<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>smartphone brain &#8211; Indopos</title>
	<atom:link href="https://koranindopos.com/tag/smartphone-brain/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<description>Indopos Portal Berita yang menyajikan Berita-berita Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Oct 2026 06:45:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://koranindopos.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-b543b1ee-68df-4e38-b9c6-65b57c328bea-1-32x32.jpg</url>
	<title>smartphone brain &#8211; Indopos</title>
	<link>https://koranindopos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengenal Smartphone Brain, Kebiasaan Main HP yang Bisa Ganggu Fokus hingga Tidur</title>
		<link>https://koranindopos.com/mengenal-smartphone-brain-kebiasaan-main-hp-yang-bisa-ganggu-fokus-hingga-tidur/</link>
					<comments>https://koranindopos.com/mengenal-smartphone-brain-kebiasaan-main-hp-yang-bisa-ganggu-fokus-hingga-tidur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor : Affandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2026 06:45:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone brain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://koranindopos.com/?p=128571</guid>

					<description><![CDATA[Koranindopos.com &#8211; Jakarta – Sulit fokus saat bekerja, tidur tidak nyenyak, atau sering mengalami sakit kepala setelah berjam-jam menatap layar ponsel? Kebiasaan menggunakan smartphone secara berlebihan disebut dapat berkaitan dengan sejumlah keluhan tersebut. Belakangan, fenomena ini ramai disebut sebagai &#8220;smartphone brain&#8221;, meski istilah tersebut bukan diagnosis medis resmi. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan dampak kebiasaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://Koranindopos.com" rel="nofollow noopener" target="_blank">Koranindopos.com</a> &#8211; Jakarta</strong> – Sulit fokus saat bekerja, tidur tidak nyenyak, atau sering mengalami sakit kepala setelah berjam-jam menatap layar ponsel? Kebiasaan menggunakan smartphone secara berlebihan disebut dapat berkaitan dengan sejumlah keluhan tersebut.</p>
<p>Belakangan, fenomena ini ramai disebut sebagai <strong>&#8220;smartphone brain&#8221;</strong>, meski istilah tersebut bukan diagnosis medis resmi. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan dampak kebiasaan penggunaan smartphone yang terlalu intens terhadap pola perhatian, tidur, dan aktivitas sehari-hari.</p>
<p>Smartphone kini menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengecek notifikasi begitu bangun tidur hingga scrolling media sosial sebelum tidur, ponsel kerap digunakan hampir sepanjang hari.</p>
<p>Dokter Spesialis Bedah Saraf dari Yashoda Medicity India, Dr Gaurav Batra, mengatakan penggunaan layar atau <em>screen time</em> yang tidak terkontrol dapat memengaruhi konsentrasi, pola tidur, hingga kebiasaan sehari-hari.</p>
<p>&#8220;Kami sering menjumpai pasien yang mengeluhkan sulit konsentrasi, kualitas tidur buruk, hingga sakit kepala berulang, yang ternyata juga punya riwayat memakai ponsel berjam-jam setiap hari,&#8221; ujar Dr Batra, dikutip dari Hindustan Times.</p>
<p>Lantas, bagaimana kebiasaan menggunakan HP dalam waktu lama dapat berkaitan dengan gangguan konsentrasi, tidur, dan sakit kepala?</p>
<h2>1. Membuat Fokus Mudah Terganggu</h2>
<p>Salah satu pola penggunaan smartphone yang menjadi perhatian adalah <strong>task switching</strong>, yakni berpindah-pindah tugas dalam waktu singkat.</p>
<p>Sebagai contoh, seseorang sedang membalas email, kemudian terganggu notifikasi dan beralih membuka media sosial. Setelah beberapa saat, ia kembali mengerjakan pekerjaan sebelumnya.</p>
<p>Menurut Dr Batra, kebiasaan tersebut dapat membuat perhatian menjadi terfragmentasi atau terpecah.</p>
<p>&#8220;Seseorang mungkin mulai dengan membalas email, lalu terdistraksi notifikasi, lanjut membuka media sosial, baru kemudian kembali ke pekerjaan awal. Kebiasaan ini membuat perhatian terfragmentasi (terpecah-pecah),&#8221; jelasnya.</p>
<p>Paparan stimulasi yang terus-menerus, seperti notifikasi, video pendek, dan perubahan konten yang cepat, juga membuat seseorang terbiasa berpindah perhatian.</p>
<p>Dalam kondisi tersebut, aktivitas yang membutuhkan konsentrasi dalam waktu lama, seperti belajar atau bekerja, dapat terasa lebih sulit dilakukan.</p>
<h2>2. Mengganggu Kualitas Tidur</h2>
<p>Kebiasaan membawa ponsel ke tempat tidur juga dapat membuat waktu tidur tertunda. Niat tidur pada pukul 22.00, misalnya, bisa berubah menjadi berjam-jam scrolling hingga larut malam.</p>
<p>Dr Batra mengatakan persoalan penggunaan ponsel sebelum tidur bukan hanya berkaitan dengan paparan cahaya dari layar. Konten yang dikonsumsi juga dapat membuat otak tetap aktif secara mental.</p>
<p>&#8220;HP membuat otak tetap terlibat secara mental, memicu kita menunda jam tidur, dan membentuk kebiasaan buruk untuk langsung memeriksa ponsel setiap kali terbangun di malam hari,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sejumlah penelitian juga menemukan adanya hubungan antara tambahan waktu penggunaan layar dan berkurangnya durasi tidur. Salah satu studi yang dikutip dalam laporan tersebut menyebut setiap tambahan satu jam <em>screen time</em> harian berpotensi mengurangi waktu tidur sekitar 3-5 menit.</p>
<h2>3. Bisa Memicu Sakit Kepala</h2>
<p>Sakit kepala dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti stres, kurang tidur, dehidrasi, hingga migrain. Namun, penggunaan smartphone dalam waktu lama juga dapat menambah faktor pemicu tertentu.</p>
<p>Saat menatap layar dalam durasi panjang, seseorang cenderung menundukkan kepala dan mempertahankan posisi leher dalam waktu lama. Kebiasaan tersebut sering disebut sebagai <strong>text neck</strong>.</p>
<p>Selain itu, pengguna smartphone juga cenderung lebih jarang berkedip ketika berkonsentrasi menatap layar. Kondisi tersebut dapat membuat mata terasa lelah.</p>
<p>Ketegangan pada otot leher dan bahu, mata lelah, paparan cahaya layar, serta postur tubuh yang kaku dapat berkontribusi terhadap munculnya sakit kepala tipe tegang atau <em>tension headache</em>.</p>
<p>Rasa lelah setelah menatap layar dalam waktu tertentu dapat terjadi dalam aktivitas sehari-hari. Namun, apabila keluhan seperti sulit berkonsentrasi, tidur terganggu, dan sakit kepala muncul berulang serta berlangsung lebih dari dua minggu, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian.</p>
<p>Sebagai langkah awal, seseorang dapat mencoba mengurangi penggunaan smartphone yang tidak esensial selama dua minggu. Salah satunya dengan membatasi <em>screen time</em> di luar kebutuhan pekerjaan atau studi hingga maksimal dua jam per hari.</p>
<p>Kebiasaan menggunakan ponsel sebelum tidur juga dapat dikurangi dengan berhenti menggunakan HP setidaknya satu jam sebelum waktu tidur.</p>
<p>Jika keluhan tidak membaik setelah perubahan kebiasaan, pemeriksaan ke dokter dapat dilakukan untuk mencari penyebab lain yang mungkin mendasarinya.</p>
<p>Dr Batra juga mengingatkan agar sakit kepala yang sangat berat, semakin memburuk, atau disertai gangguan penglihatan, kelemahan tubuh, maupun gejala saraf lainnya tidak diabaikan.</p>
<p>Dalam kondisi tersebut, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.(dhil/dtk)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://koranindopos.com/mengenal-smartphone-brain-kebiasaan-main-hp-yang-bisa-ganggu-fokus-hingga-tidur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
