Minggu, 8 Maret 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • More
Home Nasional

Tiga Bulan Berjalan, Garuda Spark Bandung Lahirkan 10 Startup Lokal

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
6 Januari 2026
in Nasional
0
Startup Lokal
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – BANDUNG. Program Garuda Spark Bandung yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mulai menunjukkan dampak nyata setelah berjalan selama tiga bulan. Sejak diluncurkan pada September 2025, program ini tidak hanya menghadirkan ruang diskusi dan pembelajaran, tetapi juga melahirkan hasil konkret bagi ekosistem startup dan talenta digital di Kota Bandung.

Hingga saat ini, Garuda Spark Bandung telah berhasil mengkurasi dan mengembangkan 10 startup lokal. Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal penting di tengah ketidakpastian industri digital bahwa kolaborasi masih mampu membuka ruang pertumbuhan.

Lebih dari sekadar angka, kehadiran Garuda Spark mengubah pola kerja ekosistem startup di Bandung. Startup yang sebelumnya berjalan sendiri kini terhubung dengan komunitas, kampus, mitra global, hingga pemerintah dalam satu ekosistem pembelajaran terbuka.

President of Alkademi Foundation, Dyah R. Helmi, menilai hasil Garuda Spark Bandung mencerminkan besarnya potensi digital masyarakat jika diberikan akses yang tepat.

Artikel Terkait

Pemerintah Batasi Akses Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Lewat Permen Komdigi

Bina Bangsa School ​Gelar “Legacy of Stars”

Aksi Konvoi Mobil Zig-Zag di Tol Becakayu Berakhir dengan Teguran Polisi

“Dengan Garuda Spark, masyarakat bisa belajar bisnis digital dan ekosistem global kapan pun. Semua terbuka dan gratis untuk warga Bandung,” ujarnya.

Dampak signifikan juga terlihat dari pengembangan talenta muda. Melalui kolaborasi bersama Alkademi dan mitra global, sebanyak 15.749 aplikasi berhasil dibuat oleh siswa SMK di Jawa Barat, sebuah capaian yang bahkan mendapat pengakuan Guinness World Record. Hal ini menunjukkan bahwa Garuda Spark tidak hanya menumbuhkan startup, tetapi juga menyiapkan generasi penerus ekosistem digital.

Bagi komunitas startup, program ini turut mendorong proses regenerasi. Vice President of Startup Bandung, Nur Islami Javad, mengatakan Garuda Spark menjadi jembatan antara startup berpengalaman dan generasi baru.

“Tahun 2025 penuh tantangan bagi startup. Garuda Spark membuka ruang regenerasi. Di komunitas kami ada 150 startup senior dan dampaknya menjangkau lebih dari 2.500 anak muda yang mulai terlibat,” ungkapnya.

Efek domino juga terlihat pada aktivitas komunitas. Event digital akhir tahun yang digelar komunitas startup Bandung diikuti sekitar 12.000 peserta daring, sementara sejumlah startup mulai menyusun sustainability report sebagai strategi bertahan dan tumbuh di tengah persaingan.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menilai hasil awal Garuda Spark Bandung membuktikan kuatnya pendekatan berbasis ekosistem.

“Di Bandung, Garuda Spark sudah berjalan tiga bulan. Sudah ada 10 startup yang dibantu, dikurasi, dan dilahirkan bersama oleh Kemkomdigi, Startup Bandung, Alkademi, dan mitra internasional seperti NUS Singapura,” ujarnya.

Menurut Meutya, keberhasilan awal ini menegaskan bahwa startup lokal membutuhkan ruang kolaboratif untuk saling belajar, bukan sekadar bersaing.

Hasil Garuda Spark Bandung kini menjadi contoh bahwa pembangunan ekosistem digital tidak selalu harus dimulai dari skala besar. Dari ruang belajar terbuka, kolaborasi yang konsisten, serta kepercayaan pada potensi lokal, Bandung kembali menunjukkan bahwa ide yang diberi ruang dan talenta yang diberi kesempatan mampu menghasilkan perubahan nyata. (hai/infopublik)

Topik: Garuda SparkStartup Lokal
Sebelumnya

Sekolah di Aceh Mulai Aktif Pascabencana, Pembelajaran Dilakukan dengan Sarana Seadanya

Selanjutnya

Harga Emas Menguat Tajam di Tengah Memanasnya Ketegangan Global

TerkaitBerita

Media Sosial
Nasional

Pemerintah Batasi Akses Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Lewat Permen Komdigi

oleh Editor : Hairul
8 Maret 2026
Bina Bangsa School ​Gelar “Legacy of Stars”
Nasional

Bina Bangsa School ​Gelar “Legacy of Stars”

oleh Editor : Akula
8 Maret 2026
Aksi Konvoi Mobil Zig-Zag di Tol Becakayu Berakhir dengan Teguran Polisi
Nasional

Aksi Konvoi Mobil Zig-Zag di Tol Becakayu Berakhir dengan Teguran Polisi

oleh Editor : Affandy
8 Maret 2026
Pertamina Patra Niaga Imbau Masyarakat Gunakan Energi Secara Bijak Selama Ramadan–Idulfitri 2026
Nasional

Pertamina Patra Niaga Imbau Masyarakat Gunakan Energi Secara Bijak Selama Ramadan–Idulfitri 2026

oleh Editor : Affandy
8 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

TERBAKAR: Kapal tugboat Musaffah 2 yang terbakar dan tenggelam di Selat Hormuz. (Foto: Faktualid.com)

Kemlu Sebut Ada Empat WNI Jadi Korban Tugboat Musaffah 2 di Selat Hormuz

8 Maret 2026
Media Sosial

Pemerintah Batasi Akses Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Lewat Permen Komdigi

8 Maret 2026
LAGA DERBY: Para pemain Inter Milan menyapa para suporter seusai laga Serie A/Liga Italia antara Inter vs Genoa di Milan, Italia pada Sabtu (28/2/2026). (Foto Ilustrasi: AP Photo/Antonio Calanni)

Jelang Laga Derby, AC Milan Dalam Posisi Tertekan

8 Maret 2026
AJANG TAHUNAN: Kasanga Festival Caka 1948. Tahun ini, perhelatan tersebut dilangsungkan di kawasan Catus Pata Patung Catur Muka, Kota Denpasar, Bali pada Jumat (6/3/2026) lalu. (Foto: Istimewa)

Kasanga Festival Caka 1948 di Denpasar Berakhir Semarak

8 Maret 2026

Terpopuler

  • Isuzu Panther Reborn

    Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    509 shares
    Share 204 Tweet 127
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    2731 shares
    Share 1092 Tweet 683
  • Tuntut Keadilan, Ratusan Korban Dugaan Penipuan Timothy Ronald Geruduk Bareskrim Polri

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Apple Siapkan Peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone Fold pada Juli 2026

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • PLN Gandeng GoTo dalam Penyediaan Kendaraan Kedinasan

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya