan syal yang sudah digambari motif Gurdo Sawit, motif original kami yang melambangkan harapan untuk kejayaaan industri sawit nasional. Kegiatan dilanjutkan hingga pewarnaan selesai pewarnaan batik dan para peserta dapat membawa pulang batik kreasi mereka selama workshop,” ucap Miftahun Nur Ihsan, CEO Sm-art Batik.</p>
<p>Rangkaian Sosialisasi dan Inkubasi Malam Sawit akan dilanjutkan dengan diadakannya lomba membatik dengan malam sawit yang diselenggarakan pada 3 Mei 2024. Lomba membatik ini diikuti oleh pelajar dari Cirebon bertujuan sebagai wadah regenerasi pengrajin batik tanah air. Para peserta memiliki kesempatan mendapatkan hadiah istimewa berupa uang pembinaan hingga Rp. 2.500.000,-. Selain itu setiap peserta mendapatkan sertifikat, uang transport dan voucher makan sebagai bentuk apresiasi BPDPKS atas keikutsertaan serta antusiasme mereka.</p>
<p>Kegiatan workshop ini juga merupakan perwujudan dari pelaksanaan Kemenkeu Satu, di mana BPDPKS selaku BLU dari Kementerian Keuangan di bawah Direktorat Jenderal Perbendaharaan berkolaborasi dengan CV. Smart Batik Indonesia, sebagai UMKM binaan Kanwil DJPb DIY. Founder Sm-art batik Miftahudin Nur Ihsan, juga merupakan bagian dari keluarga besar penerima beasiswa LPDP yang juga BLU dari Kementerian Keuangan.</p>
<p>“Kami berharap Sosialisasi dan Inkubasi Malam Sawit ini mampu mendukung industri batik nasional terutama batik sawit, serta mampu menghasilkan para generasi penerus pengrajin batik masa depan,” tutup Helmi. (haris)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/bpdpks-gelar-sosialisasi-dan-inkubasi-malam-sawit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Kaji Regulasi Hingga Tingkatkan Dana Replanting Sawit</title>
		<link>https://koranindopos.com/pemerintah-kaji-regulasi-hingga-tingkatkan-dana-replanting-sawit/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/pemerintah-kaji-regulasi-hingga-tingkatkan-dana-replanting-sawit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Hairul]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Feb 2024 01:02:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sawit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=55972</guid>

					<description><![CDATA[koranindopos.com &#8211; Jakarta. Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), memimpin rapat terbatas (ratas) yang membahas sejumlah isu terkait kebijakan sawit di tanah air pada Selasa (27/02/2024). Ratas tersebut menyoroti beberapa poin penting, salah satunya adalah rendahnya realisasi program penanaman kembali atau replanting sawit yang baru mencapai 30 persen dari target 180 ribu hektare. Menteri Koordinator Bidang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://koranindopos.com"><strong>koranindopos.com</strong></a> &#8211; <strong>Jakarta</strong>. Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), memimpin rapat terbatas (ratas) yang membahas sejumlah isu terkait kebijakan sawit di tanah air pada Selasa (27/02/2024). Ratas tersebut menyoroti beberapa poin penting, salah satunya adalah rendahnya realisasi program penanaman kembali atau replanting sawit yang baru mencapai 30 persen dari target 180 ribu hektare.</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan persnya usai rapat menyampaikan bahwa rendahnya realisasi replanting sawit disebabkan oleh regulasi yang mempersulit proses replanting bagi pekebun rakyat. Salah satu kendala utamanya adalah persyaratan sertifikat dan rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang diperlukan untuk melakukan replanting.</p>
<p>Dalam rapat tersebut, diusulkan untuk meningkatkan dana replanting dari Rp30 juta menjadi Rp60 juta per hektare. Kenaikan ini diharapkan dapat membantu pekebun mengatasi kesulitan finansial selama masa tanam baru yang memerlukan waktu hingga empat tahun untuk berbuah. Selain itu, juga dibahas mengenai ketelanjuran lahan yang masih menjadi hambatan bagi pekebun rakyat, dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penyelesaiannya.</p>
<p>Selain itu, rapat juga membahas rencana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk memberikan beasiswa bagi keluarga pekebun sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pekebun rakyat.</p>
<p>Airlangga Hartarto menyatakan bahwa rapat akan dilanjutkan untuk membahas lebih lanjut mengenai isu-isu tersebut dan menetapkan langkah-langkah konkret. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengatasi berbagai tantangan dalam industri sawit demi kesejahteraan petani dan kelancaran program replanting.</p>
<p>ini upaya pemerintah dalam menghadapi dan menyelesaikan isu-isu strategis terkait kebijakan sawit, yang merupakan bagian penting dari sektor pertanian dan perekonomian Indonesia. (hai)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/pemerintah-kaji-regulasi-hingga-tingkatkan-dana-replanting-sawit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
