Koranindopos.com – Jakarta. Paguyuban Konsumen Apartemen Gardenia mengadakan pertemuan dengan Komisi 3 DPRD Kota Bogor. Bertempat di ruang rapat Komisi 3 Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan. Pemuda no. 25 Tanah Sareal, Bogor pada Kamis, 9 Maret 2013.
Dalam rapat yang dihadiri Ketua Komisi 3, Bapak Zaenal Abidin serta wakil ketua, Bapak Iwan Iswanto dan para anggota Komisi 3 lainnya ini juru bicara dari konsumen Apartemen Gardenia, Purwanto menyampaikan kronologi Apartemen Gardenia dan semua permasalahan konsumen gardenia sesuai Power Point yang telah disiapkan oleh Sumarni.
“Pada intinya Paguyuban Konsumen Apartemen Gardenia memohon dukungan DPRD agar bisa memediasi pertemuan konsumen dengan pihak pengembang, mendorong pihak pengembang untuk menyelesaikan pembangunan sesuai isi homologasi. Dan masalah bisa diselesaikan segera agar batas tidak melewati batas waktu homologasi. Selain itu, agar perusahaan dan pengembang tidak pailit,” ungkap Purwanto melalui siaran pers.

Permasalahan tersebut bermula Apartemen Gardenia yang dibangun oleh PT. Duta Senawijaya Mandiri terletak di jalan KS. Tubun / Jalan Raya Jakarta- Bogor No. 102, Kelurahan Cibuluh, Kec. Bogor Utara, Kota Bogor sampai saat ini terhenti pembangunannya.
Padahal apartemen tersebut dipasarkan sejak tahun 2013. Seharusnya pada bulan April 2017 pembangunan sudah selesai atau paling lambat bulan Oktober tahun 2017.
“Pada pertengahan tahun 2018 direncanakan serah terima unit kepada konsumen. Tahun 2019 pembangunan terhenti sampai saat ini. Pada pertengahan tahun 2020 konsumen mengajukan gugatan perdata,” ujar Purwanto.
Tanggal 1 Maret 2021 telah disepakati perdamaian (homologasi) antara PT. Duta Senawijaya Mandiri dengan Konsumen, yang menetapkan PT. Duta Senawijaya Mandiri yang akan meneruskan pembangunan dengan waktu 18 bulan sejak bulan Januari tahun 2022.
Mengingat begitu banyaknya kerugian materil & imateril yang dialami warga selama belasan tahun menunggu, mereka melakukan aksi damai dengan pemasangan spanduk yang berisi tuntutan, sayangnya hingga kini, status tidak jelas tersebut masih terus berlanjut. Diharapkan semoga masalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan secepatnya.
















