Koranindopos.com, Jakarta – Amanda Manopo akhirnya menerima tawaran bermain dalam film horor terbaru produksi rumah produksi Hitsmaker Studio yang berjudul Dusun Mayit. Film yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 31 Desember 2025, menjadi salah satu sajian horor penutup tahun yang menyasar penonton pencinta cerita mistis berlatar alam dan budaya lokal.
Dalam proyek garapan sutradara Rizal Mantovani tersebut, Amanda memerankan tokoh Yuni, seorang mahasiswi yang terlibat dalam perjalanan pendakian yang berubah menjadi pengalaman mencekam. Perempuan kelahiran 6 Desember 1999 itu mengakui karakter yang dimainkan menuntut energi emosional dan fisik yang tidak ringan, terlebih karena proses produksi dilakukan langsung di kawasan pegunungan.
Pengalaman syuting Dusun Mayit juga menjadi momen pertama bagi Amanda merasakan aktivitas mendaki gunung. Selama ini dikenal lewat peran-peran dramatis di layar kaca, ia harus beradaptasi dengan medan alam terbuka yang jauh dari zona nyamannya. Namun, kehadiran kru dan pemain lain membuat proses tersebut terasa lebih aman dan terkendali.
“Yang pasti ini perdana naik gunung. Kalau dibilang takut, engga ya. Karena kan ada banyak orang,” kata Amanda Manopo ketika ditemui di XXI Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025).
Syuting yang dilakukan di kawasan Gunung Arjuno, Jawa Timur, menjadi pengalaman yang membekas bagi Amanda. Ia mengaku belum bisa memastikan apakah di masa mendatang akan kembali mengambil proyek film dengan latar serupa. Meski begitu, ia bersyukur seluruh proses dapat dilalui tanpa kendala berarti.

“Ini pengalaman pertama juga naik gunung. Enggak tahu apakah ini akan menjadi pengalaman terakhir juga untuk film ya,” ucapnya seraya tertawa.
“Tapi pengalamannya gak bisa terbayarkan lah pokoknya,” lanjutnya.
Dari sisi cerita, Yuni digambarkan sebagai sosok yang harus menghadapi kehilangan sahabat di tengah situasi yang tidak masuk akal. Fase duka dan tekanan batin menjadi bagian penting dalam alur film, menuntut Amanda menampilkan emosi yang kuat dan meyakinkan. Adegan-adegan tersebut justru menjadi ruang eksplorasi akting yang ia nikmati.
“Emang saya dibayar untuk menangis itu,” ungkap Amanda santai.
Menariknya, Amanda mengungkapkan bahwa sebelumnya ia sempat enggan menerima tawaran film horor. Namun keterlibatan produser Rocky Soraya dan sutradara Rizal Mantovani mengubah keputusannya. Ia menilai Dusun Mayit memiliki kualitas produksi dan cerita yang berbeda dari kebanyakan film horor yang pernah ia terima.
“”Semoga filmnya enggak hanya berkutat dengan cinta yang gitu-gitu aja, tapi bisa berkembang dan punya cerita yang lebih menarik lagi ke depannya seperti film Dusun Mayit ini,” ujar Amanda Manopo.
Sementara itu, Rocky Soraya menegaskan bahwa Dusun Mayit tetap berpijak pada kekayaan budaya Indonesia yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Pemilihan pemain seperti Amanda Manopo, Ersya Aurelia, Randy Martin, dan Fahad Haydra dilakukan berdasarkan kemampuan mereka menyampaikan emosi dan pesan cerita secara utuh kepada penonton.
“Kami selalu ingin menghadirkan cerita dekat dengan budaya, namun related dengan masyarakat,” kata Rocky Soraya.
Film Dusun Mayit sendiri mengisahkan persahabatan empat mahasiswa Aryo, Nita, Yuni, dan Raka yang mendaki Gunung Welirang. Petaka bermula ketika Nita menemukan sesajen dan terjatuh ke telaga, membuat sikapnya berubah janggal.
Mereka kemudian tersesat di Dusun Mayit, sebuah desa gaib penuntut tumbal yang menguji batas keberanian dan persahabatan. Dengan kombinasi teror psikologis, mistis, dan drama emosional, film ini diharapkan memberi pengalaman horor yang berbeda bagi penonton akhir tahun. (Brg/Kul)










